26 research outputs found
MANFAAT PENAMBAHAN PUTIH TELUR AYAM KAMPUNG PADA PELET TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KADAR PROTEIN IKAN MAS (Cyprinus carpio Linne)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat penambahan putih telur ayam
kampung pada pelet terhadap pertumbuhan ikan mas, dan untuk mengetahui komposisi
penambahan putih telur ayam kampung pada pelet yang paling baik untuk pertumbuhan
ikan mas.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu jalur
yaitu komposisi penambahan putih telur ayam kampung pada pelet yang terdiri 0%:
100%; 20% : 80%; 40%: 60%; 80% : 20%, parameter yang diamati berupa berat badan
dan panjang badan ikan mas yang dilakukan tiap 1 minggu sekali sampai minggu ke 6,
di awal penelitian dilakukan pengukuran kadar protein pakan ikan mas dan di akhir
penelitian dilakukan pengukuran kadar protein ikan mas dengan menggunakan metode
Lowry. Untuk mengetahui perbedaan perlakuan terhadap Berat dan panjang badan ikan
mas menggunakan analisis varian (ANAVA) dan untuk mengetahui kelompok yang
memiliki perbedaan signifikan dilanjutkan dengan Uji Tukey.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan putih telur ayam kampung
pada pelet bermanfaat untuk meningkatkan panjang dan berat badan ikan mas dengan
hasil paling baik masing-masing pada komposisi 40% putih telur ayam kampung : 60%
pelet dan 60% putih telur ayam kampung : 40% pelet. Penambahan putih telur pada
pelet dengan komposisi campuran 80%: 20% memberikan rerata kadar protein pakan
tertinggi sedangkan komposisi campuran 20%:80% memberikan rerata kadar protein
daging ikan tertingg
Identifikasi, Potensi, dan Gen Penyandi Produksi Bioetanol pada Khamir Indigenous Nira Aren, Kelapa, Nipah, dan Siwalan
Peningkatan Keaktifan dan Prestasi Belajar Mahasiswa Pendidikan Biologi UAD Melalui Model Belajar Kelompok dan Media Pembelajaran Imitasi Persilangan pada Mata Kuliah Genetika
Salah satu program studi di lingkungan Universitas Ahmad Dahlan adalah Program studi Pendidikan Biologi. Pada tahun 2011 Program studi Pendidikan Biologi membuka Kelas baru yang berstandar Internasional dengan mahasiswa yang dibatasi yaitu 25 mahasiswa. Berdasar hasil belajar mahasiswa Pendidikan Biologi semester lima tahun ajaran 2010/2011 pada mata kuliah genetika terlihat cukup memprihatinkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keaktifan dan prestasi belajar mahasiswa pendidikan biologi UAD khususnya pada kelas berstandar Internasional melalui model belajar kelompok dan media pembelajaran imitasi persilanganPenelitian ini dilakukan di UAD kampus 3 Jl. Prof. Dr. Soepomo Janturan Yogyakarta mulai bulan September 2012 dengan menyesuaikan kalender akademik semester gasal tahun ajaran 2012/2013. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan biologi UAD kelas berstandar Internasional semester lima yang berjumlah 25 mahasiswa yang dikelompokan menjadi 5 kelompok dan diberikan pembelajaran dengan model belajar kelompok dengan bantuan media pembelajaran imitasi persilangan, dengan melibatkan 1 dosen pengampu mata kuliah dan 1 dosen pengamat penelitian. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara kolaboratif. Teknik Pengumpulan data yang dilakukan yaitu menggabungkan instrumen-instrumen penelitian yaitu data observasi keaktifan mahasiswa dan Hasil Belajar MahasiswaBerdasarkan hasil penelitian tentang perbaikan pembelajaran pada mata kuliah Genetika yang terdiri dari 2 siklus, serta melakukan pengamatan pada kegiatan tersebut, dapat dirumuskan kesimpulan bahwa prestasi belajar mahasiswa sebelum menggunakan variasi model pembelajaran dan media pembelajaran menunjukkan prestasi yang kurang memuaskan. Aktifitas mahasiswa selama proses pembelajaran genetika dengan metode ceramah, tanyajawab, penugasan, model belajar kelompok dan penggunaan media pembelajaran menunjukkan perubahan yang positif
PENGARUH DOSIS EKSTRAK AIR DAUN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L.) TERHADAP JUMLAH ERITROSIT DAN KADAR HEMOGLOBIN PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus): SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI SISWA SMA KELAS XI PADA MATERI PEMBELAJARAN SISTEM SIRKULASI PADA MANU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis ekstrak air daun bayam merah (Amaranthus tricolor L.) terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin pada tikus putih (Rattus norvegicus), serta untuk mengetahui dosis ektrak air daun bayam merah yang paling perpengaruh terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin serta pemanfaatan hasil penelitian dosis ekstrak air daun bayam merah terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin tikus putih sebagai sumber belajar biologi SMA siswa kelas XI pada materi pembelajaran sistem sirkulasi pada manusia. