21 research outputs found
Mesin Eluk Bulu Bagi Pengrajin Shuttlecock Desa Pulesari Tirtomoyo, Kecamatan Pakis Kabupaten Malang
Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di sentra industri shuttlecock desa Pulesari Tirtomoyo kecamatan PakisKabupaten Malang. Pemilik usaha masih menggunakan alat sederhana, sehingga proses produksi lambat, tidak standart,produk masih banyak cacat, dan shuttlecock di pukul masih oleng. Tujuan pengabdian masyarakat, memberikanpemahaman tentang pentingnya memanfaatkan teknologi dengan membuatkan desain dan mesin eluk bulu angsa agarproses menjadi lebih efisien, cepat, akurasi pukulan sudah sesuai dengan standart. Metode pelaksanaan dengan memilihmitra dan sekaligus dilakukan kesepakatan mesin yang akan dibuat, membuatkan disain mesin eluk bulu angsa, mencaribengkel mesin, uji coba mesin dan praktek di tempat mitra, revisi mesin jika masih belum sempurna, dilakukan uji cobakembali dan penyerahan mesin ke mitra untuk dimanfaatkan sepenuhnya. Karya utama berupa desain mesin eluk buluangsa, 1 unit mesin eluk bulu angsa yang digerakkan dengan dinamo listrik 1 pk, daya listrik 250 watt, voltase 220. Hasileluk bulu angsa lebih efisien dan efektif baik dari sis waktu , biaya tenaga kerja, dan hasil produksi lebih banyak danstrandart. Dampak bagi mitra sangat bermanfaat, karena proses pembuatan shuttle cock dimulai dari bulu angsa yangsudah dikukus dan dikeringkan kemudian dieluk satu per satu agar lurus masih dijalankan secara manual denganberbekal tang saja dan perlu waktu yang cukup lama yaitu : 1 shuttle cock terdiri dari 16 bulu angsa diperlukan waktu ½menit atau dalam 1 menit menghasilkan 32 bulu angsa lurus. Mesin eluk bulu angsa sebagai teknologi tepat guna dalam 1menit menghasilkan sebanyak 100 bulu atau ± 8 slop shuttle cock, dan masih ada kelebihan 3 cock. 1 slop 12 shuttle cockdengan harga Rp. 54.000,- dan sisa 3 shuttle cock x Rp. 4.500 = Rp 13.500,- oleh karena itu pemanfaatan teknologimampu memberikan kemudahan bagi usaha kecil dalam meningkatkan usaha. Inovasi mesin eluk bulu angsa dapatmemberikan efisiensi waktu dan biaya, sedangkan kenaikan hasil produksi shuttle cock dalam 1 menit sebesar 312,5%
PENGARUH HUMAN CAPITAL DAN SELF EFFICACY TERHADAP E-SATISFACTION DENGAN E-COMMERCE SEBAGAI VARIABEL MEDIASI
Pandemi Covid-19 dapat merubah kehidupan bisnis di Indonesia. Banyak bisnis sekelas UKM mengalami keterpurukan. Strategi bisnis mulai dipikirkan untuk dapat bisa bertahan dalam kondisi yang tidak menentu. Namun, ketika pemerintah mulai menerapkan pemberlakukan dalam tatanan menuju kehidupan baru sebagai New Normal, maka pelaku UKM kerajinan mulai memasarkan kerajinan dengan memakai e-Marketing. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh human capital, self efficacy terhadap volume penjualan dan e-commerce sebagai alat pemasaran produk, karena UKM yang telah beralih model pemasarannya mengarah pada e-commerce salah satu cara untuk dapat terus melakukan produktifitas bisnisnya. Metode penelitian eksplanatori, UKM kerajinan di Malang Raya sebagai lokasi penelitian, dan purposive sampling untuk menentukan UKM kerajinan serta sebagai responden untuk mengisi kuesioner dengan jumlah sampel sebanyak 100 UKM. Path analisis dengan Smart PLS untuk menguji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua hipotesis yang ditujukan mempunyai pengaruh significan terhadap e-commerce dan e-satisfaction
PENINGKATAN DAYA SAING UKM KERAJINAN MEMASUKI PASAR GLOBAL
UKM Malang Raya mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 1.013.758 orang atau 9,12%, sedangkan jumlah UKM di Malang Raya tahun 2015 sebesar 516.213 unit atau 7,56% dari seluruh total UKM di Propinsi Jawa Timur. Tujuan penelitian : untuk mendapatkan gambaran tentang kondisi UKM kelompok kerajinan di Malang Raya dari tantangan, hambatan, peluang dan kelemahannya dan menggali permasalahan terkait modal insani dan modal sosial. Purposive random sampling untuk menentukan kelompok UKM, dan Proporsional random sampling untuk sampel yang terwakili di Malang Raya. Kuesioner yang dipakai sebagai alat pengumpul data dan jumlah sampel yang diambil 100 responden berdasarkan Roscue. Alat analisis SWOT untuk mencapai pengukuran kinerja yang berdaya saing di pasar global. Hasil penelitian memperlihatkan daya saing UKM kelompok kerajinan di Malang Raya pada posisi pertumbuhan, hal ini akan mempengaruhi dari sisi manajerial usaha baik dari segi keuanganM dan organisasi, serta model pemasaran yang dilakukan
