141 research outputs found
OLAHRAGA BULU TANGKIS SEBAGAI SOLUSI PENGISI WAKTU LUANG BAGI PARA PEKERJA
Nur Cahyo Widodo
Achmad Widodo
S-1 Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Surabaya
[email protected]
ABSTRAK
Olahraga bulutangkis digunakan oleh para pekerja sebagai sarana rekreasi atau pengisi waktu luang di sela rutinitas pekerjaannya. Karena itu peneliti mengambil tema penelitian tentang olahraga bulutangkis sebagai solusi pengisi waktu luang bagi para pekerja. Untuk mengetahui bahwa olahraga bulutangkis sebagai salah satu olahraga yang dapat mengurangi rasa lelah yang ditimbulkan aktifitas rutin atau bekerja. Metode pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan menggunakan instrumen berupa angket. Subjek dalam penelitian ini adalah anggota PB. Akar Jaya yang terlibat aktif dalam mengikuti kegiatan. Pada hasil penelitian yang dilakukan berdasarkan angket yang telah disebarkan, maka dapat di simpulkan bahwa dari hasil penelitian terhadap 12 pekerja pada PB Akar Jaya, terdapat 63,5% pekerja yang melakukan olahraga bulutangkis dapat menurun tingkat stresnya. Dan 36,5% pada pekerja anggota PB Akar Jaya tingkat stressnya sedang. Jadi dapat di artikan bahwa melakukan olahraga bulutangkis diwaktu luang bagi para pekerja sangat baik. Diperoleh keterangan subyektif bahwa olahraga rekreasi bulutangkis bisa menjadi olahraga yang tepat untuk mengisi waktu luang di sela-sela kegiatan sehari-hari minimal dua kali dalam seminggu
Kata Kunci: Bulutangkis, olahraga rekreasi, stress kerja, angket
ABSTRACK
Badminton used by workers as a means of recreation atu pastime in between routine work. Because the researchers took the theme of research on the sport of badminton as a pastime solution for workers. To know that the sport of badminton as a sport that can reduce fatigue caused by routine activities or work. The method in this research is descriptive qualitative, using a questionnaire instrument. Subjects in this study were member PB Akar Jaya actively involved in following activities. In the results of research conducted by a questionnaire that has been distributed, it can be concluded that the results of a study of 12 workers in PB Akar Jaya. There are 63.5% of workers do badminton can reduce stress levels, and 36.5% were stress level workers. So it could mean that doing badminton at leisure for workers very well. Obtained objective information that recreational sport of badminton can be a proper sport pastime in between daily activities at least two times a week.
Key words: Badminton, sports recreation, job stress, questionnaire
 
Penggunaan Eufemisme Dan Disfemisme Pada Tajuk Rencana Riau Pos
The title of this research is "Use of Euphemism and Dysphemism in Riau Pos editorial". The problem in this research is What are the forms of euphemism in the Riau Pos editorial? and What are the forms of dysphemism in the Riau Pos editorial?. The purpose of this study is to find out how euphemism and dysphemism are formed in the Riau Pos editorial. The theory used is the theory of Allan and Burrige, (1991:26). The method used is descriptive method using qualitative data that uses data collection techniques by means of documentation techniques, namely by reading books related to the problems that the author examines. The results of the study were the use of euphemisms and dysphems in the Riau Pos editorial. The author of the Riau Pos editorial uses more euphemisms. Because when viewed from the amount of data found, the use of euphemisms is much more widely used than dysphemism. The author also interprets in terms of the function of euphemism in the Riau Pos editorial. In general, it functions to (1) address and name, (2) avoid percussion, (3) state the ways euphemisms are used, and (4) state the situation. And the author also interprets the function in terms of dysphemism in the Riau Pos editorial. Of the eight functions of dysphemism found only 4 functions used in the Riau Pos editorial, namely (1) function as an intermediary to declare taboo or indecent things, (2) function as a hint of dislike, hate and disrespect, (3 ) function as an intermediary to express anger or irritation, and (4) function as a means to criticize
INOVASI TEKNOLOGI TEPAT GUNA UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS, NILAI TAMBAH DAN AKSES PASAR USAHA MIKRO DI UNIT PERMUKIMAN TRANSMIGRASI “KARANG CAHYO” KABUPATEN BENGKULU SELATAN
