1,090 research outputs found

    A Comparative Study of Weekend Developmental Curriculum in Davao City Philippines

    Full text link
    Education is a lifelong process. It begins the day we are born and ends the day we die. Found in every society, it comes in many forms it could be formal education, informal education or learning by experience. It is a collection of information that makes an individual, being a human as human that holds and secures the future of young generations. The Weekend Madrasah is basically a system of education to save the Muslim Filipino communities and preserve their traditions and cultures from the malady of Western education. Hence the objectives of this study are (1.) to find out the reasons of disunity of curriculum or being ununified curriculum (2.) to look for a remedy of the situation (3.)To recommend ALIVE program as an answer of the existing circumstances of the Madrasah Comprehensive Program. The research is interesting due its characteristics such as the Madrasah Comprehensive Development and Promotion program is the axis of traditional developmental Islamic basic education implementation in each Muslim society every Saturday and Sunday in Davao City that holds frequent learners and the Arabic Language and Islamic Values Education or ALIVE program under the Department of Education holds the Muslim populated public schools nationwide to be implemented the basic Islamic education. Concerning the quality of Islamic basic education this thesis will give information the difference of the two major Islamic education programs systemize and organize it’s effectively implementation. Data collected through qualitative approach which consisted by analyzing the written documents available, interviews with the school heads, teachers involved, casual conversation with students and alumni, formal discussion was made and an individual analization in order to accumulate the sequence of information. Consequently the study found out the following (1.) The implementation of Madrasah Comprehensive and Promotion Program in Davao city is stationary in a sense of developing their system and progress of their implementation (2.) Each Madrasah under weekend developmental program have their own curriculum used (3.) the malady of the situation triggered the declination instead of growth. This study opens a chance to understand the needs of Muslim educators about the characteristics of curriculum to be an effective institution

    PERAN PEMUKA AGAMA DALAM MENJAGA KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA DI DESA SIDOMULYO

    Full text link
    Agus Wijayanto, 2022. Peran Pemuka Agama Dalam Menjaga Kerukunan Antar Umat Beragama Di Desa Sidomulyo. Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Muhammadiyah Jember. Pembimbing : Dr. Juariyah M.SI Kata Kunci: Peran Pemuka Agama, Kerukunan Antar Umat Beragama, Desa Sidomulyo Skripsi ini mengkaji tentang Peran Pemuka Agama Dalam Menjaga Kerukunan Antar Umat Beragama Di Desa Sidomulyo. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana peran dari pemuka agama yang ada di Desa Sidomulyo, dalam menjaga kerukunan antar umat beragama, yang kedua untuk mengetahui bagaimana bentuk kerukunan antar umat beragama yang ada di Desa Sidomulyo serta yang terakhir untuk mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat pemuka agama dalam menjaga kerukunan antar umat beragama yang ada di Desa Sidomulyo. Pada penelitian ini menggunakan teori umum yaitu Teori Kredibilitas Sumber atau Komunikator (source credibility theory) yang di kemukakan oleh Hovland, Janis dan Kelley. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan 4 informan diantaranya yaitu pemuka agama islam, pemuka agama kristen, masyarakat yang beragama islam dan masyarakat yang beragama kristen. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran dari pemuka agama dalam menjaga kerukunan antar umat beragama di Desa Sidomulyo sudah mengikuti langkah-langkah dari Teori Kredibilitas Sumber, sehingga pemuka agama di Desa Sidomulyo berperan sebagai Motivator, pembimbing moral di masyarakat dan mediator atau penghubung masyarakat. serta terdapat pula faktor pendukung dan penghambat pada peran pemuka agama dalam menjaga kerukunan yang ada di Desa Sidomulyo

    Praktik Pelaksanaan Zakat Pertanian Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus Di Desa Mundu Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu)

