340 research outputs found

    ANALISIS STRUKTUR NOVEL CERMIN JIWA KARYA S. PRASETYO UTOMO.

    No full text
    AbstractThe study aims to describe the intrinsic elements contained in the soul mirror novels by S. Prasetyo Utomo, and to describe the result of the research implementation of the research on the intrinsic element of the soul mirror novels on learning Indonesian at school.The metode used is descriptive method with a qualitative form. The data source in this study is a soul mirror novels by S. Prasetyo Utomo.his study managed to find terms of aspects theme, message, plot, setting, character, characterization, point of view, style of laguage. The data obtained are in the form of findings and explanations from aspects of novel intrinsic elements. Data collection techniques were taken using documentary study techniques. Research data in the form of text, sentences, and words contained in the novels. The data collection data is the author himself.the result of this study can be implemented in Indonesian language learning at the twelfth grade of high school level on theory novels text.Keywords:Novels, Structure Analysis, Literatur

    LAPORAN KEGIATAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) DI SMP NEGERI 1 KOTA MUNGKID

    No full text
    Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan salah satu mata kuliah wajib tempuh bagi mahasiswa S1 program kependidikan di Universitas Negeri Yogyakarta dan bersifat wajib lulus. Dengan adanya kegiatan PPL mahasiswa dapat mengenal serta menghayati seluk beluk lembaga pendidikan dengan segenap permasalahannya, baik yang berkaitan dengan proses pembelajaran maupun kegiatan administrasi pendidikan, dan kemudian menerapkan setiap disiplin ilmu yang telah mereka pelajari sebelumnya. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) mempunyai tujuan untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa S1 program kependidikan untuk mendapatkan pengalaman yang lebih tentang kegiatan operasional di sekolah sehingga mereka dapat mengabdikan diri bagi sekolah Selain itu, mereka juga dapat memiliki bekal keterampilan yang lebih di dalam dunia pendidikan sehingga mereka siap saat akan terjun dalam dunia pendidikan yang sebenarnya nantinya. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dilaksanakan di SMP Negeri 1 Kota Mungkid dilaksanakan mulai 15 Juli 2016 sampai 15 September 2016, kegiatannya antara lain : Penyusunan Rencana Pembelajaran (RPP), menyusun materi pelajaran, membuat soal – soal evaluasi, praktik mengajar terbimbing dan mandiri, penerapan inovasi pembelajaran dan juga mempelajari dan melaksanakan menyusun buku administrasi guru, serta berpartisipasi dalam kegiatan sekolah. Dalam praktik mengajar, mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengajar di kelas VII E dan VII F. Hasil yang diperoleh dari kegiatan PPL yaitu mahasiswa mendapatkan pengalaman nyata berkaitan dengan perencanaan, penulisan perangkat pembelajaran, proses pembelajaran dan pengelolaan kelas. Mahasiswa dapat menerapkan dan mengembangkan ilmu serta keterampilan yang dimiliki sesuai dengan program studi masing-masing. Secara keseluruhan program dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan target yang diharapkan. Dengan waktu kurang lebih 1 bulan semua program dapat terselasaikan. Kegiatan dalam belajar mengajar juga tidak mengalami gaangguan yang serius. Hal ini dapat dilihat dari kenyataan bahwa pada tahap persiapan baik pengajaran mikro (mikro teaching) maupun pembekalan sudah cukup memberikan bekal bagi praktikan untuk terjun ke lapangan karena sudah relevan dengan hal yang sebenarnya yang ada di lapangan

