1,723,245 research outputs found

    Peer review dan hasil unplag artikel publikasi an. Dina Dwi Oktavia Rini dan Wiwit Hariyanto

    Full text link
    Peer review dan hasil unplag artikel publikasi an. Dina Dwi Oktavia Rini dan Wiwit Hariyant

    Efektifitas Senam Hamil Dalam Mengurangi Keluhan Nyeri Punggung Pada Ibu Hamil Trimester III di PMB Wiwit Yuni Istiana Tahun 2025

    Full text link
    Nyeri punggung sering dialami ibu hamil trimester III akibat perubahan postur dan beban tubuh. Senam hamil dapat menjadi solusi non-farmakologis untuk mengurangi keluhan tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas senam hamil dalam mengurangi keluhan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III di PMB Wiwit Yuni Istiana Tahun 2025. Penelitian ini merupakan pra-eksperimen dengan desain pre-post test group pada 53 ibu hamil trimester III yang dipilih secara purposive sampling. Variabel independen adalah senam hamil, sedangkan variabel dependen nyeri punggung. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dengan skala nyeri Comparative Pain Scale (CPS) (0–10). Data primer dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Tempat penelitian di PMB Wiwit Yuni Istiana, sedangkan waktu penelitian pada bula Juli 2025. Rata-rata skala nyeri punggung sebelum (pre-test) perlakuan sebesar 7,04 (Berat).Rata-rata skala nyeri punggung sesudah (post-test) perlakuan sebesar 3,04 (Ringan). Ada efektifitas senam hamil dalam mengurangi keluhan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III di PMB Wiwit Yuni Istiana Tahun 2025 dengan nilai signifikansi 0,000 (p< 0,05). Saran diharapkan rutin melakukan senam hamil 2–3 kali per minggu dengan bimbingan tenaga kesehatan untuk mengurangi nyeri punggung, menjaga postur tubuh, serta memperhatikan gizi dan istirahat yang cukup

    MAKNA FILOSOFIS TRADISI WIWIT PANEN MASYARAKAT DESA MURUKAN KECAMATAN MOJOAGUNG: Proses Pelaksanaan Tradisi Wiwit Panen dan Makna Filosofis Tradisi Wiwit Panen

    No full text
    Penelitian ini berawal dari ketertarikan peneliti terhadap tradisi wiwit panen pada masyarakat desa murukan yang terletak di kecamatan mojoagung yang masih dilestarikan dan dikembangkan sampai saat ini. Upacara wiwit merupakan suatu tradisi memulai memotong padi menjelang panen dengan berbagai ritual upacara dan hanya dilakukan oleh seseorang yang bermata pencarian sebagai petani. Tradisi wiwit masih ada dan masih dilakukan oleh masyarakat petani desa murukan dengan cara yang lengkap. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana proses pelaksanaan tradisi wiwit panen Desa Murukan Kecamatan Mojoagung dan bagaimana makna filosofis tradisi wiwit panen Desa Murukan kecamatan Mojoagung.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan simak catat. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa pertama, masyarakat Desa Murukan melakukan tradisi wiwit panen secara rutin dalam setiap tahun, pelaksanaanya menentukan hari, perlengkapan sesaji, yang kedua makna filosofis dari tradisi wiwit panen di Desa Murukan tidak melenceng dari ajaran agama islam melainkan mempererat budaya dan tradisi yang sudah turun temurun dilestarikan sehingga tradisi wiwit panen tetap terlaksanan seiring perkembangan zaman. &nbsp

    Konstruksi Sosial Upacara Wiwit Masyarakat Dusun Pejok Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro.

    Full text link
    Penelitian ini berawal dari ketertarikan peneliti terhadap tradisi upacara wiwit pada masyarakat petani Dusun Pejok yang masih dilestarikan hingga saat ini. Upacara wiwit merupakan suatu tradisi memulai memotong padi menjelang panen dengan berbagai ritual upacara dan hanya dilakukan oleh seseorang yang bermata pencaharian sebagai petani. Tradisi upacara wiwit masih ada dan dilakukan oleh masyarakat petani Dusun Pejok sampai sekarang karena melestarikan warisan budaya nenek moyang dan menjadi salah satu dusun di Desa Pejok yang masih melaksanakan upacara wiwit dengan tata cara pelaksanaan lengkap dengan berbagai pemaknaan. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: Pertama, bagaimana pelaksanaan upacara wiwit Masyarakat Dusun Pejok Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro. Kedua, bagaimana Masyarakat Dusun Pejok Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro mengkonstruksi upacara wiwit. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam menganalisis data dari lapangan adalah Teori Konstruksi Sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa: (1) Masyarakat petani Dusun Pejok melakukan tradisi upacara wiwit secara rutin dua kali dalam setiap tahun yaitu pada masa tanam pertama dan masa tanam kedua. Tahap pelaksanaannya adalah menentukan hari pelaksanaan berdasarkan perhitungan Jawa, perlengkapan sesaji, pelaksanaan ritual upacara wiwit dan slametan upacara wiwit. (2) Masyarakat petani Dusun Pejok dalam mengkonstruksi makna tradisi upacara wiwit bermacam-macam. Meskipun tradisi ini telah diakulturasikan dengan ajaran Islam dalam setiap ritualnya, namun hal ini tidak mengurangi nilai yang terkandung didalamnya dan tidak menghilangkan budaya aslinya. Sehingga tradisi upacara wiwit ini tetap dilaksanakan sampai sekarang

