53 research outputs found
Representasi akhlak mahmudah dalam film “Assalamualaikum Calon Imam”
Ericka Septi Widyaningrum, NIM 1501026039. “Representasi Akhlak Mahmudah dalam Film “Assalamualaikum Calon Imam”. Film “Assalamualaikum Calon Imam” adalah film bergenre drama religi yang diangkat dari sebuah novel best seller karya Ima Madaniah, yang di produksi oleh Prized Productions dan Vinski Production, dan disutradarai oleh Findo Purwono HW. Film ini bertemakan tentang pencarian cinta sejati dan sarat ajaran akhlak. Akhlak menempati suatu kedudukan penting dalam kehidupan manusia. Kemuliaan seseorang terletak pada akhlaknya, maka sangat penting seseorang untuk memahami dan menyempurnakan akhlaknya. Dengan cara mempelajari dan mengamalkan akhlak mahmudah yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apa saja bentuk-bentuk akhlak mahmudah dan bagaimana akhlak mahmudah direpresentasikan dalam film “Assalamualaikum Calon Imam”. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan kuadran simulacra Jean Baudrillard. Pendekatan kuadran simulacra terdiri dari empat kuadran yaitu; Kuadran I: simulasi merupakan cermin dari realitas. Kuadran II: simulasi menyembunyikan dan menyesatkan realitas sehingga tidak lagi hadir apa adanya. Kuadran III: simulasi akan menutup dan menghapus realitas yang menjadi acuan. Kuadran IV: realitas menjadi simulasi murni yang jauh dari realitas sesungguhnya.
Hasil penelitian film “Assalamualaikum Calon Imam” menunjukkan beberapa citra akhlak mahmudah yang direpresentasikan tokoh Fisya melalui proses simulasi dalam kuadran simulacra Jean Baudrilard. Pertama, akhlak terhadap Allah SWT dengan menauhidkan Allah masuk kedalam kuadran I, direpresentasi melalui adegan meng-Esa-kan Allah dengan berdoa kepada Allah SWT setelah menunaikan ibadah sholat. Tadharru (merendahkan diri kepada Allah) masuk kedalam kuadran I, direpresentasikan melalui adegan perasaan kagum hingga membuat hati bergetar ketika mendengar ayat suci Al-Qur’an. Kedua, akhlak terhadap diri sendiri yaitu sabar masuk kedalam kuadran I, direpresentasikan melalui adegan tetap menjalankan ibadah kepada Allah meskipun divonis mengidap penyakit serius. Shidqu (jujur) masuk kedalam kuadran I, direpresentasikan melalui adegan menjawab tuduhan dengan perkataan yang benar dan jujur. Ketiga, akhlak terhadap keluarga yaitu birrul walidain (berbakti kepada orang tua) masuk kedalam kuadran I, direpresentasikan melalui adegan menanyakan kembali keinginan orang tua. Serta adegan memenuhi keinginan orang tua dengan menikah masuk kedalam kuadran II. Keempat, akhlak mahmudah terhadap masyarakat yaitu ta’awun (saling menolong) masuk kedalam kuadran I, direpresentasikan melalui adegan mementingkan keselamatan orang lain diatas kepentingan pribadi dengan menolong orang yang membutuhkan pertolongan. Citra akhlak mahmudah tokoh Fisya yang dibangun dalam film “Assalamualaikum Calon Imam” merupakan sebuah proses simulasi yang kebanyakan diambil dari realitas kehidupan nyata
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB COOK DI KEDAI POJOK HOKKY SURABAYA
The purpose of writing this Final Project is to find out the Duties and Responsibilities of Cook at the Hokky Corner Store, Surabaya. The author, as a cook / crew kitchen at the Hokky Corner Store, Surabaya, made observations of the duties and responsibilities of a cook. From the discussion, the writer concludes that the Duties and Responsibilities of Cook at the Hokky Corner Shop in Surabaya have been carried out in accordance with the established Job Description
Analisis Efisiensi Teknis Penggunaan Faktor - Faktor Produksi Usahatani Cabai Besar (Capsicum Annum L.) (Studi Kasus Desa Gading Kulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang)
