277 research outputs found
THE USE OF FRACTAL GEOMETRY IN TILING MOTIF DESIGN
In this paper I will present the use of fractal geometry to design tile motifs. A fractal is a geometric figure that combines the several characteristics among others: its parts have the same form as the whole, fragmented, and formation by iteration. The concept of fractals has been spread over all fields of sciences, technology, and art. This paper aims to provide an algorithm to creating motifs of tile algorithm for create the tile motif consists of base, iteration, coloration and duplication. In order to help the reader better understand the algorithm, I will present some script using Matlab. We describe a mathematically based algorithm that can fill a spatial region with sequence of randomly placed which may be transformed copies of one motif or several motifs. By using this algorithm, I can produce thousand variety of aesthetically pleasing tile motifs, of which we show a number of examples.The discovery of Fractal Geometry has made it possible to find thousands of beautiful tile motifs automatically so it is very fun. Fractals make it possible to better understand geometric figures with regular structures. By using Fractal geometry, we can play with large simulations without limits through a digital system. Thus, we can involve science in art and culture
Motif Subscriber Menonton Channel Youtube(Studi Deskriptif Kualitatif Motif Subscriber Menonton Channel Youtube Presiden Joko Widodo)
Subcribers' interest in watching President Joko Widodo's Youtube channel is influenced by many motives. The motives of the subscribers watching President Joko Widodo's Youtube channel are different from person to person, but the ability of people to capture messages can form a motive in someone to watch.
The research method uses descriptive qualitative method. Data collection techniques uses in-depth interviews by selecting Youtube channel subscribers of President Joko Widodo as interviewee. The technique of determining the informant with purposive sampling technique. Data analysis method in this study uses interactive analysis by data reduction, data presentation and conclusion drawing or verification. The result of the study revealed that the subscriber of Joko widodo's Youtube channel had 4 motives, namely the motive of entertainment and relaxation, personal identity motives, motives for seeking information and motives for friendship. From the four motives, the informants tend to watch President Jokowi's Youtube channel primarily because of the motive of information and entertainment
Rekayasa Instalasi Pompa Untuk Menurunkan Head Loss
Kebutuhan pompa sangat luas dalam dunia industri dan rumah tangga. Dengan banyak jenis pompa yang beredar di pasaran penggunaan pompa disesuaikan dengan kebutuhan. Dengan luasnya penggunaan pompa dibutuhkan uji untuk mengetahui performa dari pompa. Pompa sentrifugal salah satu jenis pompa yang banyak dipakai dalam industri. Pompa sentrifugal merupakan salah satu jenis pompa pemindah fluida, dengan prinsip kerja mengubah energi kinetik (kecepatan ) cairan menjadi energi potensial (dinamis) melalui suatu impeller yang berputar dalam casing. Pada umumnya pompa dinilai memiliki kualitas yang bagus jika dinilai memiliki daya dorong yang kuat. Dalam istilah yang lebih umum disebut sebagai head pompa. Semakin tinggi head maka semakin baik kualitas dari pompa. Masyarakat awam menilai pompa yang baik jika memiliki daya hisap yang dalam dan memliki daya angkat/dorong yang tinggi. Melihat dari penilaian yang umum dipahami oleh masyarakat, diperlukan rekayasa untuk menaikkan daya angkat pompa dan kekuatan isapnya. Penurunan daya angkat pada pompa sering disebut head looss. Arti fisik dari head loss adalah kehilangan energi mekanik persatuan massa fluida. Satuan head loss adalah satuan panjang yang setara dengan satu satuan energi yang dibutuhkan untuk memindahkan satu satuan massa fluida setinggi satu satuan panjang yang bersesuaian. Head loss terjadi dengan adanya belokan pada pipa. Dengan semakin banyak belokan maka head loss yang terjadi semakin besar. Dengan penambahan tube flow conditioner head loss yang timbul dikurangi dengan mempertahankan tekanan dan menurunkan kecepatan aliran</jats:p
LAPORAN INDIVIDU PRAKTEK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) LOKASI SMA NEGERI 1 MAGELANG
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan salah satu bentuk pendidikan
dengan cara memberikan pengalaman belajar di lapangan secara langsung kepada
mahasiswa untuk mengaplikasikan kemampuan akademis maupun praktis dalam
dunia pendidikan, memperluas wawasan, melatih dan mengembangkan kompetensi
yang diperlukan dalam bidangnya, meningkatkan keterampilan, kemandirian dan
bertanggung jawab dalam mengambil keputusan. Kompetensi mahasiswa sebagai
calon pendidik yang meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian,
kompetensi profesional, dan kompetensi sosial juga dikembangkan dalam kegiatan
ini. Dengan adanya kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) ini diharapkan
mahasiswa mempunyai bekal dan pengalaman sebagai calon pendidik yang
berkualitas. Program PPL di SMA Negeri 1 Magelang, dilaksanakan pada tanggal 10
Agustus sampai dengan 12 September 2015.
