604 research outputs found

    Efek Perubahan Tegangan (Kv) dan Arus Filamen (Ma) pada Tekstur Citra Mikro Radiografi Digital

    Get PDF
    Teknik radiografi didasarkan pada perbedaan koefisien atenuasi antara jaringan biologis yang membentuk tubuh atau organ tertentu. Pengetahuan yang akurat tentang sifat atenuasi tersebut sangat penting untuk mengoptimalkan kualitas gambar, dan pada saat yang sama meminimalkan dosis yang diserap pada pasien. Oleh karenanya maka penting untuk mengetahui bagaimana Perubahan tekstur citra terhadap Perubahan tegangan (kV) dan arus filamen (mA) tabung sinar-X. Metode yang digunakan untuk menentukan tekstur citra adalah Gray Level Cooccurrence Matrix (GLCM) yang merupakan metode yang paling populer dan banyak digunakan untuk ekstraksi fitur tekstur gambar dalam berbagai jenis aplikasi. Hasil menunjukkan bahwa Perubahan tekstur citra terlihat jelas pada Perubahan tegangan (kV) sedangkan pada Perubahan arus filmaen (mA) Perubahan nilai matrik GLCM hanya terjadi pada tegangan 25 kV. Dari hasil juga diketahui bahwa terdapat Perubahan tekstur citra pada Perubahan tegangan (kV) dan arus filamen (mA) walaupun Perubahannya tidak terlalu signifikan

    Visual Merchandising Berbasis Semiotika Marketing Untuk Memperkuat Identitas Pasar Wiguna

    Get PDF
    Pasar artisan kini semakin berkembang menjadi destinasi belanja yang menawarkan produk dan pengalaman unik dan berkesan. Namun, persaingan yang ketat antar pasar artisan menuntut pengelola pasar untuk terus berinovasi untuk menarik perhatian pengunjung. Salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah melalui visual merchandising yang selaras dengan identitas brand untuk menciptakan pengalaman berbelanja yang menarik dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis elemen visual merchandising booth Pasar Wiguna sebagai pasar artisan terbesar di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan grand theory yaitu brand identity yang digunakan untuk membingkai arah penelitian bahwa elemen visual merchandising booth harus selaras dengan identitas Pasar Wiguna. Teori visual merchandising menjadi middle-range theory yang digunakan untuk melihat fenomena yang terjadi dan bagaimana inkonsistensi antara visual merchandising dan identitas brand terlihat. Teori semiotika marketing digunakan sebagai applied theory untuk membaca simbol, tanda dan makna dibalik elemen visual merchandising booth di Pasar Wiguna. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik observasi dan dokumentasi terhadap tujuh sampel booth dengan bentuk layout yang menyerupai karakter atau huruf “U”, “L”, “O” dan “-“. Ketujuh booth ini dipilih sebagai sampel penelitian karena mencakup beragam jenis produk seperti kuliner, fashion, dan edukasi anak sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat inkonsistensi antara elemen visual merchandising booth dengan identitas brand Pasar Wiguna, yaitu local, less waste, dan wellness. Inkonsistensi tersebut berpotensi menurunkan citra Pasar Wiguna sebagai pasar artisan ekslusif dan prestisius sehingga diperlukan perbaikan strategi visual merchandising agar lebih konsisten dengan identitas Pasar Wiguna untuk meningkatkan daya tarik dan minat pengunjung

    Perancangan Sistem Informasi Klasifikasi Wortel Berbasis Pengolahan Citra Digital

    Get PDF
    Penanganan pascapanen berbagai hasil pertanian di Indonesia seringkali masih kurang optimal. Padahal untuk memperoleh produk yang berkualitas kegiatan pascapanen merupakan hal yang sangat penting. Salah satu hal yang paling mendasar dalam kegiatan pascapanen adalah pemutuan produk. Pemutuan yang dilakukan dengan pengukuran secara langsung masih memiliki banyak kekurangan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan suatu sistem informasi yang mampu memperoleh parameter visual dengan objek wortel yang berupa area citra, diameter citra, dan panjang citra. Dengan menggunakan metode korelasi parametrik maka tingkat keeratan hubungan antara parameter visual tersebut dengan parameter hasil pengukuran langsung dapat diketahui sehingga parameter-parameter pengukuran langsung seperti bobot, volume, panjang, dan diameter dapat diperkirakan dari parameter visual wortel. Dari proses pengujian didapatkan bahwa ketiga parameter visual yang didapatkan dengan nilai threshold tertentu mampu menunjukkan tingkat keeratan hubungan yang sangat kuat yaitu berkisar antara 0.900 – 1.000. Kemudian melalui metode korelasi parametrik tingkat keberhasilan klasifikasi kelas wortel diperoleh hingga 98.88 %