    Full text link
    Andika Agus Wijayanto. NIM: 1708201067. “PRAKTIK PELAKSANAAN ZAKAT PERTANIAN PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (STUDI KASUS DI DESA MUNDU KECAMATAN KARANGAMPEL KABUPATEN INDRAMAYU)”, 2022. Zakat merupakan kewajiban setiap muslim yang mampu untuk membayarnya dan diperuntukkan bagi mereka yang berhak menerimanya. Zakat termasuk dalam rukun Islam dan menjadi salah satu unsur yang paling penting dalam menegakkan syariat Islam. Hukumnya zakat adalah wajib bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat tertentu. Dan, zakat juga merupakan bentuk ibadah kepada Allah SWT, seperti sholat, puasa, dan lainnya sebagaimana yang telah diatur dan ditentukan dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Secara umum zakat dikategorikan dalam dua kelompok yaitu zakat fitrah dan zakat maal. Salah satu zakat maal diantaranya adalah zakat pertanian. Zakat pertanian merupakan zakat yang harus dikeluarkan oleh seorang petani dari hasil pertaniannya kepada orang yang berhak menerimanya. Oleh karena itu, zakat pertanian seharusnya dapat dikeluarkan dengan baik sesuai aturan syari’at agama (Al-Qur’an dan Hadis) dan sesuai dengan UU Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang menjadi perumusan masalah “Bagaimana praktik pelaksanaan zakat pertanian pada petani di Desa Mundu Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu”, dan “Bagaimana praktik pelaksanaan zakat pertanian pada petani Desa Mundu Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu dalam perspektif Hukum Islam”. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, data yang dikumpulkan adalah dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi lapangan. Kemudian dianalisis dengan metode deskriptif analisis dalam bentuk narasi. Adapun hasil penelitian ini: pelaksanaan zakat pertanian di Desa Mundu Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu masih menggunakan aturan sendiri karena, pertama petani mengeluarkan zakatnya di niatkan untuk shodaqoh, kedua apabila sudah mengeluarkan zakat maka menggunakan ketentuan sendiri sesuai kebiasaan adat setempat, ketiga, ada yang mengeluarkan zakatnya pada waktu yang berbeda yaitu pada saat panen dan setahun sekali menjelang lebaran, hal ini disebabkan para petani di Desa Mundu secara umum kurang mengetahui betul hukum zakat hasil pertanian dan dalam perspektif hukum Islam dari hasil zakat pertanian di Desa Mundu Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu belum sesuai dengan hukum zakat yang ditentukan dalam hukum Islam Kata Kunci : Zakat Pertanian, Persepektif Hukum Isla

    Atlas Anatomi Anjing

    No full text
    Buku Kedokteran Hewan ini yang berjudul Buku Atlas Anatomi Anjing merupakan karya dari Hery Wijayanto, Teguh Budipitojo, Woro Danur Wendo, Agus Kuntho, Dwi Liliek Kusindarta, Dewi Kania Musana, Arvendi Rachmajadi dan Vista Budiariati. Buku ini berisi tentang penjelasan dan penguraian materi anatomi anjing dalam 7 bagian; 1. Anatomi Eksterior, 2. Caput, 3. Collum, 4. Thorax, 5. Abdomen, 6. Membrum Thoracicum, dan 7. Membrum Pelvinum. Selain ketujuh bagian tersebut, dibahas juga mengenai Osteologia, Arthrologia, dan Myologia sebagai pendukung penjabaran anatomi. Dengan diterbitkannya buku ini, Penulis berharap dapat turut menyediakan materi pembelajaran anatomi hewan yang menyenangkan, murah dan mudah didapat, serta memberi sarana untuk masyarakat memperoleh informasi yang relevan dan aktua

    PERAN GURU DALAM MENUMBUHKAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER SISWA MELALUI MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN KELAS VII SMP MUALLIMIN WONODADI BLITAR

