112,083 research outputs found

    PELAPISAN EDIBEL WORTEL MENGGUNAKAN PEKTIN KULIT SEMANGKA

    No full text
    Plastik memiliki berbagai kelebihan. Namun demikian penggunaan plastik sebagai bahan pengemas memiliki berbagai kelemahan. Pengemas edibel (edible coating dan edible film) dikembangkan guna mengatasi kelemahan plastik. Pengemas edibel dapat dibuat dari hidrokoloid, lipid dan komposit. Pektin merupakan salah satu hidrokoloid yang memiliki berbagai keunggulan saat digunakan sebagai bahan pengemas edibel. Salah satu bahan pangan yang memerlukan proses pelapisan adalah wortel. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh pelapisan edibel wortel menggunakan pektin kulit semangka terhadap parameter fisik, kimia dan mikrobiologi. Pektin kulit semangka diidentifikasi melalui analisa FTIR Parameter fisik diuji melalui uji organoleptik melalui analisa hedonik. Parameter kimia diuji dengan menganalisa pH, total asam, dan susut bobot. Parameter mikrobiologi dianalisa dengan menguji total bakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter fisik yang paling disukai panelis adalah wortel yang diberi perlakuan proses pelapisan edibel menggunakan larutan dengan konsentrasi pektin 2% (b/v). Analisa parameter kimia menunjukan bahwa kelompok yang dilapisi dengan pelapisan edibel pektin kulit semangka dengan konsentrasi 2% (b/v) mengalami penurunan susut bobot yang rendah, peningkatan pH yang rendah dan penurunan total asam yang rendah. Analisa parameter mikrobiologi memperlihatkan bahwa wortel yang diberi pelapisan edibel pektin dengan konsentrasi 2% (b/v) memiliki cemaran bakteri yang rendah. Kata kunci: pektin, wortel, edibel, pelapisa

    Pengaruh Temperatur dan Konsentrasi Pembusa Terhadap Kandungan β-Karoten pada Produk Olahan Wortel

    No full text
    Wortel (Daucus carota L.) merupakan sayuran yang memiliki kandungan vitamin yang penting bagi tubuh, terutama kandungan β-karoten yang tinggi. Pada penelitian ini wortel segar diambil sarinya dan diolah menjadi serbuk wortel dengan metode foam mat drying. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh temperatur dan konsentrasi pembusa terhadap kandungan β-karoten produk olahan wortel. Variasi temperatur pengeringan yang dilakukan meliputi 40oC, 50oC, 60oC dan 70oC, sedangkan variasi konsentrasi pembusa (tween 80) meliputi 0,01% (v/v); 0,1%(v/v); 0,2%(v/v) dan 0,3%(v/v). Hasil penelitian diperoleh bahwa temperatur optimum pengeringan pada temperatur 50oC dengan kandungan β-karoten sebesar 10,55mg/kg, sedangkan konsentrasi pembusa (tween 80) optimum diperoleh pada konsentrasi tween 80 0,2%(v/v) dengan kandungan β- karoten sebesar 10,36mg/kg

    Peramalan Permintaan dan Strategi Pengembangan Usaha Wortel Organik Pada ATP Kebun Cangar.