    IMPLEMENTASI BLIND WATERMARKING PADA CITRA DIGITAL DENGAN TRANSFORMASI WAVELET HAAR

    No full text
    Perkembangan teknologi komputer memberikan kemudahan dalam bidang multimedia digital  dibandingkan  dengan  data  konvensional,  terutama  dalam  proses  penyebarannya,  yaitu dengan jaringan internet dan dapat dibuat salinan yang sama persis dengan aslinya.Dengan kemudahan dalam penyebaran dan penyalinan data digital maka dapat menimbulkan dampak negatif hal ini berkaitan dengan kemudahan dalam membuat dan menyebarkan  salinan  data  digital  secara  ilegal.  Ini  merupakan  pelanggaran  hak  kekayaan intelektual dari pemilik  sah data digital tersebut. Salah satu solusi dalam  masalah  ini adalah dengan  digital  watermarking.  Digital  watermarking  merupakan  penanaman  suatu  watermark digital  ke  data  utama  atau  carrier/host.  Digital  watermark  merupakan  sinyal  digital  yang disisipkan ke dalam data seperti teks, citra, video atau suara untuk berbagai keperluan. Sinyal tersebut   disisipkan   sedemikian   rupa   sehingga   keberadaannya   tidak   teramati  oleh   indera penglihatan atau pendengaran manusia. Blind watermarking merupakan proses watermarking dimana dalam proses ekstraksi tidak memerlukan data asli.Pada tugas akhir akan diimplementasikan teknik blind watermarking pada citra digital dengan transformasi wavelet haar. Kemudian membandingkan bagaimana kualitas citra hasil dengan citra asli setelah disisipkan watermark berupa citra, dengan menggunakan parameter MSE (Mean  Square  Error)  dan  PSNR  (Peak  Signal  To  Noise  Ratio)  dan  bagaimana  ketahanan watermark terhadap noise, kompresi JPEG, resize dan rotasi.Kata kunci : Citra Digital, Wavelet, Watermarking, Blind WatermarkingÂ

    Prototype pendeteksi kandungan kadar gula dalam larutan menggunakan refraktometer berbasis pengolahan citra

    No full text
    Diabetes melitus adalah suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan penyebab yang beragam yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein sebagai akibat gangguan fungsi insulin. Refraktometer merupakan salah satu alat yang digunakan untuk mengukur suatu kadar glukosa dalam larutan. Dengan menggunakan metode Grayscale dan RGB dapat menghasilkan citra pengukuran kadar glukosa dengan jelas, untuk objek yang digunakan adalah kandungan kadar glukosa dalam suatu larutan. Pada penelitian ini menggunakan software Visual Studio Code dengan menggunakan sebuah kamera Mikroskop yang dikombinasikan dengan Refraktometer dan sebuah lensa sambung Mikroskop untuk mengambil gambar pada suatu larutan yang mengandung kadar gula lalu diolah menggunakan pengolahan citra untuk mengetahui kadar gula yang terdapat pada suatu larutan. Prototype pendeteksi kandungan kadar gula dalam larutan menggunakan Refraktometer Berbasis pengolahan citra dengan menggunakan metode grayscale dan RGB untuk mendapatkan hasil keluaran yang jelas. Hasil dari pengukuran kadar glukosa menggunakan refraktometer dapat disimpulkan bahwa setelah dilakukan pengujian sampel sebanyak 30 dalam bentuk sampel buatan glukosa murni dan minuman berkemasan didapatkan hasilnya dalam bentuk persentase (%). Dengan melakukan perbandingan hasil yang didapatkan pada refraktometer dan pada perhitungan manual massa(%) dapat dikatakan untuk keberhasilan dan kesamaan hasilnya 85%. Salah satu sampelnya yaitu pada glukosa murni dengan kadar gula 1g dan kadar air 10 ml didapatkan hasilnya 15% pada refraktometer, sedangkan pada perhitungan manual massa (%) didapatkan hasilnya 9%. Dan pada pengolahan citra yang telah dilakukan didapatkan hasil citra yang paling jelas dan bagus yaitu metode grayscale dari beberapa metode lain yang digunakan yaitu metode enhanced grayscale, red, green, blue

    Sistem Deteksi Katarak Menggunakan Metode Ekstraksi Indeks Warna dengan Klasifikasi Jarak Euklidean

