26 research outputs found
Hybrid PI-Fuzzy controller based static var compensator for voltage regulation under uncertain load conditions
This paper presents the voltage regulation strategy under uncertain load condition, using Hybrid PI-Fuzzy controller based Static Var Compensator. The Static Var Compensator could obtain the appropriate value of injected susceptance by triggering the thyristor of the SVC with proper firing angle. This proper firing angle could be acquired by Hybrid PI-Fuzzy control strategy. A series of connected simple PI controller and Fuzzy logic controller formed the Hybrid PIFuzzy controller. The simulations showed that this control strategy is capable to regulate the voltage under uncertain load. The proposed controller resulted in an average settling time of 0.1346 seconds for the first case and 0.1469 seconds for the second case. The conventional PI controller resulted in an average settling time of 0.188 seconds for the first case and 0.1702 seconds for the second case
Pengembangan Static Var Compensator Berbasis Hybrid PI-Fuzzy Logic Sebagai Pengatur Tegangan Sistem Distribusi Akibat Penetrasi Pembangkit Energi Baru Terbarukan Tersebar
Pemanfaatan energi baru terbarukan tersebar (DG) meningkat sangat drastis dalam satu dekade terahir. Keberadaan DG dalam sistem kelistrikan memiliki dampak positif terhadap kebersihan lingkungan, karena tidak ada gas emisi dalam proses pembangkitan energi, serta dapat menurunkan rugi rugi pada sistem kelistrikan. Sedangkan dampak negatif yang timbul adalah energi yang dibangkitkan oleh DG berfluktuasi berdasarkan kondisi alam. Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), sebagai salah satu jenis dari DG, memiliki karakteristik yang unik dibanding dengan beberapa pembangkit yang lain. Tegangan keluaran dari PLTB selalu berfluktuasi sepanjang hari seiring dengan fluktuasi kecepatan angin, demikian juga dengan daya aktif (P) dan daya reaktif (Q). Penetrasi PLTB ke sistem kelistrikan dalam jumlah besar berpengaruh pada profil tegangan serta kestabilan sistem. Salah satu metode pengaturan terhadap tegangan yang berfluktuasi tersebut adalah dengan pemasangan Static Var Compensator (SVC) tipe Thyristor Switched Capacitor-Thyristor Controlled Reactor (TSC-TCR). TSC-TCR berfungsi sebagai kompensator daya reaktif. Kelebihan dari TSC-TCR jika dibandingkan dengan kompensator yang lain adalah memiliki fleksibilitas pengendalian yang sangat bagus, dan respon terhadap perubahan yang cepat. Pada penelitian ini, performansi dari TSC-TCR ditingkatkan dengan menggunakan metode pengendali Hybrid PI-Fuzzy Logic (HPI-FL). Metode ini merupakan gabungan antara pengendali Fuzzy Logic (FL) dan PI Controller yang memiliki kelebihan mampu menemukan parameter terbaik dari PI dan FL, serta menghasilkan sebuah sistem pengendali yang mampu memberikan respon lebih baik jika dibandingkan dengan PI atau FLC yang berdiri sendiri. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa rancangan sistem kendali TSC-TCR dengan metode HPI-FL. Sebagai validasi terhadap efektifitas regulasi tegangan sistem, metode kendali HPI-FL dibandingkan dengan metode: PI konvensional, dan FL-based Self-Tuning PI (FST-PI). Metode yang diusulkan, HPI-FL, terbukti mampu memberikan respon yang sangat baik.
