559 research outputs found
IMPLEMENTASI METODE CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK (CNN) DENSENET121 PADA DIAGNOSA PENYAKIT AYAM (MANUR)
Chickens are pivotal in the livestock sector, yet they are susceptible to a range of illnesses that can lead to financial losses and animal welfare issues. Hence, a new application has been created to diagnose chicken diseases by analyzing their fecal images. The primary goal of this app is to offer enhanced guidance for chicken care using machine learning techniques, specifically employing the Convolutional Neural Network (CNN) DenseNet121 model. This advancement aims to benefit both chicken farmers and those intrigued by poultry farming. Equipped with a scanning feature, the app enables users to capture images of chicken feces using their smartphones. Through this, users can determine whether the feces indicate disease presence or signify good health. Furthermore, the application includes informative articles on various chicken ailments like Coccidiosis, Newcastle Disease, and Salmonella to educate users. Compatible with Android devices, this application caters to a wide audience. ABSTRAKAyam adalah salah satu hewan ternak yang memiliki peran penting dalam industri peternakan. Namun, ayam rentan terhadap berbagai penyakit yang dapat menyebabkan kerugian ekonomi dan kesejahteraan hewan. Oleh karena itu, sebuah aplikasi telah dikembangkan dengan tujuan melakukan diagnosis penyakit pada ayam melalui analisis citra kotorannya. Tujuan utama dari aplikasi ini adalah untuk memberikan panduan yang lebih baik dalam merawat kesehatan ayam dengan menggunakan pendekatan machine learning menggunakan model Convolutional Neural Network (CNN) DenseNet121. Diharapkan bahwa inovasi ini akan memberikan manfaat bagi peternak ayam dan masyarakat yang tertarik dalam pemeliharaan ayam. Aplikasi ini dilengkapi dengan fitur scan yang memungkinkan pengguna untuk mengambil gambar atau foto kotoran ayam menggunakan smartphone mereka. Aplikasi tersebut akan membantu pengguna untuk mengidentifikasi apakah kotoran ayam tersebut terinfeksi penyakit atau sehat. Selain itu, aplikasi ini juga menyediakan fitur artikel yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada pengguna tentang berbagai jenis penyakit pada ayam, seperti Coccidiosis, penyakit Newcastle Disease, dan Salmonella. Aplikasi ini kompatibel dengan perangkat yang menjalankan sistem operasi Android
PENERAPAN CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK (CNN) DALAM KLASIFIKASI KAYU GUNA BAHAN BAKU MEBEL
Currently, the need for furniture is increasing and developing into something more attractive so that many people are interested in it. Furniture has unique characteristics that can become the owner's identity. Furniture buying and selling transactions are also widespread among local and foreign people. Apart from the uniqueness of the furniture, the difference in material and wood quality is an important factor in determining the price of furniture. This research aims to build a machine learning model using CNN to classify good wood and bad wood through images of wood types. In this research, the Convolution Neural Network (CNN) technique and direct source interview data are used and supported by relevant secondary data. So the results of classification using a CNN model that is uniquely created can produce 85% accuracy in classifying good wood and bad wood. And it produces a precision for good wood of 0.50 and a recall of 1.00, while the precision and recall for bad wood is 0.00. Accuracy with this CNN model has its own benefits, such as being able to help users classify good wood and bad wood for furniture raw materials, besides that it can be used as a reference in developing subsequent machine learning applications. ABSTRAKSaat ini kebutuhan furniture semakin meningkat dan berkembang menjadi yang lebih menarik sehingga banyak peminat. Furniture memiliki keunikan yang bisa menjadikan karakteristik