1,721,197 research outputs found
Kajian Tentang Bentuk, Fungsi Dan Makna Desain Motif Sulaman Nareh Yusnidar di Desa Naras Kota Pariaman
Usaha industri kerajinan Sulaman Naras Yusnidar di Desa Naras Pariaman memiliki banyak jenis produk yang populer berupa pakaian pengantin yang digunakan pada kegiatan tradisional di Minangkabau. Namun, kenyataannya masih rendah masyarakat mengetahui dan memahami tentang keindahan desain motif dan eksistensi Sulaman Naras, antara lain: bentuk motif, fungsi dan makna dari desain motif Sulaman Naras itu sendiri. Kurangnya minat serta pengetahuan yang rendah tentang desain motif menjadikan masyarakat Minangkabau buta akan tradisi kerajinan daerahnya. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi dan mengenal pasti kajian tentang bentuk, fungsi dan makna desain motif Sulaman Naras Yusnidar di Pariaman. Metode penelitian ini menggunakan jenis kualitatif deskriptif. Pengumpulan data melalui data primer dengan mengamati secara langsung bentuk, fungsi dan makna arti desain motif Sulaman Naras Yusnidar di Pariman, sedangkan data sekunder melaui wawancara dengan pemilik, Ahli desainer dan pengrajin, Hasil temuan menunjukkan berbagai bentuk jenis karakrter desain motif Sulaman Naras yaitu: Unsur flora: daun bungo tanjuang, pucuak rabuang, kaluak paku, siku-siku jo bungo lado, buah palo patah, aka cino saganggang, bungo karang. Unsur fauna: sapasang buruang merak. Unsur geometris, motif saik galamai dan unsur gabungan rumah gadang, rangkiang. Sedang fungsi desain motif sulaman Naras ada 4 yaitu, sebagai identitas budaya, warisan budaya, simbolisme, dan estetika. Makna motif sulaman Naras melambangkan tentang kehidupan bermasyarakat, gambaran sifat-sifat yang harus dimiliki, adat istiadat yang harus dipegang teguh, serta bagaimana masyarakat Minangkabau seharusnya bersyukur dan bangga memiliki ragam desain motif menjadi identitas masyarakat Minangkabau khususnya di Desa Naras, Kota Pariaman
PELAKSANAAN SUPERVISI OLEH PENGAWAS DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PADA SD NEGERI 5 JULI KABUPATEN BIREUEN
PELAKSANAAN SUPERVISI OLEH PENGAWAS DALAMMENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURUPADA SD NEGERI 5 JULI KABUPATEN BIREUENOleh : Yusnidar NPM: 1709200050009Komisi Pembimbing: 1. Prof. Dr. Murniati AR, M. Pd. 2. Dr. Khairuddin, M. Pd.ABSTRAKPengawas memiliki tugas dan fungsi untuk membina dan membimbing kepala sekolah dengan guru, demi peningkatan mutu pendidikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: program supervisi, pelaksanaan supervisi; serta kendala supervisi oleh pengawas untuk meningkatkan kompetensi profesional guru pada SD Negeri 5 Juli Kabupaten Bireuen. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui: observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah pengawas, kepala sekolah, ketua KKG, dan guru senior. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Program pelaksanaan supervisi yang disusun, meliputi program kerja tahunan dan semesteran. Pengawas melaksanakan kegiatan supervisi, mengadakan pembinaan, membimbing, dan mengarahkan guru untuk peningkatan kemampuan mengajarnya; (2) Pelaksanaan supervisi oleh pengawas sudah dilaksanakan dan telah mengarah pada upaya peningkatan kompetensi profesional guru. Kegiatan supervisi yang dilaksanakan meliputi bimbingan kelas, observasi kelas, tes dadakan, konfrensi kasus, dokumentasi, wawancara, angket, dan laporan tertulis; (3) Kendala yang ditemui dalam pelaksanaan kepengawasan antara lain belum adanya koordinasi yang baik antara pengawas dengan kepala sekolah serta guru, menyangkut penyesuaian jadwal pertemuan. Kendala lainnya, kegiatan supervisi yang dilakukan oleh pengawas tidak secara kontinu pada SD Negeri 5 Juli Kabupaten Bireuen. Kata Kunci: Pelaksanaan Supervisi, Pengawas, dan Profesional Gur
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Faktor-Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner Pada Wanita Usia > 45 Tahun (Studi Kasus di RSUP Dr. Kariadi Semarang)
Program Studi Magister Epidemiologi
Program Pasca Sarjana Undip
2007
ABSTRAK
Yusnidar
Faktor-Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner
Pada Wanita Usia > 45 Tahun
(Studi Kasus di RSUP Dr. Kariadi Semarang)
xix + 101 halaman + 38 tabel + 3 grafik + 9 bagan + 6 lampiran
Latar belakang : Suatu penelitian pada tahun 2002 menunjukkan bahwa 28% dari seluruh
wanita yang berusia diatas 50 tahun meninggal karena PJK, sehingga menjadi penyebab utama
kematian wanita dalam kelompok umur tersebut. Usia >45 tahun merupakan masa peralihan dari
premenopause ke perimenopause, sehingga sangat penting dilakukan pendekatan gender spesific
tentang faktor-faktor risiko PJK.