Komoditas hortikultura merupakan komoditas yang sangat prospektif, baik untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun internasional mengingat potensi permintaan pasarnya baik di dalam maupun di luar negeri yang cukup besar dan nilai ekonominya yang tinggi. Salah satu komoditas hortikultura potensial untuk dikembangkan adalah komoditas cabai besar. Pada tahun 2013, Indonesia menempati urutan keempat sebagai negara produsen penghasil cabai besar di dunia. Luas area tanam di Indonesia yang sangat luas seharusnya mampu menggeser posisi China yang saat ini menjadi negara penghasil cabai besar dunia yang memiliki luas areal tanam cabai besar lebih sempit. Peningkatan produksi cabai besar dilakukan agar Indonesia mampu menjadi produsen terbesar di dunia dengan cara mengoptimalkan penggunaan faktor-faktor produksi. Di daerah penelitian, permasalahan yang terjadi yaitu penggunaan bibit yang masih kurang, serta penggunaan input produksi lain seperti pupuk kandang yang belum sesuai dengan anjuran. Oleh karena itu mengingat pentingnya cabai besar sebagai komoditas yang sangat diunggulkan maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor produksi yang berpengaruh terhadap produksi pada usahatani cabai besar, menganalisis efisiensi teknis penggunaan faktor-faktor produksi pada usahatani cabai dan mengetahui seberapa besar tingkat pendapatan usahatani cabai besar. Metode analisis yang digunakan adalah dengan menggunakan fungsi produksi Stochastic Frontier. Metode ini digunakan untuk mengetahui apakah faktor-faktor yang digunakan dalam usahatani cabai besar berpengaruh nyata terhadap produksi cabai besar serta menganalisis tingkat efisiensi teknis yang dicapai oleh petani responden. Analisis pendapatan dapat dihitung dengan menghitung total penerimaan yang diperoleh petani dikurangi dengan total biaya usahatani yang dikeluarkan oleh petani. Hasil penelitian antara lain: (1) Faktor produksi yang berpengaruh nyata terhadap produksi cabai besar adalah lahan, bibit, pupuk kandang, pupuk kimia, dan tenaga kerja. Faktor – faktor produksi tersebut berpengaruh positif yang artinya setiap penambahan faktor produksi tersebut akan menyebabkan penambahan produksi. (2) Tingkat efisiensi tertinggi dan terendah yang dicapai petani di Desa Gading Kulon adalah sebesar 0,999 persen dan 0,535 persen. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada peluang 0,001 persen dan 0,465 persen untuk meningkatkan produksi. Sedangkan tingkat efisiensi rata-rata yang dicapai petani adalah sebesar 0,922 persen. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa rata-rata petani responden di daerah penelitian sudah mencapai 92,2 persen dari produksi potensial cabai besar dan masih memiliki peluang sebesar 7,8 persen untuk meningkatkan produksinya. (3) Rata – rata total penerimaan petani cabai besar di daerah penelitian sebesar Rp. 52.262.521 dan rata – rata total biaya yang dikeluarkan petani adalah sebesar Rp. 21.245.746 sehingga diperoleh pendapatan usahatani cabai besar sebesar Rp.31.016.774 per hektar dalam satu musim tanam. Dari hasil tersebut maka dapat dikatakan bahwa rata – rata usahatani cabai besar di Desa Gading Kulon menguntungkan. Saran untuk penelitian ini adalah: (1) Dalam upaya peningkatan efisiensi teknis cabai besar maka dapat dilakukan dengan cara mengoptimalkan penggunaan faktor-faktor produksi yang mempunyai koefisien positif dan berpengaruh nyata terhadap produksi cabai besar yaitu penggunaan faktor produksi seperti lahan, bibit, pupuk kandang, pupuk kimia dan penggunaan tenaga kerja. (2) Tingkat efisiensi teknis usahatani cabai besar di Desa Gading Kulon masih dapat ditingkatkan untuk mencapai full efficiency dengan cara mengoptimalkan dan menambahkan penggunaan bibit cabai besar adalah sebesar 1.514 bibit cabai besar dan penambahan tenaga kerja sebanyak 4,15 HKSP. (3) Pendapatan petani cabai besar dapat meningkat apabila produksi yang dihasilkan juga meningkat. Peningkatan produksi dapat dilakukan dengan cara mengalokasikan semua faktor produksi yang tepat. Oleh karena itu upaya yang dapat dilakukan agar petani dapat melakukan usahatani cabai besar hingga mencapai hasil yang maksimal adalah dengan diadakannya kegiatan penyuluhan dari PPL setempat. Petani perlu adanya penyuluhan yang intensif terkait penggunaan kombinasi input yang tepat dalam melakukan usahataninya
Perwatakan Tokoh Utama Novel-novel Karya Andrea Hirata