    Full text link
    ABSTRAK Skripsi dengan judul “Peran Guru dalam menumbuhkan nilai Pendidikan Karakter Siswa melalui materi pencemaran lingkungan kelas VII SMP Mu'allimin Wonodadi Blitar” ini ditulis oleh Moh. Agus Wijayanto, Tadris Biologi, NIM. 12208183087 Tahun 2022 dibimbing oleh Muhammad Luqman Hakim Abbas S. Si, M.Pd. Kata Kunci: Peran Guru, Nilai Pendidikan Karakter, Materi pencemaran lingkungan Skripsi ini dilatar belakangi peran guru biologi dalam menumbuhkan nilai Pendidikan karakter siswa melalui materi pencemaran lingkungan kelas VII SMP Mu’allimin Wonodadi Blitar. Seorang pendidik atau guru memiliki peranan penting dalam dunia Pendidikan. Seorang guru diharapkan mampu menumbuhkan nilai-nilai karakter peduli lingkungan kepada peserta didik dan tidak hanya mengajarkan materi saja akan tetapi implementasi juga harus dilakukan didalam Pendidikan, dengan demikian nilai-nilai karakter siswa dalam peduli terhadap lingkungan tidak sekedar teori saja namun, bisa tercermin pada perilaku siswa atau peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Guru biologi berperan penting dalam hal menumbuhkan nilai karakter peduli lingkungan tersebut. Peran guru biologi dalam menumbuhkan nilai Pendidikan karakter siswa melalui materi pencemaran lingkungan sangat penting untuk meningkatan kualitas dan mutu peserta didik agar memiliki rasa tanggung jawab dalam peduli lingkungan, karena pendidikan hanya membina kecerdasan intelektualnya dan wawasan yang tidak diimbangi dengan keterampilan sikap peduli dan tanggung jawab Fokus penelitian ini adalah: 1) Bagaimana peran guru dalam menumbuhkan nilai Pendidikan Karakter Siswa peduli lingkungan melalui materi pencemaran lingkungan? 2) Apa saja faktor pendukung dan penghambat peran guru dalam menumbuhkan nilai pendidikan karakter siswa peduli lingkungan melalui materi pencemaran lingkungan? Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian terletak di SMP Mu’allimin Wonodadi Blitar. Data yang peneliti dapatkan dari Guru IPA Biologi dan siswa. Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan empat kriteria Credibuiliti, Transferability, Confirmability, Dependenbility. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: berdasarkan pemaparan data dan hasil penelitian maka dapat ditarik kesimpulan bahwa: 1) Peran guru dalam menumbuhkan nilai Pendidikan karakter siswa peduli lingkungan melalui materi pencemaran lingkungan kelas VII SMP Muallimin Wonodadi Blitar antara lain: a.) perannya dalam menyampaikan materi dan teori didalam kelas yaitu perannya xvii memberikan bimbingan kepada siswa. b.) peranya dalam memberikan contoh atau model kepada siswanya. c.) perannya dalam memberikan sebuah nasihat. d.) perannya untuk slalu menegur siswanya yang melakukan kesalahan e.) perannya dalam memberikan sebuah penghargaan. 2) Faktor pendukung dan penghambat guru dalam menumbuhkan nilai Pendidikan karakter siswa peduli lingkungan melalui materi pencemaran lingkungan antara lain: Faktor pendukung: a.) metode teori Keaktifan siswa yang bertanya dan memperhatikan materi yang disampaikan guru. b.) metode peraturan disekolah dengan adanya peraturan yang harus ditaati siswa c.) metode keteladanan adanya siswa yang sudah rajin dengan adanya pengajaran membersihkan lingkungan dirumah d.) metode pembiasaan adanya siswa yang sudah terbiasa akan membersihkan lingkungan e.) adaptasi adanya Siswa yang bisa beradaptasi dengan menjaga kebersihan baik dilingkungan sekolah atau dirumah. Faktor penghambat: a.) metode teori adanya iswa yang menyepelekan dan tidak memperhatikan materi yang disampaikan oleh guru b.) metode peraturan disekolah adanya siswa yang tidak taat terhadap peraturan menjaga kebersihan disekolah c.) metode keteladan adanya siswa yang tidak teladan dalam menjaga kebersihan lingkungan d.) metode pembiasaan adanya siswa yang tidak terbiasa dengan kegiatan menjaga kebersihan lingkungan e.) adaptasi danya siswa yang tidak bisa beradaptasi dengan adanya peraturan menjaga kebersihan dilingkungan sekolah. peran guru di SMP Muallimin sudah terbilang cukup baik, hal ini terlihat dari pengajarannya yang begitu berbeda dengan guru lain dimana guru IPA yang menerapkan pembelajaran dengan contoh nyata dikehidupan sehari-hari

