70 research outputs found

    Perbedaan Penggunaan Bahan Desensitizing Dan Tanpa Desensitizing Pasca Bleaching Ekstra-Koronal Terhadap Kekerasan Email

    No full text
    Latar Belakang. Pada bleaching ekstrakoronal diketahui terjadi proses demineralisasi sehingga terjadi hiersensitivitas dentin. UltraEZ salah satu bahan desensitizing yang dapat mengurangi hipersensitivitas akibat demineralisasi email pasca bleaching ekstrakoronal terkini. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kekerasan email pasca pemutihan gigi ekstra-koronal dengan aplikasi bahan desensitizing dan tanpa aplikasi bahan desensitizing. Metode penelitian ini menggunakan 20 gigi premolar permanen pasca pencabutanyang masih utuh dan direndam dalam saliva buatan, kemudian dilakukan pemolesan pada bagian bukal dengan menggunakan pasta profilaksis kemudian gigi dicuci dan dikeringkan. Bahan pemutih Opalescence Xtra Boost diaplikasikan pada semua permukaan bukal gigi premolar kemudian dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok I, II, masing-masing kelompok sebanyak 10 gigi. Kelompok I sebagai kelompok control setelah dilakukan pemutihan, tidak dilakukan aplikasi Ultra-EZ, dimasukkan dalam wadah botol dan direndam dalam saliva buatan kemudian disimpan dalam incubator. Mahkota dan akar gigi,kemudian ditanam dalam resin akrilik sesuai kelompok sebelumnya dengan permukaan bukal menghadap ke atas. Semua sampel diuji kekerasannya dengan uji kekerasan Vickers menggunakan beban 100 g selama 15 detik. Permukaan bukal menghadap ke atas, kemudian dijepit dengan alat penjepit pada meja alat Micro Vickers Hardness Tester. Sampel diatur sedemikian rupa sehingga akan terlihat gambar yang dapat diukur panjang diagonalnya langsung dengan micrometer yang ada pada lensa okuler. Nilai kekerasan email dalam Vickers hardness number (VHN) juga dapat diperoleh dari table setelah mengetahui rata-rata panjang diagonal, berat badan yang digunakan dan waktu yang digunakan untuk uji kekerasan. Pengujian ini dilakukan pada setiap kelompok. Selanjutnya diuji dengan uji-t. hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang bermakna antara aplikasi ultraEZ lima menit dibandingkan tanpa aplikasi ultraEZ terhadap kekerasan email pada p>0,05. Background. One of the side effect of bleaching agent is a dentine hypersensitive and ultraEZ is an agent can diminish this process. The purpose of this study was to evaluate difference of enamel microhardness post external bleaching with or without ultra-eze application. Method. Twenty extracted permanent bicuspid used in this study were divided into two group, each group contains 10 bicupids. Group I was treated external bleaching without ultra-eze application and group II was treated external bleaching with application ultraEZ for five minutes. After that all of the subject were seaked the artificial saliva and kept in the incubator 24 hours. Teeth were embedded into acrylic resin with the buccal sirface facing up. Further all of the subject was evaluated by Vickers using 100 g load for 15 seconds. Teeth were stapled on the Micro Hardness Tester table diagonal of emage was measure using micrometer attach on ocular lesnse. Email hardness can be known after calculating, the everage diagonal length, the load used and the duration of hardness test. Further the data was analize using t-test. The result shows there is significant difference between bleaching with and without the application of ultra-eze

    PENAMBAHAN KALSIUM HIDROKSIDA PADA SEMEN IONOMER KACA TIPE II UNTUK SEMEN SALURAN AKAR : (Kajian Eksperimental Uji Fisis Waktu Pengerasan dan Kekerasan)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk meneliti waktu pengerasan dan kekerasan semen ionomer kaca tipe II yang ditambah puder kalsium hidroksida murni. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan secara in vitro pada semen ionomer kaca tipe II. Semen ionomer kaca tipe II merupakan bahan tumpatan yang terdiri dari puder dan cairan. Pada penggunaan untuk penumpatan kavitas gigi merupakan campuran puder dan cairan dengan perbandingan menurut petunjuk pabrik yaitu 1 sendok takaran puder dengan satu tetes cairan atau setara dengan 3,5 gram puder dengan 1 gram cairan. Pada penelitian ini jumlah puder dikurangi 0,1 gram, 0,2 gram, 0,3 gram, 0,4 gram dan 0 gram dan ditambahkan puder kalsium hidroksida sejumlah berat yang sama dengan jumlah pengurangan, sedangkan cairan tetap 1 gram. Penelitian dilakukan pada 50 sampel, yang dibagi menjadi lima kelompok masing-masing terdiri dari 10 sampel dan 10 sampel sebagai kelompok kontrol yang terdiri dari semen ionomer kaca tipe II tanpa campuran kalsium hidroksida. Menggunakan uji anava dua jalur, hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan sangat bermakna antara kelompok waktu pengerasan dan kekerasan (p< 0.05)