ABSTRACT Trina Villa Septi. 2019. Thesis. Characteristics of Main Characters of Novels The work of Andrea Hirata. The author chose the title "Perwatakan Leaders Main Novels of the Work Andrea Hirata "because this novel is between me, the Laskar Pelangi novel, Cinta Dalam Glassy, Eleven Patriots, and Daddy, tell a lot about the positive qualities of the trait who do not give up easily, work hard, struggle, persistence in dreams and love the motherland. The problems described in this study are (1) What is the character of Andrea Hirata's main characters? (2) what is the character of the main characters in the novels by Andrea Hirata? The theory that the author uses to analyze this research is theory Suryabarta (2003), and Suroto's theory (1989). The author uses the method descriptive to do this research. While the technique used in this study is a hermeneutic technique that is reading, note taking, and conclude In this study it can be concluded that the main character character in Andrea Hirata's novels there are various kinds of characters told to form a story line, which uses behavioral techniques normative (direct) and descriptive (indirect) behavior. The following character traits main in the novels by Andrea Hirata: (1) Character of the main character Ikal on the novel Laskar Pelangi by Andrea Hirata has a normative character (direct) as much as 5 data, while descriptively (indirectly) 4 data. (2) the character of the main character Ikal in the Eleven Patriot novel has a normative character (direct) there are 4 data, whereas in character descriptive (indirect) of 5 data. (3) the character of the main character Maryamah or Enong in the novel Cintra Dalam Gelas has a normative character of 4 data, while descriptive characters are 5 data. (4) the character of the main character Sabari in the novel by Father Hirata Andrea has a normative character (direct) 7 data, whereas descriptively (indirectly) there are 3 data. Furthermore, in the characterization of novels by Andrea Hirata. (1) Characterization of the main character Curls in the novel Laskar Pelangi by Andrea Hirata has a character analytic (direct) as much as 6 data, whereas dramatically (indirectly) as much as 3 data. (2) the character of the main character Ikal in the Eleven Patriot novel have character analytically (directly) there are 2 data, whereas in character dramatic (indirect) of 7 data. (3) the character of the main character Maryamah or Enong in the novel Cintra Dalam Gelas has an analytic character (direct) as much as 5 data, while the dramatic character (indirect) as many as 4 data. (4) the character of the main character Sabari in Andrea Hirata's Father's novel has a character analytic (direct) 6 data, whereas dramatically (indirectly) there are 4 data
APLIKASI PENDUKUNG KEPUTUSAN PENCARIAN JODOH BERBASIS ANDROID
The number of mating phenomenon of divorce today is certainly making a number of couples think twice to make sure it is ready to settle down. Factors that cause divorce are extremely diverse. Starting from age differences, differences in beliefs, dissent to their egos are still high. Ignorance criteria in finding the couple can also be a major factor in divorce. The growing role of social media today also effects individuals in finding a partner. But unfortunately, not all of which are known in the social media is the right person and deserve to be a couple later. With the development of Android applications are more interesting, the author tries to create an entertainment applications for Android-based simple mate search. The method used is the method of Analytical Hierarchy Process (AHP) to match the specified criteria
The implementation of hybrid clustering using fuzzy c–means and divisive algorithm for analyzing DNA human Papillomavirus cause of cervical cancer
Comparison analysis of wooden house thermal comfort in tropical coast and mountainous by using wall surface temperature difference
Modèle sémantique et interactions pour l'analyse de documents
@inproceedings{CN-PERLERIN-2004, author = {Vincent Perlerin and St{é}phane Ferrari}, title = {{Mod{è}le s{é}mantique et interactions pour l'analyse de documents}}, pages = {231-251}, year = {2004}, booktitle = {Approches S{é}mantique du Document {É}lectronique - Actes du septi{è}me Colloque International sur le Document {É}lectronique (CIDE.7)}, editor = {P. Enjalbert and M. Gaio}, publisher = {Europia {é}ditions, Paris}, organization = {22-25 juin 2004, La Rochelle, France} }National audienc
Eksplorasi Pengaruh Jenis Kelamin dalam Menyelesaikan Soal HOTS IPA pada Sekolah Dasar di Kabupaten Kediri.
