186 research outputs found

    The use of "Kahoot!" at English education study program of Widya Mandala Catholic University Surabaya

    Full text link
    Online learning is needed in educational life especially in this millennial era. It has a greatest revolution and solution in schools and universities. As online learning technology has been used in universities, digital instructional games have gained their acceptance in the classroom as the online learning merits of student engagement. At the English Education Study Program of Widya Mandala Catholic University Surabaya (WMCU), one of the digital instructional games application that gained a popularity is Kahoot!. Therefore, the researcher conducted this study to explore the use of Kahoot! in the English Education Study Program of Widya Mandala Catholic University Surabaya. The total participants of the study were 53 students and two lecturers who used Kahoot! as their learning media at the English Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Widya Mandala Catholic University Surabaya at the academic year of 2016/2017 and 2018/2019. The data were collected using questionnaire for students and interview for a lecturers. The findings showed that (i) the subject who used Kahoot! were Drama, Writing A and Speaking A (ii) the lecturers’ reasons for choosing Kahoot! as their learning media mostly were to give the students encouragement/motivation to study and to help them become more engaged with the materials given, (iii) the students had positive perceptions with the use of Kahoot! and (iv) in order to improve the use of Kahoot! in the future, the lecturers should use more online quizzes and Kahoot! should be used in other courses such as Structure and Vocabulary. The application of Kahoot! in some courses needs to be continued but some matters need to be improved

    TARI LARASATI SEBAGAI PEMBELAJARAN TARI ANAK

    Full text link
    Pembelajaran yang baik akan menghasilkan hasil yang sesuai. Adanya pembelajaran tari akan menghasilkan manfaat bagi peserta didik terutama jika materi dalam pembelajaran tersebut disesuaikan dengan usia yang dimiliki peserta didik. Seperti Tari Larasati yang diciptakan oleh Studio tari Indra yang diciptakan khusus untuk usia anak-anak. Karakter yang dimiliki oleh anak-anak sangatlah berbeda-beda sehingga perlunya pendidikan yang sesuai dan tepat bagi peserta didik. Dengan demikian, tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk koreografi, bagaimana proses pembelajaran bagi anak usia 6-12 tahun dan hasil dari pembelajaran Tari Larasati di Sanggar Studio Tari Indra. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengumpulkan beberapa data dari hasil observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi pada saat proses penelitian. Berdasarkan hasil penelitian di Sanggar Studio Tari Indra, Koreografi yang diciptakan sangat sesuai dengan anak  usia 6-12 tahun bentuk serta pola yang dibuat dapat dikatakan mudah dan berulang-ulang dalam proses pembelajaran menggunakan metode ceramah, metode demonstrasi, metode drill dan metode peniruan sehingga dengan adanya metode yang disampaikan dapat dipahami oleh peserta didik. Hasil akhir pada proses pembelajaran tari memberikan peserta didik memahami aspek-aspek tari wiraga,wirasa dan wirahma. Dalam pembelajaran tari juga memiliki manfaat untuk para peserta didik dalam segi perkembangan motorik dan psikologis emosional peserta didik, dimana peserta didik mampu menahan, mengontrol, menjaga emosi dalam melakukan teknik gerak dari tiap pertemuan yang dilakukan serta dalam pembelajaran Tari Larasati jika dilihat dari segi tekstual maka gerak yang diciptakan sangat dapat dipahami, koreografi yang berulang-ulang, tempo yang mengalun, pola lantai yang simetris sehingga peserta didik dapat menerima dan memahami materi pembelajaran. Secara Non kontekstual dalam mempelajari tari  dapat memberikan peserta didik terhadap rasa kepekaan yang tinggi, melestarikan tarian budaya Sunda, cinta akan budaya

    Pemahaman Kedisiplinan dalam Mentaati Tata Tertib Pada Siswa Kelas Tinggi SDN Punten 01 Kecamatan Bumiaji Kota Batu

