19 research outputs found
Pregnant Women\u27s Experiences Using a Mobile Application for Iron Supplementation Adherence: A Phenomenological Approach
Iron deficiency anemia is a significant global public health concern that disproportionately affects young children and pregnant women. One effective method for monitoring medication in pregnant women is through mobile applications. This study aims to investigatepregnant women’s experience with iron supplementation adherence management using amobile application. A qualitative study with a phenomenology approach was conductedamong 20 pregnant women and midwives. The qualitative method was used to explore participants’ experience using a maternal application called “MySmart Bumil” to improvepregnant women’s adherence to iron supplements. The study identified four themes: the factors of non-compliance, the motivation for taking iron supplements, and the benefits andthe weaknesses of using the application. Mobile app reminders can help pregnant womencheck medication frequency, remind them to take iron tablets, and build more consistentmedication habits. However, some pregnant women found that the reminder was ineffective. Pregnant women thought that the notifications should have alarms to be more effective. The mobile application has the potential to assist health providers in effectively monitoring the health state of pregnancy and improving adherence to iron supplementation
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENANGGULANGAN AIDS MENGGUNAKAN PENDEKATAN BERORIENTASI OBJEK
Data and facts based monitoring and evaluation process used to support
AIDS response programs coordinated by National, Provincial and District AIDS
Comission. Effective responses to HIV and AIDS epidemics depend on up-todate
information. Therefore it was necessary to design an online recording and
reporting system to facilitate data collection needed in planning AIDS response
programs.
This thesis deals with the development of AIDS Response Information
System which will be used by Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten
Banyumas using object-oriented approach. This research has applied Ripple
method focusing on analysis and design phase.
The result of this research were artifacts of system modelling, written in
UML 2.0. The artifacts were actors list, use case diagrams, use case details, user
interface sketches, communication diagrams and database schema. Those artifacts
could be used to implement the AIDS Response Information System using
Object-Oriented Programming language
Prediksi Kelulusan Peserta Uji Kompetensi Profesi Menggunakan Algoritma C4.5
Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter Gigi (UKMP2DG) merupakan exit exam bagi para mahasiswa yang telah selesai menempuh pendidikan profesi dokter gigi. Meski peserta yang tidak lulus UKMP2DG dapat mengulang ujian di periode-periode berikutnya, para retaker ini dihadapkan pada batasan masa studi maksimal sebelum dinyatakan drop out. Selain itu semakin lama jeda antara penyelesaian studi dan waktu ujian dikhawatirkan berpengaruh pada penguasaan terhadap ilmu yang telah dipelajari. Penelitian ini bertujuan membangun model yang dapat digunakan untuk memprediksi kelulusan calon peserta UKMP2DG melalui data-data pendukung. Penerapan algoritma C4.5 menghasilkan model dengan tingkat akurasi 81,40%, presisi 82,84% dan recall sebesar 95,82%. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh Institusi Pendidikan Dokter Gigi (IPDG) untuk mengambil langkah-langkah khusus dalam mempersiapkan calon peserta yang diprediksi akan tidak lulus dalam ujian yang akan ditempuh
Implementasi Market Basket Analysis dengan Algoritma Apriori untuk Analisis Pendapatan Usaha Retail
Pada era teknologi sekarang hampir semua bisnis ritel sudah menggunakan teknologi Point of Sale (PoS), dimana semua transaksi di rekap dalam sebuah database sistem. Data yang disimpan di dalam database dapat diolah untuk meningkatkan penjualan. Dengan mengetahui asosiasi data penjualan, aplikasi dapat memberikan rekomendasi produk yang memungkinkan pelanggan untuk membeli rekomendasi produk tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pola asosiasi yang terdapat pada sebuah toko yang sudah menerapkan teknologi PoS. Apabila pola asosiasi tersebut membentuk keterhubungan produk yang relevan dan mendatangkan keuntungan lebih maka metode yang di usulkan akan di terapkan pada aplikasi toko. Algoritma Apriori dapat menemukan pola hubungan produk antar satu atau lebih item dalam suatu dataset. Hanya saja Algoritma Apriori memiliki kelemahan dalam performa. Penerapan algoritma apriori dapat memperlambat akses transaksi, sehingga perlu pengkajian lebih dalam tentang kebermanfaatan pola asosiasi ini. Pada penelitian ini pola asosiasi dianalisis apakah berpengaruh terhadap peningkatan penjualan. Dalam penelitian ini didapatkan bahwa pola asosiasi memiliki peran penting dalam peningkatan penjualan. Didapatkan rata - rata asosiasi dengan nilai confidence tertinggi terjadi pada bulan maret, yaitu 0.61 dengan nilai minimal support 0.003. Hal ini sesuai dengan hasil penjualan tertinggi, yaitu sebesar Rp. 295.509.934 pada bulan maret, tahun 2021. Berdasarkan penelitian ini maka penggunaan algoritma apriori pada aplikasi POS perlu diterapkan
