1,720,978 research outputs found
PERAN PEMANGKU KEPENTINGAN DALAM REVITALISASI SUNGAI TAWING UNTUK MENGATASI BENCANA BANJIR DI KABUPATEN TRENGGALEK
Revitalisasi Sungai Tawing merupakan langkah yang mendesak untuk dilakukan dalam rangka mengatasi bencana banjir dan menunjang kebutuhan sarana irigasi pertanian. Hingga saat ini, sektor pertanian masih menjadi salah satu andalan mata pencaharian bagi petani di wilayah Trenggalek. Berdasarkan hasil observasi di lapangan, keberadaan Sungai Tawing sebagai sumber daya air telah mengalami degradasi lingkungan yang mengkawatirkan bagi keberlanjutan sektor pertanian. Selain telah mengalami pendangkalan, beberapa titik lokasi telah beralih fungsi sebagai tempat pembuangan sampah dan digunakan sebagai sarana untuk membuang limbah kotoran ternak milik penduduk setempat. Debit air juga mengalami penurunan drastis pada saat musim kemarau, dan mengalami peluapan saat musim hujan sehingga menimbulkan banjir bandang yang parah di sekitar kawasan sungai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belum optimalnya peran pemangku kepentingan baik dari pemimpin lokal, tokoh dan masyarakat yang berada di sekitar sungai Tawing menjadi salah satu kendala dalam pengelolaan lingkungan dan mengatasi banjir di wilayah studi
PENGELOLAAN LIMBAH DOMESTIK BERBASIS KOMUNITAS DI KAWASAN DAERAH ALIRAN SUNGAI TAWING: Studi Kasus Di Kabupaten Trenggalek
Penelitian tentang pengelolaan limbah domestik berbasis komunitas Di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Tawing ini didasarkan pada fenomena bencana banjir yang terjadi hampir setiap tahun. Faktor penyebabnya tidak hanya karena faktor alam namun juga disebabkan adanya penurunan daya resap dan pendangkalan sungai di berbagai daerah. Hal ini terkait juga dengan kebiasaan, kesadaran, sikap dan perilaku masyarakat terhadap lingkungan yang masih rendah. Sebagian masyarakat di kawasan daerah aliran sungai Tawing masih membuang limbah domestiknya, baik kotoran maupun sampah rumah tangga ke sungai. Hal ini lebih disebabkan persepsi yang berkembang dalam masyarakat bahwa sungai berfungsi sebagai halaman belakang (backyard) sehingga sungai digunakan sebagai tempat pembuangan limbah. Di sisi lain keberadaan komunitas pemuda pecinta lingkungan di daerah di Kabupaten Trenggalek berdampak positif jika peran dan kapasitas komunitas tersebut dikembangkan terutama terkait dengan upaya pemberdayaan masyarakat dalam mengelola limbah domestiknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan limbah domestik yang dilakukan adalah aplikasi 3R (Reuse, Reduce dan Recycle) dengan kelompok sasaran: komunitas Ibu rumah tangga, Komunitas Petani, komunitas Guru dan pendamping dan Komunitas pemuda karang taruna. Strategi yang dikembangkan dalam pengelolaan limbah domestik meliputi: Perencanaan dan Program Pengembangan, Penguatan kelembagaan dan Pengembangan jaringan dan kerjasama. Hingga saat ini pengolahan limbah domestik menjadi pupuk organik, larangan meracuni sungai Tawing dan pemberian sanksi kepada masyarakat yang membuang sampah merupakan program yang sudah berjalan, namun dipandang perlu untuk dikembangkan dengan sasaran wilayah yang lebih luas. Sosialisasi secara intens dan pendampingan kepada kelompok sasaran perlu terus dilakukan agar terjadi keberlanjutan program
Pengaruh marketing mix terhadap keputusan nasabah melakukan pengajuan pembiayaan pada PT. BPRS Kedung Arto
Keputusan menggunakan pembiayaan oleh nasabah dapat menjadi sesuatu yang menarik untuk dipelajari oleh pihak bank. Karena semakin banyak jumlah nasabah yang menggunakan produk pembiayaan disuatu bank, dapat meningkatkan keuntungan dari bank tersebut. Namun, pengajuan pembiayaan pada PT. BPRS Kedung Arto pada tahun 2021 mengalami penurunan dikarenakan penyebaran virus COVID-19, dari penyebaran virus COVID-19 tersebut menjadikan peminat dari nasabah maupun calon nasabah tidak melakukan pengajuan pembiayaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh marketing mix terhadap keputusan nasabah melakukan pengajuan pembiayaan di BPRS Kedung Arto.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data primer menggunakan kuesioner skala likert. Jumlah responden yang dijadikan sample sebanyak 100 responden dan metode sample yang digunakan adalah purposive sampling, data yang diperoleh kemudian diolah dengan menggunakan alat bantu SPSS versi 23 dan analisis menggunakan analisis deskriptif statistik, pengujian validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik (uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, uji autokorelasi), analisis regresi linear berganda, pengujian hipotesis melalui uji T, uji F, serta koefesien determinasi (R2). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan hasil uji T (secara parsial ) menunjukkan bahwa variabel marketing mix tempat, promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan nasabah melakukan pengajuan pembiayaan di BPRS Kedung Arto, sedangkan variabel produk dan harga tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan nasabah melakukan pengajuan pembiayaan di BPRS Kedung Arto. Hasil uji F (simultan) memiliki hasil bahwa variabel produk, harga, tempat, dan promosi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap keputusan nasabah melakukan pengajuan pembiayaan di BPRS Kedung Arto
STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KAWASAN HUTAN SEBAGAI LANGKAH ANTISIPATIF DALAM PENANGANAN BENCANA BANJIR DAN TANAH LONGSOR DI KABUPATEN TRENGGALEK
Kabupaten Trenggalek sebagian besar merupakan wilayah pegunungan dengan luasan wilayah 126.140 ha dan mayoritas penduduknya bermatapencaharian sebagai petani. Namun ironisnya penggunaan tanah terbesar justru adalah hutan Negara seluas 60,936 ha atau 48,31% dari total wilayah Kabupaten Trenggalek. Hal ini dapat berdampak kurang menguntungkan bagi sebagian besar masyarakat setempat, jika penggunaan lahan untuk hutan Negara tersebut tidak melibatkan masyarakat setempat. Di sisi lain dengan kondisi geografis besar pegunungan dan sebagian dataran rendah kabupate Trengalek juga merupakan wilayah rawan bencana banjir dan tanah longsor. Jika kondisi sebagian besar hutan Negara pengelolaannya kurang lestar,maka punya kontribusi yang besar terhadap kerawanan seperti banjir dan tenah longsor. Sehingga pelibatan dan pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan merupakan upaya strategis untuk melestarikan hutan dan mengantisipasi bencana banjir dan tanah longsor
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH TENTANG PELAYANAN PUBLIK DI KOTA SURABAYA
This research aim to know about interpretation and implementation low of Public Service in Surabaya. This is qualitatif research and take many public officials as informan with snowball sampling methode. This research show that implementation law of public service not opptimaly because many resion: there are not minimum standart public services, quality of human resoursches, and carrying capacity of services not good. Beside that, there is not guide line to interpretation about low of public servise, so many officials have problems to implentation. So, needed change paradigm of public officials that they should give service not serviced by public. But, in generally, many officials public services aware that low of public servises in Surabaya is commitment type by government to increase quality of public service espesialy for Surabaya citizen
Pengaruh organizational trust, organizational commitment dan organizational justice terhadap organizational citizenship behavior (OCB): Studi pada karyawan Bank Mandiri cabang Bogor
Penelitian ini dilatar belakangi bahwa perilaku kewargaan atau Organizational Citizenship Behavior merupakan perilaku individu yang dipandang perlu untuk dikembangkan guna menciptakan individu yang dapat bekerjasama satu sama lain, untuk mengembangkan perilaku Organizational Citizenship Behavior yaitu dengan cara menciptakan Organizational Trust, Organizational Commitment dan Organizational Justice dikalangan individu.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Organizational Trust, Organizational Commitment dan Organizational Justice terhadap Organiztional Citizenship Behaviour (OCB). Dimana variabel independen yaitu Organizational Trust, Organizational Commitment dan Organizational Justice. Sedangkan untuk variabel independennya adalah Organiztional Citizenship Behaviour (OCB).
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan Bank Mandiri Bogor yang berjumlah 421 orang dan jumlah sampel yang digunakam sebanyak 81 responden. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi uji validitas, uji reliabilitas, analisis regresi linear berganda, pengujian hipotesis yang meliputi uji t, uji F, koefisien Determinasi ( R2 ) dan uji korelasi. Alat yang digunakan untuk melakukan analisis data program SPSS 20 yaitu sebuah software statistic yang sering digunakan dalam penelitian kuantitatif.