sebagai identitas pemiliknya. Transaksi jual beli furniture juga marak dikalangan masyarakat lokal maupun mancanegara. Selain keunikan dari furniture perbedaan bahan dari kualitas kayu menjadi faktor penting dalam menetukan harga furniture.Penelitian ini bertujuan untuk membangun model machine learning menggunakan CNN untuk mengklasifikasikan antara kayu baik dan kayu tidak baik melalui citra jenis kayu. Dalam penelitian ini, teknik Convolution Neural Network (CNN) dan dari data wawancara narasumber langsung serta didukung dengan data sekunder yang relevan. Sehingga hasil dari klasifikasi dengan model CNN yang dibuat dengan keunikan tersendiri dapat menghasilkan akurasi 85% dalam klasifikasi kayu baik dan kayu tidak baik dan menghasilkan precision kayu baik sebesar 0.50 dan recall sebesar 1.00 sedangkan hasil dari precision dan recall untuk kayu tidak baik sebesar 0.00. Akurasi dengan model CNN ini memiliki manfaat tersendiri seperti dapat membantu pengguna mengklasifikasikan antara kayu baik dan kayu tidak baik guna bahan baku mebel, selain itu dapat dijadikan acuan dalam pengembangan aplikasi machine learning berikutnya
PENGARUH CITRA DESTINASI, KUALITAS PENGALAMAN WISATAWAN, DAN KEPERCAYAAN WISATAWAN TERHADAP NIAT KUNJUNGAN ULANG
Penelitian bertujuan menguji secara kuantitatif hubungan struktural antar variabel citra destinasi, kualitas pengalaman wisatawan, kepercayaan wisatawan dan niat kunjungan ulang ke Pantai Widuri Pemalang, melalui pendekatan statistik berbasis SPSS. Metode penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan survei kuesioner yang disebarkan kepada 150 responden wisatawan yang pernah berkunjung ke Pantai Widuri Pemalang. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara accident sampling. Analisis data mencakup uji validitas, reliabilitas, korelasi, serta regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik secvara parsial mauapun secara simultan citra destinasi, kualitas pengalaman wisatawan, kepercayaan wisatawan dan niat kunjungan ulang ke Pantai Widuri Pemalang. Secara praktis, penelitian ini menegaskan pentingnya meningkatkan citra destinasi Pantai Widuri Pemalang, penguatan kepercayaan wisatawan, serta peningkatan kualitas pengalaman wisatawan untuk menjaga keberlanjutan daya tarik Pantai Widuri Pemalang di tingkat nasional maupun internasional
PENGEMBANGAN OBYEK WISATA PANTAI WIDURI KABUPATEN PEMALANG
A. Latar Belakang
Arah dan kebijakan Pemerintah Pariwisata di Indonesia antara lain mewujudkan kepariwisataan nasional sebagai salah satu ‘primer mover’ pembangunan. Undang-Undang No.22/99 tentang otonomi daerah juga memberi inspirasi untuk mengembangkan potensi daerah. Untuk mendorong pembangunan wilayah, pembangunan dalam jangka panjang dilaksanakan secara bertahap, bertingkat dan berlanjut serta melibatkan secara aktif berbagai sektor pemerintah, swasta dan terpadu, selain hal itu pembangunan kepariwisataan nasional harus diikuti dengan upaya pencegahan dampak negatif yang mungkin timbul akibat pembangunan. Dengan demikian di masa mendatang sektor pariwisata diharapkan dapat menjadi ‘promadona’ penghasil devisa, bila dilaksanakan secara terencana dengan melibatkan sektor swasta, disamping itu kegiatan wisata yang ada harus tetap menjaga kelestarian lingkungan sebagai bentuk warisan kepada generasi berikutnya.
Arah diatas sesuai dengan kebijakan sektor pariwisata yaitu pembangunan kepariwisataan harus ditingkatkan dan dikembangkan untuk memperbesar penerimaan devisa, memperluas dan pemerataan kesempatan berusaha dan lapangan kerja, mendorong pembangunan daerah, meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, memperkaya kebudayaan nasional dengan tetap mempertahankan kepribadian bangsa dan tetap terpeliharanya nilai-nilai agama, mempercepat persahabatan antar bangsa, memupuk rasa cinta tanah air, serta memperhatikan kelestarian fungsi dan mutu lingkungan hidup. Pembangunan kepariwisataan juga diarahkan untuk mendorong pengembangan produk nasional.