perkembangan batik gajah oling banyuwangi 1980-2013
ABSTRAK Sasmita, Anggit Gita. 2014. Perkembangan Batik Gajah Oling Banyuwangi 1980-2013. Skripsi, Program Studi Pendidikan Sejarah, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(1) Drs. Irawan, M.Hum. (2) Drs. Mashuri, M. Hum. Kata Kunci: Batik Gajah Oling, Perkembangan, Banyuwangi Batik Banyuwangi merupakan salah satu batik pesisiran yang banyak mengambil motif flora dan fauna sebagai ungkapan simbolis daerah setempat. Batik Banyuwangi mampu menunjukan kemajuannya di industri batik dengan ciri khas batiknya sendiri, meskipun Banyuwangi bukan daerah penghasil batik yang besar seperti Pekalongan, Jogja dan Solo. Industri batik di Banyuwangi terus berkembang sejak diketahui keberadaannya pada 1980. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan tersebut, seperti peran dari pengrajin itu sendiri dan juga tidak lepas dari campur tangan pemerintah daerah. Batik yang menjadi andalan dari Kabupaten Banyuwangi adalah batik Gajah Oling yang memiliki filosofi mendalam bagi masyarakat Banyuwangi, namun ada banyak versi yang berkembang terkait dasar filosofi yang terkandung dalam batik Gajah Oling, dan sampai saat ini masih belum ada kesepakatan final mengenai dasar filosofi batik Gajah Oling tersebut. Hal inilah yang menyebabkan dari masing-masing pengusaha batik maupun budayawan memiliki keyakinan sendiri-sendiri tentang keberadaan trade mark batik Banyuwangi. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap filosofi yang terkandung di dalam Batik Gajah Oling Banyuwangi, mengetahui bagaimana perkembangan yang terjadi pada Batik Gajah Oling Banyuwangi di tahun 1980 hingga 2013, dan seberapa jauh dampak dari perkembangan batik Gajah Oling Banyuwangi pada bidang ekonomi dan sosial bagi pembatik di Banyuwangi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Teknik mendapatkan sumber penulis lakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Berdasarkan pada eviden dan hasil analisis penulis peroleh, bahwa setiap motif batik mempunyai makna filosofi masing-masing. Makna-makna tersebut menunjukkan kedalaman pemahaman terhadap nilai-nilai lokal dan sampai sekarang nilai-nilai tersebut masih bertahan. Begitu pula dengan batik Gajah Oling Banyuwangi, yang memiliki dasar filosofi yang tidak lepas dari latar belakang sejarah Kerajaan Blambangan pada masa Raja Tawangalun. Batik Gajah Oling memiliki kisah yang panjang bagi masyarakat Banyuwangi. Nama Gajah Oling memiliki arti dan karakteristik tersendiri yang dapat dijadikan contoh dalam berkehidupan. Ketika kita memakai batik Gajah Oling didalamnya terdapat pesan yang tinggi bagi pemakainya yaitu layaknya seekor Gajah yang memiliki kekuatan yang besar untuk melawan kebatilan dan kesemena-menaan dan seperti seekor Oling yang memiliki kegigihan dan keuletan agar kita tidak pantang menyerah dalam menghadapi keadaan apapun. Pada penelitian ini juga diperoleh kesimpulan bahwa perkembangan batik Gajah Oling sejak 1980 hingga 2013 tidak lepas dari peran pengrajin yang terus melakukan inovasi dari segi desain maupun teknik membatik. Pemerintah pun juga turut andil dalam kemajuan batik Banyuwangi dengan mengeluarkan beberapa kebijakan khusus untuk meninggkatkan daya jual batik Banyuwangi, seperti melakukan pelatihan untuk pembatik yang diadakan satu tahun sekali, pengadaan event-event khusus batik seperti Banyuwangi Batik Festival (BBF) yang diadakan pada 2013 dan juga pengeluaran himbauan atas usulan dari pembatik yang berisi himbauan kepada seluruh pegawai pemerintahan untuk menggunakan batik Banyuwangi di hari kerja yaitu pada hari Kamis, Jumat dan Sabtu. Jadi, jika diamati pada penelitian batik Gajah Oling Banyuwangi ini terjadi kerjasama yang harmonis antara pengusaha batik dengan pemerintah daerah dalam upaya memajukan industri batik Gajah Oling Banyuwangi dari yang awalnya bersifat komersil personal menjadi industri sehingga timbul ekspansi penjualan batik yang bisa diterima pasar nasional bahkan internasional. Kondisi ini juga membawa dampak pada bidang ekonomi dan sosial. Berkembangnya batik Banyuwangi juga mempengaruhi jumlah tenaga kerja wanita yang bekerja di industri batik. Melalui tangan para pembatik, maka batik masih ada sampai saat ini dan dikenal para penerus budaya. ABSTRACT Sasmita, Anggit Gita. 2014. Development of Batik Gajah Oling Banyuwangi 1980-2013. Thesis, Programme of Study History Education, History Department, Faculty of Social Sciences, State University of Malang. Supervisor: (1) Drs. Irawan, M.Hum. (2) Drs. Mashuri, M.Hum Key Words: Batik Gajah Oling, Development, Banyuwangi Batik Banyuwangi is a coastal batik taking motives of fauna and flora as local symbolic language. However Banyuwangi is not a centre area of batik as like Pekalongan, Jogja, and Solo but it influences batik industry in general. It develops around 1980 and there are a lot of factors constructing its development. Those are the role of craftsman and the local government policy. Batik Gajah Oling