89 research outputs found
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS PRAKTIKUM TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP PADA STANDAR KOMPETENSI MENGUKUR MENGGUNAKAN ALAT UKUR MEKANIK PRESISI : Penelitian Kuasi Eksperimen Siswa Kelas X SMKN 12 Bandung Tahun Ajaran 2010/2011 pada Kompetensi Menggunakan Alat Ukur Mekanik Presisi
Yoga Dwi Raharjo (0706915) : “Pengaruh Model Pembelajaran Kontekstual Berbasis Praktikum terhadap Pemahaman Konsep Standar Kompetensi Mengukur Menggunakan Alat Ukur Mekanik Presisi”. Bandung : JPTM FPTK-UPI Selama ini masih banyak guru dalam menyampaikan bahan ajar hanya menggunakan satu model pembelajaran saja, padahal untuk mencapai tujuan pembelajaran yang optimal dan menghindari rasa bosan siswa dibutuhkan variasi-variasi model pembelajaran. Salah satu model yang dapat digunakan untuk menghadirkan suasana baru dalam pembelajaran yaitu model pembelajaran kontekstual berbasis praktikum, dimana siswa dapat berperan aktif dalam pembelajaran.Metode dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen dengan desain penelitian “Nonequivalent Control Group Design”. Pada penelitian ini digunakan dua kelas perlakuan sebagai kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen melakukan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kontekstual berbasis praktikum dan kelompok kontrol melakukan pembelajaran dengan menggunakan metode diskusi biasa (konvensional).Hasil analisis Indeks Prestasi Kelompok (IPK) berdasarkan rata-rata post test kedua kelas sampel penelitian diketahui bahwa hasil belajar kompetensi menggunakan alat ukur mekanik presisi siswa pada kelompok eksperimen berkategori “sedang” dengan nilai IPK 74,35 sedangkan hasil belajar kelompok kontrol sedikit lebih rendah dibawah kelas eksperimen dengan nilai IPK 64,72 kategori “sedang”.Berdasarkan hasil analisis mengenai rata-rata gain diketahui bahwa rata-rata gain kompetensi menggunakan alat ukur mekanik presisi siswa pada kelompok eksperimen mencapai 6,30 dan rata-rata gain kelompok kontrol mencapai 4,65. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa model pembelajaran kontekstual berbasis praktikum berpengaruh terhadap peningkatan pemahaman konsep siswa.Kategori peningkatan pemahaman konsep peserta diklat dihitung dengan menggunakan gain normalisasi (N-Gain), dimana rata-rata N-Gain kelompok eksperimen sebesar 0,52 sedangkan rata-rata nilai N-Gain kelompok kontrol adalah 0,37 kedua kelas termasuk kedalam kategori “sedang”.
Kesimpulan akhir dari penelitian ini adalah model pembelajaran kontekstual berbasis praktikum mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap peningkatan pemahaman konsep standar kompetensi mengukur menggunakan alat ukur mekanik presisi,sub kompetensi menggunakan alat ukur mekanik presisi
Perancangan sistem informasi pengelolaan bank sampah menggunakan customer relationship management (crm) di bank sampah asri raharjo
Bank Sampah Asri Raharjo merupakan bank sampah pertama di Kabupaten Pati yang didirikan pada tahun 2013 dan diresmikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup sebagai percontohan. Bank Sampah ini berperan penting dalam pengelolaan limbah dan praktik ramah lingkungan di wilayah tersebut. Namun, bank sampah menghadapi tantangan dalam pengelolaan sampah dan pencatatan transaksi yang efisien karena proses bisnis dilakukan secara manual. Untuk mengatasi tantangan ini, perlu dirancang sebuah sistem informasi yang terintegrasi dan efisien. Oleh karena itu penulis ingin mengembangkan perancangan "Sistem Informasi Pengelolaan Bank Sampah Menggunakan Customer Relationship Management (CRM) di Bank Sampah Asri Raharjo" yang akan menghadirkan digitalisasi pendataan sampah, sistem pencatatan transaksi, pelaporan otomatis, dan integrasi data. Pengembangan