114 research outputs found
PENGARUH SUBSTITUSI SEBAGIAN RANSUM KOMERSIAL DENGAN TEPUNG KROKOT (Portulaca oleracea L.) TERHADAP KUALITAS KARKAS AYAM BROILER
RESTU WIDODO (2022) : PENGARUH SUBSTITUSI SEBAGIAN RANSUM KOMERSIAL
DENGAN TEPUNG KROKOT (Portulaca oleracea L.)
TERHADAP KUALITAS KARKAS AYAM BROILER
Krokot merupakan tanaman herbal yang memiliki kandungan protein yang
cukup tinggi yaitu protein (14,77%), lemak kasar (1,80%) dan serat kasar
(14,53%) Karkas merupakan bagian tubuh ternak setelah proses pemotongan
dikurangi kepala, darah serta organ-organ internal. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh substitusi tepung krokot (Portulaca oleracea L) dalam
ransum komersial terhadap kualitas karkas ayam broiler. Penelitian ini telah
dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2021 di UIN Agriculture Research
and Development Station (UARDS) Fakultas Pertanian dan Peternakan
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Penelitian ini menggunakan
80 ekor ayam ras pedaging yang dibagi secara acak berdasarkan Rancangan Acak
Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Tiap-tiap perlakuan terdiri
atas 4 ekor ayam. Perlakuan yang diberikan yaitu P0 (0% tepung krokot sebagai
kontrol), P1 (5% tepung krokot dalam ransum), P2 (10% tepung krokot dalam
ransum), dan P3 (15% tepung krokot dalam ransum). Parameter yang diukur
adalah bobot badan akhir, bobot karkas, persentase karkas, dan persentase lemak
abdominal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi tepung krokot dalam
ransum komersial hingga level 15% dalam ransum berpengaruh sangat nyata
(P<0,01) terhadap bobot badan akhir dan berbeda nyata (P<0,05) terhadap bobot
karkas, berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap persentase karkas dan berbeda tidak
nyata (P>0,05) terhadap bobot lemak abdominal. Bobot badan akhir yang didapat
pada penelitian ini berkisar 1.387,3-1.558,2 g/ekor dan bobot karkas yang didapat
pada penelitian ini adalah 1.003,6-1.088,3 g/ekor. Kesimpulan dari penelitian ini
adalah .bahwa subsitusi tepung krokot dalam ransum komersial sampai taraf 15%
menurunkan bobot badan akhir dan bobot karkas, tetapi tidak dapat meningkatkan
persentase karkas dan tidak menurunkan lemak abdominal .
Kata Kunci: Ayam, Tepung Krokot, Bobot Badan Akhir, Bobot Karkas,
Persentase Karkas, Lemak Abdomina
Komunikasi Politik Joko Widodo Pada Kampanye Pemilihan Presiden 2014 Melalui Youtube (Analisis WEacana Kritis)
Dalam kampanye pemilihan presiden 2014, ada banyak hal yang menjadi perhatian dalam persaingan kandidat memperebutkan suara rakyat untuk menjadi pemimpin negara. Mulai dari gaya berkomunikasi, bersosialisasi, kecerdasan, kesiapan menjadi pemimpin hingga kemampuan menarik pemilih melalui retorika atau mengeluarkan pesan politik. Namun yang menjadi fokus utama adalah kampanye politik Joko Widodo yang dilakukan di berbagai daerah yang selanjutnya di upload di salah satu media sosial untuk diperhatikan khalayak dalam kuantitas yang lebih banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi wacana dan analisis konteks sosial politik kampanye Joko Widodo pada pemilihan presiden 2014 yang difokuskan saat Joko Widodo berkampanye di Tangerang, Jawa Barat dan DKI Jakarta. Pada konteks analisis wacana kritis, wacana pada kampanye tersebut dikaji lebih dalam melalui analisis wacana kritis yang dikemukakan oleh Teun A. van Dijk. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Joko Widodo pada analisis wacana teks menggunakan konstruksi wacana politik yang hampir mirip di setiap kampanye yang dilakukannya. Ia selalu berkampanye dengan berupaya merebut simpati masyarakat di awal pidatonya dengan menunjukkan perasaan empati Joko Widodo terhadap masyarakat hingga ucapan terima kasih karena memberikan dukungan yang besar selama proses kampanye pemilihan presiden 2014 berjalan. Joko Widodo selalu merasa pada setiap kampanye popularitas dan kredibilitas yang telah dibangunnya ingin di jatuhkan oleh rival politik namun di satu sisi ia juga tidak mampu memberikan informasi kepada