1,721,054 research outputs found
Penggunaan Model Pembelajaran Inside Outside Circle Berbantu Media Pembelajaran Audio- Visual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI Akuntansi SMK Laksamana Martadinata Medan Tahun Pelajaran 2016/2017
Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui apakah ada peningkatan hasil
belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran Inside Outside Circle
dengan menggunakan media audio-visual di kelas XI Akuntansi SMK Laksamana
Martadinata Medan Tahun Pembelajaran 2016/2017.
Adapun Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas XI Akuntansi
SMK Laksamana Martadinata Medan yang terdiri dari 1 kelas berjumlah 41
siswa. Sedangkan objek penelitian adalah Penerapan model pembelajaran Inside
Outside Circle dengan menggunakan media audio-visual untuk meningkatkan
hasil belajar akuntansi siswa kelas XI SMK Laksamana Martadinata Medan pada
materi Mengelola Kartu Aktiva tetap.
Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes berbentuk subjektif tes dan
observasi. Teknik analisis data menggunakan rata-rata kelas dan tingkat ketentuan
belajar. Adapun hasil penelitian pada siklus I dengan nilai rata-rata 70,74 % dari
41 siswa ada 29 orang siswa yang mencapai ketuntasan belajar sedangkan di
siklus ke II dengan nilai rata-rata 92,68% dari 41 siswa ada 38 siswa yang sudah
memenuhi ketuntasan belajar.
Hasil belajar siswa dengan menggunakan strategi pembelajaran Inside
Outside Circle dengan menggunakan media Audio Visual ternyata dapat
meningkatkan hasil belajar akuntansi siswa. Hal ini ditunjukkan dengan tingkat
ketuntasan hasil evaluasi peserta didik secara klasikal sebelum menggunakan
strategi pembelajaran Inside Otside Circle dengan menggunakan media Audio
Visual dari 39,03% meningkat menjadi 70,74% pada siklus I, kemudian pada
siklus II juga mengalami peningkatan dengan tingkat ketuntasan 92,68
Keragaman genetik gen growth hormone(GH-AciI) pada sapi pesisir dan sapi Simmental dengan menggunakan metode PCR-RFLP
KERAGAMAN GENETIK GEN GROWTH HORMONE (GH|AciI) PADA SAPI PESISIR DAN SAPI SIMMENTAL MENGGUNAKAN METODA PCR-RFLP
YANI FITRI DEWI, dibawah bimbingan
Dr. Ir. H. Yurnalis, M.Sc, dan Dr.Ir. Sarbaini Anwar, MSc
Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan
Universitas Andalas Padang, 2017
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman gen GH|AciI pada sapi Pesisir dan sapi Simmental dengan menggunakan metode PCR-RFLP (polymerase chain reaction-restriction fragment length polymorphism). Pada penelitian ini digunakan sebanyak 150 sampel darah yang didapatkan dari penelitian sebelumnya terdiri dari 75 sampel sapi Pesisir jantan berumur ± 1,5-2,5 tahun yang dipelihara di Nagari Kambang, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, dan 75 sampel sapi Simmental yang berumur ± 1,5-2,5 tahun yang dipelihara di Balai Pembibitan Ternak Unggulan Hijauan Pakan Ternak (BPTU HPT) Padang Mengatas Kebupaten Lima Puluh Kota. Sampel darah sapi Pesisir dan sapi Simmental diambil melalui vena jugularis sebanyak ± 5 ml. DNA dari sampel darah diisolasi menggunakan protocol Genomik DNA Purification Kit (Promega). DNA total kemudian diamplifikasi menggunakan sepasang primer F : 5’- CTT CGG CCT CTC TGT CTC CT-3’ dan R : 3- GAG CCC TCC TGA GCT ATG AG -5’ yang menghasilkan fragmen exon 5 gen GH sepanjang 590 bp. Produk amplifikasi direstriksi dengan enzim AciI yang mengenali situs pemotongan C CGC. Dari 75 sampel sapi Pesisir hasil restriksi diperoleh 2 macam genotip yaitu homozigot (+/+) sebanyak 74 sampel dan homozigot (-/-) sebanyak 1 sampel. Sedangkan sapi Simmental dari 75 sampel diperoleh 2 macam genotip yaitu heterozigot (+/-) sebanyak 3 sampel dan homozigot (+/+) sebanyak 72. Analisis produk restriksi pada sapi Pesisir meliputi frekuensi alel yaitu alel (+) sebesar 0,9867 dan alel (-) sebesar 0,0133. Sedangkan analisin produk restriksi pada sapi Simmental diperoleh frekuensi alel yaitu alel (+) sebesar 0,98 dan (-) sebesar 0,02. Dari hasil penelitian ini dapat dikemukakan bahwa frekuensi genotip dari gen yang diteliti pada populasi sapi Pesisir berada dalam ketidakseimbangan Hardy-Weinberg, sebaliknya pada sapi Simmental ini berada dalam kesimbangan Hardy-Weinberg.
