211 research outputs found
PERANCANGAN SISTEM PERPUSTAKAAN MENGGUNAKAN MODEL VIEW CONTROLLER (MVC) DENGAN METODE OBJECT MODELLING TECHNIQUE (OMT) PADA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 44 PALEMBANG
RETRACTION TO: Wiharto, Y. (2017). Perancangan Sistem Perpustakaan Menggunakan Model View Controller (MVC) Dengan Metode Object Modelling Technique (OMT) pada Sekolah Menengah Pertama Negeri 44 Palembang. Jurnal Teknik Informatika, 10(2), 147-158. doi: 10.15408/jti.v10i2.6993We wish to retract this article due to double publication with article which published in Jurnal Teknologi Informasi Vol 12, No 1 (2016), titled” PERANCANGAN SISTEM PERPUSTAKAAN MENGGUNAKAN MODEL VIEW CONTROLLER (MVC) DENGAN METODE OBJECT MODELLING TECHNIQUE (OMT) PADA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 44 PALEMBANG” with the same author who is Yudi Wiharto.We deeply regret any inconvenience this publication has caused for others. </jats:p
Indonesian Language Learning Class VIII MTs During the Pandemic and Post-pandemic Period
The purpose of this study is to describe class VIII MTs Indonesian language learning activities during the covid-19 pandemic and post-covid-19 pandemic. This research uses qualitative descriptive methods. The results of the study were (1) interviews, (2) questionnaire distribution, and (3) results of learning activities during the COVID-19 pandemic and post-COVID-19 pandemic. Data sources in field trials were carried out in ten schools, namely MTs Mathlaul Anwar Sidomulyo, MTs Al-Khairiyah Natar, MTs El Nur El Kasysyaf Sukatani Kalianda, MTs Ma'arif Bumirestu Palas, MTs Kusuma Sragi, MTs As Salam Tanjungsari, MTs Wathoniyah Islamiyah Candipuro, MTs Darul Kamal Ruguk Ketapang, MTs Negeri Way Panji, and MTs Negeri 2 Palas. Data analysis techniques are carried out by quantitative and quantitative methods to qualitative data to obtain data descriptions and conclusions. The results of research and discussion can be concluded that "the implementation of Indonesian language learning kelas VII MTs in South Lampung Regency during the Covid-19 pandemic obtained a percentage of 73% (good), while in post-pandemic covid-19 it was 81% (very good)
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI SEIMBANG DENGAN STATUS GIZI BALITA DI TK PEMBINA DESA KOKA KECAMATAN TOMBULU
Status gizi adalah suatu keadaan kesehatan tubuh berkat asupan zat gizi melalui makanan dan minuman yang dihubungkan dengan kebutuhan hidup sehari-hari. Untuk memenuhi kesehatan tubuh anak secara optimal pemenuhan gizi seimbang harus dalam jumlah yang cukup, Masa tumbuh kembang diusia ini merupakan masa yang berlangsung cepat dan tidak akan pernah terulang, karena itu sering disebut masa keemasan atau golden age pada anak (Pediatri, 2011). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang gizi seimbang dengan status gizi balita di Tk Pembina Desa Koka Kecamatan Tombulu. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah murid atau balita yang berusia lima tahun dan orangtua murid yang berjumlah 30 responden, teknik pengambilan sampel menggunakan total samplingdimana data dianalisa dengan menggunakan uji Chi-square. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 21 Mei 2015 dan hasil penelitian diperoleh melalui jawaban dari setiap kuesioner yang dibagikan kepada responden. Berdasarkan hasil analisis diperoleh tingkat pengetahuan ibu tentang gizi seimbang baik 17 (56.7%) dengan status gizi balita baik 18 (60.0%). Hasil data hipotesis menunjukan bahwadi peroleh nilai Ï-value = 0,000 lebih kecil dari nilai α = 0,05. Berarti H0 ditolak maka terdapat hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang gizi seimbang dengan status gizi balita. Dengan demikian, pengetahuan orang tua berpengaruh terhadap pemberian gizi seimbang pada balita.