Kondisi topografi Kabupaten Pemalang memberikan potensi obyek-obyek wisata alam yang beraneka ragam seperti : wisata tepi pantai, curug, telaga, gunung, bukit dan pemandian. Ada sekitar 15 obyek wisata alam yang sudah diidentifikasi, salah satunya yaitu pantai widuri, yang sangat berpotensi untuk dikembangkan secara lebih intensif dan merupakan katalisator bagi pengembangan obyek wisata lainnya yang berpotensi di Kabupaten Pemalang.
Akses menuju Objek Wisata Pantai Widuri cukup strategis karena kurang lebih 3 km dari jalur pantura yang menghubungkan beberapa daerah antara Surabaya-Semarang-Jakarta. Obyek Wisata Pantai Widuri merupakan salah satu penyumbang pendapatan daerah, serta dapat ditempuh dengan angkutan kota, becak, dokar, (andong), atau dengan kendaraan pribadi. Namun dari kondisi yang ada, masih ditemukan berbagai permasalahan yang melingkupi pengembangan sektor pariwisata tersebut yaitu belum optimalnya pengembangan obyek wisata baik sarana maupun prasarana yang ada.
Pantai Widuri merupakan salah satu alternatif utama bagi masyarakat baik masyarakat Pemalang maupun masyarakat sekitar sebagai tujuan wisata pada waktu liburan. Sehingga dengan adanya Pengembangan Obyek Wisata Pantai Widuri Kabupaten Pemalang pada umumnya serta masyarakat sekitar objek wisata pada khususnya. Serta dapat memberikan citra kepada Kabupaten Pemalang, dengan penekanan desain Arsitektur Organik bertema Ekotourism.
B. Tujuan, Sasaran dan Manfaat
Pada penulisan LP3A ini memiliki tujuan, sasaran serta manfaat yang hendak dicapai.
1. Tujuan
Tujuan yang hendak dicapai adalah sebagai berikut :
a) Melihat dan mengamati potensi serta permasalahan yang mendasar pada daerah Kabupaten Pemalang khususnya permasalahan kebutuhan rohani dalam bentuk rekreasi, pantai lokal sebagai fenomena yang nantinya akan menjadi acuan analisis perencanaan dan perancangan Pengembangan Obyek Wisata Pantai Widuri Kabupaten Pemalang.
b) Mencari, menggali, mengelompokkan, dan mengidentifikasikan permasalahan dalam koridor aspek-aspek perencanaan dan perancangan arsitektur serta merumuskan pemecahan yang terkait dengan perencanaan dan perancangan Pengembangan Obyek Wisata Pantai Widuri Kabupaten Pemalang yang memenuhi aktualita, urgensi dan originalitas, dengan suatu penekanan desain sesuai dengan karakter judul yang dikehendaki.
C. Sasaran
Sasaran yang hendak dicapai adalah menyusun dan merumuskan suatu landasan konseptual berupa pokok-pokok pikiran sebagai suatu gagasan dalam perencanaan dan perancangan Penataan dan Pengembangan Obyek Wisata Pantai Widuri Kabupaten Pemalang dalam bentuk Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur (LP3A).
D. Manfaat
a. Secara Subyektif
Sebagai salah satu persyaratan untuk melanjutkan ke Studio Grafis, dimana hal tersebut digunakan sebagai ketentuan kelulusan Sarjana Strata 1 (S1) pada Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik UNDIP Semarang.
b. Secara Obyektif
1) Usulan tentang perencanaan dan perancangan Penataan dan Pengembangan Obyek Wisata Pantai Widuri Kabupaten Pemalang diharapkan menjadi salah satu masukan yang berarti bagi masyarakat Kabupaten Pemalang dan Pemerintah Daerah pada khususnya.
2) Sebagai sumbangan perkembangan ilmu dan pengetahuan arsitektur pada khususnya.