PENDAMPINGAN MENGHITUNG LABA BERSIH BAGI USAHA LAUNDRY NAFIA
usaha Laundry Nafia sudah berjalan delapan tahun, namun usaha ini masih dikelola secara rumahan, belum menjadi bisnis yang profesional. Terutama dalam pengelolaan keuangan, sehingga tidak jelas keuntungan yang diperoleh apakah benar-benar dari bisnis atau tercampur dengan uang pribadi. Hal ini terlihat bahwa setiap ada pengeluaran untuk kepentingan pribadi langsung diambilkan dari hasil jasa Laundry tersebut tanpa melakukan pencatatan. Tujuan pengabdian ini tidak lain adalah untuk memberikan pemahaman kepada pemilik usaha agar melakukan tertib administrasi keuangan dengan baik, Metode yang dilakukan adalah dengan pendampingan untuk bisa melakukan menghitung laba bersih dan memilah-milah biaya yang dikeluarkan untuk bisnis laundry dan tidak tercampur dengan kebutuhan pribadi. Hasil dari pendampingan ini memang belum sepenuhnya berhasil dilakukan, masih perlu pendampingan sampai benar-benar bisa dilakukan sendiri. Hasil pemahama menghitung laba bersih dan memilah biaya oleh pemilik usaha sudah mencapai 75%
PENGARUH HUMAN CAPITAL DAN PEOPLE EQUITY TERHADAP KINERJA UKM KERAJINAN DI MALANG RAYA MELALUI STRATEGI INOVASI
UKM kerajinan di Malang Raya termasuk dalam industri kreatif yang saat ini mengalami kemerosotan dalam penjualan produknya. Pandemi covid-19 membuat UKM banyak yang mengalami penurunan omzet. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung dari kinerja UKM kerajinan. Metode penelitian ekploratif dengan obyek pada UKM kerajinan di Malang Raya melalui teknik purposive sampling. Sampel diambil dari sebagian populasi UKM kerajinan dengan menggunakan pendapat Rosque yaitu sebanyak 100 UKM kerajinan. Hipotesis penelitian diuji dengan menggunakan Smart Pls versi 3.0. Hasil hipotesis human capital, people equity, strategi inovasi secara langsung berpengaruh signifikan terhadap kinerja UKM kerajinan terutama pada faktor laba. Sejalan dengan penelitian [4]. Tetapi berbeda dengan hasil penelitian ini bahwa secara tidak langsung atau melalui mediasi strategi inovasi tidak mempunyai pengaruh signifikan. Human capital dan people equity dalam manajemen merupakan karakteristik berbeda dari suatu model strategi inovasi
PENGASAH PISAU SEMI OTOMATIS ROTARY BERMATA GERINDA MAMPU MEMPERCEPAT PROSES POTONG AYAM USAHA UMKM NOVI KARANGPLOSO KABUPATEN MALANG
Ayam potong sebagai bahan pangan lauk sangat digemari dan dibutuhkan oleh masyarakat secara umum. Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) milik ibu Novi Tarani dari kecamatan Karangploso kabupaten Malang, merupakan usaha dagang ayam potong yang sudah beroperasi selama tujuh tahun. Usaha ayam potong ini terus berjalan sampai dengan saat ini. Ayam potong dalam satu hari mampu dijual sebanyak 50 kg. Proses pelayanan kepada setiap pembeli untuk ayam yang di potong-potong memerlukan waktu kurang lebih 7 menit, hal ini terjadi karena setiap 4 kg ayam selalu melakukan proses pengasahan pisau. Persoalan terjadi pada proses pelayanan kepada pelanggan terkadang agak lama karena sering melakukan pengasahan pisau sehingga memerlukan waktu cukup lama. Tujuan pengabdian kepada masyarakat tidak lain untuk memecahkan persoalan UMKM ini agar usaha ibu Novi Tarani dapat terus berkembang dan tidak ditinggalkan oleh pelanggannya hanya karena lamanya dalam pelayanan. Dengan membuatkan mesin semi otomatis rotary bermata gerinda yang dioperasikan dengan dynamo listrik membuat pisau lebih tajam dan tidak sering melakukan pengasahan. Metode pelaksanaannya adalah: (1) melakukan kerjasama sebagai mitra; berdiskusi, dan mencari solusi bersama; (2) mendesain mesin pengasah pisau; (3) membuatkan; (4) melakukan uji coba dengan mitra pengabdian; (5) melakukan evaluasi terhadap pemanfaatan mesin pengasah pisau rotary bermata gerinda. Hasil yang diperoleh bahwa dengan melakukan pengasahan pisau sebagai alat utama dalam berdagang ayam potong mampu memanfaatkan proses pelayanan menjadi rata-rata 4 menit, sehingga terjadi efisiensi waktu sebesar 57%, jumlah ayam yang dijual per hari naik menjadi 57kg atau 87,7%, dan keuntungan naik menjadi Rp. 12.060.000 per bulan atau setara dengan 80,8%.Â
Analisis Profil Dan Perkembangan Aktivitas USAha Pedagang Di Obyek Wisata Kota Batu