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 faktor yaitu dosis ekstrak air daun bayam merah dengan perlakuan yaitu A (1,25% setara dengan dosis 0,12 5 gram/KgBB), B (2,5% setara dengan dosis 0,25 gram/KgBB), C (5% setara dengan dosis 0,5 gram/KgBB), D (10% setara dengan dosis 1 gram/KgBB), dan kontrol (tanpa pemberian ekstrak air daun bayam merah). Perhitungan jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin dilakukan pada hari ke-20 setelah pemberian ekstrak air daun bayam merah. Untuk mengetahui pengaruh dosis ekstrak air daun bayam merah terhadap jumlah eritrosit pada tikus putih dilakukan analisis regresi, untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin dilakukan analisis varian (ANAVA) dan dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis ekstrak air daun bayam merah berpengaruh terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin pada tikus putih. Dosis yang paling berpengaruh adalah perlakuan D (dosis ekstrak air daun bayam merah 1 gram/KgBB). Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai sumber belajar biologi siswa SMA kelas XI pada materi pembelajaran sistem sirkulasi pada manusia dalam bentuk power point.Kata kunci : Dosis ekstrak air daun bayam merah (Amaranthus tricolor L.), Tikus putih (Rattus norvegicus) Jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, dan Sumber belaja
PENGARUH MERKURI KLORIDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HISTOPATOLOGI GINJAL IKAN NILA (Oreochromis niloticus, Linn)
ABSTRAK Masalah pencemaran lingkungan terutama masalah pencemaran air mendapat perhatian yang besar dari pemerintah, karena air merupakan salah satu unsur penting bagi makhluk hidup. Sejalan dengan meningkatnya industrialisasi, konsentrasi unsur logam berat di dalam perairan juga meningkat, sehingga menjadikan tingkat konsentrasi toksik bagi kehidupan aquatik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh merkuri klorida terhadap pertumbuhan dan histopatologi ginjal ikan nila (Oreochromis niloticus, Linn) Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari satu faktor yaitu konsentrasi Merkuri klorida 0,04 ppm; 0,08 ppm; 0,16 ppm; dan 0,32 ppm. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan yang meliputi berat dan panjang ikan nila serta kerusakan organ ginjal ikan nila yang terjadi akibat pengaruh merkuri klorida. Untuk pertumbuhan diamati setiap satu minggu sekali dan untuk kerusakan organ ginjal ikan nila diamati pada minggu ke-6. Data hasil penelitian pertumbuhan di analisis dengan analisis regresi untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap pertumbuhan dan di analisis dengan anava satu jalan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan kemudian dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil, serta kerusakan organ ginjal ikan nila di analisis secara diskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi merkuri klorida yang berbeda-beda berpengaruh terhadap pertumbuhan ikan nila dan dan menyebabkan kerusakan pada organ ginjal ikan nila yaitu nekrosis, atropi dan peradangan. Kata kunci : Merkuri klorida, Pertumbuhan, Histopatologi Ginjal Ikan Nil
Analysis of Biology Learning Difficulties in Virus Material for Grade X Students at Muhammadiyah 3 Yogyakarta
Learning is a basic process of human development. By learning, humans make changes so that their behavior develops. Learning is not just an experience, but learning is a process and not a result. In learning activities at school, educators are faced with a number of very diverse student characteristics. The learning difficulties found at SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta were found to be the average class score in biology subjects was still below the KKM. The purpose of this study was to determine the internal and external factors that cause students to experience learning difficulties and to determine the level of difficulty in learning biology in understanding virus material. This type of research is descriptive quantitative. The population used in this study was 152 with a sample of 79 students. This research was conducted on June 6-7, 2024. This study used a cluster sampling technique because the data sources used were very broad. Data collection techniques used questionnaires and interviews. Data collection instruments used questionnaires and interview guidelines. The data analysis technique for this study used descriptive quantitative analysis.The results of the study showed that the internal factors that caused students in class X (E2, E4 and E4) to have difficulty learning biology on the virus material were physiological factors in the moderate category, with a percentage of 48%, 49.11% and 50%. External factors that caused students in class X-E2 to have difficulty learning biology on the virus material were school factors with a percentage of 74% in the high category, for class X-E4 were school factors with a percentage of 75% in the high category and for class X-E5 were family factors with a percentage of 76.78% in the high category. The biology sub-materials that were considered difficult on viruses were types of viruses and the life cycle of viruse