C. Ruang Lingkup
1. Lingkup Substansial
Perencanaan dan perancangan Pengembangan Obyek Wisata Pantai Widuri Kabupaten Pemalang adalah suatu perencanaan dan perancangan kawasan yang menarik sebagai sebuah obyek wisata pantai yang tertata dengan indah, serta layak bila ditinjau dari kualitas dan kuantitas bangunan sebagai blok kawasan bermassa jamak. Pengembangan Obyek Wisata Pantai Widuri yang akan direncanakan terletak di Kabupaten Pemalang.
2. Lingkup Spasial
Penataan dan Pengembangan Obyek Wisata Pantai Widuri direncanakan di Kabupaten Pemalang dengan mengacu pada tapak kawasan pantai yang terletak di Kelurahan Widuri Kecamatan Pemalang.
D. Metode Pembahasan
Metode pembahasan yang dilakukan dalam penulisan ini adalah pembahasan secara deskriptif, yaitu dengan memaparkan, menguraikan, dan menjelaskan mengenai design reqruipment (persyaratan desain) dan design determinant (ketentuan desain) pada perencanaan dan perancangan Pengembangan Obyek Wisata Pantai Widuri Kabupaten Pemalang.
Dari persyaratan desain dan ketentuan desain dapat ditelusuri data-data yang dibutuhkan. Setelah data yang dibutuhkan terkumpul maka dilanjutkan dengan analisa sesuai dengan ketentuan yang akan dibahasn. Penganalisaan persyaratan desain dan ketentuan desain akan didapatkan suatu kesimpulan, batasan dan anggapan yang jelas untuk perencanaan dan perancangan Pengembangan Obyek Wisata Pantai Widuri Kabupaten Pemalang.
Sebagai Landasan Desain Grafis Arsitektur pada perencanaan dan perancangan Pengembangan Obyek Wisata Pantai Widuri Kabupaten Pemalang, adalah kesimpulan yang diperoleh secara keseluruhan.
Pada kegiatan pengumpulan data, akan didapatkan dua kelompok data yaitu :
1. Data Primer
Data primer berupa data fisik dan non fisik dari hasil pengamatan langsung di lokasi Pantai Widuri dan studi banding di Taman Impian Jaya Ancol Jakarta dan Pantai Purwahamba Indah Kabupaten Tegal.
Data primer didapat dari survei lapangan dan wawancara yang dapat dijelaskan sebagai berikut :
a. Survey lapangan
Survey lapangan yang dilakukan adalah dengan pengamatan langsung di obyek wisata Widuri, serta pengamatan pada obyek yang menjadi studi banding yaitu obyek wisata Taman Impian Jaya Ancol diperoleh data fisik dan non fisik
Yang dimaksud dengan data fisik dan non fisik adalah sebagai berikut :
1) Data Fisik, yaitu data yang diperoleh berupa gambar fisik Pantai Widuri, gambar fisik dari studi banding Ancol Jakarta dan gambar fisik studi banding Pantai Purwahamba Indah.
2) Data Non Fisik, yaitu data yang diperoleh berupa angka atau jumlah yang didapat pada saat survei di Pantai Widuri Pemalang.
b. Wawancara
Wawancara dilakukan dengan pihak pengelola Obyek Wisata Pantai Widuri, pengelola Taman Impian Jaya Ancol, pengelola Pantai Purwahamba Indah Kabupaten Tegal serta dinas pemerintah di Kabupaten Pemalang, yaitu Dinas Perhubungan dan Pariwisata, Badan Pengawas Daerah, Dinas Tata Kota, Badan Pusat Statistik.
2. Data Sekunder
Data sekunder diperoleh dari studi literatur melalui buku-buku dan sumber-sumber tertulis mengenai perencanaan dan perancangan Pengembangan Obyek Wisata Pantai Widuri Kabupaten Pemalang, serta peraturan-peraturan yang berkaitan dengan studi kasus.
