1,721,048 research outputs found
PENGARUH BEASISWA PPA (PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK) TERHADAP PRESTASI MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
PENGARUH BEASISWA PPA (PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK) TERHADAP PRESTASI MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA Oleh Widya Ningrum Lulu Sayekti NIM. 09404247005
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian beasiswa PPA (Peningkatan Prestasi Akademik) terhadap prestasi mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta dengan melihat indeks prestasi antara sebelum dan sesudah menerima beasiswa. Populasi penelitian ini semua mahasiswa di Fakultas Ekonomi yang menerima beasiswa PPA (Peningkatan Prestasi Akademik) dan masih aktif. Populasi sejumlah 63 mahasiswa penerima beasiswa PPA. Pengumpulan data dengan menggunakan metode dokumentasi. Analisis data dengan analisis deskriptif menggunakan tabel dan uji t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian beasiswa PPA (Peningkatan Prestasi Akademik) tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta
MOTIVASI BERWIRAUSAHA PADA MAHASISWA YANG MENGGUNAKAN APLIKASI E-COMMERCE
ABSTRAK
Dinik Widya Ningrum. 126308203211. Skripsi dengan judul “Motivasi Berwirausaha Pada Mahasiswa Yang Menggunakan Aplikasi E-Commerce”. Prodi Psikologi Islam (PI), Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. 2024
Pembimbing : Afinia Sandhya Rini, M.Psi
Di era globalisasi dan kemajuan teknologi informasi, E-Commerce atau perdagangan elektronik telah menjadi salah satu penggerak utama dalam transformasi ekonomi global. Berdasarkan pengamatan yang telah peneliti lakukan pada mahasiswa UIN SATU Tulungagung fenomena mahasiswa yang berkuliah sambil berwirausaha secara online baik mengiklankan produknya di media sosial atau melalui Whatsapp sudah banyak. Selain itu peneliti juga menemukan beberapa mahasiswa yang berwirausaha melalui aplikasi E-Commerce. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi berwirausaha pada mahasiswa yang menggunakan aplikasi E-Commerce. Penelitian ini menggunakan metode kualitataif dengan pendekatan studi kasus. Metode studi kasus yang digunakan adalah studi kasus tunggal (single case study). studi kasus tunggal memungkinkan peneliti untuk melakukan eksplorasi mendalam dan spesifik terhadap kejadian atau peristiwa tertentu dari sebuah fenomena. Pemilihan partisipan menggunakan teknik Snowball Sampling.Hasil dari penelitian ini yaitu mahasiswa termotivasi untuk berwirausaha melalui aplikasi E-Commerce karena berbagai faktor, termasuk dukungan lingkungan sosial dan keluarga, serta kebutuhan aktualisasi diri sesuai teori hierarki kebutuhan selain itu hambatan utama yang dihadapi mahasiswa dalam berwirausaha menggunakan aplikasi E-Commerce adalah tantangan persaingan dan kendala teknis.
Kata Kunci : Motivasi, Wirausaha, E-Commerc
Perilaku Komunikasi Barista terhadap Loyalitas Pelanggan di Sukokopi Padang
ABSTRAK
Perilaku Komunikasi Barista Dengan Loyalitas Pelanggan Di Sukokopi Padang
Oleh:
Widya Ningrum
1410861017
Pembimbing:
Dr. Ernita Arif, M.Si.
Misnar Sitriwanti S.AP. M.Si.