    Pemanfaatan Keanekaragaman Jenis Tumbuhan di Agroforestri Repong Damar Krui, Provinsi Lampung

    No full text
    Sistem repong damar merupakan salah satu kearifan lokal dalam sistem budidaya hutan yang ditemukan di Provinsi Lampung, karena secara agroekologis memiliki indikator keberlanjutan yang sangat kuat sebagai suatu sistem agroforestri. Masyarakat Krui yang menghuni kawasan di sekitar repong damar menggunakan banyak jenis tumbuhan sebagai pemenuhan kebutuhan hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan tumbuhan oleh masyarakat Desa Pahmungan, Krui dan menganalisis Indeks Kepentingan Budaya dari tumbuhan yang dimanfaatkan. Pengumpulan data tumbuhan dengan wawancara berdasarkan informasi dari informan dengan menggunakan metode snowball sampling dan survei eksploratif dilakukan pada bulan April 2018 sampai dengan Mei 2018 di repong damar Krui, Provinsi Lampung. Pembuatan spesimen herbarium dan identifikasi dilakukan di Laboratorium Ekologi Hutan, Departemen Silvikultur Tropika, Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor. Analisis data dilaksanakan dengan menghitung nilai persentase famili, habitus, bagian tumbuhan yang digunakan dan ICS (Index of Cultural Significance) atau Indeks Kepentingan Budaya. Tumbuhan bermanfaat berdasarkan persepsi masyarakat Desa Pahmungan yang ditemukan di dalam repong damar sebanyak 184 jenis yang termasuk dalam 62 famili. Famili Moraceae dan Euphorbiaceae adalah famili yang memiliki jumlah jenis tertinggi. Pemanfaatan langsung dapat diklasifikasikan menjadi 93 jenis (44%) sebagai bahan obat-obatan, 50 jenis (24%) sebagai bahan pangan, 47 jenis (22%) sebagai bahan bangunan, dan 23 jenis dimanfaatkan untuk kebutuhan lain, seperti bahan tali-temali, pewarna, ritual/mitos, pembungkus, pakan, kayu bakar, dan batas kebun. Bagian tumbuhan yang banyak dimanfaatkan adalah bagian daun (30.05%), sedangkan habitus yang banyak ditemukan adalah habitus pohon (47.54%). Nilai guna setiap jenis tumbuhan berguna bagi masyarakat dapat diketahui dari hasil pengukuran terhadap ICS berdasarkan nilai kualitas, intensitas dan eksklusivitas. Pohon damar (Shorea javanica) merupakan jenis tumbuhan yang memiliki nilai ICS tertingi yaitu 65. Getah dari pohon damar mata kucing merupakan salah satu sumber pendapatan masyarakat, mereka menyadap getah damar mata kucing untuk dijual, selain itu getah damar juga dimanfaatkan sebagai bahan obat diare, bahan perekat untuk menjebak burung, dan bermanfaat sebagai bahan bakar. Jenis prioritas yang terdapat di dalam repong damar sebanyak 11 jenis, seperti tumbuhan hamelor (Azadirachta indica), pasak bumi (Eurycoma longifolia), surian (Toona sureni), tanggawi (Aglaonema sp.) dan beberapa jenis lainnya, sehingga perlu adanya pengembangan lebih lanjut terkait upaya pembudidayaan tumbuhan yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat

    Pendugaan Curah Hujan Harian melalui Pemodelan Dua Tahap dengan Klasifikasi Bagging dan Boosting pada Statistical Downscaling.