    Multimodalitas Wacana Kritis Keagamaan Dalam Komik Aji Prasetyo

    No full text
    Comics as a popular visual communication medium are potential to carry sensitive discourses flexibly and freely. The nature of comics that involves the reader in filling out messages, as well as forms of multimodal communication through images and texts also support that potention. Serious, sensitive, and critical topics, such as religion, are often found in comics. One of the actual comics with a critical religious theme is the comic by Aji Prasetyo. This journal will analyze critical religiousity discourse in Aji Prasetyo\u27s comics through a multimodal approach. The analysis was using the analysis method by Kress and Van Leeuwen, with the help of McCloud\u27s comic theory. The results show that the interweaving of signs in visual mode and verbal mode in comics is related to each other to form discourse. Signs in the visual mode in the form of icons play an important role as a representation of characters and ideas. While in verbal mode, the caption dominates the comic as a representation of the author\u27s critical opinion. The interweaving of signs in this fashion hybridity constructs a critical discourse about the contradictions of religious expression between formalism and substantialism.Komik sebagai media komunikasi visual yang populer sanggup membawa wacana-wacana sensitif secara lentur dan leluasa. Sifat komik yang melibatkan pembaca dalam mengisi kekosongan pesan, serta bentuk komunikasi multimodal melalui gambar dan teks juga turut menunjang hal tersebut. Topik yang serius, sensitif, dan juga kritis, seperti keagamaan kemudian sering ditemui dalam beberapa komik. Salah satu komik yang aktual dengan tema kritis keagamaan adalah komik karya Aji Prasetyo. Jurnal ini akan menganalisis wacana kritis keagamaan dalam komik Aji Prasetyo melalui pendekatan multimodal. Analisis dilakukan dengan menggunakan pisau analisis Kress dan Van Leeuwen, dengan dibantu teori komik McCloud. Hasil menunjukkan bahwa jalinan tanda dalam mode visual dan mode verbal dalam komik saling berkaitan membentuk wacana. Tanda dalam mode visual berupa ikon berperan penting sebagai representasi kelompok dan gagasan. Sedangkan dalam mode verbal, caption mendominasi komik sebagai representasi opini kritis pengarang. Jalinan tanda dalam hibriditas mode tersebut mengkonstruksi wacana kritis keagamaan tentang kontradiksi ekspresi keagamaan antara formalisme dan substansialisme

    Sikap Sosial Tokoh Utama dalam Novel Orang Miskin dilarang Sekolah Karya Wiwid Prasetyo: Tinjauan Psikologi Sastra dan Relevnsinya dengan Pembelajaran Sastra di SMA

    No full text
    This study has four objectives. (1) Describing the sociohistorical background of the novel author of the Poor Misbehowed by Wiwid Prasetyo. (2) Describe the structure of the novel Poor People Banned School by Wiwid Prasetyo. (3) Describe the social attitudes of the main character in the novel of the Poor Misused School by Wiwid Prasetyo. (4) Describe the relevance of research results with literary learning in high school.This type of research is qualitative descriptive. The strategy used is the stuck case study. The data in this study are words, phrases, sentences and discourses in the novel Prohibited People School that is in accordance with the object of research. The source of the data is the novel Poor People Banned School, the relevant literature books. Techniques of collecting data with library techniques, techniques refer, and record techniques. Test the validity of data through theoretical triangulation. Data analysis through reading of semiotic model is heuristic and hermeneutic reading. The results of this study are (1) Sociohistorical Wiwid Prasetyo works nuanced education and poverty. (2) The building structure of the novel Poor People Banned School by Wiwid Prasetyo, has elements that are functionally mutually supportive of each other. (3) The social attitude of the main character in the novel of the Poor Prohibited School by Wiwid Prasetyo includes four things. (a) Motives consisting of biogenetic motifs, theogical motifs, and sociogetic motives. (b) Conflicts of near-approaching conflict, conflict approaching away, and conflict away. (c) The defense of the ego. (d) Attitudes consisting of three components: cognitive component, affective component, and conative component. (4) The results of this study have relevance to the learning of literature in SMA based on SK 7 and KD 7.2, and in accordance with the criteria of teaching materials that include. (a) Language aspect. (b) Psychological aspects. (c) Cultural aspects

    PENGEMBANGAN MOBILE GAME “BRAINCHEMIST” SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN KIMIA SMA/MA PADA MATERI ASAM BASA, LARUTAN PENYANGGA, DAN HIDROLISIS GARAM

