59,893 research outputs found

    KUALITAS HASIL PENERJEMAHAN INDIVIDU DAN PENERJEMAHAN KELOMPOK (Studi Kasus Proses dan Hasil Penerjemahan Mahasiswa Pascasarjana Program Studi Linguistik Minat Utama Penerjemahan Universitas Sebelas Maret Surakarta)

    No full text
    Dewasa ini, menerjemahkan bukanlah aktivitas baru lagi khususnya bagi mereka yang berkecimpung di bidang akademis karena sebagian besar referensi yang digunakan sebagai buku penunjang menggunakan bahasa asing (baca = Inggris). Disadari atau tanpa disadari pada saat membaca referensi-referensi tersebut sebenarnya mereka telah melakukan aktivitas menerjemahkan karena mereka mencoba untuk mentransfer makna yang ada dalam teks sumber ke bahasa sasaran (Indonesia) untuk bisa memahami makna yang terkandung dalam buku- buku referensi tersebut. Lebih lanjut, pada saat aktivitas menerjemahkan tersebut berlangsung, mereka tidak peduli apa saja yang telah terjadi pada saat menerjemahkan referensi-refensi yang mereka baca karena dalam benak mereka hanya terfokus pada menerjemahkan teks referensi-referensi untuk memahami dan mengetahui maksud dari teks referensi-referensi yang dibaca dalam bahasa mereka. Padahal banyak hal yang sebenarnya terjadi pada saat menerjemahkan seperti proses pencarian padanan yang sesuai dan tepat, proses pengambilan keputusan, proses penyusunan kembali kalimat terjemahan mereka, dsb; sehingga mereka bisa mencapai harapan untuk memahami dan mengetahui maksud dari teks referensi tersebut.2 Sebagai contoh kasus diambil dari salah satu program studi yang terdapat pada program Pascasarjana UNS yang referensinya menggunakan bahasa Inggris seperti program studi Linguistik minat utama Penerjemahan. Mereka, para civitas akademisi Program Studi Linguistik Minat Utama Penerjemahan hampir setiap harinya harus berhadapan dengan referensi-referensi berbahasa Inggris. Di sini, mereka mentransfer makna yang terkandung dalam buku referensi tersebut ke dalam bahasa sasaran dan tanpa disadari mereka telah melakukan aktivitas menerjemahkan yang disertai oleh proses penerjemahan yang berlangsung di dalam otak. Contoh kasus di atas diadopsi karena penelitian ini difokuskan pada civitas akademisi Program Studi Linguistik Minat Utama Penerjemahan Pascasarjana UNS dengan beberapa pertimbangan diantaranya yaitu kemampuan penguasaan dan pemahaman kebahasaan yang mereka miliki seperti pengetahuan kebahasaan (linguistik) yang meliputi semantik, pragmatik, sosiolinguistik, analisa wacana dan analisa perbandingan (contrastive analysis). Selain itu, para penerjemah juga memiliki pengetahuan tentang penerjemahan. Dengan kompetensi lebih yang dimiliki civitas akademisi Program Studi Linguistik Minat Utama Penerjemahan tersebut, peneliti mencoba untuk menggali lebih dalam proses penerjemahan yang berlangsung selama penugasan dan kualitas terjemahan yang mereka hasilkan. Dalam penelitian ini, peneliti tidak hanya melihat proses dan produk dari penerjemahan individu akan tetapi mencoba untuk membandingkan bentuk penerjemahan tersebut dengan penerjemahan kelompok baik dari segi proses3 maupun produknya. Pertimbangan untuk membandingkan kedua bentuk penerjemahan tersebut karena pada umumnya penerjemahan dilakukan secara individu dan jarang sekali penerjemahan dilakukan secara berkelompok. Di samping itu, sejauh ini penelitian-penelitian yang sering dilakukan terfokus pada penerjemahan yang dilakukan oleh orang per orang (individu) daripada penerjemahan yang dilakukan secara kelompok. Pada penerjemahan individu, proses yang berlangsung benar-benar secara monolog mulai dari pengambilan keputusan untuk menentukan strategi dan teknik penerjemahan, kemudian penentuan makna yang sesuai, selanjutnya merangkai dan menyusun kembali kalimat terjemahannya. Semuanya murni bergantung pada penerjemah itu sendiri tanpa ada pertimbangan ataupun masukan dari pihak lain. Bagaimana dengan penerjemahan kelompok? Apakah proses penerjemahan yang berlangsung pada penerjemahan kelompok sama dengan proses penerjemahan yang dilakukan secara individu atau perorangan? Tentunya proses yang terjadi bisa jadi berbeda dengan penerjemahan individu karena pada saat menerjemahkan, mereka menemukan istilah-istilah yang mungkin tidak diketahui maknanya atau mungkin dimengerti maknanya tetapi sulit untuk diungkapkan dalam bahasa sumbernya, mereka tidak hanya dapat menemukan maknanya dalam kamus serta memikirkan sendiri makna yang tepat dan sesuai seperti yang dialami oleh penerjemah individu, melainkan mereka bisa bertukar pikiran dan pendapat untuk memecahkan permasalahan sehingga mampu memperoleh solusi yang tepat. Dengan kata lain, proses penerjemahan yang berlangsung dalam penerjemahan kelompok terjadi secara dialog.4 Kemudian, setelah proses penerjemahan dengan