Sebelum merencanakan dan menyusun program PPL, dilakukan observasi,
pembelajaran di kelas maupun kondisi fisik sekolah. Kegiatan PPL ini berupaya
untuk meningkatkan kemampuan mengajar khususnya mencakup variabel dinamis,
antara lain: pemahaman karakteristik peserta didik, kemampuan merancang
pembelajaran mulai dalam pembuatan PROTA, PROSEM, Analisis KI, KD dan
SILABUS serta RPP, kemampuan mengelola kelas, kemampuan mengembangkan
media, strategi pembelajaran, dan kemampuan evaluasi pembelajaran. PPL sebagai
muara dari seluruh program pendidikan pra-jabatan guru. PPL dilaksanakan secara
terjadwal setelah mahasiswa mendapatkan bekal yang memadai dalam berbagai
bidang yang berkaitan dengan tugasnya sebagai guru yang telah dipelajari secara
bertahap sejak semester awal khususnya melalui pembekalan dan kuliah micro
teaching sebagai modal awal pengalaman mengajar. Melalui PPL, mahasiswa calon
guru diterjunkan ke sekolah untuk mengamati, mengenal dan belajar mempraktikkan
semua kompetensi mengajar yang telah dipelajari di bangku kuliah, sehingga
mendapatkan pengalaman kependidikan secara faktual di lapangan dengan bimbingan
dan arahan dari guru pembimbing, dosen pembimbing dan koordinator PPL di
Sekolah.
Dalam kegiatan PPL di SMA Negeri 1 Magelang, penyusun mendapatkan
kesempatan praktik mengajar di kelas X IIS 1 dan 2, XI IIS 1 dan 2, XII IIS 1 dan 2.
Materi yang diajarkan kepada peserta didik kelas X yaitu materi teori pembentukan
jagat raya, tata surya dan planet bumi serta pengaruh rotasi dan revolusi bumi. Materi
untuk kelas XI yaitu mengenai persebaran Fauna dan Konservasi Flora dan Fauna.
Materi untuk kelas XII yaitu materi Industri (pengertian industri, klasifikasi industri,
teori lokasi industri, aglomerasi industri, kawasan industri, kawasan berikat dan
dampak indsutri) materi kelas XII selanjutnya yaitu pengertian penginderaan jauh,
komponen penginderaan jauh, unsur-unsur interpretasi citra, dan manfaat
penginderaan jauh serta praktikum penginderaan jauh. Dari semua materi kelas
X,XI,XII tersampaikan dengan lancar.
Model pengelolaan pendidikan terintegrasi berbasis zonasi
Buku ini merupakan hasil laporan penelitian yang bertujuan utuk menganalisis implikasi pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonasi. Hasil penelitian selanjutnya dijadikan bahan dalam mengembangkan model pengelolaan pendidikan terintegrasi berbasis zonasi yang meliputi pengelolaan siswa, tenaga guru, dan sarana prasarana pendidikan. Model pengelolaan ini didasarkan atas masukan para peserta Diskusi Kelompok Terumpun (DKT) dan pemikiran informan
Evaluasi implementasi dan restrukturisasi standar nasional pendidikan
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh informasi bahwa masih terdapat standar yang memiliki capaian rendah pada SNP jenjang SMA, masih terdapat kendala dalam implementasi SNP dan perlunya penyusunan standar yang diklasifikasikan dalam struktur desain standar pada siswa. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan opsi kebijakan untuk perbaikan pelaksanaan dan restrukturisasi Standar Nasional Pendidikan bagi stakeholder terkait
Pengaruh Model Pembelajaran STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION) Dengan Pendekatan Open Ended Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas VII MTsN Tulungagung Pada Tahun Ajaran 2011/2012
Pembelajaran matematika di MTsN Tulungagung dinilai kurang efektif, dengan banyak asumsi bahwa pelajaran matematika adalah pelajaran yang paling sulit. Pelaksanaan pembelajaran yang masih menggunakan metode konvensional yang mengakibatkan kurangnya daya tarik pada pelajaran matematika hanya terpaku pada rumus-rumus. Menghafal rumus dan sekedar tahu rumus dianggap bisa mengerjakan matematika. Hal itu mengakibatkan bahwa matematika hanya terpaku pada rumus yang pada akhirnya hanya memiliki jawaban yang tunggal. Sehingga dalam penelitian ini berlatar belakang pada ketertarikan peneliti untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran STAD dengan pendekatan Open Ended pada proses pembelajaran matematika di MTsN Tulungagung.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Adakah pengaruh model pembelajaran STAD dengan pendekatan Open Ended terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VII MTsN Tulungagung, (2) Seberapa besar pengaruh model pembelajaran STAD dengan pendekatan Open Ended terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VII MTsN Tulungagung.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Ada atau tidak pengaruh yang signifikan dari model pembelajaran STAD dengan pendekatan Open Ended terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VII MTsN Tulungagung, (2) Seberapa besar pengaruh model pembelajaran STAD dengan pendekatan Open Ended terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VII MTsN Tulungagung.
Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas VII MTsN Tulungagung. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster sampling, diperoleh kelas VII B sebagai kelas eksperimen dan kelas VII C sebagai kelas kontrol. Jumlah populasi dalam penelitian ini berjumlah 259 peserta didik, untuk kelas kontrol dan eksperimen masing-masing berjumlah 60 peserta didik.
