1,723,919 research outputs found
Komposisi Tari "Candra Buana"
Komposisi Tari "Candra Buana"
Karya: ST Wiyono, Maryono, Ujian penyajian Tari, Pendapa Sasanamulya ISI Surakart
KIPRAH KI MARIBAN SABDO WIYONO DALAM PENGEMBANGAN WAYANG KULIT DI KABUPATEN KEDIRI (2005-2019)
Wayang kulit merupakan suatu bentuk pergelaran seni tradisional Nusantara, khususnya Pulau Jawa, yang mempunyai ciri khas, selain sebagai hiburan, juga sebagai sarana syiar Islam kepada masyarakat. Kesenian Wayang kulit ini turut dikembangkan oleh seorang dalang yang bernama Ki Mariban Sabdo Wiyono, dari Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Ia terkenal dengan julukan “Dalang Dakwah”, dikarenakan latar belakang pendidikannya yang berasal dari pondok pesantren. Dalam setiap pementasan, ia senantiasa menyisipkan ajaran filosofis yang sarat ajaran Islam, dengan menggunakan bahasa pedalangan Jawa yang relatif mudah dipahami disertai guyonan ringan. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui gambaran umum masyarakat Kediri, profil, pementasan wayang kulit sebagai sarana dakwah, serta upaya yang dilakukan oleh Ki Mariban Sabdo Wiyono dalam pengembangan dan pelestarian wayang kulit. Penelitian ini menggunakan konsep kiprah, budaya, dan dakwah untuk mengetahui apa saja kiprah serta upaya yang dilaksanakan dalam rangka penyebaran dakwah di ranah budaya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologis dan biografi. Pendekatan sosiologi berfungsi untuk membantu peneliti dalam memahami hubungan sosial yang terjadi antara Ki Mariban Sabdo Wiyono dengan masyarakat Kediri pada umumnya. Pendekatan biografi bertujuan untuk membantu peneliti dalam memahami latar belakang kehidupan tokoh Ki Mariban Sabdo Wiyono. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah dengan empat prosedur, yaitu heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi.
Hasil penelitian mengemukakan bahwa: Pertama, Ki Mariban Sabdo Wiyono merupakan salah seorang tokoh seniman yang bukan berasal dari keturunan dalang. Kedua, Ki Mariban Sabdo Wiyono adalah dalang mucuki dan menarasikan makna filosofis Islami dalam adegan “njantur gunungan”. Ketiga, Ki Mariban Sabdo Wiyono melakukan beberapa upaya dalam pengembangan dan pelestarian wayang kulit
Tari Klasik Gaya Cirebonan"Topeng Tumenggung Cirebonan"
Tari Klasik Gaya Cirebonan"Topeng Tumenggung Cirebonan"
Karya: Wiyono Sugondo Hadisucipto, Ujian penyajian tugas akhir jur. tari, Pendapa ISI Surakart
STUDI KASUS PELAYANAN PENDETA WIYONO HADI SEBAGAI PENYEMBUH DALAM TERANG TEOLOGI KESEMBUHAN YESUS KRISTUS DI DALAM KITAB-KITAB INJIL
Karya tulis ini berjudul “Studi Kasus Pelayanan Pendeta Wiyono Hadi sebagai Penyembuh dalam Terang Teologi Kesembuhan Yesus Kristus di Kitab-Kitab Injil.” Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui model pelayanan kesembuhan Ilahi yang dilakukan oleh seorang pelayan Tuhan yang bernama Wiyono Hadi dan membandingkannya dengan pandangan Alkitab terkait praktik kesembuhan Ilahi, secara khusus penyembuhan yang dilakukan Yesus yang tercatat dalam Kitab-kitab Injil. Penelitian ini menggunakan penelitian studi kasus dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan wawancara baik secara langsung maupun telepon dan untuk validasi data peneliti lakukan dengan cara perpanjangan pengamatan dan Triangulasi. Berdasarkan dari hasil penelitian dari studi kasus ini, penulis dapat simpulkan bahwa ada persamaan dan perbedaan diantara praktik pelayanan kesembuhan yang dilakukan oleh Yesus dan Wiyono Hadi. Secara keseluruhan pelayanan Wiyono Hadi juga tidak memperlihatkan unsur-unsur yang menyimpang dari praktik dan pengajaran Alkitab mengenai kesembuhan Ilahi.
