1,720,961 research outputs found

    PENGARUH PENGGUNAAN KUNING TELUR PUYUH SEBAGAI BAHAN PENGENCER SEMEN TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA SAPI PERANAKAN SIMMENTAL

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan kuning telur puyuh sebagai bahan pada pengenceran semen sapi peranakan Simmental. Penelitian ini menggunakan 6 buah epididimis Sapi Peranakan Simmental dengan metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga perlakuan, masing-masing yaitu A = penggunaan 10% kuning telur puyuh, B = penggunaan 15% kuning telur puyuh, C = penggunaan 20% kuning telur puyuh, setiap perlakuan diulang sebanyak 6 kali. Peubah yang di amati adalah motilitas, persentase hidup, abnormalitas, Membran Plasma Utuh dan daya tahan hidup spermatozoa sapi peranakan Simmental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa level penggunaan kuning telur puyuh sebagai bahan pengencer berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap motilitas, persentase hidup dan abnormalitas spermatozoa sapi peranakan Simmental. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kuning telur puyuh dapat digunakan sebagai bahan pengencer spermatozoa sapi peranakan Simmental. Hasil terbaik dari penelitian yang dilakukan terdapat pada perlakuan C (20%) dengan tingkat motilitas, persentase hidup dan abnormalitas berturut-turut adalah 68,33%, 73,45%, 13,12%. Kata kunci : Kuning telur puyuh, pengenceran, sapi peranakan Simmental

    STRATEGI PENGEMBANGAN MANAJEMEN PEMELIHARAAN PEDET (STUDI KASUS DI KECAMATAN PADANG JAYA KABUPATEN BENGKULU UTARA)

    No full text
    Kebutuhan daging sapi nasional terus meningkat, namun produksi dalam negeri hanya menyumbang sekitar 54% dari total kebutuhan. Oleh karena itu, peningkatan produktivitas. Pedet sebagai fase awal kehidupan sapi sangat krusial karena kualitas pedet akan menentukan kualitas indukan di masa depan. Di Kecamatan Padang Jaya, yang merupakan salah satu sentra populasi sapi potong di Provinsi Bengkulu, manajemen pemeliharaan pedet masih menghadapi tantangan dalam manajemen pemeliharaan pedet. Untuk itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan agar mengetahui cara manajemen pemeliharaan pedet di Kecamatan Padang Jaya Kabupaten Bengkulu utara untuk mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal guna menyusun strategi cara pemeliharaan yang baik. Penelitian ini dilaksanakan dari 11 Oktober - 15 Desember 2024 di Kecamatan Padang Jaya, Bengkulu Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah survei, observasi, dan wawancara terhadap peternak yang memiliki pedet. Lokasi penelitian dipilih secara purposive di empat Desa dengan populasi ternak terbanyak. Sebanyak 53 peternak dipilih secara acak, mewakili 10% populasi, dan data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Data primer diperoleh dari wawancara, sementara data sekunder dari lembaga terkait. Analisis dilakukan melalui metode SWOT yang mencakup Matriks IFE (Internal Factor Evaluation), EFE (External Factor Evaluation), IE (Internal-External Matrix), dan SWOT untuk merumuskan strategi pengembangan. Pembobotan dan penilaian faktor dilakukan berdasarkan tingkat pengaruhnya terhadap manajemen pemeliharaan pedet. Hasil analisis menunjukkan bahwa manajemen pemeliharaan pedet di Kecamatan Padang Jaya memiliki kekuatan seperti pengalaman peternak, penanganan cepat saat pedet sakit, dan pemeliharaan bersama induk hingga masa sapih. Namun, kelemahannya tingginya inbreeding, kurangnya pencatatan data, dan sanitasi kandang yang buruk. Peluang yang ada meliputi dukungan dari pemerintah dan kelompok tani, lokasi strategis kandang, ketersediaan Hijauan Makanan Ternak (HMT), dan tingginya permintaan pasar. Di sisi lain, ancaman utama adalah wabah penyakit, perubahan iklim, kurangnya edukasi, dan keterbatasan tenaga penyuluh. Matriks IE menunjukkan posisi strategi di sel IV, artinya strategi yang disarankan adalah growth and build, yaitu penguatan manajemen dengan memanfaatkan kekuatan internal dan peluang eksternal. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pengembangan manajemen pemeliharaan pedet perlu diarahkan pada optimalisasi kekuatan internal dan pemanfaatan peluang eksternal. Edukasi dan pelatihan sangat diperlukan untuk mengatasi kelemahan seperti sanitasi yang kurang dan pencatatan data yang belum konsisten. Ancaman dari luar seperti penyakit dan perubahan iklim juga harus dihadapi dengan peningkatan manajemen kesehatan dan adaptasi sistem pemeliharaan. Disarankan agar peternak lebih aktif dalam pencatatan data, meningkatkan kebersihan kandang, mengikuti penyuluhan peternakan, serta menyediakan susu pengganti untuk pedet. Pemerintah diharapkan memperkuat peran penyuluh dan menyediakan bantuan teknis secara berkelanjutan. (Manajemen Pemeliharaan Pedet, Analisis SWOT, Sapi Bali, Kecamatan Padang Jaya, Strategi Pengembangan) (Program Studi Peternakan, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