penentuan strategi penerjemahan yang tepat pastinya berpengaruh pada teknik penerjemahan seperti contoh berikut ini Data 004 TETS Teks BSu Teks Bsa Individu Teks BSa Kelompok At last all his money Semua uangnya sudah Suatu hari, semua was gone and the habis. Dia hanya uangnya habis dan shoemaker had only memiliki selembar kulit tukang sepatu itu hanya enough leather left to yang cukup untuk memiliki bahan kulit make one pair of shoes. membuat sepasang yang cukup untuk sepatu. membuat sepasang sepatu. Kedua teks terjemahan di atas yaitu terjemahan individu dan kelompok memiliki teknik penerjemahan yang berbeda. Teks terjemahan individu menggunakan dua teknik terjemahan yaitu teknik penerjemahan literal dan teknik transposisi. Teknik transposisi bisa diidentifikasi dari perubahan bentuk kalimat yaitu pada teks BSu merupakan kalimat kompleks berubah menjadi dua kalimat simpleks pada teks BSa. Teknik penerjemahan literal bisa dilihat dari struktur teks terjemahan individu yang memiliki kesamaan dengan struktur yang terdapat pada teks Bsu, sedangkan teknik penerjemahan yang terdapat pada teks BSa kelompok merupakan teknik amplifikasi. Teknik ini tampak dari adanya informasi tambahan pada teks BSa yang tidak terdapat pada teks BSu. Penambahan informasi tersebut dapat diidentifikasi dari penambahan keterangan waktu suatu hari. Meskipun jenis penerjemahnya berbeda yaitu penerjemah individu dan penerjemah kelompok dan dengan penerapan strategi yang berbeda pula, tidak5 semua teknik penerjemahan yang dihasilkan juga berbeda semua. Ada beberapa kalimat pada teks BSa pada terjemahan individu yang memiliki jenis teknik penerjemahan yang sama dengan terjemahan kelompok. Di samping itu, ada pula teks BSa pada terjemahan kelompok yang memiliki teknik penerjemahan sejenis, seperti contoh kasus berikut ini Data 01 TCLA Teks BSu Teks Bsa Individu Teks BSa Kelompok Translation Kompetensi Kompetensi Competence and Penerjemahan dan Penerjemahan dan Language Awareness Kesadaran Bahasa. Pengetahuan Bahasa. Kedua teks terjemahan di atas yaitu teks BSa Individu dan teks BSa Kelompok menggunakan teknik penerjemahan yang sama yakni teknik penerjemahan literal. Teknik penerjemahan literal tersebut bisa dilihat dari struktur kedua terjemahan yang dihasilkan oleh masing-masing penerjemah. Terjemahan tersebut memiliki struktur yang sama dengan struktur yang terdapat pada teks BSu. Meskipun memiliki teknik penerjemahan yang sama, namun kedua terjemahan tersebut juga memiliki tingkat kesepadanan yang berbeda yang dikarenakan adanya perbedaan pada pemilihan istilah. Awareness oleh penerjemah individu diterjemahkan sebagai kesadaran namun oleh penerjemah kelompok istilah tersebut diterjemahkan menjadi pengetahuan. Istilah yang tepat untuk menggantikan istilah awareness adalah pengetahuan karena dalam kamus Oxford awareness berarti having knowledge of somebody or something; interested in and knowing about something.6 Penelitian berikutnya adalah untuk melihat kualitas terjemahan dari kedua bentuk penerjemahan tersebut. Bagaimana kualitas terjemahan yang dihasilkan oleh kedua penerjemah dengan pertimbangan penerapan strategi penerjemahan yang berbeda dan teknik penerjemahan yang ada? Kedua bentuk penerjemahan, penerjemahan kelompok dan penerjemahan individu, mungkin akan menghasilkan terjemahan yang berbeda termasuk dari segi kualitas terjemahannya apabila dilihat dari segi kesepadanan, keberterimaan, dan keterbacaan, meskipun para penerjemah memiliki kompetensi atau keahlian yang sama atau hampir sama. Belum tentu terjemahan yang dikerjakan secara kelompok memiliki kualitas yang baik dibanding dengan penerjemahan yang dilakukan secara individu. Begitu juga sebaliknya, bisa jadi teks terjemahan dari penerjemah individu memiliki kualitas yang lebih baik dari teks terjemahan kelompok. Penelitian ini akan membandingkan kedua bentuk penerjemahan tersebut yaitu penerjemahan individu dan kelompok dari beberapa segi di antaranya dari segi strategi penerjemahan, teknik penerjemahan serta kualitas penerjemahan, sedangkan materi yang digunakan sebagai tolak ukur dari ketiga segi di atas dalam penelitian ini terdiri atas dua teks yaitu (1) kalimat-kalimat yang terdapat pada penggalan teks non-fiksi yaitu teks yang terkait dengan penerjemahan “Translation Competence and Language Awareness” dan (2) kalimat-kalimat pada penggalan teks fiksi yaitu teks yang terkait dengan karya sastra “The Elves and The Shoemaker”.7 Kedua materi di atas dipilih sebagai sumber dalam penelitian ini karena teks tersebut sudah mencakup dalam keahlian atau kompetensi yang dimiliki oleh penerjemah, meliputi kompetensi kebahasaan (linguistik), kompetensi budaya, kompetensi tekstual, kompetensi bidang ilmu, kompetensi strategi, dan kompetensi transfer