    No full text
    Indonesia merupakan salah satu negara yang berada di wilayah khatulistiwa dan mempunyai iklim yang tropis, dimana bidang pertanian memiliki peranan besar dalam perekonomian penduduknya. Penelitian tentang pendugaan curah hujan dapat dimanfaatkan untuk menunjang keberhasilan perekonomian pada bidang pertanian di Indonesia. Pendugaan curah hujan salah satunya dapat dilakukan dengan teknik Statistical Downscaling (SD). SD adalah teknik untuk mendapatkan model yang dapat menganalisis hubungan antara data global skala besar dan data lokal skala kecil. Teknik SD dapat digunakan untuk memprediksi data curah hujan lokal dengan menggunakan data keluaran Global Clmate Model (GCM) sebagai data global berskala besar. Pendugaan curah hujan bulanan menggunakan teknik SD melalui pemodelan dua tahap dengan metode klasifikasi telah dilakukan sebelumnya. Metode klasifikasi yang telah digunakan antara lain yaitu regresi linier gerombol, CART, regresi logistik biner, dan regresi logistik ordinal. Hasilnya, pendugaan curah hujan bulanan dengan pemodelan dua tahap menghasilkan nilai Root Mean Square Error of Prediction (RMSEP) yang lebih kecil jika dibandingkan dengan pemodelan langsung menggunakan Regresi Kuadrat Terkecil Parsial (RKTP), namun akurasi klasifikasi yang dihasilkan masih berkisar antara 55% sampai dengan 60%. Dalam penelitian ini, teknik SD dalam pemodelan dua tahap dengan klasifikasi digunakan untuk memprediksi data curah hujan harian. Tahap pertama, kekuatan metode Bagging dan Boosting dalam klasifikasi digunakan untuk menentukan kelompok curah hujan. Tahap kedua, RKTP digunakan untuk memprediksi curah hujan di setiap kelas. Kemampuan model diuji di empat stasiun yang terletak di Provinsi Jawa Barat, yaitu Bandung, Bogor, Citeko dan Jatiwangi. Metode klasifikasi Bagging dan Boosting merupakan metode Ensemble Learning, dimana dalam pengambilan keputusannya menggunakan konsep majority vote, sehingga akurasi yang dihasilkan lebih besar. Bagging membuat pohon klasifikasi lengkap pada setiap iterasinya dengan mengambil contoh acak dengan pengembalian (bootstrap) yang kemudian melakukan agregasi (aggregating) pada pengambilan keputusan akhir. Boosting melakukan pembobotan dengan merubah weak learner menjadi strong learner pada setiap iterasinya. Dengan meningkatnya nilai akurasi, diharapkan nilai kebaikan model yang didapat menjadi semakin baik. Ukuran kebaikan model yang digunakan yaitu RMSEP sebagai ukuran penyebaran dan Koefisien Keragaman (KK) sebagai ukuran pemusatan. Semakin kecil nilai RMSEP dan KK yang dihasilkan maka model pendugaan curah hujan yang didapat akan semakin baik. Hasil awal pendugaan dua tahap dengan akurasi 100% menghasilkan nilai RMSEP dan KK yang lebih kecil jika dibandingkan dengan hasil pendugaan satu tahap langsung dengan RKTP. Terdapat empat tipe pengelompokan yang digunakan pada penelitian ini, yaitu pengelompokan hujan dan tidak hujan, curah hujan (CH) ≤ 5 mm/hari dan CH > 5 mm/hari, CH ≤ median dan CH > median, serta CH ≤ rataan dan CH > rataan. Pada pendugaan dua tahap dengan klasifikasi, terdapat kasus ketidakseimbangan data di beberapa pengelompokan curah hujan. Oleh karena itu, terlebih dahulu dilakukan penanganan data tidak seimbang menggunakan metode Synthetic Minority Oversampling Technique (SMOTE). Hasilnya, SMOTE dapat lebih menyeimbangkan jumlah amatan dan proporsi pada setiap kelompok dengan data tidak seimbang. Selisih antara sensitivitas dan spesifisitas juga menjadi lebih kecil. Hasil yang diperoleh dari validasi silang 5 lipatan dengan 2 pengulangan menunjukkan bahwa pengelompokan hujan dan tidak hujan memiliki hasil klasifikasi yang lebih unggul, meskipun pada pemodelan dua tahap awal, pengelompokan yang lebih unggul adalah kategori kelompok dengan batas rataan. Pemodelan klasifikasi Boosting lebih unggul di area Bandung dan Citeko, yaitu dengan akurasi, RMSEP, dan KK masing-masing bernilai 0.76, 13.76 dan 166.79% pada area Bandung, serta 0.76, 16.71 dan 164.63% pada area Citeko. Metode Bagging lebih unggul di area Bogor dan Jatiwangi, yaitu dengan akurasi, RMSEP, dan KK masing-masing bernilai 0.75, 20.56 dan 160.79 pada area Bogor, serta 0.76, 16.96 dan 214.26% pada area Jatiwangi