===============================================================================================================================
The use of Distributed Generation (DG) has increased dramatically in the last decade. The existence of DG in the electrical system network has a positive impact on environmental cleanliness, because there are no gas emissions in the energy generation process, and can reduce network losses. In contrast, the negative impact is the fluctuating energy generated by DG based on natural conditions. The wind power plant (PLTB), as one type of DG, has unique characteristics compared to several other plants. The output voltage from PLTB always fluctuates throughout the day along with fluctuations in wind speed, as well as active power (P) and reactive power (Q). Penetration of PLTB in a large number to electrical systems network affects the voltage profile and the stability of the system. One method of regulating the fluctuating voltage is by installing a Static Var Compensator (SVC) type Thyristor Switched Capacitor-Thyristor Controlled Reactor (TSC-TCR). TSC-TCR functioned as a reactive power compensator. The advantages of TSC-TCR when compared to other compensators are that it has very good control flexibility, and response to rapid changes. In this study, the performance of the TSC-TCR was improved by using the Hybrid PI-Fuzzy Logic (HPI-FL) control method. This method is a combination of Fuzzy Logic (FL) controller and PI Controller which has the advantage of being able to find the best parameters of PI and FL, and produces a control system that is able to provide better response when compared to a stand-alone PI or FLC. This study contributes in the design of a TSC-TCR control system with the HPI-FL method. As a validation of the effectiveness of system voltage regulation, the HPI-FL control method is compared with the conventional PI method, and FL-based Self-Tuning PI (FST-PI). The proposed method, HPI-FL, proved to be able to provide a very good response
SOLAR TRACKING SYSTEM SINGLE AXIS PADA SOLAR SEL UNTUK MENGOPTIMALKAN DAYA DENGAN METODE ADAPTIVE NEURO-FUZZY INFERENCE SYSTEM (ANFIS)
Pada saat ini salah satu jenis energy alternative yang berkembang pesat dan banyak digunakan oleh banyak negara adalah energy matahari yang digunakan sebagai pembangkit listrik dalam bentuk sel surya. Teknologi ini dapat mengkonversi intensitas matahari menjadi energi listrik. Dalam pengembangannya diperlukan sebuah sistem pengendali untuk mengoptimalkan daya keluaran sel surya, sistem tersebut bertujuan untuk mengontrol posisi sel surya agar selalu tegak lurus dengan arah matahari secara otomatis. Sistem yang digunakan untuk pengaturan tersebut dinamakan sistem tracking matahari dengan kontrol Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS). Hasil yang diperoleh dari sistem ini adalah sel surya dinamis yang dapat tegak lurus dengan arah matahari sehingga mendapatkan nilai tegangan, arus dan daya yang lebih besar dibandingkan dengan sel surya yang statis
Optimalisasi Penempatan UPFC pada Sistem Jawa Bali 500kv Menggunakan Algoritma Genetika
The transmission network is an important part of the power system to deliver electrical energy from the power plant to the load, therefore the power system must be maximized to achieve optimal power flow, Unified Power Flow Control (UPFC) is one of the Flexible AC Transmission System (FACTS ) capable of controlling the power of the transmission line separately on electrical transmission and can be mounted on both the sender and the receiving end of the power. The UPFC power injection model to the transmission line is made in a power flow equation. In the Java Bali (Jali) 500 kV system analyzed by the Genetic Algorithm method, to produce a power injection that minimizes the active and reactive power losses of the transmission line without exceeding the UPFC device limit. In the Java Bali (Jali) 500 kV system analyzed by Genetic Algorithm method, the optimum UPFC value of Reactive Power injected to the system for bus 39 is 9695.593207MVar, bus 15 is 10598.78754 MVar, and on bus 37 is10755.88608 MVar. The total loss of channel power on the system prior to installation of UPFC is1815.775809 MW, while the total loss of channel power in the system after installing UPFC with GA is1537.391648 MW
Eliminasi ELIMINASI HARMONISA PADA DOUBLY-FED INDUCTION GENERATOR MENGGUNAKAN FILTER PASIF
Saat ini berbagai cara untuk memanfaatkan sumber energi terbarukan seperti angin, matahari, pasangsurut, hidro, dan lain-lain untuk menggantikan energi fosil menjadi perhatian khusus. Energi anginmerupakan yang paling umum digunakan. Karena Doubly-Fed Induction Generator (DFIG) mengubahtegangan dari AC ke DC lalu diubah kembali ke AC dengan menggunakan Rotor Side Converter(RSC) dan Grid Side Converter (GSC) yang mana saat kecepatan berubah secara signifikan akanmenyebabkan masalah seperti jatuh tegangan, timbulnya distorsi harmonik, tegangan tidak stabil, danlain-lain. Dengan menggunakan filter pasif dapat mengurangi harmonisa sekecil mungkin hinggabentuk gelombangnya semakin mendekati sinusoidal. Pada penelitian ini untuk mengurangi harmonisayang timbul pada sistem DFIG menggunakan filter pasif jenis passive single tuned (LC). Menunjukankondisi lebih baik setelah menggunakan filter pasif tipe single tuned. Analisa besar total harmonic distortion (THD) dilakukan dengan 5 skema penggunaan kecepatan angin yang berbeda-beda denganrata-rata THD pada 5 kecepatan angin yang meningkat saat sebelum menggunakan filter pasif tipesingle tuned 15.35% THDi, dan sesudah menggunakan filter pasif tipe single tuned 1.40% THDi.Besar rata-rata total eliminasi menghasilkan 11.63%.
