1,721,069 research outputs found
PRARANCANGAN PABRIK KLOROFORM DARI ASETON DAN BLEACHING POWDER KAPASITAS 20.000 TON / TAHUN
Pabrik kloroform dengan bahan baku aseton dan bleaching powder dengan kapasitas 20.000 ton per tahun direncanakan beroperasi selama 330 hari per tahun. Proses pembuatan kloroform dilakukan dalam reaktor still berpengaduk yang berkerja secara batch, yang berlangsung pada fase cair-cair, searah, eksotermis, non adiabatis pada suhu 40o
C tekanan 1 atm, dan pabrik ini digolongkan pabrik berisiko rendah. Kebutuhan bleaching powder pada pabrik ini sebanyak 12.810,1774 kg per jam dan kebutuhan aseton sebanyak 1.281,0177 kg per jam. Produk berupa kloroform sebanyak 2.525,2525 kg per jam. Utilitas pendukung proses meliputi air sebesar 58.599,1515 kg per jam yang diperoleh dari air sungai Cidanau. Penyediaan saturated steam sebesar 11.616,7175 kg per jam yang diperoleh dari boiler dengan
bahan bakar solar sebesar 17,2964 m3 per hari, kebutuhan udara tekan sebesar 10 m3 per jam, kebutuhan refrigerant 258.962,1844 kg per jam, kebutuhan listrik diperoleh dari PLN dan satu buah generator set sebesar 700 KW sebagai cadangan. Pabrik ini didirikan di kawasan industri Cilegon, Banten dengan luas tanah sebanyak 25.000 m2 dan jumlah karyawan 156 orang. Pabrik kloroform ini periode pembangunan selama 1,5 tahun dan umur pabrik diperkirakan selama 10 tahun. Pabrik kloroform ini menggunakan modal tetap sebesar Rp 328.760.691.113 dan modal kerja sebesar Rp 903.866.882.541. Dari analisa ekonomi, pabrik ini menunjukkan keuntungan sebelum pajak sebesar Rp 186.586.874.685,61 per tahun, setelah dipotong pajak 35% keuntungan menjadi Rp 121.281.468.545,64 per tahun. Return On Investment (ROI) sebelum pajak 56,75% dan setelah pajak 36,89%. Pay Out Time (POT) sebelum pajak selama 1,49 tahun dan setelah pajak selama 2,13 tahun. Break Even Point (BEP) sebesar 49,22% dan Shut Down Point (SDP) sebesar 40,28%. Discounted Cash Flow (DCF) terhitung sebesar 25,91%. Dari analisa kelayakan diatas disimpulkan, bahwa pabrik ini menguntungkan dan layak untuk didirikan
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI METODE SNOWBALL PADA SISWA KELAS IV SD MUHAMMADIYAH 16 KARANGASEM TAHUN AJARAN 2010/2011
Penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas. Dalam melakukan proses
pembelajaran guru dapat memilih dan menggunakan beberapa metode mengajar.
Kelas yang diadakan penelitian adalah kelas IV yang didasari oleh hasil observasi
yaitu: siswa ramai, siswa sulit memahami pelajaran IPA, konsentrasi siswa dalam
pelajaran tidak terfokus, kurang keaktifan siswa dalam pembelajaran,dan
rendahnya hasil belajar siswa. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk
mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dalam penguasaan materi
pembelajaran IPA melalui metode snowball pada siswa kelas IV SD
Muhammadiyah 16 Karangasem tahun ajaran 2010/2011. Teknik pengumpulan
data hasil belajar IPA diambil dengan menggunakan observasi, wawancara,
catatan lapangan, dokumentasi, dan test. Analisis data dari penelitian ini dengan
cara deskriptif kualitatif, yaitu dengan cara menganalisis data perkembangan
siswa dari siklus I sampai siklus III. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi
peningkatan pemahaman konsep IPA bagi siswa dan hasil belajar siswa. Pada
aspek kognitif sebelum tindakan didapat rata-rata nilai siswa sebesar 59,4, rata-
rata siklus I meningkat menjadi 66,1, rata-rata siklus II meningkat menjadi 67, dan
siklus III meningkat menjadi 70,2. Sedangkan pada aspek afektif rata-rata siklus I
sebesar 19, rata-rata siklus II meningkat menjadi 22,3 dan siklus III meningkat
menjadi 26. Pada aspek psikomotor rata-rata siklus III 12,5. Berdasarkan hasil
penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan pendekatan Snowball
meningkatkan hasil belajar IPA pada materi pokok Energi Alternative siswa kelas
IV SD Muhammadiyah 16 Karangasem tahun ajaran 2010/2011