masyarakat secara eksplisit tentang kebenaran informasi tersebut untuk menjawab keresahan masyarakat. Hal ini dapat menjadi pemikiran bagi masyarakat pula, bahwa Joko Widodo turut membenarkan informasi yang dilakukan oleh rival politiknya. Dirinya juga selalu menerapkan dimensi retoris yang secara kontinu menekankan dan menegaskan bahwa Jokowi-JK adalah pasangan nomor dua, nomor yang akan dipilih oleh rakyat saat pemilihan berlangsung. Sedangkan pada analisis konteks sosial politik, Joko Widodo memanfaatkan perhatian masyarakat yang tertuju pada penyelenggaraan pemilihan presiden untuk mendapatkan akses yang luas dalam menyampaikan pesan politiknya
Hubungan Eksekutif dan Legislatif pada Era Presiden Joko Widodo Periode 2014-2019
Tulisan ini mengkaji tentang penerapan sistem presidensial dalam demokrasi modern di dalam hubungan eksekutif dan legislatif pada era Presiden Joko Widodo 2014-2019. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Peneliti mengumpulkan data primer dalam bentuk wawancara mendalam, dan observasi. Adapun untuk data sekunder peneliti peroleh dari foto dan studi literatur. Dalam penelitian ini, menghasilkan studi bahwa implementasi hubungan eksekutif dan legislative di era kepemimpinan Jokowi 2014-2019 dapat dilihat dari semakin menguatnya eksekutif yang ditandai oleh dominannya partai pendukung pemerintah. Dengan kuatnya dukungan partai politik maka akan semakin mudah pemerintah dalam hal ini eksekutif menguasai parlemen. Lalu dampak hubungan eksekutif dan legislatif pada era kepemimpinan Joko Widodo periode 2014-2019 bagi sistem presidensial di era demokrasi modern, dapat kita ambil kesimpulan bahwa dampak menguatnya sistem presidensial yakni ketika eksekutif mendapat dukungan dari partai-partai mayoritas di parlemen dan kekuatan oposisi yang tidak seimbang, maka akan membentuk pola-pola oligarki, yang hanya menguntungkan sebagian elit politik di Indonesia. Lambat laun karena sudah tidak adanya budaya check and balance antara ekskutif dan legislatif, maka dampaknya adalah melemahnya Demokrasi di Indonesia
SISTEM INFORMASI PEMESANAN BARANG PADA CV RESTU PERDANA PALEMBANG BERBASIS WEB
Pesatnya perkembangan komputer dan teknologi informasi menjadi pemicu berbagai perusahaan untuk memanfaatkan sistem informasi berbasis dekstop maupun Web. CV. Restu Perdana Palembang pun membutuhkan sebuah sistem informasi untuk memperoleh peluang bersaing dan meningkatkan eksistensi perusahaan. Permasalahan yang dialami oleh CV. Restu Perdana Palembang yaitu belum adanya media pemasaran mengakibatkan sulitny perusahaan memasarkan produk maupun meningkatkan produktifitas, kurang cepat merespon keluhan pelanggan, dan kebutuhan pelanggan akan transaksi kapan saja dan di mana saja. Metodologi yang digunakan adalah RUP (Rational Unified Process) dengan metode iterasi. Implementasi desain program menggunakan bahasa PHP6, Sedangkan DBMS menggunakan MySQL. Dalam sistem informasi ini terdapat fungsi untuk Login dalam 2 versi yaitu pelanggan tetap dan pelanggan biasa ,register ,ubah password , pesan produk , tambah jumlah pesa produk ,cari produk input ,pembayaran ,tambah data admin ,tambah data produk ,input berita , input data produk ,input kritik dan saran . Dengan adanya sistem informasi pemesanan berbasis web ini dapat memberikan kemudahan dan meminimalkan kesalahan yang terjadi pada bagian administrasi serta stakeholders yang terkait dengan kegiatan pemesanan tersebu
CAMPUR KODE PADA PRESIDEN JOKO WIDODO DALAM PIDATO KENEGARAAN SIDANG TAHUNAN MPR RI PERIODE 2014-2019