    RASIONALITAS PETANI PADA TRADISI WIWIT DALAM UPAYA MERAWAT KETAHANAN PANGAN DAN KEHIDUPAN

    Full text link
    The ritual that is still practiced by many farmers in Java, in particular, is the wiwit ritual. The Wiwit ritual is carried out to start the planting period and start the harvest period. The problems studied in this paper explain how the Wiwit tradition is organized, what values and rationality are attached to the Wiwit tradition, and what changes have occurred to the Wiwit tradition. The data collection method uses a literature study, where the authors collect data by examining previous studies that are still related. The results showed that the majority of subsistence agriculture was applied by traditional farmers with the main commodity of rice plants still applying the Wiwit tradition. The values that underlie the Wiwit tradition are; religious values to reject evil, prevent bad things, thanksgiving to God and the earth; Ecological Values, with concern for agriculture and the environment; Social values with the existence of alms, friendship, sharing, and mutual respect. However, when there is a change in the Wiwit tradition, some community members are starting to be inconsistent with the Wiwit ceremony, changing the type of food and reducing the number of ceremonies or rituals performed.Ritual yang masih banyak dilakukan petani di Jawa khususnya adalah ritual wiwit. Ritual  Wiwit yang dilakukan untuk mengawali masa tanam dan mengawali masa panen. Permasalahan yang dikaji dalam tulisan ini menjelaskan bagaimana tradisi Wiwitan diselenggarakan, nilai-nilai dan rasionalitas apa yang melekat pada tradisi Wiwit serta perubahan apa yang terjadi pada tradisi Wiwittersebut. Metode pengumpulan data menggunakan studi literature, dimana penulis mengumpulkan data dengan menelaah penelitian terdahulu yang masih terkait. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertanian subsisten mayoritas diterapkan oleh petani tradisional dengan komoditas utama tanaman padi yang masih menerapkan tradisi Wiwit. Nilai-nilai yang mendasari tradisi Wiwit yaitu; nilai religius untuk menolak bala, mencegah hal-hal buruk, ucapan terima kasih kepada Ilahi dan bumi; Nilai Ekologi, dengan adanya kepedulian terhadap pertanian dan lingkungan; Nilai Sosial dengan adanya sedekah, silaturahmi, saling berbagi dan saling menghormati.  Namun, saat ini terjadi perubahan pada tradisi Wiwit, beberapa anggota masyarakat mulai tidak konsisten dengan adanya upacara Wiwit, perubahan jenis makanan dan mengurangi jumlah upacara atau ritual yang dilakukan

    LKP : Optimalisasi Media Sosial Facebook sebagai Digital Marketing untuk Media Promosi dan Penjualan pada UMKM Wiwit Collection

    Full text link
    UMKM Wiwit Collection merupakan Usaha mikro kecil menengah yang bergerak di bidang kerajinan tangan dari enceng gondok. UMKM Wiwit Collection berdiri sejak tahun 2008 yang berlokasi di Jl. Kebraon Indah Permai No.C-46, Kebraon, Kec. Karang Pilang, Kota Surabaya, Jawa Timur. Kerajinan yang dihasilkan di UMKM Wiwit Collection, yaitu seperti tas, tempat tisu, clutch, vas bunga, tudung saji, tatakan, dan masih banyak lainnya. UMKM Wiwit Collection sudah ada beberapa pelanggan dari kalangan ibu-ibu, tetapi saat ini UMKM Wiwit Collection mengalami kekurangan dalam memanfaatkan media sosial yang ada dan harus berkembang dengan melakukan promosi melalui media sosial, sehingga akan membuat UMKM Wiwit Collection lebih dikenal oleh masyarakat luas. Solusi yang tepat dan dapat dilakukan dari masalah diatas, yaitu, dengan membuat strategi pemasaran online melalui media sosial sebagai strategi digital marketing. UMKM Wiwit Collection menggunakan media sosial Facebook sebagai media strategi promosi dan penjualan UMKM Wiwit Collection. Adanya media sosial, UMKM Wiwit Collection dapat melakukan promosi dengan fitur-fitur yang ada pada Facebook. Hal tersebut menjadi salah satu strategi promosi dan penjualan bagi UMKM Wiwit Collection. Selain itu, UMKM Wiwit Collection juga dapat menjalankan kegiatan pemasaran secara lebih efektif dan efisien