Berikut ini adalah persyaratan desain dan ketentuan desain yang berkaitan dengan perencanaan dan perancangan Pengembangan Obyek Wisata Pantai Widuri Kabupaten Pemalang.
a. Lokasi dan tapak
Lokasi dan tapak dalam hal ini sudah jelas, yaitu pada site eksisting kemudian dilakukan perluasan sesuai dengan program ruang yang dibutuhkan dan analisa terhadap peraturan daerah di Pemalang.
b. Program ruang
Program ruang dibahas dengan melakukan pengumpulan data yang berkaitan dengan perencanaan dan perencangan Pengembangan Obyek Wisata Pantai Widuri Kabupaten Pemalang, yaitu dengan pengumpulan data pelaku ruang beserta kegiatannya, dilakukan dengan observasi lapangan baik obyek wisata Pantai Widuri maupun studi banding. Selain itu dilakukan studi literatur tentang wisata pantai.
c. Penekanan desain arsitektur
Pengembangan Obyek Wisata Pantai Widuri Kabupaten Pemalang merupakan usaha untuk mewujudkan obyek wisata pantai yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal dan upaya pengembangan pada wilayah regional.
Pengembangan Obyek Wisata Pantai Widuri yang direncanakan diharapkan tidak merusak ekosistem yang ada dan terwujud timbal balik yang menguntungkan terhadap masyarakat sekitar, sehingga penekanan desain yang digunakan adalah arsitektur dengan tema ekotourism.
E. Sistematika Pembahasan
Sistematika penulisannya disusun dengan urutan sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Menguraikan tentang latar belakang perlunya perencanaan dan perancangan Pengembangan Obyek Wisata Pantai Widuri Kabupaten Pemalang, tujuan dan sasaran yang ingin dicapai, manfaat, lingkup, metode, dan sistematika pembahasan.
BAB II TINJAUAN UMUM PARIWISATA
Menguraikan tentang pengertian umum tentang pariwisata, melalui literatur yang ada, baik pengertian karakteristik kegiatan didalamnya, serta penekanan desain yang akan digunakan.
BAB III TINJAUAN KABUPATEN PEMALANG DAN OBYEK WISATA PANTAI WIDURI
Menguraikan tinjauan tentang kondisi Kabupaten Pemalang, berupa data fisik dan non fisik,studi banding wisata pantai, dan kesimpulan dan rekomendasi.
BAB IV ANALISIS, KESIMPULAN, BATASAN, DAN ANGGAPAN
Menganalisis terhadap Pantai Widuri terkait potensi, kendala, pelaku serta elemen-elemen pembentuk kawasan serta memberikan kesimpulan, batasan dan anggapan dari pembahasan yang telah dilakukan pada bab-bab sebelumnya, yang digunakan sebagai dasar penyusunan konsep dan program perancangan.
BAB V PENDEKATAN PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
Menguraikan tentang dasar-dasar pendekatan dan analisa pada perencanan dan perancangan Pengembangan Obyek Wisata Pantai Widuri Kabupaten Pemalang yang meliputi pendekatan pengunjung, pendekatan perencanaan ruang, pendekatan perlengkapan bangunan, serta studi pendekatam arsitektural.
BAB VI KONSEP PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
Menyimpulkan mengenai tujuan perencanaan dan perancangan, landasan konseptual, program perencanaan dan perancangan, program ruang dan kebutuhan luas tapak dari sebuah kawasan wisata pantai khususnya Pantai Widuri Kabupaten Pemalang
GAMBARAN POLA MAKAN, AKTIVITAS FISIK DAN STATUS NUTRISI PADA REMAJA SMA DI SMA KRISTEN CITRA BANGSA DI KOTA KUPANG
The background of the author doing this research is because of the problem of nutritional status in adolescents, namely how the description of diet, physical activity and nutritional status of teenagers at Citra Bangsa Christian High School in Kupang City. Then this study aims to analyze the description of diet, physical activity, and nutritional status in Citra Bangsa Christian High School Teenagers in Kupang City. The research method conducted by the author is survey research using descriptive research methods. This research was conducted at the Citra Bangsa Christian High School in Kupang City and the informants in this study were students or writers who conducted research in collecting the data needed. The authors conducted research using interview techniques by using questionnaires to obtain answers from students regarding information about diet, physical activity, and nutritional status in adolescents systematically. From the results of research conducted by the author on the description of eating patterns, physical activity, and nutritional status in adolescents, which shows that from 140 respondents, 31 respondents (22.1%) have a high eating pattern, 99 respondents (77.7%) have a high dietary pattern. eat enough by answering questions, and 10 respondents (7.1%) have a poor diet. While in the physical activity section of 140 respondents, 46 respondents (32.9%) had a high level of physical activity, 61 respondents (43.6%) had a moderate level of activity, and 33 respondents (23.6%) had a high level of physical activity. which is lacking. And on the nutritional nutritional status of 140 respondents, 36 respondents (25.7%) had a "thin" nutritional status, 92 respondents (65.7%) had a "Normal" nutritional status, and 12 respondents (8.6%) had a nutritional status. Nutrition "Fat", while the nutritional status of obesity was not obtained.