    Get PDF
    Mata merupakan bagian dari organ manusia yang berfungsi untuk melihat. Meningkatnya usia dapat menyebabkan menurunnya kejernihan lensa dan terjadinya katarak. Penyakit katarak tidak dapat dicegah, namun dapat disembuhkan melalui operasi. Di Indonesia, khususnya pada provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) prevalensi katarak sebesar 2,3% dengan tiga alasan utama penderita katarak belum dioperasi adalah karena ketidaktahuan (41,4%), ketidakmampuan (14,1%), dan ketidakberanian (5,7%). Hal ini akan membuat kebutaan akibat katarak cukup tinggi karena banyak penderita katarak tidak mengetahui dirinya mempunyai penyaki katarak, Oleh karena itu perlunya sistem deteksi katarak sehingga bisa dilakukan tindak lanjut lebih cepat. Tujuan penelitian ini merancang sistem deteksi katarak menggunakan metode ekstraksi indeks warna RGB dengan klasifikasi jarak Euclidean. Peralatan yang digunakan untuk menghasilkan citra digital adalah kamera Nikon D90 12,3 Megapixel dengan lensa AFD Nikon 50 mm F1.8. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa metode jarak Euklidean ini mampu untuk membedakan citra mata katarak matur, imatur dan mata normal dengan akurasi 89,47%. Sistem ini dapat menjadi salah satu alternatif untuk deteksi penyakit katarak berbasis pengolahan citra digital

    GAMBARAN POLA MAKAN, AKTIVITAS FISIK DAN STATUS NUTRISI PADA REMAJA SMA DI SMA KRISTEN CITRA BANGSA DI KOTA KUPANG

    Get PDF
    The background of the author doing this research is because of the problem of nutritional status in adolescents, namely how the description of diet, physical activity and nutritional status of teenagers at Citra Bangsa Christian High School in Kupang City. Then this study aims to analyze the description of diet, physical activity, and nutritional status in Citra Bangsa Christian High School Teenagers in Kupang City. The research method conducted by the author is survey research using descriptive research methods. This research was conducted at the Citra Bangsa Christian High School in Kupang City and the informants in this study were students or writers who conducted research in collecting the data needed. The authors conducted research using interview techniques by using questionnaires to obtain answers from students regarding information about diet, physical activity, and nutritional status in adolescents systematically. From the results of research conducted by the author on the description of eating patterns, physical activity, and nutritional status in adolescents, which shows that from 140 respondents, 31 respondents (22.1%) have a high eating pattern, 99 respondents (77.7%) have a high dietary pattern. eat enough by answering questions, and 10 respondents (7.1%) have a poor diet. While in the physical activity section of 140 respondents, 46 respondents (32.9%) had a high level of physical activity, 61 respondents (43.6%) had a moderate level of activity, and 33 respondents (23.6%) had a high level of physical activity. which is lacking. And on the nutritional nutritional status of 140 respondents, 36 respondents (25.7%) had a "thin" nutritional status, 92 respondents (65.7%) had a "Normal" nutritional status, and 12 respondents (8.6%) had a nutritional status. Nutrition "Fat", while the nutritional status of obesity was not obtained. Keywords: Diet, Physical Activity, Nutritional StatusLatar belakang penulis melakukan penelitian ini karena melihat dari masalah status nutrisi pada remaja yaitu bagaimana gambaran pola makan, aktivitas fisik dan status nutrisi terhadap remaja SMA Kristen Citra Bangsa di Kota Kupang. Kemudian penelitian ini bertujuan Untuk menganalisa gambaran pola makan,  aktivitas fisik, dan status nutrisi pada Remaja SMA Kristen Citra Bangsa di Kota Kupang. Metode penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah penelitian survey dengan menggunakan metode penelitian deskriptif. Penelitian ini penulis lakukan di sekolah SMA Kristen Citra Bangsa Kota Kupang dan informan dalam penelitian ini adalah mahasiswa atau penulis yang melakukan penelitian dalam mengumpulkan data yang dibutuhkan penulis melakukan penelitian menggunakan Teknik wawancara dengan cara menggunakan kuesioner untuk mendapatkan jawaban dari siswa mengenai informasi tentang pola makan, aktivitas fisik, dan status nutrisi pada remaja secara sistematis. Dari hasil penelitian yang dilakukan penulis tentang gambaran pola makan, aktivitas fisik, dan status nutrisi pada remaja yang menunjukkan bahwa Dari 140 responden didapatkan 31 responden (22,1%) memiliki pola makan yang tinggi, 99 responden (77,7%) memiliki pola makan yang cukup dengan menjawab pertanyaan, dan 10 responden (7,1%) memiliki pola makan yang kurang. Sedangkan pada bagian aktivitas fisik dari 140 responden didapatkan 46 responden (32,9%) memiliki tingkat aktivitas fisik yang tinggi, 61 responden (43,6%) memiliki tinggkat aktivitas sedang, dan 33 responden (23,6%) memiliki tingkat aktivitas fisik yang kurang. Dan pada status nutrisi  nutrisi dari 140 responden didapatkan 36 responden (25,7%) memiliki status nutrisi “Kurus”, 92 responden (65,7%) memiliki status nutrisi “Normal”, dan 12 responden (8,6%) memiliki status Nutrisi “Gemuk”, sedangkan status nutrisi obesitas tidak didapatkan. Kata Kunci: Pola Makan, Aktivitas Fisik, Status Nutris