Melihat banyaknya pencinta dan penikmati kopi dari berbagai golongan, hal ini menjadikan peluang bisnis yang sangat bagus khususnya di bidang kopi. Pasalnya dengan adanya tren baru ini, membuat para investor untuk berlomba-lomba membuka kedai kopi yang unik dan menarik sehingga dapat menarik pelanggan nya. Sukokopi Padang merupakan salah satu kedai kopi di Padang yang berdiri sejak pertengahan bulan September tahun 2017. Sukokopi Padang memiliki cara yang menarik agar pelanggan tersebut mau mengunjungi Sukokopi Padang kembali. Diantaranya adalah memberikan pelayanan terbaik yang dilakukan oleh Barista di Sukokopi Padang. Maka dari itu untuk menunjang pelayanan yang terbaik, diperlukan pelatihan Barista. Seorang Barista diwajibkaan membangun image yang baik serta menarik dalam melakukan pelayanan yang terbaik agak memberikan kesan atau image yang baik dihati pelanggannya. Jika Barista memiliki kepribadian yang baik dan menarik, biasanya orang sulit. Tujuan dari penelitian ini diantaranya adalah (a) untuk mengetahui perilaku komunikasi barista di Sukokopi Padang, (b) untuk mengetahui loyalitas pelanggan di Sukokopi Padang, dan (c) untuk mengetahui hubungan perilaku komunikasi melalui sub variabel komunikasi verbal dan nonverbal yang dilakukan oleh barista terhadap loyalitas pelanggan di Sukokopi Padang. Metode yang digunakan didalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survey. Teori yang digunakan didalam penelitian ini adalah Teori S-O-R (Stimulus, Organism, Respon). Konsep loyalitas pelanggan didalam penelitian ini menggunakan konsep loyalitas dari Jill Griffin. Populasi pada penelitian ini sebanyak 169 responden dengan jumlah sampel 119 responden. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan teknik sample aksidental. Teknik pengumpulan datanya menggunakan kuesioner. Analisis hipotesis datanya menggunakan uji korelasi spearman rank. Hasil penelitian ini diketahui bahwa besar hubungan perilaku komunikasi barista terhadap loyalitas pelanggan yaitu 79%. Artinya hubungan antara perilaku komunikasi yang dilakukan oleh barista terhadap loyalitas pelanggan merupakan hubungan yang sangat kuat. Besarnya signifikansi korelasi Rank Spearman adalah 0,885, ini artinya terdapat hubungan yang signifikan dari perilaku komunikasi barista terhadap loyalitas pelanggan.
Kata Kunci : Perilaku Komunikasi Barista, Loyalitas Pelangga
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MASTER (MOTIVATING, ACQUIRE, SEARCH OUT, TRIGGER, EXHIBIT, REFLECT) TERHADAP KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS DITINJAU DARI SELF REGULATION
ABSTRAK
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MASTER
TERHADAP KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS
DITINJAU DARI SELF REGULATION
Oleh
Indira Widya Ningrum
1711050054
Kemampuan representasi matematis merupakan merupakan bentuk
interprestasi pemikiran peserta didik terhadap suatu permasalahan atau
persoalan matematis dengan acara mengkomunikasikan gagasan/ide
yang digunakan sebagai alat bantu untuk menemukan solusi dari
masalah tersebut. Bentuk interprestasi peserta didik dapat berupa kata�kata atau verbal, tulisan, gambar, grafik, simbol matematika dan lain�lain
Penelitian ini merupakan jenis penelitian Quasi Eksperimental Design.
Populasi pada penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII SMP
Muhammadiyah 3 Bandar Lampung. Teknik pengambilan sampel
yang digunakan adalah Teknik Cluster Random Sampling yang
kemudian diperoleh kelas VIII C sebagai kelas eksperimen yang akan
diberi perlakuan menggunakan model pembelajaran MASTER dan
kelas VIII D sebagai kelas kontrol yang akan diberi perlakuan
menggunakan model pembelajaran ekspositori. Intrumen yang
digunakan dalam pengumpulan data adalah tes kemampuan
representasi matematis dan lembar angket self regulation peserta
didik.
Analisis data penelitian ini adalah analisis variansi dua jalan dengan
sel tak sama. Pengujian hipotesis menggunakan analisis variansi dua
variabel dengan sel tak sma menggunakan taraf signifikansi 5%
diperoleh hasil sebagai berikut: sig = 0.00 < α = 0,05 sehingga H0A
ditolak, sig = 0.00 < α = 0,05 sehingga H0B ditolak, dan sig 0,89 <
0,05 α = 0,05 sehingga H0AB diterima. Berdasarkan hasil penelitian
iv
tersebut maka dapat disimpulkan bahwa (1) Terdapat pengaruh antara
peserta didik yang memperoleh pelajaran menggunakan model
pembelajaran MASTER dan peserta didik yang memperoleh pelajaran
menggunakan model pembelajaran ekspositori terhadap kemampuan
representasi matematis. (2) Terdapat pengaruh antara peserta didik
dengan self regulation tinggi, sedang, dan rendah terhadap
kemampuan representasi matematis. (3) Tidak terdapat pengaruh
antara model pembelajaran MASTER dan self regulation terhadap
kemampuan representasi matematis.