Soengkono, Kanang S. Hindarto, Slamet Widodo, Sigit Mujiharjo; The objective of the first research is to know: (1) the background of economic factors of transmigrant, (2) the natural resources potency, (3) the human resources of transmigrant potency, (4) the analysis of business environment, (5) the model micro business development, (6) the build of micro business group, (7) the formulation model based on human and natural resource potency with simple and accepted technology, (8) the practice of simple and accepted technology, (9) the practice of marketing, and (10) the training of small/micro business management. The result of the research is identified that: (1) the transmigrant society have a high motivation to stay at location study, (2) the transmigrant society wish to facilitation in economic development to income generating, (3) the transmigrant society zeal for to follow research program conducted by researcher, (4) have been build of small business group, (5) have executed of simple and accepted technology test-drive, (6) have executed of training of small business management, (7) marketing management. In general the model based on human and natural resource potency with simple and accepted technology have been increase of income generating of transmigrant.Key Word: Transmigrant, Micro Business Development, Simple and Accepted Techology, Productivity, Value Added, Market Access, and Incoming Generatin
Optimalisasi Penggunaan Naskah Dinas Elektronik(Nadine) Dalam Meningkatkan Produktivitas Kerja
Pandemi Covid yang telah kita lalui beberapa waktu yang lalu telah membuat kita untuk cepat membiasakan diri dengan hal baru (new normal). Sebagai tindak lanjut atas arahan Presiden Joko Widodo mengenai penanganan penyebaran Covid-19, pemerintah mengeluarkan Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 19 Tahun 2020 yang mengatur penyesuaian sistem kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) guna mencegah penyebaran virus di lingkungan instansi pemerintah. Kebijakan ini menuntut peralihan dari pola kerja tradisional ke sistem kerja berbasis digital, mengingat pelaksanaan kerja dari rumah tidak boleh menghentikan jalannya administrasi pemerintahan. Untuk mendukung penerapan kerja jarak jauh, Kementerian Keuangan menggunakan aplikasi Naskah Dinas Elektronik (Nadine). Aplikasi ini dirancang untuk mendukung otomasi perkantoran dan memastikan penggunaan sistem persuratan yang lebih efisien dan terpadu di lingkungan Kementerian Keuangan. Fitur-fitur Nadine yang mendukung efektivitas meliputi integrasi dengan sistem lain, akses online dengan perangkat seluler di mana serta kapan saja, penerapan tanda tangan elektronik, serta kemudahan dalam proses penyaringan dan pelaporan dokumen. Dari sisi efisiensi, Nadine membantu mengurangi penggunaan kertas dan layanan kurir konvensional. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilaksanakan dengan wawancara (data primer) serta observasi penggunaan aplikasi Nadine (data sekunder). Analisis data dilakukan dengan cara mengolah, menyajikan, lalu menarik sebuah kesimpulan dari data yang didapat. Temuan memperlihatkan bahwasanya penggunaan Nadine pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kediri, Dirjen Pajak, Kementerian Keuangan terbukti efisien serta efektif untuk mendukung peningkatan mutu kerja, produktivitas, serta ketepatan waktu pegawai untuk mencapai sasaran organisasi
LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) / MAGANG III DI SMK MUHAMMADIYAH 2 MOYUDAN TAHUN AJARAN 2016/2017 Ngentak, Sumberagung, Moyudan, Sleman, DI Yogyakarta 55563
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan salah satu mata kuliah
wajib ditempuh oleh setiap mahasiswa di semua jurusan pendidikan di Universitas
Negeri Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa agar
memiliki kemampuan berupa ketrampilan dalam bidang pembelajaran dan manajerial
sekolah atau lembaga, dalam rangka melatih dan mengembangkan kompetensi
keguruan atau kependidikan. Kegiatan PPL terbagi dalam beberapa tahapan yaitu
persiapan mengajar dan pelaksanaan mengajar. Tahap persiapan dimulai dari
observasi. Selanjutnya mahasiswa menempuh mata kuliah micro teaching di kampus
yang merupakan mata kuliah untuk melatih mahasiswa dalam mengajar. Sebelum
mengajar, mahasiswa juga harus mempersiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP) dan media pembelajaran. Pelaksanaan kegiatan PPL dimulai tanggal 15 juli
2016 sampai 15 September 2016. Dalam praktik mengajar, mahasiswa diberi
kesempatan untuk mengajar di kelas X Akuntansi 1, X Akuntansi 2, XI Akuntansi,
XI Administrasi Perkantoran 2 dan XII Administrasi Perkantoran 1. dengan jumlah
mengajar sebanyak 29 kali pertemuan, tanpa pengajaran insidental. Sehingga selama
PPL mahasiswa telah melakukan pengajaran sebanyak 29 kali pertemuan.