Keywords: Diet, Physical Activity, Nutritional StatusLatar belakang penulis melakukan penelitian ini karena melihat dari masalah status nutrisi pada remaja yaitu bagaimana gambaran pola makan, aktivitas fisik dan status nutrisi terhadap remaja SMA Kristen Citra Bangsa di Kota Kupang. Kemudian penelitian ini bertujuan Untuk menganalisa gambaran pola makan, aktivitas fisik, dan status nutrisi pada Remaja SMA Kristen Citra Bangsa di Kota Kupang. Metode penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah penelitian survey dengan menggunakan metode penelitian deskriptif. Penelitian ini penulis lakukan di sekolah SMA Kristen Citra Bangsa Kota Kupang dan informan dalam penelitian ini adalah mahasiswa atau penulis yang melakukan penelitian dalam mengumpulkan data yang dibutuhkan penulis melakukan penelitian menggunakan Teknik wawancara dengan cara menggunakan kuesioner untuk mendapatkan jawaban dari siswa mengenai informasi tentang pola makan, aktivitas fisik, dan status nutrisi pada remaja secara sistematis. Dari hasil penelitian yang dilakukan penulis tentang gambaran pola makan, aktivitas fisik, dan status nutrisi pada remaja yang menunjukkan bahwa Dari 140 responden didapatkan 31 responden (22,1%) memiliki pola makan yang tinggi, 99 responden (77,7%) memiliki pola makan yang cukup dengan menjawab pertanyaan, dan 10 responden (7,1%) memiliki pola makan yang kurang. Sedangkan pada bagian aktivitas fisik dari 140 responden didapatkan 46 responden (32,9%) memiliki tingkat aktivitas fisik yang tinggi, 61 responden (43,6%) memiliki tinggkat aktivitas sedang, dan 33 responden (23,6%) memiliki tingkat aktivitas fisik yang kurang. Dan pada status nutrisi nutrisi dari 140 responden didapatkan 36 responden (25,7%) memiliki status nutrisi “Kurus”, 92 responden (65,7%) memiliki status nutrisi “Normal”, dan 12 responden (8,6%) memiliki status Nutrisi “Gemuk”, sedangkan status nutrisi obesitas tidak didapatkan.