sistem ini akan mengikuti metode waterfall untuk pendekatan yang terstruktur dan linear. Selain itu, metode Trend Analysis akan digunakan untuk menganalisis perkembangan keuangan bank sampah dan penyetoran sampah. Interaksi antara pengguna akan dioptimalkan melalui penerapan metode Customer Relationship Management (CRM) untuk memperkuat hubungan dengan pelanggan, serta partisipasi dan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah. Untuk pembangunan sistem menggunakan model waterfall, yaitu bagian dari metode Software Development Life Cycle (SDLC). Unified Modelling Language (UML) digunakan untuk melakukan perancangan pada sistem ini. UML yaitu suatu bahasa untuk visualisasi sebuah struktur model sebuah software yang akan dibuat. Setelah perancangan tersebut, maka diimplementasikan menjadi sebuah produk sistem yang berbasis web, bahasa pemrograman yang digunakan yaitu Javascript dengan framework Next.js dan sistem manajemen basis data yang digunakan adalah Firebase
PENGARUH IKLIM KERJA, KEPUASAN KERJA, DAN BUDAYA KERJA TERHADAP DISIPLIN KERJA PEGAWAI UNIVERSITAS PANCASAKTI TEGAL
Febri Yoga Sapta Raharjo, 2021, Pengaruh Iklim Kerja, Kepuasan Kerja, dan Budaya Kerja terhadap Disiplin Kerja Pegawai Universitas Pancasakti Tegal.
Disiplin kerja adalah hal penting dan sangat mendasar yang perlu diterapkan para pegawai dalam suatu organisasi. Tidak sedikit pegawai yang belum sepenuhnya menyadari bahwa disiplin kerja sangat berpengaruh terhadap kemajuan organisasi. Hal ini terjadi karena mereka menganggap bahwa pekerjaan akan lebih cepat selesai jika diawasi dan diperhatikan oleh orang yang lebih berkuasa di dalam organisasi. Untuk meningkatkan disiplin kerja pegawai perlu adanya iklim kerja yang kondusif, kepuasan kerja yang bisa dirasakan pegawai, dan budaya kerja yang ada dalam suatu organisasi. Berdasarkan data dari hasil observasi, peneliti mendapatkan informasi bahwa dari seluruh pegawai tetap (non Dosen) yang ada di Universitas Pancasakti Tegal selama bulan Januari hingga April tahun 2021 persentase kehadirannya sebanyak 50,72% pegawai tetap yang melaksanakan kegiatan apel pagi setiap hari Senin. Dari data tersebut peneliti tertarik untuk membuat penelitian dengan judul “Pengaruh Iklim Kerja, Kepuasan Kerja, dan Budaya Kerja terhadap Disiplin Kerja Pegawai Universitas Pancasakti Tegal”.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian sebanyak 139 pegawai tetap (non Dosen) di Universitas Pancasakti Tegal dengan sampel sebanyak 58 responden. Data primer diperoleh dari angket yang berisi 40 butir item pernyataan dengan menggunakan Skala Likert. Analisis data menggunakan metode suksesif interval, regresi linier berganda, dan koefisien determinasi. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah iklim kerja, kepuasan kerja, dan budaya kerja dengan variabel terikat disiplin kerja.
Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa secara parsial iklim kerja (X1) berpengaruh positif signifikan terhadap disiplin kerja (Y) dengan nilai koefisien regresi 0,233 dan nilai signifikansi 0,041. Secara parsial kepuasan kerja (X2) berpengaruh positif signifikan terhadap disiplin kerja (Y) dengan nilai koefisien regresi 0,278 dan nilai signifikansi 0,012. Secara parsial budaya kerja (X3) berpengaruh positif signifikan terhadap disiplin kerja (Y) dengan nilai koefisien regresi 0,373 dan nilai signifikansi 0,010. Ketiga variabel bebas tersebut (X1, X2, X3) memberikan kontribusi yang kuat sebesar 83,1% terhadap variabel terikat (Y) dan 16.9% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian.
Dari hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa iklim kerja, kepuasan kerja, dan budaya kerja dapat mempengaruhi disiplin kerja pegawai Universitas Pancasakti Tegal secara positif dan signifikan.