    Yang yi ya yan dan yao ji fang

    No full text
    許克昌, 畢法同輯.綫裝.框18.3x12.7公分, 10行22字. 白口, 左右雙邊, 單黑魚尾. 版心上鐫題名, 中鐫卷次及小題, 下鐫葉次.同治丁卯[1867]易崇堦"重刻外科證治弁言"詳言刻書事.《中國中醫古籍總目》09418著錄.卷末附刻: 全生集醫案 / 王洪緖 -- 瘍醫雅言丹藥集方 / 曹畸菴.鈐"莊兆祥印", "莊兆祥".Xian zhuang.Kuang 18.3 x 12.7 gong fen, 10 hang 22 zi. Bai kou, zuo you shuang bian, dan hei yu wei. Ban xin shang juan ti ming, zhong juan juan ci ji xiao ti, xia juan ye ci.Detailed notes in vernacular field only.Detailed notes in vernacular field only.Xu Kechang, Bi Fa tong ji.Juan mo fu ke: Quan sheng ji yi an / Wang Hongxu -- Yang yi ya yan dan yao ji fang / Cao Jian.Qian "Zhuang Zhaoxiang yin", "Zhuang Zhaoxiang"

    Tu ya ji

    No full text
    V.1. 塗鴉集 : 卷上 -- v.2. 塗鴉集 : 卷下 -- v.3. 塗鴉集雜錄 -- 塗鴉集 : 文部贊 -- 塗鴉集 : 文部啟.V.1. Tu ya ji : juan shang -- v.2. Tu ya ji : juan xia -- v.3. Tu ya ji za lu -- Tu ya ji : wen bu zan -- Tu ya ji : wen bu qi.一機.綫裝, 1函.框20.3x13.5公分, 9行20字. 白口, 四周雙邊, 單黑魚尾. 版心上鐫題名, 中鐫卷次, 下鐫葉次.分上, 下卷.出書年據序.Xian zhuang, 1 han.Kuang 20.3 x 13.5 gong fen, 9 hang 20 zi. Bai kou, si zhou shuang bian, dan hei yu wei. Ban xin shang juan ti ming, zhong juan juan ci, xia juan ye ci.Fen shang, xia juan.Chu shu nian ju xu.Yiji