    Restorasi pasca one visit endodontik dengan perbaikan malposisi dan selective Contouring

    No full text
    Karies yang meluas ke pulpa dapat mengakibatkan inflamasi pulpa. Pulpitis irreversibel merupakan inflamasi pulpa yang dapat diatasi dengan perawatan saluran akar satu kunjungan. Restorasi pasca perawatan endodontik pada gigi depan harus mempertimbangkan estetik. Estetik tidak hanya dilihat dari warna gigi, tetapi juga bentuk gigi, ukuran gigi, oklusi dan penggunaan ruang agar tampak selaras. Permasalahan yang terjadi pada kasus ini adalah karies yang luas hingga menyisakan 1/3 mahkota serta sisa ruang gigi yang sempit. Makalah ini bertujuan untuk melaporkan restorasi mahkota porcelain fused to metal (PFM) pada gigi insisivus sentralis kiri rahang atas (gigi 21) pasca perawatan saluran akar dengan perubahan inklinasi dan selective contouring. Seorang pasien pria berusia 23 tahun dirujuk untuk perawatan endodontik pada gigi 21. Pasien merasakan sakit spontan pada giginya. Gigi labioversi dengan sisa mahkota 1/3 dan sisa ruang sempit. Radiografi menunjukkan karies telah mengenai pulpa. Perawatan endodontik dilakukan dalam satu kunjungan bertujuan menghemat waktu perawatan tanpa mengurangi kualitas perawatan. Evaluasi dilakukan satu minggu setelahnya dan dilanjutkan dengan perhitungan estetik, pembuatan pasak custom dowel dengan perbaikan inklinasi, dan selective conturing gigi untuk mendapatkan ruang ideal. Setelah pemasangan pasak, dilakukan restorasi mahkota PFM. Restorasi pasca endodontik pada gigi anterior dengan malposisi gigi dan ruang gigi sempit dapat berhasil baik dengan pertimbangan estetik, perbaikan inklinasi dengan pasak custom dowel dan selective conturing.ABSTRACT: Restoration post endodontic treatment with malposition correction and selective contouring. Extensive caries can lead to inflammation of the pulp. Irreversible pulpitis is an inflammation of the pulp that can be done by one visit endodontic treatment. Aesthetic aspect should be considered for post endodontic treatment restoration of anterior teeth. Aesthetic is not only seen from the color of the teeth, but also the shape, size, occlusion, and harmonized space. This case is about restoring the remain of 1/3 tooth crown due to extensive caries with narrow tooth space. To report a porcelain fused metal crown restoration in the left maxillary central incisor with inclination correction and selective contouring to obtain space. Twenty three year-old male patient was referred for endodontic treatment on the left maxillary central incisor. Spontaneous pain was also reported. The tooth is labioversy with remaining 1/3 tooth crown due to extensive caries with narrow tooth space. Radiographs showed extensive caries has reached the pulp. Endodontic treatment had done in one visit to save time without compromising the quality treatment. Evaluation was done a week after that and then aesthetic calculation, then custom dowel core with inclination correction for left maxillary central incisor and selective contouring adjacent teeth. After custom dowel insertion, then carried porcelain fuced metal crown restoration. Post endodontic restoration on anterior teeth with dental malposition and narrow tooth space can be managed by aesthetic considerations, inclination correction with custom dowel core and selective contouring