as a main commodity of Banyuwangi has meaning and values for Banyuwangi society. Philosophically, there are some interpretations behind batik Gajah Oling; nevertheless there is no convention between entrepreneur and cultural observer on the philosophy of batik Gajah Oling. Therefore, they believe by themselves on the batik trade mark. This study aims to reveal the philosophy of batik Gajah Oling Banyuwangi; to know how batik Gajah Oling develops between 1980 and 2013; and how batik Gajah Oling influences social-economy aspect of Banyuwangi society. Historical method used for this study consisting of heuristic, critics, interpretation, and historiography. Moreover, the author compiles the sources from observation, interview, enumeration, and library research. Accordance with evidence and the author analysis result, that every batik has a motif and every motif has a philosophy itself. The meaning shows understanding of local value and that value still exist. Batik Gajah Oling Banyuwangi has a philosophy that according to historical background of kingdom of Blambangan in King Tawangalun period. Batik Gajah Oling has a long story for Banyuwangi society. The name of Gajah Oling has a special meaning and characteristic that as role for human race. When we are wearing batik Gajah Oling, there is a message for usage that like an elephant has a big power against a wickedness and a yoke and also Oling has persistence and tenacity so that we never give up to face a any situation. This study concludes that the development of batik Gajah Oling from 1980 to 2013 depends on the role of innovative craftsman not only on the design or the batik work. In addition, the government issues some specific policy to support batik Banyuwangi development, for instance training of doing batik work once a year, organizing batik events or Banyuwangi batik festival in 2013, and proposing all civil servants to wear batik Banyuwangi in work days between Thursday and Friday. It could be clearly seen that there is a good cooperation between government and entrepreneur to develop industry of batik Gajah Oling Banyuwangi from hold house industry to national and international industry. This influences social-economic aspect. Batik industry needs many workers especially women to do batik work. They are really known as a conservationist
Perancangan tata warna untuk Memvisualisasikan emosi pada film animasi “tarman: dendam kesumat”
Color is one of the most important basic elements in animated film. Color can
provide a certain mood to the audience so that the message to be conveyed by the
film can be delivered properly. The text convered explains the seacrh and
exploration process of color for an emotion of tension, sadness and peace. The
author also discusses the theory used to achieve the desired color in the film
Comparison of Machine Learning Algorithms for Classification of Drug Groups
The stages of clinical trials need to be carried out when determining a new drug group for patient management. This stage is considered quite long and requires a lot of money. Medical record system data continues to grow all the time. The data can be analyzed to find a pattern of grouping drugs used in the treatment of patients based on their body condition. Utilization of artificial intelligence (AI) technology can be done to classify drug data used during patient care. Machine learning as a branch of science in the AI field can be a solution to deal with these problems. Machines will learn, analyze, and predict drug requirements quickly with less cost. Based on related research, we contribute to comparing the performance of the best machine learning algorithms that can be used as drug classification models. The results of this study are the accuracy of the support vector machine algorithm is 94.7% while the random forest and decission tree algorithms are 98.2%. This shows that the algorithms that can be considered as a drug classification model are random forest and decision tree. This model needs to be tested on a larger dataset to produce the best accuracy value
Unlocking the Potential of OLT for Startup ISPs in Indonesia: Challenges and Strategies
This study explores the implementation of Optical Line Terminal (OLT) technology by Internet Service Providers (ISPs) startups in underserved and remote areas of Indonesia, examining its effectiveness, challenges, and opportunities. The research reveals that OLT technology can significantly improve internet service quality, with measurable increases in speed (up to 30%) and reliability (20% improvement), especially in rural areas. However, ISP startups face several technical challenges, including inadequate fiber optic infrastructure, high initial investment costs, and the complex geographical conditions across Indonesia’s diverse islands. Regulatory barriers, such as lengthy licensing processes and inconsistent policies, further hinder the deployment of OLT technology. Despite these challenges, the study identifies key opportunities for ISP startups to overcome these obstacles. Collaboration with government initiatives like the Palapa Ring and the potential integration with 5G and IoT technologies can reduce costs and accelerate network deployment. Additionally, leveraging existing infrastructure enables faster expansion of broadband services, particularly in remote regions. The research also finds that ISP startups adopting OLT technology can significantly narrow the digital divide by expanding service coverage in underserved areas, with a noted 25% increase in digital inclusion. These findings offer valuable insights for policymakers and business leaders, informing strategies to optimize OLT technology and foster a more equitable digital transformation across Indonesia, particularly in expanding access to broadband internet in marginalized regions