Kata kunci : Disiplin Kerja, Iklim Kerja, Kepuasan Kerja, Budaya Kerj
PENGUATAN KONEKTIVITAS LINTAS BATAS DALAM KERJA SAMA EKONOMI SUBREGIONAL ( Author: Indriana Kartini, Awani Irewati, Agus R Rahman, Tri Nuke Pudjiastuti, CPF. Luhulima, Rosita Dewi, Sandy Nur Ikfal Raharjo, Hayati Nufus)
Indriana Kartini, Awani Irewati, Agus R Rahman, Tri Nuke Pudjiastuti, CPF. Luhulima, Rosita Dewi, Sandy Nur Ikfal Raharjo, Hayati Nufu
LKP : Pembuatan Buku Company Profile PT. Karya Jaya Lestari sebagai Media Operasional dan Inventaris Perusahaan
Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan teks dan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan. Seni desain grafis mencakup kemampuan kognitif dan keterampilan termasuk tipografi, pengolahan gambar, dan page layout.
Desain grafis menata tampilan huruf dan ruang komposisi untuk menciptakan sebuah rancangan yang efektif dan komunikatif. Desain grafis melingkupi segala bidang yang membutuhkan penerjemahaan bahasa verbal menjadi perancangan secara visual terhadap teks dan gambar pada berbagai media publikasi guna menyampaikan pesan-pesan kepada komunikan seefektif mungkin.
Desain grafis diterapkan dalam desain komunikasi dan fine art. Seperti jenis komunikasi lainnya, desain grafis dapat merujuk kepada proses pembuatan ataupun produk yang dihasilkan.
Unsur dalam desain grafis sama seperti unsur dalam disiplin desain lainnya. Unsur-unsur tersebut (termasuk shape, bentuk, tekstur, garis, ruang dan warna) membentuk prinsip-prinsip dasar desain visual dalam aspek struktural komposisi yang lebih luas
SURVEI KEMAMPUAN MOTORIK BERDASARKAN MODIFIKASI WAKTU BELAJAR PJOK DI SMP NEGERI KOTA MALANG
Abstrak: tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kemampuan motorik siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri Kota Malang yang menggunakan alokasi waktu pembelajaran 3 jam pembelajaran PJOK dan 2 jam praktek dilanjutkan 1 jam materi PJOK. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian survei. Tes yang digunakan untuk mengetahui tingkat kemampuan motorik yaitu menggunakan instrumen barrow motor ability test. Berdasarkan dari hasil penelitian tingkat kemampuan motorik siswa Sekolah Menegah Pertama Negeri Kota Malang dapat disimpulkan bahwa tingkat kemampuan motorik jasmani siswa perempuan dengan 3 jam pembelajaran PJOK masuk ke dalam kategori cukup dan siswa laki-laki masuk dalam kategori baik. Sedangkan tingkat kemampuan motorik siswa dengan 2 jam praktek dan 1 jam materi PJOK, siswa perempuan masuk ke dalam kategori kurang dan siswa laki-laki masuk dalam kategori cukup. Kata kunci: kemampuan motorik, modifikasi waktu belajar, pendidikan jasmani dan kesehatan.
PERAN MODERASI E-LEADERSHIP PADA PENGARUH SISTEM INFORMASI MANAJEMEN, BUDAYA DIGITAL, DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PERGURUAN TINGGI (Studi Kasus pada Tenaga Kependidikan Universitas Pancasakti Tegal)
Pesatnya perkembangan teknologi informasi menuntut penyesuaian
perubahan yang sangat cepat dan dibutuhkan kepemimpinan yang mampu
mengawal perubahan dan pemanfaatan teknologi dengan tepat di berbagai sektor.
Perubahan yang sangat masif tersebut tentu akan mengubah pola bisnis dalam
organisasi yang menyeluruh termasuk pada tatanan manajemen sumber daya
manusia serta terdapat perubahan praktik organisasi yang menyertainya. Penelitian
ini menjelaskan bagaimana peran kepemimpinan di era digital yang dikenal dengan
istilah E-Leadership pada pengaruh sistem informasi manajemen, budaya digital,
dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai perguruan tinggi.