Kata Kunci: Pola Makan, Aktivitas Fisik, Status Nutris
A study of early indication citation metrics
Research outputs are growing in number and frequency, assisted by a greater number of publication mediums and platforms via which material can be disseminated. At the same time, the requirement to find acceptable, timely, objective measurements of research "quality" has become more important. Historically, citations have been used as an independent indication of the significance of scholarly material. However, citations are very slow to accrue since they can only be made by subsequently published material. This enforces a delay of a number of years before the citation impact of a publication can be accurately judged. By contrast, each new citation establishes a large number of co-citation relationships between that publication and older material whose citation impact is already well established. By taking advantage of this co-citation property, this thesis investigates the possibility of developing a metric that can provide an earlier indicator of a publication's citation impact. This thesis proposes a new family of cocitation based impact measures, describes a system to evaluate their effectiveness against a large citation database, and justifies the results of this evaluation against an analysis of a diverse range of research metric
The Influence of Motivation, Employee Engagement and Work Spirituality on Employee Performance at PT. Citra Anugrah Jaya
This research was conducted with the aim of obtaining the results of a study of Motivation, Employee Engagement, work spirituality and employee performance at PT. Citra Anugrah Jaya and to get an analysis of Motivation, Employee Involvement, Work Spirituality and Employee Performance at PT. Anugrah Jaya Image. This research method uses the Descriptive Verification method with multiple regression analysis. Descriptive analysis was processed using Microsoft Excel and Multiple Regression Analysis with SPSS. With sample 50 people. The research results show that there is an influence between motivation and employee performance at PT. Citra Anugrah Jaya with an influence of 41% with a correlation value of 0.596. Furthermore, employee engagement has on employee performance at PT. Citra Anugrah with an influence of 16% and a correlation value of 0.199 for work spirituality has an influence on employee performance with an influence of 43% and a correlation value of 0.264. This shows that the partial influence of work motivation and spirituality has an effect on employee performance while work engagement has no effect on employee performance. The residual factor in this study that was not examined was 62%, so this shows that there are other factors that can influence the performance of PT employees. The Image of Grace
PENGARUH CITRA MADRASAH TERHADAP MINAT PESERTA DIDIK MELANJUTKAN PENDIDIKAN DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 LAMPUNG TENGAH
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Citra Madrasah Terhadap Keputusan Peserta
Didik Melanjutkan Pendidikan di MAN 1 Lampung Tengah tahun ajaran 2023/2024. Jenis penelitian
yang peneliti gunakan yaitu penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan Teknik Random Sampling
dengan menggunakan rumus Slovin. Populasi yang terdapat dalam penelitian ini berjumlah 427 Peserta
Didik Kelas 10 MAN 1 Lampung Tengah. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan angket
(kuesioner) yang disebar ke 207 Peserta Didik Kelas 10 MAN 1 Lampung Tengah.
Hasil penelitian ini dapat dilihat dari thitung sebesar 4.587 dengan signifikasi 0,00 sedangkan ttabel
dengan dk = n-2 yaitu 205 dan α 0,05 yaitu 1,652 dengan demikian thitung > ttabel atau 4.587 > 1,652 dan
signifikasi 0,00 < 0,05, maka Ho ditolak dan Hi diterima. Berdasarkan hasil diatas diperoleh koefisien
korelasi sebesar 0,307 dan konstanta sebesar 37.458. Angka ini mengandung arti bahwa setiap
peningkatan 1% Citra madrasah (X), maka Minat Peserta Didik (Y) meningkat 0,307. Pada koefisien
determinasi (R Square) bahwa citra madrasah berpengaruh positif terhadap minat peserta didik sebesar
28,7% sedangkan sisanya 71,3% dipengaruhi faktor lain yang tidak diteliti.
Berdasarkan hasil penelitian diatas, dapat disimpulkan bahwa citra madrasah menjadi variabel
bebas dalam penetian ini berpengaruh signifikan dengan minat peserta didik untuk melanjutkan
pendidikan di MAN 1 Lampung Tengah. Adapun rekomendasi yang dapat penulis berikan yaitu (1) Bagi
MAN 1 Lampung Tengah haru selalu meningkatkan citra madrasah dengan lebih maksimal lagi.
meningkatkan mutu pendidikan, layanan, dan menyajikan bentuk publikasi pada masyarakat luar dengan
lebih baik dan menarik.
Kata Kunci : Citra Madrasah, Minat, Peserta Didik
iv
ABSTRACT
This research aims to determine the influence of Madrasah Image on Students’ Decisions to
Continue Education at MAN 1 Central Lampung for the 2023/2024 academic year. The type of research
that researchers use is quantitative research. This research uses Random Sampling Technique using the
Slovin formula. The population in this study was 427 Class 10 students at MAN 1 Central Lampung. The
data collection technique for this research used a questionnaire which was distributed to 207 Class 10
students at MAN 1 Central Lampung.