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ditemukannya penggunaan campur kode dalam pidatokenegaraan Presiden yang bertolak belakang dengan aturan penggunaan bahasa Indonesiayang baik dan benar, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2019 Pasal 5.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan wujud campur kode dan (2)mendeskripsikan jenis campur kode pada pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo dalamsidang tahunan MPR RI periode 2014-2019, campur kode berwujud frasa dan jeniscampur kode ke luar lebih dominan digunakan. Penelitian ini menggunakan metodedeskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan campur kode ditemukandalam wujud kata sebanyak 12 data, berwujud frasa sebanyak 53 data, berwujud bastersebanyak 2 data, dan campur kode berwujud idiom atau ungkapan sebanyak 5 data.Sementara itu, untuk jenis campur kode ke luar sebanyak 66 data dan 6 data campur kodeke dalam. Dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan campur kode lebih banyakditemukan pada bentuk frase
CAMPUR KODE PADA PRESIDEN JOKO WIDODO DALAM PIDATO KENEGARAAN SIDANG TAHUNAN MPR RI PERIODE 2014-2019
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ditemukannya penggunaan campur kode dalam pidatokenegaraan Presiden yang bertolak belakang dengan aturan penggunaan bahasa Indonesiayang baik dan benar, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2019 Pasal 5.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan wujud campur kode dan (2)mendeskripsikan jenis campur kode pada pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo dalamsidang tahunan MPR RI periode 2014-2019, campur kode berwujud frasa dan jenis campurkode ke luar lebih dominan digunakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptifkualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan campur kode ditemukan dalam wujudkata sebanyak 12 data, berwujud frasa sebanyak 53 data, berwujud baster sebanyak 2 data,dan campur kode berwujud idiom atau ungkapan sebanyak 5 data. Sementara itu, untukjenis campur kode ke luar sebanyak 66 data dan 6 data campur kode ke dalam. Dapat ditarikkesimpulan bahwa penggunaan campur kode lebih banyak ditemukan pada bentuk frase
COST REPORT ANALYSIS PADA MATERIAL DAN PROSES MANUFAKTUR FRAME KENDARAAN FORMULA GARUDA 2016 (FG16) GARUDA UNY RACING TEAM (Sebagai Pengembangan Materi Mata Kuliah Manajemen Industri Otomotif)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa cost report khususnya dalam biaya material dan biaya proses manufaktur frame kendaraan Formula Garuda 2016 (FG16) Garuda UNY Racing Team. Analisa terfokus pada besar kontribusi biaya material dan biaya proses manufaktur frame kendaraan FG16 terhadap total cost report serta sebagai pengembangan materi mata kuliah Manajemen Industri Otomotif.
Penelitian menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang dilakukan di workshop dan basecamp Garuda UNY Racing Team dengan objek berupa frame kendaraan FG16 dan FG15. Pengambilan data dengan pengamatan & mencatat hasil data. Terdapat 3 tahap penelitian yaitu perhitungan biaya berdasarkan jenis, ukuran material dan proses pembuatan frame FG16, kedua adalah perhitungan prosentase kontribusi biaya material dan proses manufaktur frame FG16 terhadap cost report FG16, ketiga adalah analisa peran pembuatan cost report dalam kompetensi abad 21 serta dalam pengembangan mata kuliah Manajemen Industri Otomotif. Hasil biaya material dan biaya proses manufaktur frame kendaraan FG16 dianalisa tingkat kontribusinya terhadap total cost report dan peran pembuatan cost report dalam kompetensi abad 21 serta dalam pengembangan mata kuliah Manajemen Industri Otomotif.
Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan, kontribusi biaya material frame FG16 terhadap cost report FG16 sebesar 0.92%, kontribusi biaya proses manufaktur frame FG16 terhadap cost report FG16 sebesar 5.89%, dan pembuatan dokumen cost report merupakan salah satu bentuk keterampilan abad 21 dan dapat digunakan sebagai bentuk pengembangan materi mata kuliah Manajemen Industri Otomotif
ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN PADA PROSES PRODUKSI GULA KRISTAL PUTIH DENGAN PENDEKATAN LIFE CYCLE ASSESSMENT (LCA)
Jika membutuhkan abstrak atau isi jurnal silahkan menghubungi author melalui email [email protected], [email protected], [email protected]
Pemanfaatan Ciri Gray Level Cooccurrence Matrix (GLCM) Citra Buah Jeruk Keprok (Citrus reticulata Blanco) untuk Klasifikasi Mutu
Mutu buah merupakan hal yang sangat penting dalam hasil produksi buahbuahan.