Penelitian ini menggunakan metode Structural Equation Modelling (SEM)
berbasis Partial Least Square yang melibatkan 120 responden yang bekerja sebagai
Tenaga Kependidikan di Universitas Pancasakti Tegal sebagai sampel penelitian
menggunakan kuesioner dengan skala Likert 1-5. Analisis data diolah
menggunakan bantuan program SmartPLS v.4 melalui pendekatan metode Second
Order.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) sistem informasi manajemen
berpengaruh positif terhadap kinerja pegaawai, 2) budaya digital berpengaruh
positif terhadap kinerja pegawai, 3) disiplin kerja berpengaruh positif terhadap
kinerja pegawai, 4) E-Leadership memoderasi pengaruh sistem informasi
manajemen terhadap kinerja pegawai, 5) E-Leadership tidak memoderasi pengaruh
budaya digital terhadap kinerja pegawai, dan 6) E-Leadership tidak memoderasi
pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai.
Kata Kunci: E-Leadership, Kinerja Pegawai, Sistem Informasi Manajemen,
Budaya Digital, Disiplin Kerj
Quality Control LTSA Repair Grab Bucket Ship Unloader Unit 3-4 PLTU Tanjung Jati B (SPB Ke 1)
Indonesia merupakan salah satu negara yang sedang berkembang dan memerlukan persiapan untuk mencapai sumber daya manusia yang maksimal serta peningkatan penggunaan teknologi dalam berbagai bidang. Perguruan tinggi adalah salah satu tempat yang dapat menghasilkan banyak sumber daya manusia yang berkualitas, berkepribadian mandiri, dan memiliki kemampuan intelektual yang baik. Oleh karena itu, pemerintah saat ini semakin gencar mewujudkan kerjasama antara industri dan perguruan tinggi melalui berbagai kebijakan link and match yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Salah satu program pemerintah bersama perguruan tinggi yaitu program magang industri. Yang bertujuan untuk dapat mencetak sumber daya manusia yang berkarakter dan memiliki skill mumpuni di bidangnya agar dapat berkontribusi bagi pembangunan bangsa dan negar
Studi Kemampuan Motorik Berdasarkan Modifikasi Waktu Belajar PJOK di SMP Negeri Kota Malang
ABSTRAK Kemampuan motorik memegang peran penting dalam setiap kegiatan. Dengan kemampuan motorik yang baik setiap kegiatan dapat dilakukan dengan mudah, terutama untuk kegiatan fisik. Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya perbedaan waktu pada pembelajaran PJOK yang ada di SMPN Kota Malang. Perbedaan waktu tersebut adalah modifikasi waktu belajar PJOK dengan 3 jam praktek dan 2 jam praktek dilanjutkan 1 jam materi pembelajaran PJOK. Sedangkan sampai saat ini belum ditemukan analisis tentang gambaran data kemampuan motorik yang berdasarkan modifikasi waktu belajar tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan motorik siswa berdasarkan modifikasi waktu belajar dengan 3 jam waktu pembelajaran PJOK di sekolah. Kemudian untuk mengetahui tingkat kemampuan motorik siswa berdasar modifikasi waktu belajar 2 jam praktek dilanjutkan 1 jam materi pembelajaran PJOK di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei. Penelitian survei adalah cara mengumpulkan data dari sejumlah unit atau individu dalam waktu (atau jangka waktu) yang bersamaan. Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan adalah Barrow Motor Ability Test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMPN Kota Malang dengan jumlah 22.469 siswa dan sampel yang digunakan berjumlah 257 siswa dari 4 SMPN. Berdasarkan hasil tes didapatkan bahwa tingkat kemampuan motorik pada siswa dengan 3 jam pembelajaran PJOK di SMPN Kota Malang pada keseluruhan tes kemampuan motorik, siswa perempuan 6% masuk dalam kategori kurang sekali dan 8% kategori baik sekali, siswa laki-laki 7% masuk dalam kategori kurang sekali dan 5% kategori baik sekali. Kemudian untuk siswa dengan 2 jam praktek dilanjutkan 1 jam materi pembelajaran PJOK di SMPN Kota Malang siswa perempuan 0% masuk kategori kurang sekali dan 13% dalam kategori baik sekali, siswa laki-laki 8% kategori kurang sekali dan 5% dalam kategori baik sekali. Dari hasil penelitian dan analisis data dapat diambil kesimpulan bahwa tingkat kemampuan motorik siswa SMPN Kota Malang dengan 3 jam pembelajaran PJOK untuk perempuan masuk dalam kategori sedang dan laki-laki masuk dalam kategori sedang. Sedangkan tingkat kemampuan motorik siswa SMPN Kota Malang dengan 2 jam dan 1 jam pembelajaran PJOK untuk perempuan masuk dalam kategori kurang dan laki-laki masuk dalam kategori sedang. Saran yang dapat diberikan untuk modifikasi waktu belajar PJOK perlu ditambah waktunya, terutama frekuensi dalam setiap minggu agar dapat mencapai tingkat kemampuan motorik yang baik ataupun tujuan dari pendidikan jasmani itu sendiri