    No full text
    Wortel menjadi salah satu komoditas sayuran organik yang di budidayakan di Indonesia. Salah satu daerah di Indonesia yang memproduksi wortel organik ialah Kota Batu. Wortel organik merupakan salah satu tanaman hortikultura yang cocok dibudidayakan di dataran tinggi. Salah satu badan usaha di Jawa Timur yang melakukan produksi wortel organik ialah ATP Kebun Cagar. Permintaan wortel organik di ATP Kebun Cangar mengalami fluktuasi, sehingga sering terjadi ketidaksesuaian antara hasil produksi dengan permintaan pembeli. Hal ini dikarenakan ATP Kebun Cangar tidak melakukan perhitungan secara sistematis mengenai produksi wortel organik. Tujuan dari penelitian ini ialah (1) menentukan metode peramalan yang tepat untuk permintaan wortel organik di ATP Kebun Cangar dan (2) merumuskan strategi pengembangan usaha yang dapat diterapkan oleh ATP Kebun Cangar dengan mempertimbangkan faktor internal dan eksternal perusahaan. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini ialah analisis data deskriptif kuantitatif. Analisis deskriptif untuk mendeskripsikan peramalan permintaan wortel organik, faktor-faktor yang menyebabkan usaha wortel organik kurang berkembang, dan proses perencanaan strategi pengembangan wortel organik melalui penjelasan kata-kata yang sistematis. Sedangkan analisis kuantitatif digunakan untuk mengetahui metode peramalan yang tepat dan untuk mengetahui perkiraan permintaan wortel organik di masa yang akan datang menggunakan metode peramalan Single Moving Average, Single Exponential Smoothing dan Winter’s Exponential Smoothing. Selain itu analisis kuantitatif juga digunakan untuk menganalisis matriks IFE, matriks EFE, analisis SWOT dan analisis QSPM. Hasil peramalan diperoleh bahwasannya pola data permintaan wortel organik di ATP Kebun Cangar ialah pola data musiman yang dipengaruhi trend negatif. Dari ketiga metode peramalan yang digunakan, didapatkan metode peramalan Winter’s Exponential Smoothing dengan bobot α = 0,1 β = 0,1 dan γ = 0,1 yang memiliki galat peramalan terendah. Hasil peramalan permintaan wortel organik menggunakan metode Winter’s Exponential Smoothing tertinggi terjadi pada bulan April 2023 ialah sebesar 175,56 kg dan permintaan terendah berada dibulan Februari 2024 dengan permintaan 56,84 kg. Guna meminimalisir terjadinya fluktuasi permintaan yang berkelanjutan maka diperlukan analisis strategi pengembangan usahatani wortel organik. Faktor internal yang berpengaruh terhadap kegiatan pengembangan usaha berdasarkan analisis IFE yang memperoleh skor tertinggi ialah wortel organik yang dijual fresh. Sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhi kegiatan pengembangan usahatani wortel organik ialah berdasarkan matriks EFE yang memperoleh skor tertinggi adalah Lokasi ATP Kebun Cangar yang cocok untuk budidaya wortel organik serta Belum adanya sertifikasi dari LSO (Lembaga Sertifikasi Organik). Berdasarkan matriks IE, ATP Kebun Cangar berada di sel V. Strategi yang dapat diterapkan pada sel V ialah penetrasi pasar dan pengembangan produk. Terdapat 10 alternatif yang diperoleh dari hasil analisis matriks IFE dan matriks EFE.vi Berdasarkan hasil perumusan strategi menjelaskan strategi pengembangan yang tepat untuk diterapkan ATP Kebun Cangar berdasarkan hasil QSPM dengan nilai TAS (Total Attractiveness Scores) tertinggi 4,474 adalah dengan melakukan perbaikan manajemen tenaga kerja

    Karakteristik kimia dan mikrobiologis yoghurt angkak biji durian dengan berbagai tingkat penambahan sari wortel

    No full text
    Yoghurt merupakan produk hasil fermentasi susu sapi oleh bakteri asam laktat yang terdiri dari Lactobacillus bulgaricus, Streptococcus thermophilus, dan Lactobacillus acidophilus. Peningkatan nilai fungsional pada yoghurt dapat dilakukan dengan penambahan ekstrak air angkak biji durian dan sari wortel. Senyawa Monakolin K pada angkak biji durian berperan sebagai anti-hiperkolesterol dan senyawa monascin pada monascus berperan sebagai anti-diabetes. Penambahan sari wortel bertujuan untuk meningkatkan jumlah bakteri asam laktat serta meningkatkan kandungan antioksidan pada yoghurt angkak biji durian. Wortel juga mengandung pigmen karotenoid yang tinggi sehingga dapat meningkatkan karakteristik warna yoghurt yang dihasilkan. Pembuatan yoghurt angkak biji durian sari wortel menggunakan stevia sebagai pengganti sukrosa yang bertujuan untuk menghasilkan yoghurt rendah kalori dan aman dikonsumsi bagi penderita diabetes. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik kimia dan mikrobiologis yoghurt angkak biji durian dengan berbagai tingkat penambahan sari wortel. Rancangan percobaan yang dilakukan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan lima taraf yaitu konsentrasi sari wortel 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% (v/v). Parameter yang diuji adalah pH, total asam laktat, dan total bakteri asam laktat (BAL). Data penelitian yang diperoleh dianalisa menggunakan uji ANOVA pada α = 5% dan uji lanjutan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada α = 5% bila perlakuan berpengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yoghurt angkak biji durian sari wortel berpengaruh nyata terhadap pH, total asam laktat, dan Angka Lempeng Total (ALT) bakteri asam laktat (BAL). Hasil uji pH yoghurt angkak biji durian sari wortel memiliki kisaran pH 4,188-4,411; total asam laktat 0,92%-1,09%; dan total BAL 13,5377-20,0747 log CFU/ml

    author-bios-SRD-19-0063.R1 – Supplemental material for The Network Structure of Police Misconduct