    Penerjemahan Bebas Buku Ya Binti Karya Syekh Ali Bin Musthafa Al-Thanthawi

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan metode penerjemahan bebas dalam proses penerjemahan Buku Ya Binti Karya Syekh Ali Bin Musthafa Al-Thanthawi. Sebuah buku berisi nasihat-nasihat untuk perempuan, ditulis dari sudut pandang laki-laki berumur lima puluh tahun yang diajarkan oleh umur dan pengalamannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang menggunakan sumber data primer buku Ya Binti karya Syeikh Ali bin Musthafa Al-Thanthawi. Adapun data sekunder penelitian ini adalah beberapa kamus Arab-Indonesia baik cetak maupun kamus digital, artikel dan literatur yang relevan dengan topik ini. Penelitian ini memaparkan 10 data yang dipilih secara acak untuk menjadi pertanggungjawaban penerjemahan menggunakan metode bebas dan menggunakan beberapa strategi dan teknik penerjemahan. Penelitian ini berhasil menggunakan tiga strategi penerjemahan seperti pengedepanan dan pengakhiran, pembuangan dan penambahan, dan tujuh teknik penerjemahan, diantaranya teknik adaptasi, reduksi, partikularisasi, modulasi, padanan lazim, amplifikasi, dan kreasi diskursif.xvi, 64 hlm, 25 c

    PENGARUH PERLAKUAN BENIH DAN APLIKASI PESTISIDA SINTETIK DAN NABATI TERHADAP PRODUKSI RIMPANG BENIH JAHE

    No full text
    Benih merupakan salah satu faktor pro-duksi yang mempunyai kontribusi lebih ku-rang 40% terhadap keberhasilan budida-ya jahe. Penyediaan benih jahe bermutu masih terkendala oleh tingginya kontami-nasi OPT tular benih. Minyak atsiri serai wangi, cengkeh, dan kayu manis, berpo-tensi digunakan untuk mengurangi serang-an OPT. Tujuan penelitian adalah untuk menguji perlakuan benih dan penyemprot-an tanaman jahe dengan formula minyak atsiri dan karbosulfan  + mancozeb terha-dap produksi jahe. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Cicurug sejak Nopember 2009 sampai Desember 2010. Perlakuan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Faktorial dan setiap perlakuan diulang 6 kali. Faktor pertama adalah perlakuan be-nih (seed treatment); A1) karbosulfan + mancozeb, A2) minyak daun cengkeh + kayu manis, dan A3) minyak daun cengkeh dan serai wangi, dosis masing-masing per-lakuan adalah 0,2% diberikan secara coa-ting sebelum benih disemaikan. Faktor ke-dua adalah aplikasi pestisida pada tanam-an; B1) kontrol tanpa perlakuan, B2) mi-nyak daun cengkeh + kayu manis, B3) minyak daun cengkeh + serai wangi, dan B4) karbosulfan. Dosis masing-masing per-lakuan adalah 0,4%, diaplikasikan setiap minggu terhadap tanaman pada fase vege-tatif sampai tanaman umur 6 bulan setelah tanam. Pengamatan dilakukan terhadap produksi benih, persentase benih rusak, kadar serat, kadar pati benih, dan persen-tase daya tumbuh benih. Hasil penelitian menunjukkan produksi rimpang tertinggi (11,56 t/ha), hasil benih tertinggi (10,21 t/ha) dan daya tumbuh benih jahe ter-tinggi (99,79%) dicapai pada perlakuan benih menggunakan campuran karbosul-fan + mankozeb sehingga perlakuan ter-sebut dapat dijadikan standar dalam pe-nyiapan benih jahe. Perlakuan tersebut ti-dak mempengaruhi mutu jahe. Kerusakan rimpang, kadar serat dan pati rimpang tidak dipengaruhi oleh perlakuan benih dan penyemprotan pestisida pada ta-naman

