41 research outputs found

    Analisa Dan Aplikasi Konsep Risiko Pada Populasi Wanita Hamil

    Get PDF
    Angka kematian ibu ditentukasn oleh tingkat kesejahteraan individu wanita hamil dalam keluarga. Kondisi ini akan menentukan tingkat kesehtan dan perkembangan anak sebagai satu faktor yang menentukan kesehatan dan menjadi satu indicator dari keejahteraan suatu Negara. Penyebab utama tingginya angka kematian ibu di Negara-negara berkembang adalah belum optimalnya penanganan kasus-kasus berisiko. Penatalaksanaan kasus-kasus berisiko dilakukan terlambat karena kurangnya kesadaran klien untuk mengatasi masalah-masalah kesehatannya, kurangnya informasi, kurangnya jangkauan pelayanan kesehata, dan kurang berkualitasnya sumber daya manusia khususnya pada petugas pelayan kesehatan. Wanita hamil adalah salah satu populasi yang seharusnya diberikan perhatian lebh karena setiap wanita hamil mempunyai kesempatan yang sama untuk mendapatkan penanganan masalah-masalah kesehatan. Faktor-faktor risiko memungkinkanseorang wanita hamil menjadi berisiko tinggi untuk mempunyai masalah-masalah kesehatan, termasuk status sosial ekonomi dan sosio demografi, stress dan gaya hidup, dan praktek kesehatan personal. Untuk menurunkan pengaruh label atau stigma “risiko' dalam masyarakat adalah suatu tantangan untuk profesi kesehatan mengembangkan pendekatan yang efektif dalam pelayanan kesehatan sehingga akan didapatkab suatu hasil yang optimal. The level of individual well being in a family determines the maternal mortality rate. This condition will determine the level of child health and development as an important determinant of health that is an indicator of well being in a country. The main cause of high levels of of maternal mortality in developing countries as a lack of case management of the “at risk' individual or population; management of “at risk” cases is too late. This is because of lack awareness of “at risk” client in overcoming the problems, lack of information, lack of access to health services, and lack of quality of human resource especially of health care every pregnant woman has the same probability of developing problems. The risk factors enable of pregnant women to become hig risk to have the health problems including socioeconomic status, sociodemographic status, life style and life events, and personal health practices. To decrease the impact of the “at risk” label or stigma in the community, a challenge for the health professional is to develop partnership and multisectoral approach with community so that an optimal outcome will be attained

    Peran Keluarga dalam Meningkatkan Kesehatan Jiwa Lansia di Rumah

    No full text
    Seseorang yang berusia lanjut akan mengalami perubahan-perubahan akibat penurunan fungsi sistem tubuh. Salah satu perubahan tersebut adalah perubahan kejiwaan. Masalah kesehtan jiwa lansia yang sering muncul adalah gangguan proses piker yang ditandai dengan lupa, pikun, bingung, dan curiga; gangguan perasaan diantaranya ditandai dengan kelelahan, acuh tak acuh, mudah tersinggung; gangguan fisik/somatic tanpa penyebab yang jelas meliputi gangguan pola tidur, gangguan makan dan minum; gangguan perilaku ditandai dengan enggan berhubungan dengan orang lain, dan ketidakmampuan merawat diri sendiri.Keluarga merupakan masyarakat terkecil dimana lansia berada. Perubahan kejiwaan pada lansia akan mempengaruhi status kesehatan keluarga. Oleh karena itu keluarga dan lansia perlu mengetahui perubahan kejiwaan pada lansia agar dapat mencegah terjadinya gangguan jiwa pada lansia. Keterlibatan keluarga akan menentukan keberhasilan perawatan kesehatan jiwa lansia yang digambarkan pada tulisan ini. Abstract Changing in physical and psychosocial in elderly associated with aging. The observed changes represent the cumulative effects of heredity, environment, nutrition, rest, activity and altered health state while the most observed changes in psychosocial state of the elderly such as forgetfulress, memory loss, norrowed, attention spans, confusional states and impairment of their mind and emotional states increased accompany with their physical state. Family is the closest person around the elderly, a caring attitude, calm conversation and promotion of the comfort contribute to the relief of confusional states, and also emotional support helps the family cope with the elderly persons disorientation and confusion. Family is the most important person to help the elderly in maintaining their health states physically and psychosocially.Keywords: Changing in physical and psychosocial states in elderly, family participation