    No full text
    Supplemental material, author-bios-SRD-19-0063.R1 for The Network Structure of Police Misconduct by George Wood, Daria Roithmayr and Andrew V. Papachristos in Socius</p

    Pengaruh ragam formulasi dan nilai EC terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman wortel (Daucus carota L.) pada sistem irigasi tetes

    No full text
    Wortel jenis sayuran umbi-umbian yang mengandung vitamin A yang tinggi dan mempunyai manfaat dalam pengobatan berbagai penyakit. Budidaya wortel secara konvensional terkadang menjadi penghambat dengan menggunakan metode hidroponik wortel dapat menghasilkan produk yang lebih bersih dan sehat. Hidroponik irigasi tetes menjadi salah satu metode alternatif untuk meningkatkan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh antara ragam formulasi dengan nilai EC terhadap tanaman wortel. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Febuari-Mei 2024 di screen house P4S Kurnia Abadi, Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor. Faktor pertama yaitu ragam formulasi (Sutiyoso, Yildiz, Darvishi) dan faktor kedua yaitu nilai EC (V 1,2 mS cm-1 dan G 2,2 mS cm-1; V 1,5 mS cm-1 dan G 2,5 mS cm-1; V 2,0 mS cm-1 dan G 3,0 mS cm-1). Hasil penelitian ini terdapat interaksi terhadap jumlah helai daun (4 MST)

    Pengaruh Penambahan Sari Wortel ( Daucus Carota, L ) Terhadap Es Krim Yogurt Ditinjau Dari Total Bakteri Asam Laktat, Total Asam Tertitrasi, Dan Kadar Protein

    No full text
    Sari Wortel mengandung β-karoten dan gula yang berperan sebagai pewarna alami dan cryoprotectant. Penambahan sari wortel diharapkan dapat meningkatkan kualitas es krim yogurt. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan sari wortel dengan konsentrasi yang berbeda terhadap es krim yogurt ditinjau dari total BAL, total asam tertitrasi, dan kadar protein. Selain itu juga untuk mengetahui penambahan konsentrasi sari wortel yang tepat terhadap kualitas es krim yogurt ditinjau dari dari total BAL, total asam tertitrasi, dan kadar protein. Materi penelitian adalah es krim yogurt yang terbuat dari bahan-bahan seperti yogurt plain, susu krim, emulsifier, gula, dan sari wortel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan 4 ulangan. Perlakuan yang dicobakan dalam penelitian yaitu tanpa penambahan sari wortel (P0); 5 % v/v (P1); 10 % v/v (P2); 15 % v/v (P3); 20 % v/v (P4). Variabel yang diamati meliputi total BAL, total asam tertitrasi, dan kadar protein. Data yang diperoleh dari keempat pengujian tersebut diolah dengan bantuan program Microsoft Excel. Analisis statistik menggunakan analisis ragam (ANOVA). Apabila terdapat perbedaan, dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (UJBD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan sari wortel memberikan pengaruh yang sangat nyata (P&lt;0,01) terhadap total BAL. Hasil tersebut diduga karena penambahan sari wortel dengan konsentrasi berbeda memberikan pengaruh terhadap total BAL karena tersedianya nutrisi yang cukup dalam medianya untuk tumbuh, selain itu karena adanya peningkatan kadar air dan laktosa oleh sari wortel. Hasil rataan dari nilai total BAL berkisar antara 4 x 107 CFU/mL hingga 1,73 x 108 CFU/mL. Penambahan sari wortel juga memberikan pengaruh yang sangat nyata (P&lt;0,01) terhadap total asam tertitrasi. Hal ini disebabkan besarnya kandungan asam laktat yang ada di dalam es krim, dimana keasaman es krim dinyatakan sebagai asam laktat yang merupakan hasil fermentasi bakteri asam laktat. Hasil rataan dari total asam tertitrasi berkisar antara 0,358 % hingga 0,418 %. Penambahan sari wortel juga memberikan perbedaan pengaruh yang sangat nyata (P&lt;0,01) terhadap kadar protein. Hasil ini diduga karena peningkatan total BAL, dimana BAL termasuk senyawa protein yang juga dapat memproduksi bakteriosin. Hasil rataan dari kadar protein berkisar antara 1,940% hingga 3,280%. Kesimpulan hasil penelitian adalah penambahan sari wortel dengan konsentrasi yang berbeda memberikan pengaruh terhadap total BAL, total asam tertitrasi dan kadar protein. Penambahan sari wortel yang paling tepat pada pengolahan es krim yogurt adalah 20 % dengan total BAL sebesar 1,73 x 108 CFU/mL, total asam tertitrasi 0,418 % dan kadar protein 3,280 %. Berdasarkan hal tersebut disarankan untuk menambahkan sari wortel dengan konsentrasi 20 % untuk menghasilkan es krim yogurt yang terbaik