    No full text
    ABSTRACT   Larasati, Widya. 2016. Pemahaman Kedisiplinan dalam Mentaati Tata Tertib Pada Siswa Kelas Tinggi SDN Punten 01 Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Achmad Taufik, M.Pd.  Pembimbing (2) Dra. Ratna Trieka A, S.Pd, M.Pd. Kata kunci : Pemahaman, Kedisiplinan, Tata Tertib, Sekolah Dasar.  Kedisiplinan dalam mentaati tata tertib secara garis besar merupakan sikap dalam mematuhi atau melaksanakan suatu aturan yang dibuat oleh sekolah, dengan berbagai ketentuan yang harus ditaati oleh warga sekolah agar proses berlangsungnya pembelajaran dapat berjalan dengan lancar. Penerapan disiplin akan membentuk moral siswa menjadi lebih baik. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan yaitu untuk mendeskripsikan tingkat pemahaman kedisiplinan siswa kelas tinggi SDN Punten 01 Kecamatan Bumiaji Kota Batu dalam mentaati tata tertib sekolah. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif dengan persentase, dengan subjek penelitian sebnyak 182 siswa.  Data penelitian ini yang berupa gambaran secara sistematis dan akuratberupa fakta tentang tingkat pemahaman kedisiplinan siswa kelas tinggi SDN Punten 01 Kecamatan Bumiaji Kota Batu dalam mentaati tata tertib sekolah. Pengolahan data penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik kuisioner atau angket. Dari hasil penelitian di SDN Punten 01 Kecamatan Bumiaji Kota Batu, diperoleh data tingkat pemahaman kedisiplinan siswa kelas tinggi dalam mentaati tata tertib yaitu sebanyak 58,24% dengan kriteria sangat tinggi, 38,46% dengan kriteria tinggi, dan 3,30% dengan kriteria sedang. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh secara rata-rata tingkat pemahaman kedisiplinan siswa kelas tinggi SDN Punten 01 Kecamatan Bumiaji Kota Batu sebesar 58,24% sehingga masuk dalam kategori sangat tinggi. Dari keempat sub variable pemahaman kedisiplinan siswa dalam mentaati tata tertib, persentase pemahaman dari yang tertinggi hingga terendah yaitu pemahaman faktor kedisiplinan (25,93%), pemahaman unsur kedisiplinan (25,04%), pemahaman hakikat kedisiplinan (24,63%), dan pemahaman fungsi kedisiplinan (24,40%).  Berdasarkan data yang telah diperoleh di atas untuk mempertahankan pemahaman siswa dalam mentaati tata tertib, perlu adanya upaya peningkatan pemahaman kedisiplinan dalam mentaati tata tertib pada siswa, baik melalui penyuluhan maupun bimbingan konseling yang dapat dilaksanakan oleh sekolah setiap pergantian semester

    KAJIAN KRITIS TERHADAP ROMAN LARASATI KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER

    Full text link
    ABSTRACT This study examines the Larasati romance by Pramoedya Ananta Toer based on critical studies or Critical Discourse Analysis (AWK). The objectives of the study are to describe (a) macro structure (theme), (b) author’s cognition in creating romance, (c) ideology contained in the Larasati romance by Pramoedya Ananta Toer, and (d) plans for its implementation in Indonesian Language learning in High School. The form of this research is qualitative research with descriptive method. The data used in this research are the quotations of sentences and paragraphs taken from romance. The source of data is Larasati romance by Pramoedya Ananta Toer, the 5th print in 2010. The technique for data obtaining is documentary study and the tool is a note card. Techniques to test the data validity is triangulation and discussion with colleagues. Data analysis is done by analyzing the contents of the text. Based on data analysis, it can be concluded that: (1) Macro structure (theme) is revolution after independence; (2) Author cognition reflected in the Larasati novel by Pramoedya Ananta Toer are: a) artist, b) imprisoned, and c) the names of several characters in a romance such as (a) Chaidir who is meant as Chairil Anwar, (b) Prime Minister who is meant as Soetan Sjahrir or Amir Sjarifuddin Harahap (c) Jassir who is meant as HB Jassin. (3) Political ideology found in the novel Larasati by Pramoedya Ananta Toer are a) racist ideology and b) class conflict ideology. There are three things that present the existence of racist ideology, that are: a) Japan as an invader and Indonesia as colonized; (b) The Dutch as invaders and Indonesia as colonized; and (c) Nica versus Republikein. (4) Considering the curriculum, the purpose of literary learning, how to choose materials, and aspects of readability, the Larasati romance by Pramoedya Ananta Toer can be implemented in Indonesian Language learning in high school especially in XII grade. Recommendation: Larasati romance can be used as material for Indonesian Language learning in high school. Keywords: Critical Analysis, romance, macro structure, author cognition, political ideolog

    HUBUNGAN CARA MENYIKAT GIGI DENGAN TINGGINYA INDEKS KALKULUS PADA SISWA KELAS X SMA WIDYA DARMA SURABAYA

    Full text link
    Masalah : Dalam penelitian adalah tingginya indeks kalkulus pada siswa kelas X SMA Widya Darma Surabaya . Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan siswa tentang cara menyikat gigi yang baik dan benar. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan cara menyikat gigi dengan tingginya indeks kalkulus pada siswa kelas X SMA Widya Darma Surabaya. Metode : Jenis penelitian ini yang digunakan adalah penelitian analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik analisa data penelitian menggunakan menggunakan uji hubungan yaitu Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara cara menyikat dengan tingginya indeks kalkulu