    Uji pengaruh pemberian ekstrak etanol 70% daun jati (tectona grandis L.f.) terhadap penurunan kadar kolesterol total darah pada tikus putih jantan

    No full text
    Daun Jati (Tectona grandis L.f.) secara empiris digunakan di Indonesia sebagai obat alternatif untuk pengobatan antikolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek dari daun jati (Tectona grandis L.f.) sebagai antikolesterol. Proses ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Metode pengukuran kadar kolesterol total menggunakan metode enzimatik dengan alat spektrofotometer UV yang di ukur pada panjang gelombang 504 nm. Ekstrak daun jati diberikan secara oral dengan dosis 250 mg/kg berat badan, 500 mg/kg berat badan dan 1000 mg/kg berat badan terhadap tikus putih jantan galur Sparague-Dawley, sebagai obat pembanding digunakan simvastatin dengan dosis 1,03 mg/kg berat badan. Penelitian ini menggunakan metode induksi makanan tinggi kolesterol minyak babi dan minyak goreng yang diberikan 2% dari berat badan tikus. Hasil penapisan fitokimia menunjukkan adanya senyawa flavonoid, saponin, steroid, tanin dan kumarin. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada penurunan kadar kolesterol total secara bermakna pada semua kelompok perlakuan (p?0.05)

    Empowerment as a way to improve nutrition in pregnancy in Waru Jaya, West Java Indonesia : an action research study

    No full text
    The purpose of this study was to use empowerment as a means of working with pregnant women in Waru Jaya village, rural West Java, Indonesia to improve their nutrition in pregnancy. Pregnant women in developing countries are at increased risk for poor nutrition and as a result experience increased incidence of morbidity and mortality for themselves and their infants. Although poverty and poor socioeconomic conditions are the major causes of this poor nutrition, other limitations, such as, cultural prohibitions, household food distribution, and attitudes toward women make the situation worse. -- In this study I worked with 14 lower-socioeconomic pregnant women and cadres (village volunteers) over a four month period, using a participatory action research methodology. The aim was to assist the women both to become empowered and to improve their nutrition. Freire's empowerment model of education was the theoretical framework for the research. -- Findings from the study suggested the women were becoming empowered as evidenced by them gaining new knowledge, being motivated to change, making changes in nutritional practice, weighing cultural beliefs, increasing self-confidence, developing social relationships, improving decision-making abilities, and working to overcome barriers. The barriers that the women continued to experience were poverty, availability of nutritious food in the village, and availability of health and nutritional care. -- A model was developed to describe the empowerment process that occurred. The research, although limited to these women and their situation, does have implications for nursing practice, education, and research, and for nutrition policy especially in developing countries.Bibliography: leaves 143-152