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN, KESAN HARGA DAN CITRA PERUSAHAAN TERHADAP KEPUASAAN KONSUMEN YANG BERDAMPAK PADA LOYALITAS KONSUMEN RSUD Dr. M. ASHARI
Kualitas produk dan citra perusahaan merupakan konsepyang sangat pentingbagiperusahaan, sehingga perusahaan harusmemahami jikamereka ingintetapkompetitifdan berkembang. Konsumen yang merasa puas karena terpenuhinyakebutuhan akan membentuk dasar dari setiap bisnis yang sukses dan mengarahkepada kepuasan konsumen sehingga akan terbentuk loyalitas konsumen.Berdasarkan keterbatasan penelitian terdahulu, maka penelitian ini laksanakanpada industri jasa dan menambahkan variabel persepsi harga sebagai variabelindependent. Penelitian dilakukan di sektor jasa rumah sakit yaitu pasien rawatinap. Jumlah responden 152 orang. Teknik simple random sampling pasien yangtelah rawat inap lebih dari 2 hari adalah Teknik yang digunakan dalam jenispenelitian kali ini. Alat analisis menggunakan stuctural equation modellingdengan program AMOS.18. Hasil analisis sebagai berikut: nilai variabel antaramutu pelayanan terhadap kepuasan konsumen dengan nilai p value lebih besardibandingkan dengan nilai rata-rata terendah. Nilai variabel persepsi hargaterhadap kepuasan konsumen dengan nilai p value kecil dibandingkan dengannilai rata-rata terendah. Nilai variabel citra perusahaan terhadap konsumen yangsenang dengan nilai p value lebih kecil dibandingkan dengan nilai rata-rataterendah. Nilai variabel kepuasan konsumen terhadap komitmennya dengan nilaip value lebih besar dibandingkan dengan nilai rata-rata terendah. Nilai variabelkualitas layanan terhadap loyalitas konsumen dengan nilai p value lebih kecildibandingkan dengan nilai rata-rata terendah.Nilai variabel kesan hargaterhadap loyalitas konsumen dengan nilai p value lebih besar dibandingkan nilairata-rata terendah. Nilai variabel nama baik perusahaan terhadap loyalitaskonsumen dengan nilai p value lebih besar dibandingkan nilai rata-rata terendah.Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa kualitas layanan tidak berpengaruhterhadap kepuasan konsumen, persepsi harga berpengaruh terhadap kepuasanpelanggan, citra perusahaan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan,kepuasan konsumen tidak berpengaruh terhadap loyalitas, kualitas layananberpengaruh terhadap loyalitas, kesan harga tidak berdampak terhadap loyalitasdan citra perusahaan tidak berpengaruh signifikan pada komitmen konsumen.Kata kunci:Kualitas layanan, Persepsi Harga, Citra Perusahaan, Kepuasan Konsumen, Loyalitas
Penjadwalan Jalur Bus dalam Kota dengan Model Petrinet dan Aljabar Max-Plus (Studi Kasus Busway TransJakarta)
Jaringan jalur bus dalam kota merupakan salah satu fasilitas transportasi umum yang memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat kota yang mempunyai karakteristik mobilitasnya cukup tinggi. Jaringan bus TransJakarta (Busway) di Jakarta merupakan salah satu contohnya. Jaringan bus tersebut dibangun antara lain sebagai solusi permasalahan di sektor angkutan umum dan memberikan pilihan solusi untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di Jakarta. Salah satu masalah penting dalam sistem transportasi tersebut yang menjadi keluhan masyarakat adalah mengenai ketidakpastian waktu tunggu kedatangan bus di tiap-tiap halte, hal ini dimungkinkan antara lain karena belum adanya penjadwalan yang baik pada sistem tersebut. Dalam penelitian ini akan dilakukan penjadwalan keberangkatan bus menggunakan pendekatan aljabar max-plus dengan terlebih dahulu mengkontruksi model sistem dengan Petrinet. Studi kasus dalam penelitian ini adalah jaringan bus TransJakarta. Dari penelitian ini diharapkan memperoleh desain jadwal keberangkatan bus di tiap halte pada masing-masing korido
UPGRADING PENGURUS HIMPUNAN MAHASISWA DIII INSTRUMENTASI DAN ELEKTRONIKA FMIPA UNDIP 2009 âMembangun Loyalitas, Profesionalitas dan Solidaritasâ