    Pengaruh Penambahan Sari Wortel (Daucus Carota) Terhadap Es Krim Yoghurt Ditinjau Dari Viskositas, Overrun, Kecepatan Leleh Dan Nilai pH

    No full text
    Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan. Pengujian viskositas, overrun, kecepatan leleh dan nilai pH dilakukan di Laboratorium Fisiko Kimia Hasil Ternak Fakultas Peternakan. Pengujian viskositas di Laboratorium Pengujian Mutu dan Keamanan Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya. Pelaksanaan penelitian ini pada bulan Oktober sampai dengan November 2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan sari wortel dengan konsentrasi yang berbeda terhadap es krim yoghurt ditinjau dari sifat fisik (viskositas, overrun, dan kecepatan leleh) dan nilai pH. Selain itu juga untuk mengetahui konsentrasi penambahan sari wortel yang tepat untuk menghasilkan es krim yoghurt yang berkualitas baik ditinjau dari viskositas, overrun, kecepatan leleh dan nilai pH. Materi penelitian adalah es krim yoghurt yang terbuat dari bahan-bahan seperti yoghurt plain, susu bubuk krim, gula, bahan pengemulsi, dan sari wortel sebagai pewarna alami dan sumber antioksidan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang dicobakan dalam penelitian yaitu penambahan sari wortel dengan konsentrasi P1 0%; P2 5% (v/v); P3 10% (v/v); P4 15% (v/v); dan P5 20% (v/v). Variabel yang diamati meliputi viskositas, overrun, kecepatan meleleh, dan nilai pH. Data yang diperoleh dari keempat pengujian tersebut diolah dengan bantuan program Microsoft Excel. Setelah data rata-rata diperoleh, dilanjutkan dengan analisis statistik menggunakan analisis ragam (ANOVA). Apabila diperoleh hasil yang berbeda atau signifikan, maka dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (UJBD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan sari wortel sebagai pewarna alami dan meningkatkan total padatan es krim memberikan pengaruh yang sangat nyata (P&lt;0,01) terhadap viskositas. Hasil tersebut diduga karena peningkatan sari wortel mengakibatkan jumlah pelarut (yang berasal dari fraksi air pada sari wortel) meningkat, mengakibatkan berkurangnya bobot molekul pada es krim sehingga viskositasnya menurun. Hasil rataan dari nilai viskositas berkisar antara 150 hingga 477 cP. Penambahan sari wortel memberikan perbedaan pengaruh yang nyata (P&lt;0,05) terhadap overrun. Perbedaan konsentrasi sari wortel menyebabkan perbedaan overrun yang terjadi pada es krim yoghurt karena masing-masing perlakuan memiliki kemampuan yang berbeda dalam menangkap udara selama proses pembekuan selama di dalam ice cream maker. Overrun yang dihasilkan pada penelitian ini berkisar antara 26,82% hingga 37,64%. Penambahan sari wortel memberikan pengaruh yang sangat nyata (P&lt;0,01) terhadap kecepatan meleleh. Hasil tersebut diduga karena dipengaruhi oleh bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan ICM. Penambahan sari wortel mempengaruhi jumlah total padatan es krim sehingga menghasilkan kecepatan leleh yang berbeda. Hasil rataan dari kecepatan meleleh berkisar antara 17,435 menit/50 g hingga 22,91 menit/50 g. Kecepatan meleleh sesuai dengan standar bahwa es krim yang berkualitas baik kecepatan leleh berkisar antara 15-20 menit/50 g. Penambahan sari wortel tidak memberikan perbedaan pengaruh yang nyata (P&gt;0,05) terhadap nilai pH es krim yoghurt. Hasil rataan dari nilai pH berkisar antara 4,13-4,15. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah penambahan sari wortel dengan konsentrasi yang berbeda memberikan pengaruh terhadap kualitas fisik (viskositas, overrun, dan kecepatan leleh) dan tidak memberikan pengaruh terhadap nilai pH es krim yoghurt. Konsentrasi penambahan sari wortel yang paling tepat pada pengolahan es krim yoghurt adalah 10% dengan viskositas sebesar 467,5 cP, overrun 32,5%, kecepatan meleleh 20,32 menit/50 g dan nilai pH 4,20. Hal ini berarti bahwa dengan penambahan sari wortel sebanyak 10% akan menghasilkan es krim yoghurt dengan kualitas yang baik