Kata kunci: Kesembuhan Ilahi, Wiyono Hadi, Kitab-kitab Injil
Sistem Informasi Penjualan Mebel dan Barang Antik di Wiyono Antik Furniture Berbasis Web
Abstract: Technology is currently developing rapidly, not only facilitating the dissemination of information but also having a major impact on various aspects of daily life and business operations. Wiyono Antik Furniture requires an online sales information system to increase the company's marketing outreach. The author tries to formulate the design of a web-based information systems for selling furniture and antiques. The research method used includes field studies and literature studies. Field studies include direct observation and interviews, while literature studies are carried out by conducting literature research that is relevant to the problem. then the system design is carried out with an explanation of the model design, input design, output design, database design and supported by a theoretical basis in accordance with the material discussed. Thus a new system is proposed in the form of a web-based system that is able to provide convenience for Wiyono Antik Furniture in promoting its products and facilitating customers in transactions.Abstrak: Teknologi saat ini berkembang dengan pesat, tidak hanya mempermudah penyebaran informasi tetapi juga berdampak besar pada berbagai aspek kehidupan sehari-hari dan operasional bisnis. Wiyono Antik Furniture membutuhkan sistem informasi penjualan online untuk meningkatkan jangkauan pemasaran perusahaan. Penulis mencoba merumuskan tentang perancangan sistem informasi penjualan mebel dan barang antik berbasis web. Metode penelitian yang dilakukan meliputi studi lapangan dan studi kepustakaan. Studi lapangan meliputi pengamatan langsung dan wawancara, sedangkan studi kepustakaan dilakukan dengan melakukan penelitian kepustakaan yang relevan dengan masalah tersebut. kemudian perancangan sistem dilakukan dengan penjelasan desain model, desain input, desain output, desain database dan dengan didukung landasan teori yang sesuai dengan materi yang dibahas. Dengan demikian diusulkan sistem yang baru berupa sistem berbasis web yang mampu memberikan kemudahan-kemudahan bagi di Wiyono Antik Furniture dalam mempromosikan produknya serta memudahkan pelanggan dalam bertransaksi
Electricity balanced model and agent for community energy optimisation
The excess or shortage of electricity because of massive penetration of renewable energy generators in the local network needs to be handled. Adopting this perspective, community energy using installed renewable generators should maintain the electricity balance and optimise the use of electricity generations to fulfil the demand (load) as well as reducing cost and generating income.Besides utilising batteries and retailer settlement, grid-connected community energy can join a local market to trade electricity among communities. Using an agent, community energy seeks to achieve an optimised solution to maintain the electricity balance while maximising benefit. Therefore, an optimisation model is proposed.To demonstrate the optimisation model, specifically in the market settlement, single sealed bid double auction format is used. By adding some assumptions related to the market response, simulations are run to predict the best price to bid (offer/ask) into the electricity market to achieve maximum payoff. Some experiments were performed to choose the best optimisation strategy, specifically in terms of market response and finding the equilibrium prices for all internal traders.It showed that using an optimisation agent, community energy can achieve an optimum solution to create a balance profile as well as achieving optimum profits for customers, suppliers and battery owners. By using binary search algorithm, suitable internal selling and buying prices as equilibrium prices for all internal traders can be established after the optimum payoff is calculated.Extended simulation is run using 2018 community energy data. It can be concluded that our optimisations and market response assumptions are capable to achieve optimum profit for community energy, which can be shown using the optimum payoff; local electricity market and battery have a positive impact to all community members although there are several battery limitations. Our community energy management system ensures positive outcome for all members as well as giving easiness for them in terms of financial settlement because, although our optimisation is running every day, price settlement to all community energy members can be done on a monthly basis. It, thus, becomes an easier approach to all members since they do not have to deal with financial settlement on an hourly or daily basis. In terms of internal selling and buying prices, results approximate to the competitive equilibrium price and, therefore, a very significant impact can be obtained compared to the export tariff and retail price
- …