Kata kunci : pengetahuan, status gizi
Referensi : 7 Buku (tahun 2011-2014), 1 Skrpisi (2013), 10 Data Interne
SURVEI KONDISI FISIK DAN KETERAMPILAN TEKNIK DASARSEPAKBOLA
Satrio Yudi Erlangga, Achmad Widodo Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri SurabayaABSTRAKMitra Surabaya merupakan salah satu klub di daerah Surabaya yang memiliki prestasi cukupmembanggakan di kompetisi internal pengurus cabang PSSI Surabaya. Sehubungan dengan itu, maka penelitian inibertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan kondisi fisik dan keterampilan teknik dasar sepak bola pemainMitra Surabaya KU-15.Populasi yang diambil adalah pemain Mitra Surabaya KU-15 yang berjumlah 30 orang. Dalam penelitianini pengambilan sampel menggunakan teknik purpose sampling yaitu berjumlah 20 orang yang masih bergabungdan berlatih secara kontinyu bersama Mitra sejak mereka mendapatkan prestasi. Dalam penelitian yang menjadivariabel adalah kemampuan kondisi fisik dan keterampilan teknik dasar sepakbola. Untuk memperoleh data yangsesuai maka dalam penelitian ini menggunakan metode survei dan teknik tes. Untuk kondisi fisik macam-macam tesyang digunakan adalah: lompat tali 45 cm selama 30 detik, lari cepat (sprint) 35 meter, tes kelenturan ototpunggung, tes lari model Z, tes lari cepat anaerobik, dan tes daya tahan aerobik (Cooper Test). Sedangkan untukketerampilan teknik dasar, tes yang digunakan adalah: mengoper bawah, mengoper atas, menembak, lemparan kedalam, menanduk, menggiring, dan menimang bola (juggling).Berdasarkan hasil penelitian menggunakan perhitungan deskriptif persentase diketahui bahwa kondisi fisiksecara keseluruhan pemain Mitra Surabaya KU-15 5% termasuk dalam kategori sangat baik, 5% dalam kategoribaik, 85% dalam kondisi cukup, dan 5% termasuk dalam kategori kurang. Sedangakan untuk tes keterampilan teknikdasar diketahui bahwa 30% termasuk kategori sangat baik, 65% dalam kategori baik dan sisanya 5% termasukdalam kategori cukup.Dari hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa pemain mitra Surabaya KU-15 memilikikemampuan kondisi fisik yang Baik, begitu juga dengan keterampilan teknik dasar berada pada kategori BaikKata kunci : Survei, kondisi fisik, dan keterampilan teknik dasar sepakbol
PENERAPAN TEKNIK STAND UP COMEDY DALAM ACARA YANG BERKAITAN DENGAN PUBLIC SPEAKING
Bahwa komunikasi memegang peranan penting dalam setiap lini kehidupan. Dalam bidang marketing, penjualan produk sangat bergantung pada komunikasi sales kepada customer. Dalam bidang pendidikan, anak yang terlatih untuk berbicara di depan umum akan lebih mudah mengkomunikasikan ide mereka kepada orang lain ketika di luar sekolah dan masih banyak lagi. Sehingga perlu pendalaman terhadap ilmu komunikasi khususnya public speaking agar ketika berbicara di depan audiens yang banyak, kita dapat mengatur ritme dan flow, menyelipkan gagasan, atau pesan kita agar ketika sudah pulang dari acara tersebut, audiens bukan hanya terhibur tapi juga dapat menangkap pesan untuk menambah khasanah keilmuan dari acara seminar/ stand up comedy tersebut
..(GUNAKAN TTD ASLI BUKAN SCAN PADA LEMBAR PERSETUJUAN, UPLOAD ULANG)...PENINGKATAN NILAI RELIGIUS DAN APLIKASINYA MELALUI PROGRAM TAHFIDZ AL-QUR'AN DI PONDOK PESANTREN TAHFIDZ AL-QUR'AN AHMAD DAHLAN SIMAN PONOROGO
Widodo, Wahyu. 2022. Peningkatan Nilai Religius dan Aplikasinya Melalui Program Tahfidz Al-Qur’an di Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Ahmad Dahlan Siman Ponorogo. Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembiming Erwin Yudi Prahara, M.Ag
Kata Kunci: Nilai Religius, Program Tahfidz Al-Qur’an