    PENGARUH PENGELASAN PADA LUNAS TERHADAP KESELAMATAN JIWA DAN KELANCARAN PENGOPERASIAN KAPAL PADA SV STELLA 28

    Full text link
    Agam Wijayanto, 2018, NIT: 50134901.T, “The effect of welding on keel on life safety and smooth operation of ships in SV STELLA 28”, research of Engineering Study Program, Diploma IV Program, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Supervisor I: Drs. Edy Warsopurnomo, MM, M.Mar.E, Supervisor II: Capt, H. Agus Subardi, M.Mar. Today the maritime world has progressed very rapidly, along with this, the supporting facilities need to be improved, as well as sea transportation modes that have superior value compared to order modes of transportation, room volume is relatively larger, if this is compared with the type of transportation others. Ships to operate properly need adequate machining support. For 12 month the author carried out the sea program or practice in the engine section, where I saw, watched and observed the welding work by the SV STELLA crew that does repair work. The purpose of the research is to find out what factors that affect welding that is not good, to know what impact is caused if the welding on the keel is not good, and what efforts must be made so that welding on the keel is better. In the thesis presentation process, to be more directed and focused in more detail, this study use the Fishbone Analysis and fault Tree analysis research methods, namely the identification of various factors to find the main factors. The data collection technique use interview, observation, documentation and literature study techniques. From the stages that the author will describe in this thesis, it can be concluded that the decrease in welding on the keel is influenced by the lack of welding skills, inappropriate welding procedures, dirty welding work environment and can be suggested that the welding work process runs well, and minimizes the risk of work which exists. For that the ship welders need to be given training, welding courses so that they are skilled and know the dangers in welding so that the safety of the soul can be fulfilled. Keywords: welding machine, welding safety equipment, SV STELLA 28

    Personal Branding Agus Harimurti Yudhoyono Melalui Media Sosial Youtube @AgusYudhoyono

    Full text link
          Indonesia will hold presidential and parliamentary elections in 2024 at both national and regional levels. Agus Harimurti Yudhoyono is one of the presidential candidates in the 2024-2029 elections. In political years where this, as done by Agus Harimurti Yodhoyono, will have a significant influence on the support of the Indonesian people, personal branding is an important component in the success of the plan. The development of information technology and the use of social media as a tool for developing personal branding is currently impossible to resist. Agus Harimurti Yudhoyono uses YouTube, a social media platform, to develop personal branding to attract the interest of the younger generation. The purpose of this research is to find out more about Agus Harimurti Yudhoyono's personal branding strategy on YouTube. By using foundations such as personal branding, agenda setting, framing and dramaturgy. The author uses qualitative research techniques. Framing analysis will be replaced by research that focuses on issues related to Agus Harimurti Yudhoyono's personal branding. Based on the findings of this study, personal branding, framing, and dramaturgy produce personal branding developed by Agus Harimurti Yudhoyono's management through YouTube social media which has formed a realistic personal branding. As a result, Agus Harimurti Yudhoyono's personal branding has become realistic

    OPTIMALISASI INERT GAS SISTEM GUNA MENCEGAH TIMBULNYA LEDAKAN DI DALAM TANGKI AKIBAT KONSENTRASI OKSIGEN YANG TERLALU TINGGI DI KAPAL MT. GEDE