Komparasi Karakteristik Permukaan Material Pada Limbah Pemesinan Menggunakan Menggunakan Metode Metalurgi Serbuk
Saat menghasilkan produk melalui proses pemesinan, pasti akan terbentuk limbah berupa serbuk sisa yang belum dapat diproses kembali secara optimal. Dengan tujuan mengurangi volume limbah, serbuk sisa pemesinan dapat dimanfaatkan kembali melalui proses pengolahan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi potensi penggunaan
ulang serbuk logam sisa pemesinan dalam produksi produk jadi. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi yang berharga mengenai sifat mekanik dan struktur mikro yang
terbentuk dari serbuk logam tersebut, terutama dalam konteks variasi temperatur sintering. Perbandingan struktur mikro antara baja ST60 dan ketiga spesimen menunjukkan kesamaan dalam pembentukan pearlite dan ferrite, semakin tinggi temperatur sintering fasa yang terbentuk semakin ferrite. Dalam hal sifat mekanik, nilai kekerasan dan kekuatan tekan
baja ST60 lebih unggul dibandingkan ketiga spesimen dengan variasi temperatur sintering. Dari hasil perbandingan kekerasan material Baja ST60 dengan ketiga spesimen nilai
kekerasan tertingi terdapat pada spesimen dengan temperatur 1100℃ sebesar 65,1 HRB nilai ini mendekati nilai kekerasan dari Baja ST60 yang memiliki nilai kekerasan sebesar 80,6
HRB. . Dari hasil perbandingan kekuatan tekan material Baja ST60 dengan ketiga spesimen nilai kekuatan tekan tertingi terdapat pada spesimen dengan temperatur 1100℃ sebesar
73,293 N/mm2 nilai ini mendekati nilai kekuatan tekan dari Baja ST60 yang memiliki nilai kekuatan tekan sebesar 156,157 N/mm2. Dari hasil perbandingan kekasaran material Baja
ST60 antara dengan ketiga spesimen nilai kekasaran terendah terdapat pada spesimen dengan temperatur 1200℃ sebesar 7,058 Ra nilai ini mendekati nilai kekasaran dari Baja
ST60 yang memiliki nilai kekasaran sebesar 2,003 Ra
============================================================
If a product is produced through a machining process, waste will definitely form in the form of powder residue which cannot be reprocessed optimally. With the aim of reducing
the volume of waste, remaining machine powder can be reused through processing. The main aim of this research is to highlight the potential for reuse of machining waste metal powder in the production of finished products. The research results are expected to provide valuable information regarding the mechanical properties and microstructure
formed from metal powders, especially in the context of variations in sintering temperature. A comparison of the microstructure between ST60 steel and the three specimens
shows similarities in the formation of pearlite and ferrite. The higher the sintering
temperature, the more ferrite phase is formed. In terms of mechanical properties, the
hardness and compressive strength values of ST60 steel are superior to the three specimens
with varying sintering temperatures. From the hardness comparison results of ST60 steel
with the three specimens, the highest hardness value is found in the specimen with a
temperature of 1100℃ at 65.1 HRB, which is close to the hardness value of ST60 steel which
has a hardness value of 80.6 HRB. From the compressive strength comparison results of
ST60 steel with the three specimens, the highest compressive strength value is found in the
specimen with a temperature of 1100℃ at 73.293 N/mm2, which is close to the compressive
strength value of ST60 steel which has a compressive strength value of 156.157 N/mm2.
From the surface roughness comparison results of ST60 steel with the three specimens, the
lowest roughness value is found in the specimen with a temperature of 1200℃ at 7.058 Ra,
which is close to the roughness value of ST60 steel which has a roughness value of 2.00
- …