Kegiatan Upgrading Pengurus HMPS DIII Insel 2009 ini bertujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan loyalitas serta komitmen pengurus HMPS DIII INSEL terhadap HMPS
DIII INSEL itu sendiri serta memberikan pengetahuan tambahan kepada pengurus HMPS DIII INSEL sehingga dapat meningkatkan kinerja dalam mengelola HMPS DIII INSEL Peserta Upgradin
ANALISIS PENGARUHCAPITAL ADEQUACY RATIO,NET INTEREST MARGIN,BIAYA OPERASIONALPENDAPATANOPERASIONAL, LOAN TODEPOSIT RATIO,SBIDANKURS TERHADAP RETURN ON ASSET (Studi Komparasi antara BankUmum SwastaNasional DevisaDan Bank Asing)
Penelitian menganalisis pengaruh Capital Adequacy Ratio, Net Interest Margin, Biaya Operasional Pendapatan Operasional, Loan to Deposit Ratio, SBI DAN KURS terhadap Return On Asset Bank Umum Swasta Nasioal Devisa dan
Bank Asing antara tahun 2005-2009 serta perbedaan pengaruh CAR, NIM, BOPO, LDR, suku bunga SBI dan Kurs terhadap ROA antara Bank Umum Swasta Nasional Devisa danBank Asing.
Metode analisis digunakan Regresi Berganda, koefisien determinasi, Uji Signifikansi F dan Uji Signifikansi t. Untuk mengetahui perbedaan pengaruh CAR, NIM, BOPO, LDR, Suku bunga SBI dan Kurs terhadap ROA antara Bank Umum SwastaNasional Devisadan Bank Asing digunakan Uji-Chow.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa secara simultan CAR, NIM, BOPO, LDR, Suku bunga SBI dan Kurs berpengaruh terhadap ROA baik pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa maupun pada Bank Asing. Pada bank Umum Swasta Nasional Devisa variable independen yang berpengaruh terhadap ROA adalah CAR, NIM, BOPO, dan tingkat suku bunga SBI, sedangkan pada Bank
Asing variabel independen yang berpengaruh terhadap ROA adalah CAR, BOPO,dan LDR. Berdasarkan uji Chow dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara Bank Umum Swasta nasional Deviasa dan Bank Asing dalam hal pengaruh CAR, NIM, BOPO, LDR suku bunga SBI dan Kurs
terhadap RO
DOSEN FISIKA UNDIP PEMENANG âFOR WOMAN IN SCIENCE"
Berdasarkan Kompas.com pada tgl 04 Desember 2009 dan telepon yang diterima langsung oleh Ngurah Ayu
Ketut Umiati, M.Si pada tanggal 03 Desember 2009 yang memberi kabar bahwa beliau masuk di grand final
ajang "for Woman in Science" , Universitas Diponegoro Semarang telah menempatkan 2 finalis di dalam
ajang penganugerahan L'Oreal Indonesia Fellowships for Woman in Science yang merupakan program hasil
kerjasama antara L'Oreal Group dan UNESCO, adalah Dr. Eng. Hendri Widiyandari, M.Si (pemenang di
kategori material science) dan Ngurah Ayu Ketut Umiati, M.Si (lolos di Grand Final)
Upaya meningkatkan pemahaman peserta didik tentang sistem organisasi kehidupan melalui penerapan model experiential learning pada kelas VII MTs Sunan Kalijaga Kabupaten Boyolali
Skripsi ini membahas mengenai upaya meningkatkan Pemahaman Peserta Didik tentang Sistem Organisasi Kehidupan melalui Penerapan Model Experiential Learning pada Kelas VII MTs Sunan Kalijaga Kabupaten Boyolali. Yang melatarbelakangi penelitian ini adalah bahwa pada MTs Sunan Kalijaga masih diwarnai dengan metode ceramah sehingga pemahaman peserta didik kurang optimal. Penelitian ini termasuk jenis penelitian tindakan kelas untuk menjawab permasalahan : apakah penerapan model Experiential Learning dapat meningkatkan pemahaman peserta didik tentang Sistem Organisasi Kehidupan pada Kelas VII MTs Sunan Kalijaga Kabupaten Boyolali? Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan melibatkan 28 peserta didik kelas VII MTs Sunan Kalijaga Tahun Pelajaran 2014/2015. Data penelitian diambil dari nilai tes akhir pada setiap siklus dan observasi keaktifan pada setiap pertemuan. Data dianalisis secara deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan rata-rata hasil tes akhir pada setiap siklusnya. Pada tes akhir siklus I, persentase peserta didik yang tuntas 10,71 % dengan rata-rata nilai 59,8. Rata-rata meningkat menjadi 86,25 pada tes akhir siklus II dengan persentase peserta didik yang tuntas mencapai 79 %.