Rancang Aplikasi Sistem Informasi Bank Soal Dan Analisis Butir Soal Di Fakultas Kedokteran XYZ
Higher education in health has a very important role in providing quality human resources. The quality referred to is closely related to the quality of lecturers and the learning evaluation system so that university graduates will be ready and able to follow the policy of implementing the graduate competency test as a requirement for obtaining a competency certificate and registration certificate (STR). In practice, the evaluation of student learning generally uses a computer-based examination model (Computer Based Test - CBT). The questions written by the question writers were inputted into the CBT application to be tested on students. The problem faced is that there is no analysis of the questions that have been tested so that students do not get detailed feedback on the results of their exams. Likewise, the question writers could not know the quality of the questions they wrote.Keywords: Information System, Computer Based Test, Item Bank Administratio
Analisis Faktor – Faktor yang Berpengaruh Terhadap Ibu Hamil dalam Melakukan Kunjungan Antenatal Care (ANC) di Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat Tahun 2013
Maternal morbidity and mortality problem in Indonesia is still a big problem. Utilization of Antenatal Care Services (ANC) by a pregnant woman can be seen from the coverage of ANC (K1 and K4). However, when looking at the data profile Langkat District Health Office and Health Center Profile Besitang, there is a gap between the K1 and K4 (K1>K4). Based on the results of observations made by the author in District Besitang, still found the mother - pregnant women who do not perform pregnancy checks to health workers with regular antenatal care.
This research is explanatory research survey. The research goal is to analyze the factors that affect pregnant women in ANC visits in District Besitang Langkat district. The study population was all pregnant women in the District Besitang Langkat district, amounting to 1270 people and totaled 93 samples taken by simple random sampling. Primary data were collected through interviews, and data analysis was done by chi square test and simple logistic regression.
Results of the chi square test and logistic regression, it is known that the variables age, knowledge, education, and affordability have a relationship and influence on the ANC because the value of p <0.05.
This study is expected to provide input to the District Health Office Langkat to improve antenatal care in Sub Besitang, provide information to improve the knowledge of pregnant women, as well as improved performance and more attention to the welfare of the village midwife to be willing to live and settle in the village.Masalah kematian dan kesakitan ibu di Indonesia masih merupakan masalah besar. Pemanfaatan pelayanan Antenatal Care (ANC) oleh seorang ibu hamil dapat dilihat dari cakupan pelayanan ANC (K1 dan K4). Namun bila melihat data Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat dan Profil Puskesmas Besitang, terdapat kesenjangan antara K1 dan K4 (K1>K4). Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh penulis di Kecamatan Besitang, masih ditemukan ibu – ibu hamil yang tidak melakukan pemeriksaan kehamilannya ke petugas kesehatan pelayanan antenatal dengan teratur.
Jenis penelitian ini adalah survey explanatory research. Tujuan penelitan ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ibu hamil dalam melakukan kunjungan ANC di Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang ada di Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat yang berjumlah 1270 orang dan sampel berjumlah 93 orang yang diambil secara simple random sampling. Data primer dihimpun melalui wawancara, dan analisis data dilakukan dengan uji chi square dan uji regresi logistik sederhana.
Hasil uji chi square dan uji regresi logistik , diketahui bahwa variabel umur, pengetahuan, pendidikan, serta keterjangkauan memiliki hubungan dan pengaruh terhadap kunjungan ANC karena nilai p < 0,05.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat untuk meningkatkan pelayanan antenatal di Kecamatan Besitang, memberikan informasi untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil, serta meningkatkan kinerja dan lebih memerhatikan kesejahteraan bidan desa agar bersedia untuk tinggal dan menetap di desa.108 HalamanSkripsi Sarjan