Kata Kunci : Model Pembelajaran MASTER, Kemampuan
Representasi Matematis, Self Regulatin Peserta Didi
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN THINKING ALOUD PAIR PROBLEM SOLVING (TAPPS) MENGGUNAKAN BAHAN AJAR GAMIFIKASI UNTUK MENINGKATKAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS PESERTA DIDIK
ABSTRAK
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN THINKING ALOUD PAIR
PROBLEM SOLVING (TAPPS) MENGGUNAKAN BAHAN AJAR
GAMIFIKASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN
MASALAH MATEMATIS
Oleh
Rina Widya Ningrum
Kemampuan Pemecahan Masalah merupakan bagian terpenting dalam
ilmu matematika dan terdapat pada tujuan pembelajaran matematika. Ada
beberapa penelitian yang menyatakan kemampuan pemecahan masalah peserta
didik masih tergolong rendah. Rendahnya kemampuan pemecahan masalah
matematis pada peserta didik disebabkan adanya peserta didik yang mengalami
kesulitan dalam menyelesaikan soal serta hanya beberapa dari peserta didik yang
mengajukan pertanyaan atau mengemukakan ide dalam pengerjaan soal dan
proses pembelajaran yang membuat para peserta didik menjadi pasif. Penerapan
metode pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) diharapkan
mampu memperbaiki permasalahan tersebut. Keterbatasan bahan ajar juga
merupakan aspek rendahnya minat belajar peserta didik, sehingga bahan ajar
gamifikasi diharapkan mampu memberikan minat belajar peserta didik menjadi
tinggi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui peningkatan pemecahan
masalah matematis antara murid yang menggunakan metode pembelajaran
Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) menggunakan bahan ajar
gamifikasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Jenis eksperimen yang
digunakan pada penelitian ini ialah eksperimen semu (Quasi Experimental).
Populasi pada penelitian ini adalah seluruh kelas VIII MTs. Al-Ishlah Sukadamai
Natar, sampel yang saya gunakan adalah 3 kelas yaitu kelas kelas eksperimen 1
pada kelas VIII A, kelas eksperimen 2 pada kelas VIII B, dan kelas kontrol pada
kelas VIII C. Instrumen yang digunakan yaitu instrumen tes. Uji hipotesis pada
penelitian ini menggunakan uji ANAVA satu jalan dengan sel sama, dengan taraf
signifikan 0,05 atau 5%. Adapun hasil perhitungan, setelah dilakukan uji hipotesis
menggunakan uji ANAVA diperoleh sebesar 17,844. Jika nilai
sebesar 2,709 maka dapat disimpulkan bahwa . Sehingga dalam
perhitungan ditolak dan diterima, yang artinya terdapat pengaruh
pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) menggunakan
bahan ajar gamifikasi terhdapat kemampuan pemecahan masalah matematis
peserta didik
AKUNTANSI JASA PENGINAPAN
Buku dengan judul “Akuntansi Jasa Penginapan” yang ditulis oleh Mulya Widya Ningrum, NIM. 17403163113, Pembimbing Lantip Susilowati, S.Pd., M.M.
Akuntansi jasa penginapan merupakan sistem informasi yang berguna untuk mengukur aktivitas bisnis perusahaan jasa penginapan, pemrosesan data menjadi laporan, dan melaporkan hasil kepada para pengguna laporan. Seperti perusahaan-perusahaan lainnya, perusahaan jasa penginapan juga sangat memerlukan akuntansi demi keberlangsungan usahanya baik berskala kecil maupun berskala besar. Jenis usaha jasa penginapan yang dibahas dalam buku ini diantaranya ada kontrakan, indekos/kos, dan hotel.
Banyaknya perusahaan jasa penginapan yang tidak sebanding dengan banyaknya yang memahami konsep akuntansi menjadi alasan dan fokus utama dalam pembahasan dalam buku ini. Buku ini bertujuan untuk memberikan solusi dari permasalahan tersebut dengan cara memberikan penjelasan mengenai akuntansi pada usaha jasa penginapan beserta prosedur pencatatan akuntansi secara sederhana yang sudah penulis golongkan pada setiap bab sehingga mudah untuk dipahami oleh pembaca.
Kata Kunci: Akuntansi, Jasa Penginapan, Kontrakan, Indekos, Hote
PERAN ORGANISASI INTRA SEKOLAH DALAM MENANAMKAN KEDISIPLINAN SANTRIWATI PONDOK PESANTREN DARUL FIKRI BRINGIN, KAUMAN, PONOROGO
Widya Ningrum, Leni (14111885). Peran Organisasi Intra Sekolah dalam menanamkan Kedisiplinan Santriwati Pondok Pesantren Darul Fikri Bringin, Kauman, Ponorogo. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI). Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Ponorogo, 2018. Pembimbing (I) Happy Susanto, M.Pd.I., pembimbing (2) Sigit Dwi Laksana, M.Pd.I.