 
Diode Clamped Multilevel Inverter Berbasis Fuzzy Logic Sebagai Peredam Harmonik Pada Sistem Kelistrikan Kapal Akibat Propulsi Elektrik
Transportasi merupakan salah satu hal yang penting dalam kehidupan saat ini. Kapal merupakan salah satu transportasi yang digunakan. Umumnya kapal masih menggunakan propulsi bertenaga diesel yang mana saat kecepatan meningkat akan membutuhkan konsumsi bahan bakar yang lebih banyak. Dengan menggunakan propulsi elektrik dapat mengurangi konsumsi bahan bakar, pengaturan kecepatan yang mudah melalui konverter frekuensi. Timbulnya harmonik distorsi pada sistem kelistrikan kapal mengakibatkan berkurangnya kualitas daya listrik pada kapal dan gangguan yang tidak diinginkan. Dalam penelitian ini untuk meredam besar harmonik menggunakan diode clamped multilevel inverter (DCMLI) tiga tingkat dengan fuzzy logic sebagi kontrol keseimbangan tegangan pada kapasitor DCMLI. Menunjukan kondisi THDi yang lebih baik setelah menggunakan kontrol fuzzy logic untuk keseimbangan tegangan kapasitor DCMLI. Analisa besar total harmonic distortion (THD) dilakukan dengan penggunaan propulsi elektrik Main propulsion dan Bow Thruster, dengan rata-rata besar THD pada Main propulsion 0.44% THDv dan 208.53% THDi sebelum dengan kontrol fuzzy logic, dan sesudah dengan kontrol fuzzy logic 7.86% THDv dan 92.55% THDi. Pada Bow Thruster rata-rata THD sebesar 0.90% THDv dan 208.68% THDi saat sebelum dengan kontrol fuzzy logic, dan sesudah dengan kontrol fuzzy logic 6.62% THDv dan 62.51% THDi
MAXIMUM POWER POINT TRACKER (MPPT) BERDASARKAN METODE PERTURB AND OBSERVE DENGAN SISTEM TRACKING PANEL SURYA SINGLE AXIS
Energi terbarukan merupakan salah satu dari energi alternatif sebagai pengganti bahan bakar untuk pembangkit listrik. Diantaranya yaitu Energi surya. Sebagaimana diketahui bahwa cahaya baik yang tampak maupun yang tidak tampak memiliki dua buah sifat yaitu sebagai gelombang dan sebagai partikel yang disebut foton. Dengan memanfaatkan energi surya tersebut, diperoleh solusi yaitu sistem yang mampu memaksimalkan tegangan atau yang disebut Maximum Power Point Tracker (MPPT). Dimana dengan Maximum Power Point Tracker tersebut bertujuan untuk memaksimalkan keluaran daya yang diserap lebih optimal. Algoritma penjejak menggunakan perturb and observe. Sebuah algoritma yang mencari dP/dV yang bernilai nol sebagai pertanda puncak kurva Maximum Power Point (MPP). Untuk lebih memaksimalkan lagi, sistem yang dibuat pada penelitian ini menggunakan sistem panel surya bergerak. Dimana penggeraknya menggunakan motor DC gearbox. Hasil yang diperoleh dari sistem ini adalah tracking panel surya single axis yang dapat tegak lurus dengan arah matahari dan mendapatkan nilai tegangan, arus dan daya yang lebih besar dengan menggunakan Maximum Power Point Tracker (MPPT) berdasarkan metode perturb and observe