Perilaku santri yang kurang mencerminkan nilai religius menjadi keprihatinan tersendiri bagi pondok dan masyarakat. Karenanya santri yang seharusnya bisa menjadi generasi dan contoh yang baik, namun terkadang justru sebaliknya. Melihat problematika seperti ini tentu menjadi PR bagi seorang pendidik. Untuk itu penelitian ini dilakukan untuk melihat sejauh mana program tahfidz al-Qur’an di PPTQ “Ahmad Dahlan” Siman Ponorogo dapat memberikan kontribusi terhadap nilai religius santri. Serta dari adanya program tahfidz al-Qur’an ini diharapkan dapat memberikan kemanfaatan bagi semuanya terutama bagi pondok.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Untuk mengetahui pelaksanaan program tahfidz al-Qur’an di PPTQ Ahmad Dahlan Siman Ponorogo (2) Untuk mengetahui hasil nilai religius siswa setelah mengikuti program tahfidz al-Qur’an di PPTQ Ahmad Dahlan Siman Ponorogo.
Pendekatan ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis penelitian studi kasus. Teknik yang digunakan untuk pengumpulan data adalah: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknis analisis data yang digunakan adalah induktif dengan proses mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Program tahfidz al-Qur’an di Pondok Pesantren Tahfidz al-Qur’an “Ahmad Dahlan” Siman Ponorogo, dilaksanakan setiap hari kecuali hari ahad, mereka pagi menyetorkan hafalan baru siang muraja’ah mandiri dan malam tahsin atau muraja’ah bersama mushrif, mereka mengunakan cara sendiri-sendiri dalam menghafal al-Qur’an, untuk mencapai sebuah tujuan hafalan santri ditarjed dengan santri SMP 15 juz dan santri SMA 15 juz, teknis pelaksanaan tahfidz dilakukan dengan cara seluruh santri duduk dan maju satu persatu, sebagai evalusi setiap santri mendapatkan hafalan 1 juz, 5 juz, 10 juz, 15 juz dan 30 juz diadakan ujian (tasmi’), ujian dilakukan tanpa melihat al-Qur’an dan dilaksanakan di PPTQ “Ahmad Dahlan” Siman Ponorogo. (2) Nilai religius santri setelah mengikuti program tahfidz al-Qur’an menjadi lebih semangat dalam menjalankan ibadah mahdhah seperti selalu menjalankan shalat wajib berjama’ah di masjid, menjalankan puasa, menghafal al-Qur’an, mereka juga disiplin dalam menyetorkan hafalan meskipun masih ada satu atau dua santri yang bandel, mereka sungguh-sungguh dalam menghafal al-Qur’an, ketika diberi tugas oleh ustaz mereka amanah, dan sopan santunnya sangat menghormati dan patuh kepada orang tua, di pondok mereka sangat menghormati kepada ustaz, teman, dan juga kepada siapapun termasuk kepada tamu yang datang ke pondok
PENINGKATAN NILAI RELIGIUS DAN APLIKASINYA MELALUI PROGRAM TAHFIDZ AL-QUR'AN DI PONDOK PESANTREN TAHFIDZ AL-QUR'AN AHMAD DAHLAN SIMAN PONOROGO
ABSTRAK
Widodo, Wahyu. 2022. Peningkatan Nilai Religius dan Aplikasinya Melalui Program Tahfidz Al-Qur’an di Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Ahmad Dahlan Siman Ponorogo. Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembiming Erwin Yudi Prahara, M.Ag
Kata Kunci: Nilai Religius, Program Tahfidz Al-Qur’an
Perilaku santri yang kurang mencerminkan nilai religius menjadi keprihatinan tersendiri bagi pondok dan masyarakat. Karenanya santri yang seharusnya bisa menjadi generasi dan contoh yang baik, namun terkadang justru sebaliknya. Melihat problematika seperti ini tentu menjadi PR bagi seorang pendidik. Untuk itu penelitian ini dilakukan untuk melihat sejauh mana program tahfidz al-Qur’an di PPTQ “Ahmad Dahlan” Siman Ponorogo dapat memberikan kontribusi terhadap nilai religius santri. Serta dari adanya program tahfidz al-Qur’an ini diharapkan dapat memberikan kemanfaatan bagi semuanya terutama bagi pondok.
Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk menjelaskan pelaksanaan program tahfidz al-Qur’an di PPTQ Ahmad Dahlan Siman Ponorogo (2) Untuk menjelaskan hasil nilai religius siswa setelah mengikuti program tahfidz al-Qur’an di PPTQ Ahmad Dahlan Siman Ponorogo.
Pendekatan ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis penelitian studi kasus. Teknik yang digunakan untuk pengumpulan data adalah: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknis analisis data yang digunakan adalah induktif dengan proses mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Program tahfidz al-Qur’an di Pondok Pesantren Tahfidz al-Qur’an “Ahmad Dahlan” Siman Ponorogo, dilaksanakan setiap hari kecuali hari ahad, mereka pagi menyetorkan hafalan baru siang muraja’ah mandiri dan malam tahsin atau muraja’ah bersama mushrif, mereka mengunakan cara sendiri-sendiri dalam menghafal al-Qur’an, untuk mencapai sebuah tujuan hafalan santri ditarjed dengan santri SMP 15 juz dan santri SMA 15 juz, teknis pelaksanaan tahfidz dilakukan dengan cara seluruh santri duduk dan maju satu persatu, sebagai evalusi setiap santri mendapatkan hafalan 1 juz, 5 juz, 10 juz, 15 juz dan 30 juz diadakan ujian (tasmi’), ujian dilakukan tanpa melihat al-Qur’an dan dilaksanakan di PPTQ “Ahmad Dahlan” Siman Ponorogo. (2) Nilai religius santri setelah mengikuti program tahfidz al-Qur’an menjadi lebih semangat dalam menjalankan ibadah mahdhah seperti selalu menjalankan shalat wajib berjama’ah di masjid, menjalankan puasa, menghafal al-Qur’an, mereka juga disiplin dalam menyetorkan hafalan meskipun masih ada satu atau dua santri yang bandel, mereka sungguh-sungguh dalam menghafal al-Qur’an, ketika diberi tugas oleh ustaz mereka amanah, dan sopan santunnya sangat menghormati dan patuh kepada orang tua, di pondok mereka sangat menghormati kepada ustaz, teman, dan juga kepada siapapun termasuk kepada tamu yang datang ke pondok
Pengaruh Desain Pembelajaran berbasis Nature of Science terhadap Pemahaman Siswa Sekolah Dasar
The purpose of this study was to determine the effect of Nature of Science (NoS) -based learning design on elementary school students\u27 understanding. The research method used a quantitative approach with pre-experimental design types of pre-test and post-test one group design and the sampling technique used was purposive sampling. The sample of the study was 28 students of grade VI, one of the elementary schools in the city of Bandung with learning materials about the earth and the universe. The data collection technique used a questionnaire with 24 questions using a linkert scale. The results showed that the NoS-based learning design was able to improve the understanding of elementary school students even though it was not too significant. The highest increased understanding was on the subjective aspect, while the lowest increased understanding was on the empiric based aspect. So it can be said that there is an effect of NoS-based learning design on student understanding, because this learning design is designed to make it easier for teachers and students to understand NoS
Recent progress of cassava varietal improvement in Indonesia
The role of cassava in Indonesia is becoming more important, whether it is used for food, for industrial processing or for export. The government of Indonesia has established two policies in the agricultural sector, namely: food diversification and increased productivity in the uplands. Food diversification is needed to reduce dependency on rice as the principal food by way of utilizing various other carbohydrate sources, especially cassava. The policy to increase productivity in the uplands, on the other hand, is launched because the acreage of lowland rice fields has been declining over the years with the conversion of some of this land to non-agricultural use, especially on Java. One way of increasing productivity in the up lands is through crop diversification. However, this diversification program should not affect the current productivity of cassava, since cassava has always functioned as a dominant commodity produced in the uplands. For this reason, the intensification of cassava becomes necessary, through, for example, application of intercropping systems that use suitable plant types, varieties as well as appropriate cultural technologies.