    Full text link
    ABSTRAKSI Febri Wijayanto, 2019, NIT : 51145212 N, “Optimalisasi inert gas system guna mencegah timbulnya ledakan di dalam tangki akibat konsentrasi oksigen yang terlalu tinggi di kapal MT. Gede”, Program Studi Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Capt. H. Agus Subardi, M.Mar, Pembimbing II : Poernomo Dwi Atmojo, MH. Inert gas adalah gas atau campuran gas yang tidak mengandung cukup oksigen untuk pembakaran hidrokarbon misalnya gas buang boiler . Peraturan Internasional mengatur mengenai persyaratan untuk kapal tanker dengan bobot mati diatas 20.000 ton harus dilengkapi dengan inert gas sistem, dimana fungsi inert gas sistem tersebut salah satunya adalah bekerja menghilangkan atau mengurangi kadar oksigen dalam tangki hinggga batas aman. Dari uraian tersebut, masalah yang dapat disimpulkan adalah apa akibat yang akan terjadi jika inert gas system tidak optimal dan bagaimana mengoptimalkan inert gas system dalam penanganan muatan minyak mentah di MT. Gede. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan deskriptif. Data-data penelitian diperoleh dari data menurut sumbernya (data primer dan data sekunder) dan data menurut jenisnya, sedangkan metode pengumpulan data diperoleh dari wawancara, observasi dan studi pustaka. Dari hasil analisis penelitian penulis mendapatkan pemecahan masalah yang disimpulkan. Pengoptimalan penggunaan inert gas sistem untuk dalam penanganan muatan minyak mentah di MT. Gede adalah dengan cara familirisasi sistem ini kepada awak kapal sehingga meningkatkan pengetahuan dan pemahaman awak kapal dalam mengoperasikan inert gas sistem sehingga dapat memaksimalkan pemakaiannya dalam menunjang proses bongkar muat dan dari segi aspek keselamatan dapat terlaksana. Selain itu untuk mencegah terjadinya kebakaran atau ledakan dalam tangki muat adalah kalau salah satunya dari ketiga unsur segitiga api (fire triangle) tidak ada atau tidak memenuhi persyaratan jumlah atau kadarnya. Hal ini dapat terlaksana apabila inert gas sistem dioperasikan sesuai prosedur dengan keterampilan awak kapal. ABSTRAKSI Febri Wijayanto, 2019, NIT : 51145212 N, “Optimalisasi inert gas system guna mencegah timbulnya ledakan di dalam tangki akibat konsentrasi oksigen yang terlalu tinggi di kapal MT. Gede”, Program Studi Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Capt. H. Agus Subardi, M.Mar, Pembimbing II : Poernomo Dwi Atmojo, MH. Inert gas adalah gas atau campuran gas yang tidak mengandung cukup oksigen untuk pembakaran hidrokarbon misalnya gas buang boiler . Peraturan Internasional mengatur mengenai persyaratan untuk kapal tanker dengan bobot mati diatas 20.000 ton harus dilengkapi dengan inert gas sistem, dimana fungsi inert gas sistem tersebut salah satunya adalah bekerja menghilangkan atau mengurangi kadar oksigen dalam tangki hinggga batas aman. Dari uraian tersebut, masalah yang dapat disimpulkan adalah apa akibat yang akan terjadi jika inert gas system tidak optimal dan bagaimana mengoptimalkan inert gas system dalam penanganan muatan minyak mentah di MT. Gede. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan deskriptif. Data-data penelitian diperoleh dari data menurut sumbernya (data primer dan data sekunder) dan data menurut jenisnya, sedangkan metode pengumpulan data diperoleh dari wawancara, observasi dan studi pustaka. Dari hasil analisis penelitian penulis mendapatkan pemecahan masalah yang disimpulkan. Pengoptimalan penggunaan inert gas sistem untuk dalam penanganan muatan minyak mentah di MT. Gede adalah dengan cara familirisasi sistem ini kepada awak kapal sehingga meningkatkan pengetahuan dan pemahaman awak kapal dalam mengoperasikan inert gas sistem sehingga dapat memaksimalkan pemakaiannya dalam menunjang proses bongkar muat dan dari segi aspek keselamatan dapat terlaksana. Selain itu untuk mencegah terjadinya kebakaran atau ledakan dalam tangki muat adalah kalau salah satunya dari ketiga unsur segitiga api (fire triangle) tidak ada atau tidak memenuhi persyaratan jumlah atau kadarnya. Hal ini dapat terlaksana apabila inert gas sistem dioperasikan sesuai prosedur dengan keterampilan awak kapal
    corecore