Hasil analisis menggunakan regresi linear berganda dapat diketahui bahwa variabel Organizational Trust, Organizational Commitment dan Organizational Justice berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen, yaitu Organiztional Citizenship Behaviour di Bank Mandiri Bogor. Hasil analisis menggunakan uji t dapat Organizational Trust, Organizational Commitment dan Organizational Justice berpengaruh signifikan terhadap Organiztional Citizenship Behaviour di Bank Mandiri Bogor, dengan variabel X_1 nilai signifikannya sebesar 0,000 < 0,05 variablel〖 X〗_2 nilai signifikannya sebesar 0,000 < 0,05 dan variabel X_3 0,000 < 0,05. Dan hasil analisis menggunakan uji f dapat Organizational Trust, Organizational Commitment dan Organizational Justice berpengaruh signifikan dengan nilai sebesar 0,000 yaitu Organiztional Citizenship Behaviour di Bank Mandiri Bogor. Hasil perhitungan koefisien determinasi menghasilkan (R2) sebesar 0,984 yang berarti bahwa pengaruh Organizational Trust, Organizational Commitment dan Organizational Justice terhadap Organiztional Citizenship Behaviour di Bank Mandiri Bogor sebesar 98,4% sedangkan sisanya 1,6% dijelaskan oleh factor-faktor lain yang tidak diteliti oleh peneliti
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH TENTANG PELAYANAN PUBLIK DI KOTA SURABAYA
This research aim to know about interpretation and implementation low of Public Service in Surabaya. Beside that, to aim for complicated researchs about region law within public service in Surabaya and give in put to decision maker to attitude law of public service in Surabaya. This research do in Surabaya city and take many public officials as informant with snowball sampling model. This is kualitatif research with use diskriptif analysis. Out put of this research show that interpretation of public officials to law of public serveice in Surabaya city is diferents because; First, the law of public service is new, so there is not technical references to interpretation law of public service. Second, every public service have subject service and character diferences so, interpretation of pubic service become different. Third, there is not the
same of reference to implementation of low public services. Fourth, there is not change paradigm of public officials that they should give service not serviced by public. But, in generally, for many official public that’s mean as commitment type of government to increase quality of public service espesialy for Surabaya citizen. Althougt, consciously that implementation law of public service not opptimaly because many resion: there are not Standart of minimum Services from public services, quality of human resoursches, and carrying capacity of services not goo
KREATIVITAS GURU DALAM MENGEMBANGKAN MEDIA PEMBELAJARAN DI SDN 2 BAMBAPUN
This study aims to determine the extent of teacher creativity in developing instructional media at SD Negeri 2 Bambapun. The research employed a qualitative approach with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The subjects were the principal, the fifth-grade teacher, and students. The results show that teachers demonstrate creativity in three main indicators: person, process, and product. Creativity is evident in teachers\u27 use of simple materials from their surroundings and the integration of technological media like Chromebooks. Key supporting factors include the principal\u27s encouragement and the availability of electronic media. In contrast, limiting factors involve the lack of human resources in the form of facilitators or training, as well as inadequate IT devices. This research emphasizes the importance of institutional support and continuous professional development to enhance teachers\u27 creativity in educationPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kreativitas guru dalam mengembangkan media pembelajaran di SD Negeri 2 Bambapun. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelas V, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menunjukkan kreativitas dalam tiga indikator utama: person, proses, dan produk. Kreativitas tampak dalam usaha guru memanfaatkan bahan sederhana dari lingkungan sekitar serta penggunaan media teknologi seperti Chromebook. Faktor pendukung utama adalah dukungan kepala sekolah dan tersedianya media elektronik. Sedangkan faktor penghambat adalah terbatasnya sumber daya manusia dalam bentuk fasilitator atau pelatihan serta kurangnya perangkat IT. Penelitian ini menekankan pentingnya dukungan institusional dan pelatihan berkelanjutan untuk mendukung kreativitas guru dalam pembelajara
STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KAWASAN HUTAN SEBAGAI LANGKAH ANTISIPATIF DALAM PENANGANAN BENCANA BANJIR DAN TANAH LONGSOR DI KABUPATEN TRENGGALEK
Kabupaten Trenggalek sebagian besar merupakan wilayah pegunungan dengan luasan wilayah 126.140 ha dan mayoritas penduduknya bermatapencaharian sebagai petani. Namun ironisnya penggunaan tanah terbesar justru adalah hutan Negara seluas 60,936 ha atau 48,31% dari total wilayah Kabupaten Trenggalek. Hal ini dapat berdampak kurang menguntungkan bagi sebagian besar masyarakat setempat, jika penggunaan lahan untuk hutan Negara tersebut tidak melibatkan masyarakat setempat. Di sisi lain dengan kondisi geografis besar pegunungan dan sebagian dataran rendah kabupate Trengalek juga merupakan wilayah rawan bencana banjir dan tanah longsor. Jika kondisi sebagian besar hutan Negara pengelolaannya kurang lestar,maka punya kontribusi yang besar terhadap kerawanan seperti banjir dan tenah longsor. Sehingga pelibatan dan pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan merupakan upaya strategis untuk melestarikan hutan dan mengantisipasi bencana banjir dan tanah longsor
- …