    The Impact of Vegetarian Diets and Body Mass Index on Hypertension

    Get PDF
    A vegetarian diet is believed to prevent hypertension. This study aims to identify the impact of vegetarian diets, including fat, salt, potassium, and body mass index (BMI), on hypertension. Data was taken by systematic random sampling method from 173 vegetarians and analyzed using chi-square. The result showed that there is no significant association between the intake of fat, sodium, and potassium with hypertension in vegetarians (p> 0.05). However, there is a significant relationship between BMI with the incidence of hypertension (p= 0.025), where overweight res-pondents are 3.837 more likely to have hypertension (OR 3.837; 95% CI= 1,256–11,721). It implies that vegetarians tend to have a safe intake of fat, salt, and potassium, and therefore, this condition prevents hypertension. Thus, health promotion about the selection of sources of fat, regulation of salt, potassium intake, and weight management will be beneficial for vegetarians in preventing hypertension. Abstrak Dampak Diet Vegetarian dan Indeks Massa Tubuh terhadap Hipertensi. Diet vegetarian diyakini dapat mencegah hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak diet vegetarian, meliputi asupan lemak, garam, kalium, dan Indeks Massa Tubuh (IMT) terhadap hipertensi. Data diperoleh melalui metode systematic random sampling pada 173 vegetarian dan dianalisis menggunakan chi-square. Tidak ada hubungan yang signifikan antara asupan lemak, garam, dan kalium pada vegetarian dengan hipertensi (p> 0.05). Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dengan kejadian hipertensi (p= 0.025), dimana responden dengan berat badan berlebih 3.837 kali berpeluang lebih besar untuk mengalami hipertensi (OR 3.37; 95% CI= 1.256–11.721). Hal ini menunjukkan bahwa vegetarian cenderung memiliki asupan lemak, garam, dan kalium yang aman sehingga kondisi ini dapat mencegah hipertensi. Dengan demikian, promosi kesehatan mengenai pemilihan sumber lemak, pengaturan asupan garam:kalium, dan manajemen berat badan akan sangat bermanfaat bagi vegetarian untuk mencegah hipertensi. Kata kunci: diet, hipertensi, IMT, vegetaria

    Pengalaman Keluarga Merawat Lansia Dengan Tingkat Ketergantungan Tinggi Di Rumah, Kota Malang, Jawa Timur: Studi Fenomenologi

    Get PDF
    This descriptive phenomenology research was aimed to describe the meaning and essence of family experience in caring for high dependence elderly at home, in Malang City. The data was collected from 8 primary informal caregivers for elderly in family and analyzed by Collaizi's method. The result described family reason for nursing care for elderly at home, main reason in providing care, supporting reason for providing care; nursing activities, perception during providing care, coping, support, problem encountered and efforts during nursing care for elderly; change of family role, function, and task; attitude change to be more patience as the meaning of experience; and source of health service needs. Family nurses need to consider available family source and the local culture. Further research is also recommended to compare or identify relationship of various variables that occurred as themes in this present research

    Persepsi Pasien Terhadap Pelayanan Keperawatan: Studi Fenomenologi

    Get PDF
    Nursing service quality is results of an ideal hope which could create the patient perception based on received reality. The objecitives of this study was to explore the patient perception related to nursing services at RSUD Sogaten in Madiun District. This study used a descriptive phenomenology according to Spiegelberg by convenience sampling technique from 7 informants. Collecting data used in-depth interview technique in form of open-ended question by structural. Interview result recorded by tape recorder, and then it was transcripted by verbatim and it was analyzed by Colaizzi method. Study yield 18 themes concerning patient perception to nursing service: main reason to choose inpatient; reason of supporter choose taking care of to lodge; satisfied at service of treatment; satisfaction of nursing service; lenient of nursing service; attitude of nursing; nurse attribute; cognitive ability; technical ability; job management; nutrition accomplishment; environment maintenance; execution of therapy program; nursing activity; nurse behavior; settlement of nursing human resources; nursing service and strategic development. This conclusions of this study is nursing services at RS X Madiun did not fulfill patient hope yet, applying of caring principle by nurse is not optimal yet, because of limited of nurses both amounts and qualities. Government in Madiun District as policy maker was suggested to correct nursing human resources by the way of adding amount of nurse, select a competence nurse, performance evaluation, education, practice and nursing supervise

    Pengalaman Lanjut Usia Mendapatkan Dukungan Keluarga

    Get PDF
    Lanjut usia mengalami proses penuaan yang mempengaruhi fungsi fisik dan psikososial. Penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran pengalaman lanjut usia terhadap dukungan keluarga di panti wredha AB. Penelitian ini merupakan pendekatan kualitatif fenomenologi deskriptif menggunakan wawancara mendalam dan catatan lapangan. Alasan lansia di panti digambarkan dengan tema keinginan personal dan kelemahan struktur kekuatan keluarga. Masalah yang dialami lansia digambarkan dengan tema masalah fisik dan masalah psikososial. Dukungan yang diterima digambarkan dengan tema sumber dukungan dan jenis dukungan. Makna dukungan digambarkan dengan tema kesenangan batin. Harapan lansia digambarkan dengan tema mempertahankan hubungan. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar program promosi dan preventif bagi lanjut usia