Pola penelitian yang digunakan yaitu eksperimen, variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran STAD dengan pendekatan Open Ended. Variabel terikatnya adalah prestasi belajar.
Teknik yang digunakan untuk pengambilan data yaitu observasi yaitu data-data tentang MTsN Tulungagung, tes, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh, diolah dengan teknik analisis independent sample t-test. Teknik analisis independent sample t-test digunakan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran STAD dengan pendekatan Open Ended terhadap prestasi belajar peserta didik MTsN Tulungagung.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan (1) Ada pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran STAD dengan pendekatan Open Ended terhadap prestasi peserta didik dengan nilai thitung = 6,160 dan 6,160 > ttabel = 2,000 (5%), (2) Besarnya pengaruh model pembelajaran STAD dengan pendekatan Open Ended terhadap prestasi sebesar 13,65%. Besarnya pengaruh model pembelajaran STAD dengan pendekatan Open Ended terhadap prestasi belajar peserta didik termasuk dalam katagori rendah
Analisa Laju Pelapisan Chromming Terhadap Corrosion Rate Baja ST 40
Korosi pada logam mengakibatkan penurunan mutu bahan logam, akibat reaksi elektrokimia antara permukaan logam dengan lingkungan sekitarnya. Baja ST 40 merupakan logam yang umum dipakai dalam industri dan peralatan rumah tangga. Pelapisan khrom secara elektroplating pada bahan ini dapat meningkatkan kekerasan dan mencegah terjadinya kontak langsung material dengan lingkungan luar, dengan demikian reaksi oksidasi penyebab korosi dapat dihindari. Laju pelapisan memberikan pengaruh terhadap kualitas permukaan logam, meliputi kekerasan dan ketahanan terhadap korosi. Laju pelapisan dengan khrom diukur dengan parameter perubahan suhu dan arus selama proses elektroplating. Spesimen dari masing parameter memberikan rata-rata laju pelapisan. Laju pelapisan tertinggi dicatat pada kondisi pelapisan selama 10 menit dengan rata-rata laju pelapisan dari tiga spesimen sebesar 5,3 gram. Sedangkan laju terendah pada pelapisan selama 25 menit dengan rata-rata laju pelapisan sebesar 2,5 gram. Laju korosi logam baja ST 40 diperoleh nilai terbesar pada spesimen dengan waktu pelapisan 5 menit, sebesar 235,37 mpy. Sedangkan laju korosi terendah pada spesimen ke dengan lama pelapisan 20 menit sebesar 50,02 mpy</jats:p
DISTRIBUSI FASIES GUNUNG MERAPI UNTUK MITIGASI BENCANA ERUPSI DI KECAMATAN SELO KABUPATEN BOYOLALI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Jenis fasies Gunung Merapi yang terdapat di Kecamatan Selo, 2) Tata guna lahan di Kecamatan Selo, 3) Tingkat kesiapsiagaan penduduk Kecamatan Selo terhadap bahaya erupsi Gunung Merapi, 4) Arahan mitigasi bencana di Kecamatan Selo.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah populasi fisik dan non fisik. Populasi fisik adalah seluruh kondisi fisik lahan di Kecamatan Selo dengan populasi sasaran yaitu kondisi fisik lahan yang pernah terlanda dan kondisi fisik lahan yang diduga mungkin terlanda. Populasi sampel non fisik yaitu seluruh Kepala Keluarga di Kecamatan Selo yang berjumlah 8.332 KK dengan populasi sasaran yaitu kepala keluarga yang berada pada sasaran populasi sampel fisik. Sampel fisik diambil secara purposive dengan pertimbangan satuan morfologi dan singkapan batuan yang ada di Kecamatan Selo. Sampel non fisik diambil secara purposive cluster systematic random sampling dengan perhitungan menggunakan rumus Slovin dengan taraf kesalahan sepuluh persen sehingga diperoleh sampel sebanyak 89 Kepala Keluarga. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dokumentasi dan interpretasi. Analisis data yang digunakan adalah skoring, overlay dan deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) jenis fasies Gunung Merapi di Kecamatan Selo meliputi fasies sentral, piroksimal, dan medial dengan tingkat bahaya “Sangat Tinggi”. 2) Tata guna lahan di Kecamatan Selo meliputi permukiman, tegalan, dan kebun campuran 3) Tingkat kesiapsiagaan penduduk Kecamatan Selo tergolong pada tingkatan “Kurang Siap”. 4) Arahan mitigasi secara struktural yaitu perlu membangun fasilitas umum di tempat titik kumpul sementara, menyediakan tempat pengungsian yang aman, membangun jembatan gantung yang kuat yang menghubungkan setiap dusun dan arahan mitigasi secara non struktural yaitu peningkatan kesiapsiagaan penduduk dan memperbaiki fungsi organisasi penanggulangan bencana di Kecamatan Selo.
Kata Kunci : Fasies, Gunung Merapi, Kecamatan Sel
- …