    Custom split dowel core pada gigi posterior pasca perawatan saluran akar

    No full text
    Perawatan saluran akar bukan sekedar melakukan perawatan untuk menyelamatkan gigi yang rusak namun mempertimbangkan juga bagaimana agar setelah dirawat gigi tersebut dapat bertahan lama menjalankan fungsinya didalam rongga mulut. Pada gigi pasca perawatan saluran akar dengan kerusakan yang luas diperlukan pemasangan pasak untuk memperkuat struktur gigi yang tersisa. Laporan kasus ini bertujuan untuk mengevaluasi gigi dengan kerusakan yang luas dan anatomi saluran akar distal yang lebar, pasca perawatan saluran akar dan crown lengthening dengan restorasi mahkota porselin fusi metal dan custom split dowel core. Seorang wanita berusia 22 tahun datang ke klinik Konservasi Gigi RSGM UGM Prof. Soedomo untuk memeriksakan gigi geraham bawah kirinya yang sudah ditambal sejak sekitar 2 tahun yang lalu. Satu tahun setelah ditambal, gigi tersebut kadang muncul rasa sakit jika digunakan untuk mengunyah makanan dan merasa kurang nyaman ketika minum minuman yang hangat. Diagnosis gigi #37 adalah karies profunda dengan nekrosis pulpa. Perawatan yang dipilih pada kasus ini adalah perawatan saluran akar dan crown lengthening dilanjutkan dengan restorasi mahkota porselin fusi metal dengan custom split dowel core. Hasil pemeriksaan pada kontrol 1 bulan, menunjukkan hasil restorasi yang baik, pasien tidak menunjukkan adanya keluhan. Kesimpulan perawatan ini adalah penggunaan custom split dowel core efektif memperkuat gigi karena pasak tersebut mampu mengisi sesuai bentuk saluran akar yang ada serta menyediakan ferrule yang cukup untuk restorasi akhirnya nanti

    RETREATMENTENDODONTIK DAN RESTORASI ULANG MENGGUNAKAN PASAK FIBER REINFORCED COMPOSITE

    No full text
    Laporan kasus ini bertujuan untuk menginformasikan hasil restorasi mahkota jaket porselin fusi metal yang diperkuat dengan pasak fiber reinforced composite pada gigi insisivus sentralis kanan maksila pasca perawatan saluran akar. Pasien datang dengan keluhan mahkota jaket gigi insisivus sentralis kanan maksila lepas. Diagnosis gigi insisivus sentralis kanan maksila adalah nekrosis pulpa disertai lesi periapikal. Perbaikan estetika menggunakan restorasi mahkota jaket porselin fusi metal yang diperkuat dengan pasak fiber reinforced composite. Perawatan diawali dengan analisis estetika. Pasak yang lama yaitu tapered self-threading dowel pada gigi insisivus sentralis kanan maksila diambil, kemudian dilanjutkan retreatment endodontik dengan teknik preparasi step-back. Restorasi mahkota jaket pors~lin fusi metal yang diperkuat dengan pasak fiber reinforced composite sebagai restorasi akhir. Evaluasi hasil perawatan dilakukan dua bulan pasca pemasangan mahkota jaket. Hasil evaluasi subyektif dan obyektif menunjukkan gigi dapat berfungsi dengan baik dan pasien puas dengan perbaikan estetika yang dihasilkan. Maj Ked GiJuni 201035-4

    Perawatan Satu Kunjungan Restorasi Pasak Fiber Reinforced Composite Pada Gigi Insisivus Atas

    No full text
    Perawatan saluran akar satu kali kunjungan memberikan keuntungan antara lain memperkecil resiko kontaminasi mikroorganisme dan menghemat waktu perawatan. Pasak fiber reinforced composite memiliki ikatan yang baik dengan dentin menggunakan semen resin dan inti dari resin. Penggunaan pasak bisa mengurangi risiko fraktur. Tujuan penulisan laporan kasus ini adalah untuk mengevaluasi hasil restorasi gigi 11 nekrosis pulpa pasca perawatan saluran akar disertai restorasi dengan pasak fiber reinforced composite. Pasien wanita, 22 tahun datang ke Klinik Konservasi RSGM FKG UGM untuk merawat gigi depan atas kanan yang berlubang. Berdasarkan pemeriksaan subjektif, objektif dan radiografis diperoleh diagnosis gigi 11 nekrosis pulpa. pasca perawatan saluran akar gigi Gigi direstorasi dengan resin komposit dan pasak fiber reinforced composite. Kesimpula dari hasil evaluasi klinis saat kontrol tidak ada keluhan rasa sakit dan pasien merasa puas. One Visit Treatment of Fiber Reinforced Compositerestoration in Maxillary Right First Incisivus. One visit root canal treatment is advantageous to minimize the risk of microorganism contamination. It saves time and more tolerable for the patients. Fiber reinforced composite post is fabricated, and it has been known to have a good bond with dentinal wall of root space, resin cement and composite resin core. The use of this post could decrease the risk of fracture. The purpose of this paper is to report the results of dental restoration 11 pulp necrosis after root canal treatment with resin composite restorations and post fiber reinforced composite. A 22 year-old female patient who came to Faculty of Dentistry UGM complained about her maxillary right incisor teeth which decayed and needed a treatment. Based on the subjective, objective and radiograph examinations, it was diagnosed that the pulp was necrotic. After one visit root canal treatment and based on clinical evaluation, it is concluded that the right upper incisor that was restored using fiber reinforced composite post and composite resin showed no pain, and patient was satisfied
    corecore