    No full text
    Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dalam bidang pendidikan kimia. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan mobile game “Brainchemist” sebagai media pembelajaran kimia SMA/MA pada materi asam basa, larutan penyangga, dan hidrolisis garam, mengetahui kualitas dari mobile game “Brainchemist” berdasarkan penilaian 5 orang guru kimia SMA dan mengetahui penilaian dan tanggapan siswa SMA terhadap mobile game “Brainchemist”. Model pengembangan yang digunakan mengadaptasi dari model ADDIE, (Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation), namun hanya dilaksanakan hingga tahap keempat, yaitu implementasi. Produk awal ditinjau dan diberi masukan oleh dosen pembimbing, 1 ahli materi dan 1 ahli IT, 3 peer reviewer, dan selanjutnya direvisi. Produk revisi dinilai dan diberi masukan oleh reviewer (5 orang guru kimia SMA) dan 24 siswa SMA. Penilaian kualitas produk dilakukan berdasarkan aspek materi dan soal, kebahasaan, keterlaksanaan, tempilan audio dan visual, serta rekayasa perangkat lunak menggunakan angket dengan skala Likert. Hasil penilaian dianalisis menggunakan kriteria penilaian ideal untuk menentukan kualitas produk. Hasil penelitian pengembangan ini adalah aplikasi mobile game “Brainchemist” sebagai media pembelajaran kimia SMA/MA pada materi asam basa, larutan penyangga, dan hidrolisis yang dapat dioperasikan pada mobilephone Android. Berdasarkan penilaian reviewer, skor rata-rata (X � ) mobile game “Brainchemist” adalah 111,8 (X � > 105,1), sehingga termasuk dalam kualitas sangat baik (SB) dengan persentase keidealan 89,4%. Berdasarkan penilaian 24 siswa, skor rata-rata (X � ) mobile game “Brainchemist” ini adalah 76,3 (64,6 < X � ≤ 79,8), sehingga termasuk dalam kualitas baik (B) dengan persentase keidealan 80,3%. Siswa menganggap mobile game ini menarik, menyenangkan, dan menambah ketertarikan dalam mempelajari kimia. Mobile game “Brainchemist” layak dijadikan sebagai media pembelajaran kimia SMA/MA pada materi asam basa, larutan penyangga, dan hidrolisis garam Kata kunci : mobile game “Brainchemist”, Android, media pembelajaran, asam bas

    OPENWRT DENGAN MJPG STREAMER DAN MOTION DI ROUTER HG553 UNTUK MENGEMBANGKAN CCTV

    No full text
    Semakin padatnya komposisi penduduk pada saat ini membuat kebutuhan masyarakat menjadi semakin kompleks, sehingga muncul berbagai masalah pada manusia dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan. Salah satu masalah yang muncul yaitu tindakan kriminal pencurian. Dalam upaya pencegahan tindak pencurian dibuat alat keamanan salah satunya yaitu CCTV. CCTV memudahkan orang dapat melihat aktivitas kegiatan pada suatu tempat padahal pemantau berada di tempat lain. Dikarenakan CCTV cukup mahal bagi sebagian masyrakat maka pada penelitian ini menawarkan CCTV yang lebih ekonomis dengan menggunakan webcam yang dikonfigurasi dengan router Hg553. Rumusan masalah pada latar belakang diatas adalah bagaimana membangun CCTV di Router Huawei HG553 dengan OpenWrt dan paket aplikasi MJPG Streamer dan Motion dan bagaimana menguji kelayakan CCTV yang dibuat sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Jadi tujuan penelitian ini adalah membuat CCTV dengan router dan webcam dan menguji kelayakan sistem CCTV yang dibuat sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dalam penelitian ini menggunakan metode System Development Life Cycle dengan menggunakan model waterfall atau model sekuensial linier. Terdapat beberapa tahapan yaitu analisis, desain, kode dan tes. Karena firmware bawaan router HG553 tidak mendukung untuk dibuat sistem CCTV maka diganti dengan firmware OpenWRT dengan proses flashing firmware. OpenWRT memiliki aplikasi Motion dan MJPG streamer yang dapat dimanfaatkan sebagai fungsi monitoring pada sistem CCTV. Untuk peringatan realtime kepada pengguna jika terjadi gerakan mencurigakan menggunakan alarm dan sms. Hasil video rekaman dapat dilihat melalui akses samba server yang dapat diakses baik melalui jaringan LAN maupun Wifi. Terdapat 8 Uji blackbox untuk mengetahui fungsionalitas sistem dan hasilnya 8 fungsi sistem yang diujikan berjalan dengan baik. Kemudian ada 5 uji kuesioner untuk mengetahui kelayakan sistem yang dibuat. Untuk uji kuesioner diuji oleh 3 responden, dengan skala Likert hasil kuesioner memperoleh persentase 75%. Hasil tersebut memasuki kategori „setuju‟ sehingga sistem layak digunakan sebagai alternatif sistem CCTV. Diharapkan sistem yang dibuat dapat menjadi rujukan untuk pembuatan sistem CCTV dengan perangkat router yang lebih baik lagi