The results of this research can be seen from the tcount of 4,587 with a significance of 0.00, while
the ttable with dk = n-2 is 205 and α 0.05, namely 1.652, thus tcount > ttable or 4,587 > 1.652 and the
significance is 0.00 < 0.05, then Ho is rejected and Hi is accepted. Based on the results above, a
correlation coefficient of 0.307 and a constant of 37,458 were obtained. This figure means that for every
1% increase in madrasa image (X), student interest (Y) increases by 0.307. The coefficient of
determination (R Square) shows that the image of the madrasah has a positive effect on student interest
by 28.7%, while the remaining 71.3% is influenced by other factors that were not studied.
Based on the research results above, it can be concluded that the image of the madrasa as an
independent variable in this research has a significant effect on students’ interest in continuing their
education at MAN 1 Central Lampung. The recommendations that the author can give are (1) For MAN 1
Lampung Tengah, it is important to always improve the image of the madrasah even more optimally.
Improve the quality of education, services, and present better and more interesting forms of publication
to the outside community.
Keywords: Madrasa Image, Interests, Student
Analisis Komunikasi Visual Konten Instagram Best Wedding Planner Dalam Membentuk Citra Merek
Abstrak
Instagram telah menjadi platform strategis bagi pelaku industri jasa pernikahan untuk membangun citra merek melalui komunikasi visual. Best Wedding Planner, sebagai salah satu penyedia jasa wedding organizer di Kota Tegal, memanfaatkan Instagram untuk menampilkan nilai, kualitas layanan, dan identitas visual mereknya. Namun demikian, belum ada kajian akademis yang secara spesifik menganalisis bagaimana elemen-elemen komunikasi visual pada konten Instagram Best Wedding Planner berkontribusi terhadap pembentukan citra merek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi visual pada konten Instagram Best Wedding Planner dalam membentuk citra merek dengan menggunakan pendekatan analisis visual berbasis teori new media. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui pengamatan terhadap elemen warna, komposisi, tipografi, dan subjek visual pada unggahan Reels. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan warna pastel dan putih mampu membangun kesan elegan dan profesional. Penataan komposisi yang rapi membuat pesan visual lebih mudah dipahami oleh audiens. Tipografi yang sederhana mendukung kejelasan informasi tanpa mengganggu fokus utama konten. Subjek visual yang menampilkan momen pernikahan, detail dekorasi, dan aktivitas tim berhasil menciptakan kedekatan emosional dengan audiens. Format video pendek menjadi media yang paling efektif dalam menarik perhatian dan membangun kepercayaan calon klien. Secara keseluruhan, komunikasi visual yang konsisten di Instagram berperan penting dalam membentuk citra Best Wedding Planner sebagai jasa yang terpercaya, berkarakter, dan berkualitas.
Kata kunci: citra merek, komunikasi visual, instagram, media bar
INTERJEKSI DAN IMPLIKATUR DALAM DRAMA BOKU, UNMEI NO HITO DESU 「ボク、運命の人です」のドラマにおける感動詞と 含意」
ABSTRACT
Frinindhita, Citra. 2018. "Interjections and Implications in Boku drama, Unmei no Hito desu". Thesis, S1 Japanese Literature, Faculty of Cultural Sciences, Diponegoro University. Thesis Advisor Reny Wiyatasari, S.S., M.Hum.
In this thesis, the author examined "Interactions and Implications in Boku drama, Unmei no Hito desu". The purpose of this study is to describe the types of interjections and implicatures and their use in the speech of Boku drama, Unmei no Hito desu.
The author took data from the Boku drama dialogue transcript, Unmei no Hito desu for 10 episodes. The author used the method of recording techniques and note-taking techniques for providing data, then analyzed using extralingual methods, and the results of the analysis are written in an informal method.
According to the analysis result from 20 datas, there are 7 types of Kandoushibased on their functions. Kandoushithat mostly appeared is Kandoushiwhich shows surprise. There are also found 4 types of implicatures, implicature that mostly appeared is the generalized conversational implicature. The implicit meaning in the implicature is to divert the conversation, express displeasure, maintain politeness and convince speech to the partner.
Keyword: Interjection, Kandoushi, Implicatur
- …