    APPENDIX 1 A STUDY OF MARKETING MANAGEMENT IN RELATION TO STUDENTS’ INTEREST TO JOIN AN ENGLISH COURSE (A Qualitative Study at Lembaga Bahasa dan Pendidikan Professional (LBPP) LIA Surakarta in the Learning Period January – March 2009)

    No full text
    Fita Lita Rohwidhi. K2205009.A study of marketing management in relation to students’ interest to join an english course (a qualitative study at Lembaga Bahasa Dan Pendidikan Professional (LBPP) LIA Surakarta). Thesis. Surakarta: English Department of Teacher Training and Education Faculty. Sebelas Maret University. 2009. The research is qualitative study. The objectives of the research are (1) to study how marketing management is implemented in Lembaga Bahasa dan Pendidikan Profesional (LBPP) LIA Surakarta and (2) to identify how far marketing management can attract the students’ interest to join Lembaga Bahasa dan Pendidikan Profesional (LBPP) LIA Surakarta. The problems of the research are (1) how is marketing management implemented in Lembaga Bahasa dan Pendidikan Profesional (LBPP) LIA Surakarta and (2) how far marketing management can attract the students’ interest to join Lembaga Bahasa dan Pendidikan Profesional (LBPP) LIA Surakarta. The research was conducted in LBPPLIA Surakarta on 2009. The sources of the data cover events, documents and written documents. The data were collected through (1) naturalistic observation, (2) interview and (3) document analysis. In analyzing the data the writer used interactive model analysis including reducing the data, presenting the data and drawing conclusion. The result of the research shows that (1) the objectives of the marketing management at LBPP LIA Surakarta are to get as many students as possible (2) the staffing of marketing is all staffs of LBPP LIA Surakarta and there is not a division of marketing, (3) the products of LBPP LIA Surakarta are five programs opened: English for children, English for teens, English for adult, English conversation, TOEFL preparation class, (3) the targets of the students are (a) the targets of students are all class compiled by the students; (b) there are the increasing of the students number for some periods; (c) the students have a good ability is spoken mastery; and (d) the total number of the students are two thousands students, (4) media used in the marketing are (a) the printed medias are brochure, leaflet, newspaper, sticker, note book, and seminar kit; (b) the electronic medias are television, radio, and internet; and (c) the social interaction like friends, family and other, (5) the marketing activities are sponsorships, social activities, scholarships, conferences, reading competition, and extracurricular activity, (6) the services of LBPP LIA Surakarta are (a) the teaching quality; (b) the services of the staffs and (c) students’ facilities which include classrooms, television, tape recorder, white board, air conditioner, chair, work book, students’ book, CD listening, magazine, sticker; (d) teachers’ facilities are library, internet, indovision; and (e) Common facilities are canteen and toilet. The research also shows the extent of marketing management attracts the students’ interest to join LBPP LIA. Based on students’ consideration, the quality of the course is the components that increase the students’ interested to join an English course. The quality of the course includes the role of the teachers, facilities, methods, and the graduates which are influential. Based on the research findings, the theory constructed is thatmarketing management at LBPP LIA Surakarta attracted the students’ interest to join LBPP LIA Surakarta in the case of (1) the media of marketing, (2) marketing activities and (3) the quality of the course involving the role of the teachers, facilities, methods, and the graduates. APPENDIX

    KARAKTERISTIK POHON INDUK GAMBIR (Uncaria gambir (Hunter) Roxb.) DI SENTRA PRODUKSI SUMATRA BARAT DAN RIAU