PENGARUH KOMPOSISI CAMPURAN TEPUNG TULANG IKAN PATIN (Pangasius pangasius) DAN PELET TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KADAR PROTEIN IKAN LELE (Clarias sp.)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi campuran tepung tulang ikan patin dan pelet terhadap pertumbuhan dan kadar protein lele, untuk mengetahui komposisi campuran tepung tulang ikan patin dan pelet yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kadar protein lele. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari satu faktor yaitu komposisi tepung tulang ikan patin dan pelet dengan komposisi 0% : 100%, 10% : 90%, 20% : 80%, 30% : 70%, 40% : 60% dengan pemberian makan sebanyak 5 % dari berat badan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi campuran tepung tulang ikan patin berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kadar protein lele, komposisi pemberian tepung tulang ikan patin dan pelet dengan perbandingan 40% : 60% merupakan komposisi yang paling berpengaruh terhadap pertambahan berat, panjang dan kadar protein lele. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai sumber belajar siswa SMA Kelas XII pada materi pembelajaran pertumbuhan pada hewan.Kata Kunci : Tulang ikan patin (Pangasius pangasius), Lele (Clarias sp), Pertumbuhan, Kadar protein, Sumber belajar
PENGARUH MERKURI KLORIDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HISTOPATOLOGI GINJAL IKAN NILA (Oreochromis niloticus, Linn)
Masalah pencemaran lingkungan terutama masalah pencemaran air mendapat perhatian yang besar dari pemerintah, karena air merupakan salah satu unsur penting bagi makhluk hidup. Sejalan dengan meningkatnya industrialisasi, konsentrasi unsur logam berat di dalam perairan juga meningkat, sehingga menjadikan tingkat konsentrasi toksik bagi kehidupan aquatik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh merkuri klorida terhadap pertumbuhan dan histopatologi ginjal ikan nila (Oreochromis niloticus, Linn)
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari satu faktor yaitu konsentrasi Merkuri klorida 0,04 ppm; 0,08 ppm; 0,16 ppm; dan 0,32 ppm. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan yang meliputi berat dan panjang ikan nila serta kerusakan organ ginjal ikan nila yang terjadi akibat pengaruh merkuri klorida. Untuk pertumbuhan diamati setiap satu minggu sekali dan untuk kerusakan organ ginjal ikan nila diamati pada minggu ke-6. Data hasil penelitian pertumbuhan di analisis dengan analisis regresi untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap pertumbuhan dan di analisis dengan anava satu jalan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan kemudian dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil, serta kerusakan organ ginjal ikan nila di analisis secara diskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi merkuri klorida yang berbeda-beda berpengaruh terhadap pertumbuhan ikan nila dan dan menyebabkan kerusakan pada organ ginjal ikan nila yaitu nekrosis, atropi dan peradangan.
Kata kunci : Merkuri klorida, Pertumbuhan, Histopatologi Ginjal Ikan Nil
PENGARUH DOSIS EKSTRAK AIR KANGKUNG (Ipomoea reptans Poir.) TERHADAP JUMLAH ERITROSIT DAN KADAR HEMOGLOBIN MENCIT (Mus musculus)
Kangkung merupakan jenis sayuran yang kaya beta karotin dan serat pangan. Kangkung dapat berperan sebagai anti racun
(antitoksik), anti radang, peluruh kencing, dan menghentikan pendarahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis
ekstrak air kangkung (Ipomoea reptans Poir) terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin mencit (Mus musculus), serta untuk
mengetahui dosis ektrak air kangkung yang paling berpengaruh terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 faktor yaitu dosis ekstrak air kangkung
dengan perlakuan yaitu A (1,25% setara dengan dosis 0,125 gram/KgBB), B (2,5% setara dengan dosis 0,25 gram/KgBB), C (5%
setara dengan dosis 0,5 gram/KgBB), D (10% setara dengan dosis 1 gram/KgBB), dan kontrol (tanpa pemberian ekstrak air kangkung).
Perhitungan jumlah jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin dilakukan pada hari ke-20 setelah pemberian ekstrak air kangkung. Untuk
mengetahui pengaruh dosis ekstrak air kangkung terhadap jumlah eritrosit pada mencit dilakukan analisis regresi, untuk mengetahui
perbedaan antar perlakuan terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin dilakukan analisis varian (ANAVA) dan dilanjutkan dengan
uji LSD.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air kangkung berpengaruh terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin pada
mencit. Dosis yang paling berpengaruh adalah perlakuan D (dosis ekstrak air kangkung 1 gram/KgBB).
Kata Kunci: Ekstrak air kangkung, Ipomoea reptans Poir, mencit (Mus musculus), jumlah eritrosit, dan kadar hemoglobi