The purpose of this study were: (1) To determine the relationship between the merchant profile traders business activities development in tourism Batu (2). To determine the relationship between business profile traders with the development of business activities of traders in the tourist Batu City (3). To determine the development of business-to-income trader traders in tourism in the City of Stone. The population used as samples are traders who move in Stone Town is a tourist attraction in: Selecta, Songgoriti, Java Park, BNS and Stone Town Square and the number of samples defined as respondents were 100 respondents. While data analysis using the Statistical Analysis Descriptive Frequency Distributions and Statistical Analysis Inferential the Chi Square analysis. From the analysis of Chi Square menunjukaan that there is a significant relationship between the level of education, type of traded goods as well as a means of business activity with the development of business activities
ANALISIS PENGUKURAN KINERJA SUMBER DAYA MANUSIA DENGAN PENDEKATAN HUMAN RESOURCES SCORECARD DI PERUSAHAAN ETANOL
Jika membutuhkan abstrak atau isi jurnal silahkan menghubungi author melalui email [email protected], [email protected], [email protected]
Mesin Eluk Bulu Bagi Pengrajin Shuttlecock Desa Pulesari Tirtomoyo, Kecamatan Pakis Kabupaten Malang
Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di sentra industri shuttlecock desa Pulesari Tirtomoyo kecamatan PakisKabupaten Malang. Pemilik usaha masih menggunakan alat sederhana, sehingga proses produksi lambat, tidak standart,produk masih banyak cacat, dan shuttlecock di pukul masih oleng. Tujuan pengabdian masyarakat, memberikanpemahaman tentang pentingnya memanfaatkan teknologi dengan membuatkan desain dan mesin eluk bulu angsa agarproses menjadi lebih efisien, cepat, akurasi pukulan sudah sesuai dengan standart. Metode pelaksanaan dengan memilihmitra dan sekaligus dilakukan kesepakatan mesin yang akan dibuat, membuatkan disain mesin eluk bulu angsa, mencaribengkel mesin, uji coba mesin dan praktek di tempat mitra, revisi mesin jika masih belum sempurna, dilakukan uji cobakembali dan penyerahan mesin ke mitra untuk dimanfaatkan sepenuhnya. Karya utama berupa desain mesin eluk buluangsa, 1 unit mesin eluk bulu angsa yang digerakkan dengan dinamo listrik 1 pk, daya listrik 250 watt, voltase 220. Hasileluk bulu angsa lebih efisien dan efektif baik dari sis waktu , biaya tenaga kerja, dan hasil produksi lebih banyak danstrandart. Dampak bagi mitra sangat bermanfaat, karena proses pembuatan shuttle cock dimulai dari bulu angsa yangsudah dikukus dan dikeringkan kemudian dieluk satu per satu agar lurus masih dijalankan secara manual denganberbekal tang saja dan perlu waktu yang cukup lama yaitu : 1 shuttle cock terdiri dari 16 bulu angsa diperlukan waktu ½menit atau dalam 1 menit menghasilkan 32 bulu angsa lurus. Mesin eluk bulu angsa sebagai teknologi tepat guna dalam 1menit menghasilkan sebanyak 100 bulu atau ± 8 slop shuttle cock, dan masih ada kelebihan 3 cock. 1 slop 12 shuttle cockdengan harga Rp. 54.000,- dan sisa 3 shuttle cock x Rp. 4.500 = Rp 13.500,- oleh karena itu pemanfaatan teknologimampu memberikan kemudahan bagi usaha kecil dalam meningkatkan usaha. Inovasi mesin eluk bulu angsa dapatmemberikan efisiensi waktu dan biaya, sedangkan kenaikan hasil produksi shuttle cock dalam 1 menit sebesar 312,5%
Membangun Kinerja Karyawan: Pengaruh Work Life Balance, Perceived Organizational Support dan Technostress
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Work Life Balance dan Perceived Organizational Support Terhadap Kinerja Karyawan Dimoderasi Technostress. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. Surya Kemasindo Malang. Teknik penarikan sampel pada penelitian ini menggunakan “Non Probability Sampling”, dan Metode penarikan sampel dalam penelitian ini adalah Sampel Jenuh (Total Sampling) atau Sensus. Responden dalam penelitian ini adalah sebanyak 34. Data diproses melalui software Smart Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa work life balance dan technostress berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, sedangkan perceived organizational support tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Technostress tidak berperan dalam memoderasi pengaruh work life balance dan perceived organizational support terhadap kinerja karyawan