    IMPLEMENTASI STRATEGI PRODUKSI PADA PERUSAHAAN BATIK “SAYU WIWIT” DI BANYUWANGI

    No full text
    Batik sebagai warisan budaya Indonesia, saat ini kurang mendapat perhatian dari masyarakat Indonesia itu sendiri. Batik umumnya dinilai sebagai busana formal yang bersifat kuno, kaku, dan kurang menarik untuk dikenali. Oleh karena itu, maka perusahaan batik yang ada di Banyuwangi perlu meningkatkan implementasi strategi produksi agar batik khas Banyuwangi mampu bersaing dan unggul dalam persaingan perusahaan batik dalam negeri hingga keluar negeri. Strategi produksi yang dikembangkan oleh produsen batik memegang peranan penting dalam meningkatkan eksistensi usahanya untuk terus dapat bertahan pada persaingan yang semakin ketat. Implementasi strategi produksi perusahaan batik Sayu Wiwit lebih berfokus pada strategi differentiation yang menekankan pada penciptaan produk baru sebagai pembeda dari produk batik perusahaan pesaing lainnya. Perusahaan batik Sayu Wiwit menghasilkan tiga jenis produk batik, yaitu Batik Tulis, Batik Cap, dan Batik Kombinasi. Perusahaan batik Sayu Wiwit merupakan salah satu perusahaan batik tertua yang ada di Banyuwangi dan masih mempertahankan eksistensinya hingga saat ini. Jenis penelitian ini menggunakan tipe penelitian deskriptif paradigma kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan Implementasi Strategi Produksi Pada Perusahaan Batik Sayu Wiwit di Banyuwangi. Penentuan key informan dalam penelitian ini menggunakan metode purposive. Proses pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi kepada obyek penelitian. Tahap pemeriksaan keabsaan data menggunakan trianggulasi sumber, teknik, dan waktu agar data yang diperoleh valid. Tahap analisis data menggunakan analisis domain dan taksonomi yang berguna untuk menganalisis data agar lebih fokus pada penelitian yang akan diteliti. Hasil penelitian dalam Implementasi Strategi Produksi Perusahaan Batik Sayu Wiwit Di Banyuwangi sukses dalam meningkatkan target produksi dengan strategi produk menggunakan stategi differentiation yaitu penciptaan atau pengembangan produk baru. Ide pengembangan motif dilakukan pemilik dengan cara mengkombinasikan motif lama khas Banyuwangi dengan motif modern dan warna yang selalu berubah untuk sekali produksi agar konsumen tidak merasa bosan dengan batik yang terkenal kuno. Hasil lain yaitu, pemimpin perusahaan dalam mengatur tenaga kerjanya masih kurang tegas dalam memberikan aturan sehingga para pekerjapun bekerja seadanya, selain itu dalam pembuatan ide motif hanya dari satu orang yaitu pemilik perusahaan sehingga dalam pengembangan produk masih terbatas

    Wiwit Kurniawan's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    Fungsi Tradisi Wiwit sebagai Landasan Hidup Petani di Kelurahan Cemorokandang, Kota Malang

    Full text link
    Tradisi wiwit adalah salah satu ritual pada siklus pertanian yang identik denganmasyarakat agraris, ritual ini berfungsi sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan penghormatan kepada Dewi Sri sebagai dewi kesuburan. Tradisi wiwit memang masih berlangsung hingga saat ini, tapi secara bertahap seiring berkembangnya peradapan modern tradisi ini pun mulai ditinggalkan. Salah satu kelompok masyarakat yang masih percaya dan melestarikan tradisi wiwit adalah kolompok masyarakat di Kelurahan Cemorokandang, Kota Malang, Jawa Timur. Tujuan peneliti ini adalah mendeskripsikan prosesi dan fungsi tradisi wiwit, serta makna dari mantra dan sesaji yang digunakan pada tradisi wiwit di Kelurahan Cemorokandang. Penelitian ini menggunakan teori fungsi yang dikemukakan oleh Alan Dundes (dalam Endraswara, 2013) dengan metode penelitian kualitatif deskriptif untuk meneliti kondisi objek secara alamiah tanpa rekayasa, sehingga mampu mendapatkan data yang valid. Hasil dari penelitian ini diperoleh tiga fungsi folklor yang sejalan dengan Alan Dundes, yaitu membantu pendidikan anak muda, meningkatkan perasaan solidaritas suatu kelompok, dan memberi sanksi sosial agar orang berperilaku baik atau memberikan hukuman. Selain tiga fungsi folklor tersebut, ditemukan beberapa fungsi lain, yaitu menata kembali keinginan-keinginan untuk hidup lebih baik dan mengenang kebaikan keluarga yang telah meninggal dan mendoakannya. Kata-kata kunci: Tradisi, Wiwit, Mantra, Fungsi Folklor

    Hasil Unplag ajuan jabfung wiwit

    Full text link
    corecore