RANCANG BANGUN DAN MONITORING IOT BUCK BOOST CONVERTER MENGGUNAKAN METODE NEURAL NETWORK SEBAGAI PENSTABIL TEGANGAN PADA WIND TURBINE
Pada saat ini Energi terbarukan yang berkembang semakin cepat dan banyak digunakan untuk kebutuhan akan energi listrik, salah satunya energi angin yang dikonversikan menjadi energi listrik. Namun dalam mengkonversian energi kinetik (energi angin) menjadi energi listrik pada pembangkit energi angin dipengaruhi banyaknya hal yang menyebabkan hasil energi listrik tidak begitu optimal. Dalam pengembangannya diperlukan sebuah sistem pengendali untuk mengoptimalkan dan memonitoring daya keluaran wind turbine. Pada penelitian ini akan menggunakan sistem Voltage Control pada yang menggunakan metode Neural Network Buck Boost converter berdasarkan nilai tegangan yang dihasilkan oleh generator DC magnet permanent dan monitoring berbasis Internet of Things (IoT) akan memberikan kemudahaan memonitoring perubahaan tegangan secara online Dalam perencanaan sistem Voltage Control metode Neural Network akan mengontrol tegangan referensi yang akan kebeban, kemudian kontrol ini akan dipasang pada Buck Boost converter dengan merubah nilai duty cycle tersebut agar mendapatkan keluaran tegangan yang stabil. hasil dari penelitian ini menunjukan sistem Voltage Control wind generator pada saat kecepatan angin rendah atau keadaan kecepatan angin tinggi dan mampu memonitoring output tegangan wind generator.Kata kunci : Buck Boost Converter, Internet Of Things, Voltage Control, Neural Network.Â
SMART METER DAN PENGONTROL PENGGUNAAN ENERGI LISTRIK BERDASARKAN SMART RELAY DENGAN KOMUNIKASI ETHERNET DAN WIRELESS
Akhir-akhir ini pemerintah memberikan petunjuk arah bagi masyarakat untuk bijak menggunakan energi listrik yang disupply oleh Perusahan Listrik Negara (PLN). Hal itu karena pertumbuhan pelanggan listrik lebih cepat dibandingkan dengan pembangunan pembangkit listrik tenaga listrik di indonesia . Namun untuk menerapkan penggunaan energi listrik pada Kilowatt jam ( kWh ) rumah dengan angka yang sulit berhubungan dengan orang awam dan keterbatasa tersebut maka kami akan membuat sebuah prototipe “smart meter dan pengontrolan penggunaan energi listrik berdasakan smart relay dengan komunikasi Ethernet dan wireless”. Dengan menggunakan data arus dan tegangan yang di olah menggunakan fungsi matematika untuk mendapatkan satuan daya listrik. Dibandingkan dengan menggunakan mikro controller sekelas arduino ketahanan dan kontinuitas smart relay yang lebih terjamin, Keunggulan prototipe ini mudah diterapkan karena dalam bentuk angka, menampilkan penggunaan energi listrik dan dapat mengendalikan (on / off) peralatan listrik yang dapat diakses dari layar smart relay dan komputer pribadi dengan komunikasi ethernet dan nirkabel. Pada alat smart meter ini tidak mempertimbangkan phi, perhitungan perhitungan perkalian antara data hasil tegangan dan arus listrik beban