Melalui program PPL ini mahasiswa dapat memperoleh banyak manfaat, antara lain :
(1) program PPL memberikan kesempatan dalam melakukan pemantapan
kemampuan professional Guru, (2) mendemonstrasikan kompetensi dalam
merencanakan, melaksanakan, (3) melakukan perbaikan pembelajaran yang
berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik, (4) mendalami karakteristik
peserta didik dalam rangka memotivasi belajarnya, (5) mengidentifikasi
permasalahan pembelajaran di kelas dan mengatasi permasalahan pembelajaran
tersebut secara individu maupun kelompok, (6) menerapkan pembelajaran inovatif,
(7) wahana melatih bekerja secara tim. Dari pelaksanaan kegiatan PPL dapat
disimpulkan, bahwa kegiatan ini dapat memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam pengembangan kompetensi di bidang pendidikan, memberikan kesempatan
kepada mahasiswa untuk belajar dan mengenal segala permasalahan di sekolah yang
terkait dengan proses pembelajaran, memberikan kesempatan kepada mahasiswa
untuk menerapkan ilmu, pengetahuan, dan ketrampilan yang telah dipelajari dalam
kehidupan nyata di sekolah, serta dapat meningkatkan hubungan kemitraan yang baik
antara UNY dengan sekolah yang terkai
PENGARUH RESHUFFLE KABINET PRESIDEN JOKO WIDODO TERHADAP REAKSI PASAR MODAL INDONESIA (STUDI PADA SAHAM LQ45 YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA)
Pasar modal mempunyai peranan krusial bagi perekonomian terutama pada
pengalokasian dana masyarakat. Pasar modal tidak akan lepas dari berbagai
pengaruh lingkungan, baik lingkungan ekonomi maupun non-ekonomi. Peristiwa
kerap menjadi faktor pemicu utama fluktuasi harga saham di bursa efek dunia.
Informasi yang relevan bagi investor akan sangat membantu dalam menilai prospek
kinerja emiten sehingga para investor memiliki gambaran mengenai risiko dan
expected return atas dana yang telah atau akan diinvestasikan. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan average
abnormal return, average trading volume activity dan average security return
variability antara sebelum dan sesudah peristiwa reshuffle kabinet presiden Joko
Widodo.
Metode yang di pakai purposive sampling digunakan untuk menentukan jumlah
sampel. Periode penelitian terbatas pada t-5 sebelum peristiwa dan t+5 setelah
peristiwa. Alat uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Wilcoxon Signed
Rank Test.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 18 hipotesis terdapat 3 perbedaan
yang signifikan pada average abnormal return, 2 perbedaan signifikan pada
average trading volume activity, dan 2 perbedaan signifikan pada security return
variability. Sedangkan ada 3 hipotesis yang tidak ada perbedaan pada average
abnormal return, ada 4 hipotesis yang tidak terdapat perbedaan signifikan pada
average abnormal return, ada 4 hipotesis yang tidak terdapat perbedaan signifikan
pada average security return variability.
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bagi peneliti selanjutnya apabila
menggunakan variabel yang sama untuk mengukur reaksi pasar modal terhadap
suatu peristiwa dan diperhatikan juga dalam periode penelitian apakah terdapat
peristiwa lain yang dapat berpengaruh terhadap pasar atau tidak. Bagi investor hasil
penelitian ini bisa menjadi bahan rujukan untuk mengambil keputusan membeli
saham karena tidak semua peristiwa reshuffle kabinet memberikan return kepada
investor dan dalam mengambil keputusan berinvestasi untuk lebih fokus pada aspek
fundamental terhadap penilaian portofolio sahamnya. Bagi manajer investasi
diharapkan untuk dapat mengidentifikasi kembali informasi yang berkaitan dengan
pengumuman suatu peristiwa yang menjadi faktor eksternal terhadap aktivitas
perdagangan saham
ANALISIS TIDAK TERCAPAINYA SUHU RUANGAN DI MT. PALUH TABUAN
Cahyo Wibowo, 2018, NIT: 50135022.T, “Analisis Tidak Tercapainya Suhu
Ruangan Akomodasi di MT. Paluh Tabuan”, skripsi Program Studi
Teknika, Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang,
Pembimbing I: H.Mustholiq,M.M.,M.Mar.E Pembimbing II: Sri
Suyanti,S.S.