    ANALISIS KUALITAS PELAYANAN, CITRA MEREK, DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN

    Get PDF
    Abstrak.  Penelitian ini bertujuan menguji dan menganalisis pengaruh Kualitas Pelayanan, Citra Merek, dan Harga, terhadap Keputusan Pembelian.  Data penelitian merupakan data harian untuk periode observasi selama 5 (lima) bulan (Oktober 2018 sampai dengan Januari 2019)  Metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 110 responden.  Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda.  Hasil penelitian menunjukan bahwa Kualitas Pelayanan, Citra Merek, dan Harga, secara bersama-sama (simultan) dan terpisah (partial) berpengaruh secara signifikan terhadap Keputusan Pembelian jasa pada PT ACL Indonesia, Jakarta

    A study of early indication citation metrics

    No full text
    Research outputs are growing in number and frequency, assisted by a greater number of publication mediums and platforms via which material can be disseminated. At the same time, the requirement to find acceptable, timely, objective measurements of research "quality" has become more important. Historically, citations have been used as an independent indication of the significance of scholarly material. However, citations are very slow to accrue since they can only be made by subsequently published material. This enforces a delay of a number of years before the citation impact of a publication can be accurately judged. By contrast, each new citation establishes a large number of co-citation relationships between that publication and older material whose citation impact is already well established. By taking advantage of this co-citation property, this thesis investigates the possibility of developing a metric that can provide an earlier indicator of a publication's citation impact. This thesis proposes a new family of cocitation based impact measures, describes a system to evaluate their effectiveness against a large citation database, and justifies the results of this evaluation against an analysis of a diverse range of research metric

    Seleksi Fitur Warna Citra Digital Biji Kopi Menggunakan Metode Principal Component Analysis

    Get PDF
    Proses klasifikasi citra digital dilakukan terhadap data fitur yang menggambarkan ciri suatu citra. Dalam penelitian sebelumnya mengenai klasifikasi biji kopi untuk menentukan tingkat roasting, digunakan fitur warna RGB dan metode klasifikasi Jaringan Syaraf Tiruan dengan algoritma Back Propagation. Namun dalam penelitian tersebut didapatkan hasil klasifikasi yang kurang memuaskan akibat dari fitur yang digunakan kurang dapat memisahkan ciri dari setiap tingkat roasting biji kopi. Pada penelitian ini dilakukan penambahan fitur warna yang digunakan melalui penggunaan representasi warna RGB dan HSI, yang kemudian dihitung nilai mean, median, standar deviasi, skewness, kurtosis, dan energy pada setiap komponen warna. Dengan demikian terdapat 33 data fitur citra biji kopi. Dengan jumlah fitur yang semakin banyak, menimbulkan masalah baru dimana tidak setiap fitur mempunyai kontribusi yang signifikan dalam proses klasifikasi, sehingga diperlukan proses seleksi fitur untuk mendapatkan fitur dengan kontribusi maksimal. Pada penelitian ini metode Principal Component Analysis diujikan sebagai metode untuk seleksi fitur. Uji coba dilakukan terhadap 240 data citra digital biji kopi, dimana terdapat 120 citra biji kopi Arabika dan 120 citra biji kopi Robusta. Setiap jenis citra biji kopi tersebut terbagi menjadi tingkat roasting mentah, light roasting, medium roasting, dan dark roasting. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa rata-rata proses training pada data fitur setelah dilakukan proses seleksi fitur mengalami peningkatan  dibandingkan tanpa seleksi fitur. Hal ini terlihat dari 5 kali proses training dengan seleksi fitur didapatkan nilai akurasi terbaik hingga 90,8%, sedangkan tanpa seleksi fitur didapatkan akurasi terbaik adalah 89,6%
    corecore