Berdasarkan hasil observasi keaktifan juga mengalami peningkatan pada setiap pertemuan. Observasi 1 diperoleh rata-rata 69,64 dan persentase peserta didik yang tuntas 35,71 % dengan kategori gagal. Mengalami peningkatan pada observasi 2 yaitu rata-rata 73,81 dan persentase peserta didik yang tuntas 67,88 % sehingga kategori baik. Lebih meningkat lagi pada observasi 3 diperoleh rata-rata 74,40 serta persentase peserta didik yang tuntas mencapai 71,43 % dengan kategori baik. Serta observasi 4 menunjukkan peningkatan yang signifikan yaitu rata-rata 77,68 dan persentase peserta didik yang tuntas mencapai 85,71 % dengan kategori sangat baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model Experiential Learning dapat meningkatkan pemahaman peserta didik tentang Sistem Organisasi Kehidupan pada Kelas VII MTs Sunan Kalijaga Kabupaten Boyolali
Pola Pengembangan Pendidikan Karakter Kreatif dan Tanggung Jawab di Pondok Pesantren Pendidikan Islam Miftahussalam Banyumas
Penerapan pola pengembangan pendidikan karakter yang ada di pondok pesantren sangat efektif dalam pembinaan karakter kreatif dan tanggung jawab santri. Hal ini erat kaitannya dengan tujuan pendidikan yaitu membentuk pribadi muslim yang berakhlakul karimah dan menjadi pribadi muslim yang kaffah.
Obyek penelitian ini adalah Pondok Pesantren Pendidikan Islam Miftahussalam Banyumas merupakan salah satu pondok pesantren yang menerapkan sistem Pendidikan 24 jam di dalam asrama dengan Pendidikan Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah di dalamnya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang berusaha menjelaskan pola pengembangan pendidikan karakter kreatif dan tanggung jawab dan bagaimana cara penerapannya. Informasi didapatkan dengan cara melakukan observasi secara langsung ke pondok, melakukan wawancara dengan pimpinan pondok dan beberapa ustadz ustadzah di pondok serta dengan para santri yang tinggal di pondok, yang kemudian disajikan dalam bentuk uraian deskriptif serta dianalisis secara mendalam.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya pola pengembangan pendidikan karakter kreatif dan tanggung jawab dengan: 1) Tata tertib dasar santri, 2) Kurikulum, 3) Pembiasaan, 4) Keteladanan, 5) Organisasi Kepeserta didikan. Sedangkan nilai-nilai karakter kreatif santri terlihat dari: 1) pola pikir, 2) Keberanian, 3) Sikap optimis. Nilai-nilai karakter tanggung jawab santri terlihat dari: 1) Pemberian tugas, 2) Menjadi pemimpin, 3) Menjadi tutor sebaya. Implementasi pola pengembangan pendidikan karakter kreatif dan tanggung jawab terdapat di dalam kegiatan intrakurikuler dan kegiatan ekstrakurikuler serta dalam aktivitas kegiatan santri. Implikasi pola pengembangan pendidikan karakter kreatif dan tanggung jawab santri terlihat dari kepribadian santri, perolehan prestasi santri dan penurunan perilaku negative santri
- …