Tujuan : Untuk mengetahui berapa besar pengaruh faktor-faktor risiko terhadap kejadian
penyakit jantung koroner (PJK) pada wanita usia >45 tahun.
Metode : Jenis penelitian adalah observasional dengan rancangan kasus kontrol. Jumlah sampel
78 kasus dan 78 kontrol. Kasus adalah pasien penyakit jantung koroner yang dirawat di Unit
Penyakit Jantung RSUP Dr. Kariadi Semarang yang diperoleh dari data rekam medis yang
memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Kontrol adalah pasien penyakit kardiovaskuler yang
bukan penyakit jantung koroner yang dirawat di di Unit Penyakit Jantung RSUP Dr. Kariadi
Semarang.
Hasil : Analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor-faktor yang terbukti berpengaruh
terhadap kejadian PJK dan merupakan faktor risiko PJK pada wanita usia >45 tahun adalah:
menopause (OR=7,2; 95% CI 2,1-24,8); penuaan (kelompok umur ³66 tahun) (OR=6,0; 95% CI
2,1-17,2); inaktivitas fisik (lama duduk ³3,25 jam/hari) (OR=4,1; 95% CI 1,7-9,9); riwayat
diabetes mellitus (OR=3,9; 95% CI 1,6-9,6); riwayat hipertensi (OR=3,5; 95% CI 1,6-7,8); dan
tingkat pengetahuan (OR=2,4; 95% CI 1,1-5,3).
Saran : Wanita sebaiknya melakukan aktivitas fisik intensitas sedang (misalnya berjalan cepat)
minimal 30 menit terus-menerus perhari setiap hari. Modifikasi gaya hidup dan farmakoterapi
harus dilakukan pada wanita yang mempunyai faktor risiko seperti diabetes dan hipertensi.
Pemberian aspirin rutin dapat dipertimbangkan pada wanita usia >65 tahun jika keuntungan
(menurunkan risiko serangan jantung dan stroke) lebih besar daripada risiko kemungkinan
perdarahan. Menopausal therapy, suplementasi antioksidan, asam folat (dengan atau tanpa
suplementasi B6 dan B12), dan penggunaan aspirin rutin pada wanita usia <65 tahun sebaiknya
tidak dilakukan untuk prevensi penyakit kardiovaskuler primer atau sekunder. Penyuluhan dan
penelitian lanjutan tentang penyakit kardiovaskuler (prevensi dan terapi) seharusnya menjadi
prioritas.
Kata kunci : penyakit jantung koroner, faktor risiko, kasus-kontrol
Kepustakaan : 72 (1987-2007)
PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com
viii
Master’s Degree of Epidemiology
Postgraduate Program
Diponegoro University
ABSTRACT
Yusnidar
Risk Factors for Coronary Heart Disease in Women Aged >45 Year
(Case study in Dr. Kariadi Hospital Semarang)
xix + 101 pages + 38 tables + 3 graphics + 9 schemas + 6 enclosures
Background : Previous study in 2002 have shown that 28% of women population aged >50y
have died due to coronary heart disease (CHD), thus the disease has become the main cause of
death in women of the age group. Over the age of 45 is a transitional time from premenopausal
to perimenopausal, a gender specific approach should be used to find out the risk factors of
CHD.
Objective : The objective was to determine the influence of risk factors to the occurrence of CHD
in women aged >45 y.
Methods : This was an observational study using case-control design. The number of samples
were 78 cases and 78 controls. Cases were patients of CHD admitted in the cardiology care unit
Dr. Kariadi Hospital Semarang, selected from the medical records that fulfilled inclusion and
exclusion criteria. Controls were patients with non-CHD that admitted in the cardiology care
unit Dr. Kariadi Hospital Semarang.