    SURVEI PENGGUNAAN GAYA MENGAJAR YANG DIGUNAKAN OLEH GURU PENJAS SD NEGERI se-KECAMATAN TULUNG KABUPATEN KLATEN

    No full text
    Dilihat dari belum adanya data tentang gaya mengajar yang digunakan oleh guru penjas SDN se-Kecamatan Tulung Kabupaten Klaten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya mengajar apa saja yang sering digunakan guru penjas dalam proses pembelajaran di SDN se-Kecamatan Tulung Kabupaten Klaten. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode survei. Penelitian ini melibatkan 23 guru pendidikan jasmani SDN se- Kecamatan Tulung Kabupaten Klaten sebagai responden penelitian. Instrumen yang digunakan berupa angket skala dikotomi dari R. Aditya Budi Setiawan (2010) untuk mengetahui gaya mengajar apa saja yang sering digunakan oleh guru pendidikan jasmani SDN se-Kecamatan tulung Kabupaten Klaten. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian deskriptif ini berupa data persentase yang menunjukkan penggunaan gaya mengajar yang digunakan oleh guru pendidikan jasmani SDN se-Kecamatan Tulung Kabuaten Klaten. Hasil yang diperoleh pada setiap gaya mengajar adalah 79,71% guru menggunakan gaya Komando; 74,78% guru menggunakan gaya Resiprokal; 71,74% guru menggunakan gaya Periksa Diri; 70,65% guru menggunakan gaya Penemuan Terpimpin; 69,56% guru menggunakan gaya Individual; 68,48% guru menggunakan gaya Inisiatif Pelajar; 67,83% guru menggunakan gaya Inklusi; 66,96% guru menggunakan gaya Tugas; 62,61% guru menggunakan gaya Konvergen; 57,61% guru menggunakan gaya Divergen; 54,35% guru menggunakan gaya Mengajar Sendiri. Kata Kunci: Gaya Mengajar, Penggunaan, Guru Penja

    Pengembangan Media Pembelajaran Kimia Berbasis Android Pada Materi Sistem Koloid untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Dan Hasil Belajar Kognitif Peserta Didik SMA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui karakteristik media pembelajaran kimia berbasis android pada materi sistem koloid untuk peserta didik SMA; (2) mengetahui kelayakan media pembelajaran kimia berbasis android yang dikembangkan; serta (3) mengetahui perbedaan peningkatan motivasi belajar dan hasil belajar kognitif peserta didik yang menggunakan media pembelajaran kimia berbasis android dengan pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan Research and Development (R&D). Pengembangan media pembelajaran dilakukan dengan mengadaptasi pada model Borg & Gall dan Dick & Carey yang dimodifikasi menjadi empat bagian yaitu studi pendahuluan, analisis kurikulum, pengembangan produk media pembelajaran, dan evaluasi produk. Penilaian produk dilakukan oleh satu ahli media, satu ahli materi kimia, lima peer reviewer dan lima pendidik kimia. Uji coba produk dilakukan kepada peserta didik kelas XI SMA/MA dengan rincian lima peserta didik MA Sunan Pandanaran untuk uji coba perorangan, 10 peserta didik SMAN 1 Godean untuk uji coba kelompok kecil, dan 32 peserta didik kelas XI SMAN 1 Banguntapan untuk uji coba lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket penilaian media, angket motivasi, dan tes soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) media pembelajaran kimia berbasis android memiliki karakteristik relevan, visualisasi yang jelas dan menarik, fleksibel, dan evaluasi soal variatif; (2) media pembelajaran kimia berbasis android pada materi sistem koloid yang telah dikembangkan dinilai layak digunakan dalam pembelajaran ditinjau dari penilaian aspek materi dan aspek media, dan hasil uji coba peserta didik; serta (3) terdapat perbedaan peningkatan motivasi belajar dan hasil belajar kognitif peserta didik yang menggunakan media pembelajaran kimia berbasis android dengan yang menggunakan pembelajaran konvensional
    corecore