    PENANGANAN PENGADUAN MASYARAKAT SEBAGAI PENDUKUNG IKLIM ORGANISASI (Studi Deskriptif Kualitatif Penanganan Pengaduan Masyarakat di Seksi Informasi dan Sarana Komunikasi Kantor Imigrasi Kelas I Y ogyakarta)

    Full text link
    Abstrak Penanganan pengaduan menjadi hal yang penting sebagai sarana memperbaiki kualitas kerja maupun pelayanan dalam sebuah organisasi. Penelitian ini menjelaskan tentang penanganan pengaduan yang dilakukan oleh Seksi Informasi dan Sarana Komunikasi sebagai divisi yang menangani aduan yang diterima oleh Kantor Imigrasi Kelas I Yogyakarta. Pengaduan yang diterima oleh organisasi dapat mempengaruhi pegawai dalam bekerja. Penelitian ini menggambarkan bagaimana penanganan pengaduan masyarakat mendukung iklim organisasi di seksi tersebut. Iklim organisasi yang positif mampu mempengaruhi kualitas kinerja pegawai sehingga pelayanan yang diberikan organisasi akan semakin baik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan data menggunakan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Untuk melihat keabsahan data, peneliti menggunakan triangulasi sumber.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penanganan pengaduan masyarakat mendukung iklim organisasi di seksi tersebut sesuai dengan dimensi iklim organisasi menurut Stringer yang meliputi struktur, standar-standar, tanggungjawab, penghargaan, dukungan dan komitmen. Iklim organisasi di seksi tersebut menjadi kondusif karena pegawai merasa memiliki tanggung jawab yang tinggi untuk menyelesaikan pengaduan yang ada, saling mendukung dan mencari solusi secara bersama-sama. Bahkan, derajat kebanggaan dalam bekerja, motivasi untuk bekerja lebih baik lagi serta kesetiannya terhadap organisasi semakin meningkat karena penanganan pengaduan masyarakat tersebut. Kata kunci: penanganan pengaduan masyarakat, iklim organisasi   Abstract Complaint handling becomes an important thing that can be a medium to improve the quality of work or services in an organization. This research describes about complaint handling in Information and Communication section as the division that handles the complaint received by Imigrasi Kelas I Yogyakarta office. Complaints that received by organization can affect the employees’ work. This research illustrates how public complaint handling supports the organizational climate in this section (Information and Communication section). The positive organizational climate can affect the quality of employees performance, so that the better service will be provided by organizationThis research uses qualitative descriptive method. The data was collected using observation, in-depth interview and documentation. To check the validity of the data, the author uses a triangualtion of sources.The result of this research shows that public complaint handling supports the organizational climate in this section in accordance with the dimension of organizational climate of Stringer which include structure, standards, responsibility, recognition, support and commitment. Organizational climate in this section becomes pleasant because the employees feel that they have high responsibility to face and finish the complaints, support each others and look for a solution together. Moreover, the proudness of their work, motivation to do the better work and loyality toward organization increase because of those public complaint handling. Keywords: public complaint handling, organizational climat

    Manajemen Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Bantar Gebang dengan Konsep Collaborative Governance

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerjasama yang dilakukan antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Pemerintah Kota Bekasi dalam mengelola sampah di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang serta menganalisis implementasi pelestarian lingkungan dan pencegahan bencana dengan menggunakan konsep collaborative governance yang berpedoman pada Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara kedua belah pihak. Penulis menggunakan metode kualitatif studi literatur dan memperoleh data berdasarkan penelitian terdahulu. Edward III merupakan teori yang dipilih oleh penulis, berdasarkan teori kebijakan Edward III penulis mendapatkan hasil kerjasama antar daerah yang tertuang dalam Perjanjian Perubahan (addendum) perjanjian kerjasama antara Pemprov DKI Jakarta dengan Pemkot Bekasi No. 25 Tahun 2016 dan No.444 Tahun 2016. Tujuan dilakukannya kerjasama ini adalah untuk meningkatkan fungsi TPST Bantar Gebang Kota Bekasi sebagai tempat pemrprosesan akhir yang akan dilakukan dengan penerapan teknologi pengolahan sampah modern serta ramah lingkungan. Namun, kerjasama antar daerah ini belum melibatkan pihak swasta, padahal pihak swasta mempunyai peran sangat penting dalam pelestarian lingkungan dan pencegahan bencana alam yang disebabkan oleh sampah. Penulis merekomendasikan pemerintah perlu melakukan kerjasama dengan pihak swasta dalam pengelolaan sampah yang ada di TPST Bantar Gebang serta menjaga hubungan yang baik antara kedua belah pihak, sehingga koordinasi yang dilakukan berjalan dengan mudah.AbstractThe purpose of this research is to know the collaboration between carried out between the DKI Jakarta Provincial Government and The Bekasi Government in managing garbage in Bantargebang (TPST) and also to analyse the implementation of environmental preservation and disaster prevention using the concept of Collaborative governance carried out by the DKI Jakarta Provincial Government and Bekasi  Government written in the Coorperation Agreement (PKS) between them.  The metode author use qualitative method of literature study, the author obtain data based on previous research. The autors choose Edward III Theory. Based on the implementation policy of Edward III autors getting a result interzonal collaboration in the treaty of change (addendum) treaty collaboration between the DKI Jakarta Provincial Government and The Bekasi Government number 25 of 2016 and Number 44 of 2014.  The purpose of this collaboration to increase function Bantar Gebang TPST Bekasi City as a place final processing that will do with the application of modern garbage processing is eco-friendly technology. But, this interzonal collaboration hasn’t involve the private yet, while the private has a very important to environmental preservation and disaster prevention caused by garbage.  The autors have a recommendation to the government, the government needs to do collaboration with private to garbage management in Bantar Gebang TPST and maintain good relationships between them, in which coordination done with ease.Key Words            : Collaboration, Management, Local Government, Local Government in province, TPST.       This is an open access article under the CC–BY-SA license. Â