Results : Factors that influence CHD event and risk factors for women aged >45 y were
menopause (OR=7,2; 95% CI 2,1-24,8); aging (³66 y) (OR=6,0; 95% CI 2,1-17,2); physical
inactivity(sitting time ³3,25 hr/d) (OR=4,1; 95% CI 1,7-9,9); history of diabetes mellitus
(OR=3,9; 95% CI 1,6-9,6); history of hypertension (OR=3,5; 95% CI 1,6-7,8); and knowledge
of heart disease (OR=2,4; 95% CI 1,1-5,3).
Suggestions : Women should accumulated a minimum of 30 minutes of moderate-intensity
physical activity (eg. brisk walking) on most or all days of the week. Lifestyle modification and
pharmacotherapy should be used as indicated in women with diabetes and hypertension. Routine
use of aspirin in women aged >65 y should be considered, if the benefits (for ischemic MI and
stroke) is likely to overweigh risk of bleeding. Menopausal therapy, antioxidant supplements,
folic acid, and aspirin for MI in women <65 years of aged should not be used for the primary or
secondary prevention of CVD. Health promotion about CVD (prevention and therapy) should be
priority conducted.
Keywords : coronary heart disease, risk factors, case-control
Bibliography : 72 (1987-2007)
PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.co
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
HUBUNGAN REGULASI DIRI DENGAN HASIL BELAJAR PPKN SISWA SMA NEGERI 5 BANDA ACEH
Yusnidar (2022). Hubungan Regulasi Diri dengan Hasil Belajar PPKn Siswa SMA Negeri 5 Banda Aceh.Regulasi diri atau pemantauan diri memiliki tempat yang penting dalam diri individu dengan adanya regulasi diri pada siswa hasil belajar yang optimal akan dicapai karena siswa dapat mengontrol diri dalam belajar. Peneliti memberikan gambaran pentingnya regulasi diri yang dimiliki siswa dalam menumbuhkan semangat dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan regulasi diri dengan hasil belajar PPKn siswa SMA Negeri 5 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling dengan populasi 100 orang siswa yang menjadi sampel penelitian ini 80 orang siswa data yang diperoleh pada penelitian ini didapat langsung melalui penyebaran kuesioner. Hasil analisis variabel regulasi diri yang diperoleh dari siswa dengan sampel 80 siswa dengan kategori rendah sebanyak 10 atau 12% siswa, kategori sedang sebanyak 54 atau 68% siswa, kategori tinggi sebanyak 16 atau 20% siswa. Berdasarkan hal tersebut, menunjukkan bahwa variabel regulasi diri berada pada kategori sedang. Siswa tidak menyadari adanya permasalahan dalam pengaturan diri siswa dikarenakan mereka terbebani ketika harus mengatur dirinya dalam tugas yang tidak kunjung selesai yang kemudian akan adanya penundaan terhadap tugas, tidak mengerjakan tugas yang diberikan guru dengan tepat waktu maupun lepas tanggung jawab terhadap tugasnya. Hasil analisis variabel hasil belajar PPKn yang diperoleh dari nilai rapor siswa dengan sampel 80 siswa, dengan kategori rendah sebanyak 13 atau 16% siswa, dengan kategori sedang sebanyak 50 atau 63% siswa, dan dengan kategori tinggi sebanyak 17 atau 21% siswa. Berdasarkan hal tersebut, menunjukkan bahwa variabel hasil belajar dalam kategori sedang. Tidak adanya usaha yang dilakukan oleh siswa dalam menunjukkan kemauan untuk mengatur diri dalam belajar PPKn berdasarkan pengamatan nilai rapor yang diamati siswa belum menunjukkan adanya kemauan dan kemampuan untuk merencanakan belajarnya. Hasil penelitian ini bahwa berdasarkan hasil uji hipotesis dengan menggunakan teknik korelasi dari pearson, menghasilkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,705 dikatakan terdapat hubungan yang signifikan atau positif antara regulasi diri dengan hasil belajar PPKn. Maka dapat disimpulkan Ha diterima dan Ho ditolak. Dapat dikatakan terdapat hubungan antara regulasi diri dengan hasil belajar PPKn siswa SMA Negeri 5 Banda Aceh.Kata Kunci: Regulasi Diri Dengan Hasil Belajar PPKn Sisw
- …