    Pengaruh jenis gula dan penambahan sari nanas-wortel terhadap sifat fisiko-kimia, viabilitas bakteri yogurt, serta organoleptik yogurt non fat

    No full text
    Yogurt merupakan hasil olahan susu melalui proses fermentasi bakteri asam laktat (BAL), yaitu Lactobacillus delbrueckii ssp. bulgaricus dan Streptococcus salivarius ssp. thermophilus. Penggunaan jenis gula lain seperti isomalt yang memiliki nilai kalori lebih rendah dari sukrosa dapat digunakan sebagai pemanis alternatif pada yogurt sedangkan penambahan sari nanas-wortel dapat bermanfaat sebagai pewarna alami, penambah aroma dan flavor pada yogurt. Rancangan penelitian yang digunakan adalah RAK tersarang dua faktor, yaitu jenis gula (sebagai sarang) yang terdiri dari sukrosa dan isomalt, dan penambahan sari nanas-wortel (sebagai bagian yang tersarang) yang terdiri dari 3 level yaitu 20% (v/v), 25% (v/v), dan 30% (v/v) dengan 4 kali pengulangan untuk tiap perlakuan. Parameter yang diamati meliputi pH, derajat keasaman, sineresis, total BAL, dan organoleptik (kesukaan rasa, warna, dan aroma). Data yang diperoleh dianalisa secara statistik dengan uji ANOVA (Analysis of Varians) pada α = 5% dan jika ada beda nyata dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) untuk menentukan taraf perlakuan yang memberikan beda nyata. Penggunaan isomalt sebagai pemanis meningkatkan sineresis yogurt bila dibandingkan dengan sukrosa. Semakin tinggi konsentrasi sari nanas-wortel maka pH semakin rendah sedangkan derajat keasaman, sineresis, dan total BAL yogurt semakin meningkat. Kombinasi sukrosa sebagai pemanis dan konsentrasi sari nanas-wortel yang semakin tinggi semakin disukai panelis baik dari segi warna, rasa, maupun aroma. Yogurt dengan perlakuan terbaik dalam penelitian ini adalah yogurt sukrosa (sari nanas wortel 30%) dengan pH 4,442, derajat keasaman 34,38oSH, sineresis 1,87%, ALT 10,4491 log cfu/mL, kesukaan terhadap warna netral, aroma agak suka dan rasa agak suka, serta yogurt isomalt (sari nanas wortel 25%) dengan pH 4,468, derajat keasaman 34,75oSH, sineresis 2,31%, ALT 10,2410 log cfu/mL, kesukaan terhadap warna agak suka, aroma netral dan rasa agak tidak suka

    Pengaruh Perbandingan Ampas Wortel (Daucus Carrota (L.) Dan Suhu Terhadap Hasil Ekstraksi Total Karoten Dengan Minyak Zaitun

    No full text
    Wortel adalah sayuran berbentuk umbi berwarna kuning kemerahan atau jingga kekuningan dengan tekstur menyerupai kayu. Salah satu alat yang digunaka nuntuk memecah dinding sel wortel adalah dengan menggunakan juicer. Karoten merupakan kelompok pigmen yang berwarna kuning jingga, merah jingga serta larut dalam minyak. Wortel banyak manfaatnya dan ternyata di dalam ampas wortel masih mengandung total karoten yang cukup banyak. Bahan – bahan yang digunakan dalam proses ekstraksi total karoten ampas wortel adalah minyak zaitun dan ampas wortel. Selanjutnya bahan tersebut diproses melalui beberapa tahapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah total karoten pada ampas wortel dengan menggunakan minyak zaitun sebagai pelarut dan mengetahui perlakuan terbaik pada proses ekstraksi total karoten pada ampas wortel dengan minyak zaitun. Penelitian ini menggunakan metode Rancang Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama terdiri 3 level yaitu perbandingan gram ampas wortel : volume pelarut minyak zaitun (1:10), (2:10), dan (3:10) (b/v). Faktor kedua terdiri dari 2 level yaitu Suhu magnetic stirrer 35°C dan 45°C. Uji karakteristik yang dilakukan antara lain : 1) analisa total karoten, 2) analisa kadar air, 3) rendemen, dan 4) keseimbangan massa. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan terbaik yaitu : nilai rata – rata kadar air ampas wortel segar sebelum diterapkan pada perlakuan variasi suhu dan berat ampas wortel sebesar 53,67%, nilai total karoten tertinggi yang dapat terestrak adalah 15,64 μg/g, nilai rendemen tertinggi adalah 46,85% dan nilai massa total karoten pada proses separasi pompa vakum tertinggi adalah 127,897 μg/g
    corecore