Kata Kunci: Organisasi Intra Sekolah, Kedisiplinan, Pondok Pesantren.
Kedisiplinan merupakan karakter yang harus di tumbuh kembangkan dalam pribadi manusia. Dalam penanaman kedisiplinan ada peraturan-peraturan yang wajib ditaati dan patuhi untuk menumbuhkan karakter disiplin. Penanaman kedisiplinan merupakan program yang ada di Pondok Pesantren Darul Fikri dan dijalankan Organisasi Pondok Darul Fikri. Penanaman kedisiplinan ini wajib diikuti dan dilaksanakan semua santriwati KMI (MTs dan MA). Alasan peneliti melakukan penelitian di Pondok Pesantren Darul Fikri, karena kedisiplinan di Pondok Pesantren Darul Fikri sangat baik dan Organisasi Intra Sekolah bernama Organisasi Pondok Darul Fikri berperan aktif dalam menanamkan Kedisiplinan santriwati.
Penelitian ini menggunakan rumusan masalah: (1) Bagaimana bentuk-bentuk penanaman kedisiplinan yang dilakukan Organisasi Intra Sekolah di Pondok Pesantren Darul Fikri?, (2) Bagaimana hasil penanaman kedisiplinan santiwati dilakukan Organisasi Intra Sekolah di Pondok Pesantren Darul Fikri?, (3) Apa saja faktor pendukung dan penghambat penanaman kedisiplinan santriwati yang dilakukan Organisasi Intra Sekolah di Pondok Pesantren Darul Fikri?. Dan penelitian ini bertujuan: Untuk mengetahui dan mendeskripsikan bentuk-bentuk penanaman kedisiplinan santriwati, hasil penanaman kedisiplinan santiwati dan faktor pendukung dan penghambat penanaman kedisiplinan santriwati yang dilakukan Organisasi Intra Sekolah di Pondok Pesantren Darul Fikri.
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif, metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis yang digunakan peneliti adalah teknik analisis data secara deskriptif.
Hasil penelitian ini: (1) Bentuk-bentuk penanaman kedisiplinan santriwati yang dilakukan Organisasi Intra Sekolah: masuk sekolah tepat waktu, seragam lengkap, sholat dhuha, sholat berjama’ah, membaca Al-Qur’an, berbahasa resmi, membuat surat izin jika tidak masuk, dan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. (2) Hasil penanaman kedisiplinan sudah baik dan sesuai apa yang diharapkan oleh ustadz dan ustadzah. Hasil dapat diketahui dengan evaluasi setiap bulannya, ketika ada yang melanggar akan diberikan nasehat lalu hukuman. Mudabbirah juga memberikan reward berupa sertifikat dan piala kepada santriwati teladan. (3) Faktor pendukung penanaman kedisiplinan santriwati adalah dukungan pembimbing, pendidikan orang tua, keinginan santriwati berubah, dukungan teman, sarana dan prasarana, serta lingkungan yang baik. Sedangkan faktor penghambatnya meliputi kurangnya kesadaran santriwati, minimnya pengetahuan orang tua, teman yang berpengaruh buruk, faktor alam dan lingkungan yang buruk
STRATEGI PENGELOLAAN KELAS GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR KELAS II SD ISLAM AN-NASHR SIDOREJO KAUMAN TULUNGAGUNG
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Strategi Pengelolaan Kelas Guru dalam Proses Belajar
Mengajar Kelas II SD Islam An-Nashr Sidorejo Kauman Tulungagung”. Ini ditulis
oleh Kartika Widya Ningrum, NIM, 17205163055, Pembimbing Dr. Khoirul Anam
M.Pd.I.
Kata kunci : Strategi Guru, Pengelolan Kelas, Proses Belajar Mengajar.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya peran guru dalam proses
belajar mengajar terutama didalam kelas, karena guru mempunyai tanggung jawab
besar dalam perkembangan kepribadian siswa, oleh sebab itu guru dituntut untuk
memiliki keterampilan dalam pengelolaan kelas. Dalam hal ini peneliti mengkaji
bagaimana strategi pengelolaan kelas guru dalam proses belajar mengajar kelas II
SD Islam An-Nashr Sidorejo Kauman Tulungagung.