    No full text
    Sumatra Barat, Riau dan Sumatra Selatan merupakan sentra produksi gambir di Indonesia. Sumatra Barat dan Riau telah dipilih populasi terbaik untuk dijadikan pohon induk. Keragaman populasi terpilih di sentra produksi belum banyak diketahui, oleh karena itu dila-kukan karakterisasi untuk mengetahui kera-gaman pohon induk di sentra produksi gambir di Sumatra Barat dan Riau. Karakterisasi di-lakukan langsung di lapang dan dilaksanakan di lahan petani gambir di Sumatra Barat yaitu di Kabupaten Lima Puluh Kota (Gunung Ma-lintang, Harau dan Tanjung Gadang), Kabu-paten Pesisir Selatan (Siguntur dan Barung-Barung Belantai) dan di kabupaten Kampar-Riau (Tabing, Tanjung, Muara Takus, Gunung Bungsu, Gunung Malelo, Tanjung Alai dan Ba-lung). Karakterisasi dilakukan terhadap 31 po-pulasi gambir terpilih. Pengamatan dilakukan terhadap karakter kualitatif dan kuantitatif ya-itu ranting, daun, bunga dan buah. Untuk ka-rakter produksi daun pengamatan dilakukan selama 5 kali panen berturut-turut. Data hasil pengamatan ditabulasi dan kemudian dilakukan analisa kluster untuk melihat kekerabatan antar aksesi dan pengelompokannya berdasarkan Taxonomic Average Distance menggunakan program NTSYSpc ver. 2.1 (exeter sofware). Hasil penelitian menunjukkan berdasar karak-ter panjang dan lebar daun, tipe Cubadak cen-derung lebih panjang dan lebar dibandingkan tipe Udang dan tipe Riau, demikian pula de-ngan panjang ruas ranting. Sebaliknya, jumlah polong buah per tangkai dan jumlah biji per po-long pada tipe Cubadak lebih sedikit. Kluster berdasarkan sifat kuantitatif terlihat bahwa an-tar tipe tidak mengelompok dalam kluster yang berbeda, melainkan berbaur, aksesi dari daerah lokal yang sama umumnya berada pada anak kluster yang sama. Hasil analisis kluster berda-sarkan sifat kualitatif tidak memisahkan aksesi berdasarkan basis geografi daerah asal Riau atau Sumatra Barat, tapi memisahkan tipe Udang dengan tipe lainnya (Cubadak dan Riau). Berdasarkan sifat produksi aksesi me-ngelompok ke dalam 2 kluster utama. Kluster 1 terdiri dari tanaman yang berproduksi getah tinggi (>1000 kg) yaitu UTG, UGB, CSG, CTA, USG, UBL, UMT, RTG, RTJ dan CTB. Sedang pada kluster ke-2 membagi ke dalam 3 anak kluster, namun demikian produksi ge-tah tertinggi berada dalam anak kluster ter-sendiri yaitu terdiri dari UGM, UGO, UTB, UHR, UTA dan UTB. Berdasarkan total ka-rakter (baik karakter kualitatif maupun kuantitatif), kombinasi tipe dan daerah lokal asal tanaman tercermin dalam kluster. Gambir tipe udang mengelompok dalam anak kluster tersendiri, walaupun ada yang out kluster seperti aksesi UBB dan USG. Aksesi dari dae-rah asal yang sama cenderung berada pada anak kluster yang sama.

    ANALISIS MAKNA DAN PENGGUNAAN YA INA YA (???) DAN TOTAN (???) SEBAGAI SINONIM DALAM BAHASA JEPANG

    No full text
    A.Khusnul Khatimah. F91113011. Analisis Makna dan Penggunaan Ya ina ya (???) dan Totan (???) Sebagai Sinonim Dalam Bahasa Jepang. (Dibimbing oleh Nursidah, S.Pd., M.Pd dan Fithyani Anwar, S.S., M.A)Ruigigo atau sinonim adalah suatu kata yang memiliki makna yang sama atau mirip. Ya ina ya dan totan merupakan dua buah kata yang memiliki kesamaan makna jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persamaan dan perbedaan ya ina ya dan totan sebagai sinonim dalam bahasa Jepang. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang di mana metode yang digunakan adalah metode deskriptif.Penelitian ini menemukan bahwa ya ina ya dan totan memiliki kemiripan makna. Kedua sinonim ini dapat saling menggantikan apabila makna dari kedua kata tersebut mirip. Namun, kedua sinonim ini juga memiliki perbedaan. Perbedaan tersebut terletak pada makna totan yang digunakan untuk peristiwa non lampau, sedangkan ya ina ya digunakan untuk peristiwa lampau. Tak hanya itu, ya ina ya juga tidak bisa menggantikan fungsi totan dalam hal peristiwa atau tindakan yang tidak dapat dikontrol, karena ya ina ya hanya digunakan untuk peristiwa atau tindakan yang dapat dikontrol.Kata kunci: Semantik, Ruigigo, Ya ina ya, Totan.xiv + 80 hlm