This research aimed to determine the high-level thinking skills of sixth-grade elementary school students in answering HOTS questions in science subjects. The research method used was quantitative descriptive. The data collection technique was using test techniques. The research sample was sixth-grade students in Wates sub-district, Kediri Regency who had completed the magnet material with a sample size of 243 students. The collected data were analyzed using SPSS. The critical thinking skills of elementary school students in Kediri Regency in solving HOTS science questions were included in the sufficient category with an average of 49.03. The average for female students in solving HOTS science questions was 48.20 while male students obtained an average of 49.84. T-test and correlation data from SPSS stated that gender differences were not a factor that influenced students' abilities in solving HOTS questions.enelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa sekolah dasar Kelas VI dalam menjawab soal HOTS pada mata pelajaran IPA. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data adalah menggunakan teknik tes. Sampel penelitian merupakan siswa kelas VI di kecamatan Wates Kabupaten Kediri yang telah menyelesaikan materi magnet dengan jumlah sampel 243 siswa. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan SPSS. Kemampuan Berpikir kritis siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Kediri dalam menyelesaikan soal HOTS IPA termasuk dalam kategori cukup dengan rata-rata 49,03. Rata-rata Siswa perempuan dalam menyelesaikan soal HOTS IPA adalah 48,20 sedangkan Siswa perempuan memperoleh Rata-Rata 49,84. Data uji T dan korelasi dari SPSS menyatakan perbedaan gender bukan merupakan faktor yang mempengaruhi kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal HOTS
PENGALAMAN HIDUP PEREMPUAN DENGAN PERNIKAHAN USIA DINI DI DESA SUMBERHARJO PRAMBANAN SLEMAN TAHUN 2012
Latar Belakang: Terjadinya kematangan seksual atau alat-alat reproduksi yang
berkaitan dengan sistem reproduksi, merupakan suatu bagian penting dalam
kehidupan remaja sehingga diperlukan perhatian khusus. Secara umum, seorang
perempuan dikatakan siap secara fisik jika telah menyelesaikan pertumbuhan
tubuhnya, yaitu sekitar usia 20 tahun. Sehingga usia 20 tahun bisa dijadikan
pedoman kesiapan fisik. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di Desa
Sumberharjo Prambanan Sleman terdapat 61,29 % remaja menikah pada usia dini.
Di Desa Sumberharjo tingkat pernikahan di usia dini tertinggi dari 6 Desa di
kecamatan Prambanan.
Tujuan : mendapatkan gambaran secara mendalam pengalaman hidup perempuan
dengan pernikahan usia dini di desa Sumberharjo Prambanan Sleman tahun 2012.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode pengambilan
sampel secara purposive sampling dengan jumlah partisipan empat orang. Cara
pengumpulan data dalam penelitian ini dengan indepth interview. Analisis data
dalam penelitian ini adalah analisis tema dengan pembimbing.
Hasil: Hasil penelitian diperoleh bahwa keinginan orang tua menikahkan anaknya
adalah dikarenakan faktor ekonomi keluarga. Perubahan setelah menikah merasa
kurang bebas dan malu mengikuti kegiatan dimasyarakat. Pernikahan usia dini
berdampak perekonomian setelah menikah masih kurang dan permasalahan
sering terjadi karena kurangnya kedewasaan. Dukungan suami dalam kehamilan
dan dalam merawat anak masih butuh bantuan dari orang lain. Melihat hasil yang
diperoleh disarankan tenaga kesehatan untuk meningkatkan kerjasama dengan
masyarakat dan lembaga yang terkait dalam melakukan konseling maupun
penyuluhan sehingga setiap permasalahan yang dialami kaitannya dengan masalah
kesehatan reproduksi remaja yang terjadi dalam pernikahan usia dini bisa lebih
teratasi
- …