Khususnya pada buah jeruk, sebagai buah dengan produksi terbanyak ke-
2 di Indonesia, mutu sangat diperhatikan karena terkait dengan nilai penjualan.
Terlebih untuk jenis jeruk keprok yang menguasai 92% produksi buah jeruk.
Namun saat ini proses klasifikasi mutu pada industri buah jeruk masih dilakukan
secara manual, sehingga menimbulkan subjektifitas dalam penentuan mutu jeruk.
Teknologi informasi diperlukan untuk mempercepat proses klasifikasi mutu dan
membuat identifikasi mutu jeruk menjadi objektif sesuai dengan standar klasifikasi
mutu jeruk. Penelitian ini memanfaatkan hasil ekstraksi ciri gray level cooccurrence
matrix (GLCM) citra jeruk keprok (Citrus reticulata Blanco) untuk
klasifikasi mutu. Tahapan yang dilakukan pada awal penelitian adalah
pengambilan data citra jeruk keprok. Dari 100 data citra jeruk keprok, 60 data
digunakan sebagai data latih dan 40 data digunakan sebagai data uji. Dari tiap-tiap
data latih, diambil masing-masing satu citra baik dan citra buruk berukuran 64x64
piksel. Kemudian dilakukan pre-processing pada citra agar dapat diolah pada tahap
selanjutnya, yaitu perhitungan GLCM. Pada tahap perhitungan GLCM dilakukan
pembentukan matriks GLCM pada arah 0°, 45°, 90° dan 135°. Selanjutnya
dilakukan proses ekstraksi ciri dengan gray level co-occurrence matrix (GLCM).
Nilai ciri yang diekstraksi adalah contrast, homogeneity, energy dan entropy.
Metode support vector machine (SVM) digunakan untuk identifikasi citra baik dan
citra buruk berdasarkan ciri yang telah di ekstraksi, sehingga didapatkan
persentase cacat buah. Klasifikasi mutu jeruk dilakukan berdasarkan persentase
cacat buah terhadap luas permukaan jeruk. Mutu jeruk dibagi kedalam 3 kelas
yaitu, Grade Super, Grade A dan Grade B. Pengujian dilakukan untuk mengetahui
jumlah data latih, nilai distance dan arah GLCM terbaik terhadap hasil klasifikasi.
Penelitian ini menghasilkan tingkat akurasi terbaik sebesar 82.5% dengan jumlah
data latih sebanyak 20, nilai distance=2 pada arah GLCM 45°
PENGARUH KUAT ARUS LISTRIK DAN JENIS KAMPUH LAS TERHADAP KEKERASAN DAN STRUKTURMAKRO PADA PENGELASAN STAINLESS STEEL AISI 304
Pemilihan parameter pengelasan yang sesuai dan tepat menentukan hasil lasan, beberapa parameter yang menentukan adalah kuat arus listrik dan jenis kampuh. Hal ini disebabkan oleh perbedaan kuat arus listrik dan jenis kampuh menghasilkan panas yang berbeda sehingga mempengaruhi kekerasan pada daerah lasan. Pengelasan SMAW (Shielded Metal Arc Welding), merupakan las busur listrik dengan elektroda terbungkus oleh fluks, dimana fluks berfungsi sebagai pelindung logam las. Penelitian pengaruh variasi kuat arus listrik dan jenis kampuh las SMAW terhadap kekerasan hasil lasan dan strukturmakro pada material Stainless Steel AISI 304 diperoleh nilai kekerasan daerah HAZ sebesar 270.43 kg/mm2 dan pada daerah logam lasnya sebesar 283.99 kg/mm2. Semakin besar kuat arus listrik yang diberikan akan semakin keras pula daerah lasannya. Hal ini dapat disebabkan adanya pengaruh panas (heat input) yang terjadi pada logam lasan saat proses pengelasan.Kata kunci : stainless steel AISI 304, las SMAW, kekerasan, kuat arus listrik, jenis kampuh la
- …