    RESPON UKURAN TUBUH DAN BOBOT BADAN DOMBA CROSS BREED TERHADAP PAKAN KOMERSIAL, PALM KERNEL CAKE, DAN LIMBAH JAMU

    No full text
    Domba lokal di Indonesia memiliki produktivitas rendah, sehingga perlu dilakukan upaya peningkatan mutu genetik dan produktivitas melalui persilangan dengan domba eksotis seperti Texel, Dorper, Awassi. Pakan alternatif seperti bungkil inti sawit (PKC), limbah pertanian (kulit kacang hijau), dan suplementasi herbal seperti kunyit (Curcuma longa) berpotensi digunakan sebagai pakan tambahan. Kunyit mengandung kurkuminoid yang dapat meningkatkan pencernaan dan nafsu makan, sedangkan PKC memiliki kandungan protein tinggi, hingga 21,51%. Ukuran tubuh ternak (panjang badan, tinggi badan, lingkar dada) dan bobot badan menjadi indikator produktivitas ternak yang penting. Pertumbuhan linier tubuh berhubungan erat dengan peningkatan bobot badan dan efisiensi produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh bangsa domba yang berbeda terhadap berat badan dengan ukuran tubuh pada domba cross breed yang disuplementasikan herbal limbah jamu, dengan pakan komersial, dan Palm Kernel Cake. Penelitian ini dilaksanakan di Setya Lembu Multifarm, Desa Plesan, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan setiap perlakuan. P0 : Domba Lokal (kontrol), P1: Cross Dorper, P2 : Cross Texel, P3 : Cross Awassi. Variabel yang diukur adalah berat badan, panjang badan, tinggi badan, lingkar dada, lingkar leher atas, lingkar leher bawah, lingkar kaki depan, dan lingkar kaki belakang. Kemudian data dianalisis dengan analisis sidik ragam (ANOVA). Jika berpengaruh nyata maka akan diuji lanjut dengan Duncan's Multiple Range Test (DMRT). Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa berat badan, lingkar dada, lingkar leher atas, lingkar leher bawah, lingkar kaki depan, lingkar kaki belakang berperngaruh sangat nyata yaitu (P<0,05), namun panjang badan dan tinggi badan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) antar bangsa domba. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bangsa domba yang berbeda berpengaruh nyata terhadap pertambahan bobot badan harian dan ukuran tubuh domba cross breed terutama pada bangsa Domba Cross Awassi. (Program Studi Peternakan, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu, 2025

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
    corecore