    The effect of teacher certification on the quality of english teaching and learning process (a qualitative study in SMA N 1 Klaten)

    No full text
    This research investigates the effect of teacher certification on the quality of English teaching and learning process in the form of qualitative study. The underlying reason of conducting this research is related to the phenomenon that recently there are many assumptions about the validity of teacher certification in its relation to teacher professionalism. The objective of this research is to identify the effects of teacher certification in relation to the quality of English teaching and learning process in SMA N 1 Klaten. The problem of the research is: to what extent the teacher certification affects the quality of English teaching and learning process in SMA N 1 Klaten. The research was carried out in SMA N 1 Klaten from August to October 2009. The sources of the data are events, informants, and written documents. The data are collected through naturalistic observation, in-depth interview, and document analysis. In analyzing the data, the writer uses interactive model analysis including reducing the data, presenting the data, and drawing conclusion. The result of the research shows that (1) the English teachers in SMA N 1 Klaten create teaching and learning activities which bring about fun and cooperative way of learning, use various interesting materials and media, and conduct evaluation that promotes students’ learning (2) although in general the English teachers in SMA N Klaten can be considered as professional teachers, there are still some points which need improvement in order to conduct more effective teaching and learning process, they are: the lesson planning and the variety of teaching and learning activity. Based on the research findings, the writer concludes that the teacher certification gives a partial effect on the quality of English teaching and learning process in SMA N 1 Klaten. It involves the ability of the certified teachers to create teaching and learning activities which bring about fun and cooperative way of learning, provide various interesting materials and media, and conduct evaluation that promotes students’ learning. Based on the result of the research, the writer suggests that the lesson planning and the variety of activities conducted in SMA N 1 Klaten should be improved in order to make betterment in the teaching and learning process in SMA N 1 Klaten. In this case, it especially deals with the English teaching and learning process

    PAKELIRAN DARTA YA PURNA GANESA

    No full text
    Kreativitas pematangan secara artistik, konsep dan pengalaman pentas dalam membangkitkan seni tradisi di Desa Abiansemal, seperti: Sekaa Batel Tamyang, Sekaa Parwa Satya Werdhi Budaya, dan Sekaa Wayang dan Topeng Samirata, merupakan modal penggarap dalam mewujudkan karya ini. Hal ini dilakukan agar di masa depan penggarap mampu mempertahankan seni dan budaya daerah, bisa berinteraksi dengan lingkungan di desa maupun luar desa dan bahkan luar negeri sehingga seni dan budaya kita terus dalam pembaharuan. Adapun kreativitas karya seni yang pernah dipentaskan yaitu dramatari Parwa pada Pesta Kesenian Bali Tahun 2011 oleh sekaa-sekaa kesenian, (Batel, Parwa, Wayang, dan Topeng Desa Abiansemal ) didukung oleh para dosen dan teman-teman mahasiswa ISI Denpasar secara sukarela dengan judul “Kresna Duta”. Dilakukan pula pementasan tabuh batel, wayang dan topeng pada upacara piodalan dibeberapa Pura di Bali. Pengalaman kreativitas seni dengan berkolaborasi bersama mahasiswi/mahasiswa dari East 15th Acting School Essex, University London yang dikoordinir oleh Prof. Dr. I Nyoman Sedana, M.A, juga memberikan motivasi sehingga Penciptaan Karya Seni Pakeliran Darta Ya Purna bisa terwujud. Mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas penggarap berkeinginan memakai tatwa yang tertera dalam Purana menjadi sebuah Garapan Karya Seni Pakeliran Darta Ya Purna dengan mentransformasikan cerita Ganesa yang bersumber dari Upapurana dalam kitab Siwa Purana pada bagian Rudra Samhita bernama Kumara Kanda Bagian Ke IV. (Sanjaya, 2012: 29
    corecore