Efforts to improve cassava cultivars should be made and the methods to introduce them to the farmers should be improved. When cassava is meant to substitute for rice as a source of carbohydrate, a high-quality cultivar, characterized by low HCN in the roots, needs to be developed. On the other hand, when it is meant for industrial use, a high-yielding cultivar with high starch content, needs to be developed. Special cultivars may also need to be developed when cassava is to be grown under intercropping systems. Cassava breeding in Indonesia is presently done jointly by MARIF, CIAT and Brawijaya University in Malang. MARIF has recently released two new high-quality cultivars, named Malang 1 (parents: CM1015-19 x CM849-1) and Malang 2 (parents: CM922-2 x CM507-37).
The selection program carried out by Brawijaya University has produced a number of promising cassava clones, labelled UB 1-2 (parents: MCol 22 x CM849-1), UB 15-10 (parents: CM586-1 x CM523-7), UB 477-2 (parents: CM1002-4), UB 881-5 (parents: CM849-1) and UB566-8 (parents: MBra 35). These clones show their greatest potential in the uplands of subhumid regions like East Java. UB 477-2 is a sweet clone, while clones UB 15-10 and UB 566-8 are suitable for growing under intercropping systems. These promising clones will not be released as high-quality cultivars before they undergo multi-location trials in at least 5 provinces, as stipulated by the Minister of Agriculture of the Republic of Indonesia
CYANIDE REDUCTION IN CASSAVA ROOT PRODUCTS THROUGH PROCESSING AND SELECTION OF CULTIVARS IN RELATION TO FOOD SAFETY
About 47% of cassava production in Indonesia was used for human consumption, both as a staple food and snacks. In terms of food safety, the natural presence of cyanogenic glucosides in cassava roots is of concern as they may release free cyanide (HCN), which is highly toxic. At high levels, it may cause acute poisoning, leading to death as well as iodine deficiency and neurological disorders for long-term ingestion. The cyanogenic glucosides content in different cultivars of cassava varied from 1 up to >1,000 mg HCN/kg fresh weight, while 10 mg HCN/kg dry weight was considered to be the safe level for consumption. Various processing methods were reported to be effective in reducing the cyanide content in cassava products. A decrease of 25-50% was observed during overnight soaking, while it was much higher (81%) when subsequent drying and milling into flour was performed. During boiling, steaming, deep-frying, baking and fermentation, a reduction of 45-50%, 17%, 13%, 14% and 38-84% was noted, respectively. Crushing the fresh roots and subsequent sun-drying was the most effective method with >95% of HCN removal. It suggests that low cyanide content of cassava cultivars (mostly sweet/local varieties) are obviously required for direct consumption purposes. This is particularly important for traditional food processors to be selective in obtaining fresh cassava as raw material and choosing proper processing methods. While for gaplek, starch, flour, and mocaf purposes, where washing, soaking, shredding, fermentation, pressing, drying and milling were involved, the bitter cultivars (mostly improved varieties) with relatively high cyanide content can be used. Therefore, breeding selection for cassava cultivars with low cyanide content and high potential yield is essentially needed. Selected improved varieties and promising clones seem to meet this criteria. Regulation for food industries to provide information on cyanide level in cassava food labels would also protect the consumers and promote safe cassava foods
- …