Kata Kunci: Enzim AciI, gen GH , sapi Pesisir, sapi Simmental
Analisis Tingkat Risiko Kredit Pada PT. Bank Sumut Kantor Pusat Medan. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Skripsi 2018
Risiko kredit dapat diartikan sebagai kerugian yang diderita Bank, dimana
kredit terjadi pada saat pihak kreditur dan debitur melakukan tindakan yang tidak
hati-hati dalam melakukan keputusan kredit. Ada salah satu cara untuk
mengetahui kondisi perusahaan yaitu dengan cara menganalisis tingkat risiko
kredit.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis
tingkat risiko kredit ditinjau dari Non Performing Loan (NPL) dan Loan to
Deposit Ratio (LDR) pada PT. Bank SUMUT Kantor Pusat Medan. Data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah data laporan keuangan selama lima tahun,
yaitu dari tahun 2012 sampai 2016.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu dengan
mengumpulkan dan menganalisis data, sehingga dapat memberikan gambaran
yang jelas. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah
studi dokumentasi, yaitu pengumpulan data yang telah tersedia berupa laporan
keuangan perusahaan tahun 2012-2016 maupun informasi lainnya yang terkait
dengan lingkup penelitian ini.
Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa analisis Loan to
Deposit Ratio (LDR) pada PT. Bank SUMUT Medan berada pada kategori Bank
kurang efektif, hal tersebut terlihat dengan nilai rasio LDR pada 2012, 2013, 2014
dan 2015 tidak dapat memenuhi Standar Bank Indonesia yaitu 78%-94%, Dengan
nilai LDR sebesar 101,89%, 107,31%, 95,89% dan 96,11%, dikarenakan nilai
LDR yang telah melampaui batas aman, hal itu kembali mengindikasikan bahwa
Bank SUMUT dalam kategori tidak sehat dan juga hal tersebut menunjukkan
bahwa kondisi likuiditas Bank dalam keadaan kurang efektif. Sedangkan untuk
hasil analisis Non Performing Loan (NPL) pada tahun 2014 menunjukkan angka
5,46%. Artinya yaitu tingkat Kredit Bermasalah pada tahun 2014 tersebut adalah
sebesar 5,46%. Hal tersebut merupakan dalam kategori tidak aman dan
melampaui batas yang telah di tentukan standar Bank Indonesia yaitu seharusnya
, dan dalam keadaan tersebut Bank dalam kategori tidak sehat. Hal ini
disebabkan meningkatnya kredit bermasalah pada PT. Bank SUMUT Medan
Pengajian Weton Sebagai Upaya Penanaman Kedisiplinan Santri di Pondok Pesantren Jabal Noer Sidoarjo
ABSTRAK
Yani, Fitri Aida. 2023. Pengajian Weton Sebagai Upaya Penanaman Kedisiplinan Santri di Pondok Pesantren Jabal Noer Sidoarjo. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing: Wahid Hariyanto, M.Pd.I.
Kata Kunci: Pengajian Weton, Kedisiplinan, Pondok Pesantren
Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang sudah lama berkembang di Indonesia yang menghadirkan alternatif baru dari sistem pembelajarannya salah satunya melalui pengajian weton. Pengajian weton merupakan kegiatan positif yang dapat menjadikan santri lebih disiplin. Sikap disiplin tersebut muncul karena pembiasaan-pembiasaan pada pengajian weton yang bersifat istiqomah dan sistem pembelajaran yang bersifat monolog. Adapun penanaman kedisiplinannya yaitu dengan peraturan-peraturan tertulis maupun tidak tertulis, motivasi dari ustaz/ustazah, adanya seorang figur dan ta’ziran bagi santri yang melanggar peraturan.
Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menjelaskan dan menganalisis pelaksanaan pengajian weton sebagai upaya penanaman kedisiplinan santri di Pondok Pesantren Jabal Noer Sidoarjo 2) Menjelaskan dan menganalisis implikasi pengajian weton pada kedisiplinan santri di Pondok Pesantren Jabal Noer Sidoarjo.
Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dan jenisnya studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Dalam analisis data menggunakan teknik kondensasi data, penyajian data dan verification atau menarik kesimpulan. Dan teknik keabsahan data menggunakan triangulasi dan pendekatan berdasarkan lamanya waktu penelitian agar data yang diperoleh lebih komprehensif.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Pelaksanaan pengajian weton di Pondok Pesantren Jabal Noer dalam upaya penanaman kedisiplinan santri di Pondok pesantren Jabal Noer Sidoarjo dilakukan dengan membuat peraturan-peraturan tertulis maupun tidak tertulis seperti sebelum pelaksanaan pengajian santri harus mempersiapkan diri seperti menyiapkan alat tulis dan kitab yang dikaji. Sebelum pengajian weton ustaz/ustazah menyiapkan santri seperti membunyikan bel dan mengecek kamar-kamar santri. Dalam pelaksanaan pengajian weton guru sebagai pusat ilmu sebelum pembelajaran dimulai ustaz/ustazah menjelaskan cakupan materi yang akan dipelajari agar santri paham yang sedang dipelajari. Pada kegiatan inti ustaz/ustazah menerjemahkan dan menjelaskan makna kitab. Pada saat menjelaskan materi ustaz/ustazah menambahkan nasihat-nasihat kepada santri, bagi santri ini sebagai motivasi agar lebih disiplin. Di akahir pembelajaran ustaz/ustazah memberikan feedback berupa kesempatan untuk bertanya maupun penegasan kepada santri. Pembelajaran bermutu disertai adab akan berpengaruh dalam mencapai tujuan. Guru merupakan pemegang kendali dalam pelaksanaan pengajian weton. 2) Implikasi pengajian weton pada kedisiplinan santri di Pondok Pesantren Jabal Noer Sidoarjo terbagi menjadi 2 bagian yaitu: kedisiplinan waktu dan kedisiplinan sikap. Dampak kedisiplinan waktu adalah tingkat kesadaran santri terhadap waktu semakin bertambah dan dampak dari kedisiplinan sikap ialah pada karakter/sikap santri memiliki sifat yang menyenangkan
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