    HUBUNGAN ANTARA SELF EFFICACY DENGAN KECEMASAN PADA MAHASISWA BARU

    Full text link
    The transition period experienced by new students brings about various changes that can lead to anxiety. This is related to self-efficacy, where new students with good self-efficacy will be able to overcome these problems. This study aims to determine the relationship between self-efficacy and anxiety in new students. Data collection utilized a quantitative method with a cross-sectional study design, yielding 101 respondents from new students. The self-efficacy variable was measured using the General Self-Efficacy Scale developed by Matthias Jerusalem and Ralf Schwarzer, while the anxiety variable was assessed through the Zung Self-Rating Anxiety Scale created by William Zung (1971). The results of the hypothesis test showed that there was a relationship between self-efficacy and anxiety among new students (r = -0.460; p < 0.001). Most respondents had normal anxiety (63.4%), followed by mild anxiety (35.6%), moderate anxiety (1%), and severe anxiety (0%). As for the self-efficacy variable, the majority were in the moderate category (67.3%), followed by high self-efficacy (17.9%), and low self-efficacy (14.9%). Based on the research results, it was found that self-efficacy has a moderate relationship with anxiety among freshmen. Additionally, this study demonstrates that new students with low self-efficacy are more likely to experience anxiety

    ANALISIS MANAJEMEN DAN STRATEGI USAHA SAMBAL PECEL (Studi Kasus Kelompok Usaha Sambal Pecel Dasa Wisma Delima dan Larasati Madiun)

    Full text link
    This research discussed comprehensively the startup strategy of the sambal pecel group of Dasa Wisma Delima, Mojorejo, and Larasati, Taman Madiun City. The business strategy was analyzed by using the External Factor Evaluation (EFE) matrix, the Internal Factor Evaluation (IFE) matrix, the Strength-Weaknesses-Opportunities-Threats (SWOT) matrix, and the Internal-External (IE) matrix. Three indicators of on-time delivery, production planning based on-demand analysis, and business infrastructure showed good performance results. Meanwhile, other indicators that needed attention were the accuracy of production cost estimates, the accuracy of revenue planning, the accuracy of technology availability, and the accuracy of predicting the average demand. Based on the SWOT analysis, we had formulated 4 (four) business strategies consisted of business development strategies by utilizing funding facilities and cooperation between shops and universities (SO strategy), increasing production capacity through business funding facilities from the government (WO strategy), product differentiation based on experience and training to develop a business (ST strategy), and brand mindedness and production efficiency by taking into account price fluctuations and quality of raw materials (WT strategy). Therefore, the recommended strategy from the IE matrix was a Hold and Maintain strategy that was achieved by applying market penetration and product development strategies

    Pengaruh iklan televisi, celebrity endorser, dan brand image terhadap keputusan pembelian minyak angin Fresh Care Teen Aromatherapy (studi kasus pada pelajar SMAN di Kota Madiun)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara empiris pengaruh iklan televisi, celebrity endorser, dan brand image terhadap keputusan pembelian minyak angin fresh care teen aromatherapy pada pelajar SMAN Kota Madiun. Sampel dalam penelitian ini adalah 96 pelajar SMAN Kota Madiun. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel iklan televisi dan celebrity endorser tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, sedangkan variabel brand image berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Perusahaan PT Ultra Sakti sebaiknya membuat iklan yang membedakan segmen antara produk fresh care dan fresh care teen, dan menggunakan celebrity endorser yang berbeda dari produk fresh care sehingga konsumen dapat membedakan produk fresh care dan fresh care teen dari iklan dan selebriti yang digunakan, sehingga keputusan pembelian dapat lebih meningka
    corecore