Fokus penelitian ini adalah: (1) Bagaimana strategi guru menciptakan suasana
belajar mengajar yang kondusif dikelas ? (2) Bagaimana strategi guru dalam
mengatur ruang kelas untuk memperlancar kegiatan belajar mengajar di kelas ? (3)
Bagaimana strategi guru menjalin hubungan kerjasama yang baik dengan siswa di
kelas?. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui
strategi guru menciptakan suasana belajar mengajar yang kondusif dikelas ? (2)
Untuk mengetahui strategi guru dalam mengatur ruang kelas untuk memperlancar
kegiatan belajar mengajar di kelas ? (3) Untuk mengetahui strategi guru menjalin
hubungan kerjasama yang baik dengan siswa di kelas?
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui observasi,
wawancara dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini melalui tiga tahap
yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan
keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan teknik serta pembahasan
teman sejawat.
Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Strategi guru menciptakan suasana
belajar mengajar yang kondusif dikelas yaitu dengan cara pandai melihat situasi,
kondisi dan karakter kelas, pembiasaan menghafal surat-surat pendek, absensi dan
mengadakan dialog sedikit dengan cerita, pembelajaran yang santai namun serius,
memotivasi siswa dalam belajarnya, membuat perencanaan bersama siswa,
merencanakan kegiatan pembelajaran dari pertemuan sebelumya, sikap penuh
perhatian dan tlaten mampu mengingingat pemahaman siswa yang berbeda-beda,
gaya mengajar yang bervariasi dan mampu menumbuhkan motivasi belajar siswa.
(2) Strategi guru dalam mengatur ruang kelas untuk memperlancar kegiatan belajar
mengajar dikelas yaitu dengan cara, mengajak siswa memelihara kebersihan dan
keindahan semua barang yang ada dikelas, membuat kelas menjadi tempat yang
nyaman dan memberikan rangsangan bagi para siswa untuk belajar, mengisi kelas
dengan berbagai sumber belajar, media, kata-kata mutiara, dan hasil-hasil karya
peserta didik, mengatur penataan posisi tempat duduk dengan mempertimbangkan
karakteristik individu menata posisi duduk sesuai metode yang diterapkan guru
dalam proses belajar mengajar di kelas. (3) Strategi guru menjalin hubungankerjasama yang baik dengan siswa dikelas yaitu dengan cara guru berpenampilan
yang menyenangkan bagi siswa dan harus sesuai dengan apa yang diajurkan oleh
yayasan, memposisikan siswa sebagai teman yang sedang melaksanakan proses
belajar bersama di kelas, membangun suatu hubungan kerjasama yang baik dalam
memecahkan masalah bersama siswa dan bersikap adil, menciptakan kerja sama
saling menghargai, baik antara peserta didik dengan peserta didik maupun antara
peserta didik dengan guru
Analisis Rasio Aktivitas dalam Meningkatkan Laba pada PT. Mestika Sakti Medan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan laba PT.
Mestika Sakti Medan yang diukur menggunakan rasio aktivitas dengan melihat
kemampuan perputaran total aktiva(TATO), perputaran aktiva tetap(FATO),
perputaran persediaan(ITO) dan perputaran modal kerja(WCTO) dalam
meningkatkan laba. Rasio Aktivitas merupakan rasio keuangan yang bertujuan
untuk melihat efektivitas perusahaan dalam menggunakan aktiva yang
dimilikinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif, dengan jenis
data penelitian berupa data kuantitatif dan sumber data yakni data sekunder.
Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dokumentasi dan teknik
analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa perkembangan laba PT. Mestika Sakti Medan yang
dianalisis menggunakan Rasio Aktivitas berdasarkan laporan keuangan tahun
2006-2015 yakini terlihat bahwa secara rata-rata perputaran aktiva tetap yang
berada pada posisi stabil, perputaran persediaan mengalami penurunan,
perputaran aktiva tetap mengalami penurunan dan perputaran modal kerja
mengalami peningkatan serta laba bersih mengalami penurunan. Hal ini
disebabkan oleh kenaikan penjualan yang tidak sebanding dengan aktiva yang
dimilikinya. Adapun penurunan laba bersih perusahaan disebabkan oleh kurang
maksimalnya pemanfaatan aktiva perusahaan dalam melakukan penjualan serta
kurangnya pengendalian biaya-biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan
penjualan. Sehingga keuntungan yang dihasilkan tidak sebanding dengan biayabiaya
yang akan dikeluarkan
- …