    Pengalaman Keluarga dalam Merawat Penderita Sakit Kronis

    Get PDF
    Merawat anggota keluarga yang mengalami sakit kronis memengaruhi kehidupan anggota keluarga secara fisik, psikologis, dan sosial. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengalaman keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan penyakit kronis. Metode penelitian yang digunakan, yaitu kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Partisipan merupakan delapan keluarga yang merawat anggota keluarga dengan sakit kronis. Tema yang ditemukan mencakup perubahan status kesehatan penderita, respons psikologis keluarga, upaya untuk mempertahankan kesehatan, dan harapan keluarga. Simpulan penelitian menggambarkan respons yang dialami oleh keluarga berbeda bergantung pada onset, lama, dan prognosis penyakit serta tahapan stres yang dialami keluarga. Perawat dapat memberikan manajemen asuhan keperawatan kepada keluarga berupa intervensi pendidikan kesehatan mengenai penyakit kronis, psikoedukasi, dan konseling keluarga dalam merawat penderita sakit kronis.   Abstract The Experience of Family Caregivers of Persons with Chronic Illness. Caring for family member with chronic illness affects the lives of family physically, psychologically, and socially. The aim of this study was to describe the experience of family member in caring for family members with chronic illness. A qualitative design with descriptive phenomenological approach was chosen for this study. Qualitative interviews with eight families were performed. The results included a changed health status for the person with chronic illness, family psychological response, efforts of maintain health and family expectations about type and quality of health services. Conclusion of research illustrated that response experienced by families were different depending on the onset, duration, and prognosis of the diseases and the stage of stress experienced by the family. Thus nurses could provide nursing care to family with chronic illness which are consist of health education and counseling in order to caring for family members with chronic illness.  Keywords: caregiver, chronic disease, family experienc

    HUBUNGAN DUKUNGAN PERAWAT TERHADAP MOTIVASI REMAJA DI KOTA PALEMBANG DALAM MELAKSANAKAN PERILAKU 3M PADA MASA PANDEMI COVID-19

    Get PDF
    Kasus terkonfirmasi COVID-19 pada kelompok usia remaja saat ini masih terus terjadi. Perlu adanya motivasi dari remaja untuk melaksanakan perilaku 3M sebagai upaya mencegah penularan COVID-19 khususnya pada kelompok usia remaja. Dukungan perawat menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan motivasi melaksanakan perilaku 3M dimasa pandemi COVID-19. Adanya dukungan perawat dapat mendorong motivasi remaja dalam pelaksanaan perilaku 3M di masa pandemi COVID-19. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan dukungan perawat dengan motivasi remaja dalam melaksanakan perilaku 3M di masa pandemi COVID-19. Metode penelitian ini merupakan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasi dan pendekatan cross sectional dimana populasi dalam penelitian ini adalah remaja yang bersekolah di masa pandemi COVID-19 yang berjumlah 316.865 siswa. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan mixed method sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 427 remaja di Kota Palembang. Hasil analisis uji korelasi pearson didapatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan perawat dengan motivasi remaja dalam melaksanakan perilaku 3M di masa pandemi COVID-19 dengan p value 0,001 (p < 0,05) dan nilai r = 0,397 dengan arah korelasi positif dan kekuatan korelasi sedang. Hasil ini juga menunjukan bahwa semakin tinggi dukungan perawat kepada remaja maka semakin tinggi motivasi remaja dalam melaksanakan perilaku 3M di masa pandemi COVID19. Simpulan dari penelitian ini adalah diketahuinya dukungan perawat berhubungan dengan motivasi remaja dalam melaksanakan perilaku 3M maka disarankan untuk meningkatkan program promosi kesehatan secara langsung diberikan oleh perawat pada kelompok usia remaja di masa pandemi COVID19.Kata Kunci: Dukungan perawat, motivasi, remaj
    corecore