1,723,507 research outputs found
Nyanyian Akar Rumput: Kumpulan Lengkap Puisi Wiji Thukul
Wiji Thukul adalah sosok penyair besar Indonesia yang mampu memberikan khazanah baru sajak-sajak yang bertema tentang kerakyatan. Sajaknya tidak bicara tentang keindahan, estetika, atau romantisme. Sajaknya bicara tentang kehidupan rakyat, tentang kemiskinan, dan tentang penderitaan yang barangkali luput kita pahami keberadaannya. Ia bicara dengan bahasa sederhana bahwa hidup tidak melulu tentang memenuhi kebutuhan tapi juga tentang memperjuangkan keyakinan. Sebagai penyair, Wiji mewariskan generasi bau penyair yang lebih berani dan jujur dalam berkarya
Perancangan Buku Kumupulan Puisi Berilustrasi Wiji Thukul "Lawan": Mengenang 10 Tahun Hilangnya Wiji Thukul
Wiji Thukul yang bernama asli Wiji Widodo dilahirkan pada 26 Agustus 1963, di kampung Sorogenen, Solo yang mayoritas penduduknya tukang becak dan buruh. Menulis puisi dimulainya sejak masih duduk di bangku SD, dan dia mulai tertarik dunia teater ketika di SMP
Kritik Sosial Dalam Antologi Puisi Aku Ingin Jadi Peluru Karya Wiji Thukul (Sebuah Tinjauan Sosiologi Sastra)
The objectives of this research are: 1) to identify whatever themes are proposed in poetry anthology AIJP by Wiji Thukul, 2) to describe social criticisms in Wiji Thukul’s poetries, 3) to describe Wiji Thukul’s social criticisms in poetry anthology AIJP by Wiji Thukul, and 4) to identify ethic, moral, behavioral values in poetry anthology by Wiji Thukul. This research is carried out under qualitative-descriptive method by content analysis. Content analysis method is applied by literary structure and sociology. Author sociological approach is also brought in to depict the author’s background. The data are drawn under purposive sampling technique bearing 5 titles out of 136 poetries available in poetry anthology by Wiji Thukul which represent the social criticism theme. Data validity is assured by the use of theoretical triangulation by structural and sociological theories. The analysis brings about conclusions as follows: first, under sociological criticism perspectives of society, Wiji Thukul poses two aspects: 1) social protest, and 2) social realism. The two aspects are obviously belong to the ‘home’ of social criticism by literary media. Second, ethic, moral, and behavioral values belong to the lower social class occupied as: labour, padicab drivers, trash-collectors etc
A STYLISTIC ANALYSIS OF THE POEMS OF WIJI THUKUL
The objective of this scholarly paper is to describe the stylistic aspects of the poems of
Wiji Thukul. The aspects included dictions, language styles, and images. The poems of
Wiji Thukul studied were taken from his poem collections of Aku Ingin Jadi Peluru and
Para Jendral Marah-Marah: Kumpulan Puisi Wiji Thukul dalam Pelarian. They were
"Para Jendral Marah-Marah", "Puisi Menolak Patuh", "Nyanyian Akar Rumput",
"Peringatan", "Catatan", "Banjir", "Ujung Rambut Ujung Kuku", Ketika Datang
Malam", "Ayo Kita Tebakan", and "Maklumat Penyair". The result of analysis shows
that of all of the poems of Wiji Thukul 10 data use dictions with connotative words, 28
data use dictions with denotative words, and 25 data use dictions with concrete words.
In addition, the dominant language styles are irony and cynicism, which describe the
inequality persisting between the bourgeoisie and the marginalized groups. Finally, the
dominant images found in the poems of Wiji Thukul are vision image and motion image.
The dictions, language styles, and images employed by Wiji Thukul aim at amplifying
the social and political protests against New Order through poems
KAJIAN STRATA NORMA DALAM KUMPULAN PUISI NYANYIAN AKAR RUMPUT KARYA WIJI THUKUL SEBAGAI PERSPEKTIF BUDAYA JAWA
Abstract— The purpose of this study is to describe the collection of poetry of graduation of grass roots works of wiji thukul. The method used in this study is a descriptive method while the approach used is a structural approach, namely an approach that seeks to understand the poetry of the structure attached to the poem in the form of a layer of norms in a poem creation. The data source taken is the collection of Grassroots Song poetry by Wiji Thukul. The data analysis technique in this study is this content analysis technique that attempts to analyze documents to find out the contents and meaning contained in the document. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that the collection of Grassroots Song of Wiji Thukul's poetry has a norm strata that examines five levels, namely the sound layer, the meaning layer, the world layer, the object layer, the metaphysical layer. The poems mostly reveal the events of different human life and reveal real life or the ongoing reality in human life. The suggestions presented by the author are that Wiji Thukul's Song of Grassroots poetry should be read, lived, and analyzed. As well as the authors express should this collection of poems be studied with different approaches..Keywords— Study of Strata Norma, Nyayian Akar Rumput Poetry, Wiji ThukulAbstrak— Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kumpulan puisi nyanyian akar rumput karya wiji thukul. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan struktural, yaitu pendekatan yang berusaha memahami puisi dari struktur yang melekat pada puisi tersebut yang berupa lapis norma dalam suatu ciptaan puisi. Sumber data yang diambil yaitu kumpulan puisi Nyanyian Akar Rumput karya Wiji Thukul.Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah teknik analisis konten ini berusaha menganalisis dokumen untuk diketahui isi dan makna yang terkandung dalam dokumen tersebut. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa kumpulan puisi Nyanyian Akar Rumput karya Wiji Thukul memiliki strata norma yang mengkaji lima tingkatan yaitu lapis bunyi, lapis arti, lapis dunia, lapis objek, lapis metafisis. Puisi-puisi tersebut sebagian besar mengungkapkan peristiwa hidup manusia yang berbeda-beda dan mengungkapkan kehidupan nyata atau realitas yang sedang berlangsung sekarang ini dalam kehidupan manusia. Adapun saran yang disampaikan penulis yaitu hendaknya kumpulan puisi Nyanyian Akar Rumput karya Wiji Thukul perlu dibaca, dihayati, dan dianalisis. Serta penulis mengungkapkan hendaknya kumpulan puisi ini dikaji dengan pendekatan yang berbeda.Kata kunci — Kajian Strata Norma, Puisi Nyayian Akar Rumput, Wiji Thuku
Makna Kehidupan dan Penghargaan untuk Wiji Thukul
Musikalisasi puisi dari karya Wiji Thukul secara tidak langsung akan membuat penikmat musik mencari tahu lebih dalam, baik mengenai musik maupun liriknya. musik sebagai guru yang mengajarkannya banyak hal dalam kehidupan. Kehidupan manusia seperti sebuah lagu
Perancangan Buku Kumpulan Puisi Berilustrasi Wiji Thukul "Lawan"
Wiji Thukul yang bernama asli Wiji Widodo dilahirkan pada 26 Agustus 1963, di kampung Sorogenen, Solo yang mayoritas penduduknya tukang becak dan buruh. Menulis puisi dimulainya sejak masih duduk di bangku SD, dan dia mulai tertarik dunia teater ketika di SMP
WIJI TUKUL: PUISI DAN HERMENEUTIKA KRITIS PUISI “PERINGATAN” KARYA WIJI TUKUL DAN PERJUANGAN POLITIKNYA DALAM PERSPEKTIF HERMENEUTIKA KRITIS JÜRGEN HABERMAS
This paper wants to show that Wiji Tukul’s poems can be interpreted as an attempt to describe the situation of society and invite its readers to seek libera- tion from false consciousness. The research method used in this paper is critical hermeneutics focused on the idea of Juergen Habermas. Here, this paper points out that the society of Wiji Tukul’s lifetime in general has been immersed in a false consciousness that is believed ideologically. In that situation, everydayness is con- sidered normal and just even though it is an injustice situation. In critical herme- neutic point of view, this paper points out that Wiji Tukul with his poems invites public to rethink the normal situation that occurs in daily life and encourages the reader to overcome the situation. From the eJorts to overcome the situation, the emancipatory movement will rise changes in society.
Jurnalisme Investigasi Majalah Tempo (Analisis Wacana Jurnalisme Investigasi Edisi Teka-Teki Wiji Thukul)
Hasil dari penelitian ini menunjukkan beberapa hal strategi wacana jurnalisme
investigasi pada majalah tempo edisi teka teki Thukul terdapat dua aspek yang dapat
ditelusuri yakni : 1) wartawan investigasi mengungkap suatu fakta yang tersembunyi,
tragedi hilangnya sang penyair berawal ketika kerusuhan Mei 1998 terjadi sepanjang
tanggal 13-15 huru-hara luar biasa terjadi di Jakarta, dan Soeharto jatuh pada 21 Mei.
2) fakta-fakta mengenai Wiji Thukul di telusuri wartawan investigasi majalah tempo
dengan penelusuran saksi dan wawancara yang mendalam serta penelusuran bukti
material yakni sebuah puisi yang ditulis oleh Wiji Thukul yang sebelumnya tidak
pernah dipublikasikan. Wawancara dengan orang terdekat Wiji Thukul Dari rekan
aktivis hingga istri Wiji Thukul. Penelusuran jurnalisme investigasi terhadap jejakjejak pelarian Wiji Thukul, merupakan bentuk kerja dari investigasi yang berkesinambungan yang tidak cepat puas terhadap fakta awal yang ditemukan. Untuk itu dipaparkan rute pelarian Wiji Thukul selama pelariannya
Imajinasi Puisi-Puisi Wiji Thukul Sebagai Ide Penciptaan Seni Lukis
Tak hanya punya fungsi estetis, puisi-puisi Wiji Thukul—aktivis Orde Baru yang hilang—punya fungsi untuk mengkritik ketidakadilan. Kata-kata ia gunakan sebagai senjata untuk melawan. Semangat perlawanan yang tercermin pada puisi-puisinya tersebut yang dijadikan inspirasi untuk penciptaan karya lukis ini. Untuk itu, digunakan metode alih wahana dari puisi ke lukisan. Alih wahana adalah proses penciptaan karya seni yang didasari karya seni lain. Metode ini memungkinkan lahirnya karya seni dalam wujud yang berbeda, namun punya rasa atau kesan yang serupa. Untuk menerjemahkan semangat perlawanan Wiji Thukul, dipilih tumbuh-tumbuhan sebagai simbol. Dalam tiap lukisan, tumbuhan sebagai obyek yang disesuaikan dengan kesan yang hadir dari puisi yang telah diinterpretasikan. Sejumlah 20 puisi dipilih dari buku kumpulan puisi Wiji Thukul, Nyanyian Akar Rumput. Lukisan ini dibuat dengan teknik cat air, sesuai dengan teknik yang telah dikuasai, juga mempunyai kesan berlapis dan puitis seperti puisi
- …