Air Conditioner is a machine that is used to cool the air by way of
circulating the refrigerant gas is in the pipeline are pressed and sucked by the
compressor. Refrigerant gas is selected as the material in the circulation, since
this material is volatile and can change its shape either liquid or gas. The heat in
the condenser pipe coming from refrigerant gas, which is pressed by a
compressor so that the material becomes hot and at the Expantion Automatic
Valve, pipe where the refrigerant gas circulation is minimized, so the pressure
increases and causes the evaporator pipe to cool down.
The design and type of this study is qualitative descriptive. In this case, the
author uses the SWOT method as data analysis techniques to analyse the factors
that cause any decrease in quality of the boiler water and what efforts made to
overcome these factors by identifying the Strengths, Weaknesses, Opportunities,
and Threats from the environment, systematically to formulate strategies that will
be taken.
Based on the result of this research, it can be concluded that the room
temperament accommodation in MT.Paluh Tabuan is not reached, caused by
three factors, they are: 1)Oil Separator does not work properly. To overcome
these factors can be done by doing dismantling and cleanup of the oil separator.
2) The condenser is dirty. To overcome these factors can be done by cleaning the
condenser from waste and mud. 3) Disturbance on dryer filter. To overcome these
factors can be done by doing a repair and replacement of components of the
dryer.
Keywords: air conditioner, SWOT
PELAYANAN PRIMA KAPAL TUNDA DI TERMINAL PETI KEMAS SEMARANG
ABSTRAKSI
Kartiko Cahyo, 52155563, 2020, “Pelayanan Prima Kapal Tunda di Terminal
Peti Kemas Semarang”, Progam Diploma IV, Nautika, Politeknik Ilmu
Pelayaran Semarang, Pembimbing 1 dan 2 : Dr. Capt. Suwiyadi, M.Pd.,
M.Mar. dan Sri Suyanti, S.S.,M.Si.
Untuk mendukung kelancaran transportasi angkutan laut dalam pelayanan
kapal, maka dalam penulisan skripsi ini menguraikan tentang bagaimana,
“Pelayanan Prima Kapal Tunda di Terminal Peti Kemas Semarang”. Tujuan
penelitian adalah untuk mengetahui jumlah kapal yang dilayani kapal tunda di
Termial Peti Kemas Semarang, mengatasi kendala-kendala yang dijumpai dalam
pelayanan kapal tunda di Terminal Peti Kemas Semarang, dan melakukan upaya
dalam mengatasi kendala-kendala yang dijumpai kapal tunda di Terminal Peti
Kemas Semarang.
Metode penelitian yang digunakan oleh penulis di dalam menyampaikan
masalah adalah deskriptif kualitatif untuk menggambarkan dan menguraikan
objek yang diteliti. Berdasarkan cara memperolehnya, data yang diperoleh selama
penelitian sebagai pendukung tersusunnya penulisan skripsi ini adalah
menggunakan data primer dan sekunder.
Hasil penelitian di Terminal Peti Kemas Semarang: (1) Prosedur
permintaan kapal tunda, persiapan agen dalam Permohonan Pelayanan Jasa Kapal
(PPJK), persiapan pihak kapal, penerbitan pilot order (2) Jumlah kapal yang
dilayani oleh Pelindo III, berbagai jenis kapal yang masuk atau keluar ataupun
sandar di Tanjung Emas (3) Berbagai faktor kendala external dan internal dalam
pelayanan kapal tunda (4) Berbagai upaya peringatan batas kecepatan angin,
melaksanakan pergantian dalam keluar masuk alur pelabuhan, menjaga alat proses
penyandaran kapal, melakukan persiapan pada kapal yang akan berolah gerak
sandar di pelabuhan.
Berdasarkan hasil penelitian ini simpulan pada pelayanan kapal tunda,
yaitu: (a) Melaksanakan permintaan penundaan sesuai prosedur (b) Banyaknya
jumlah kapal yang dilayani oleh kapal tunda pada bulan Desember tahun 2019
sebanyak 76 kapal. (c) Kendala kendala yang terjadi adalah kecepatan angin, lebar
alur yang sempit dan sering dijumpai kendala mesin kapal. (d) dari berbagai
kendala tersebut dapat diatasi dengan pengawasan pada alur, komunikasi dengan
baik dan pelaksanaan penundaan dibantu dengan kapal tunda dan pandu.
ABSTRACTION
Kartiko Cahyo, 2020, "Excellence Service of Tugboat in Container Terminal of
Semarang ", Diploma IV Program, Nautica, Merchant Marine Polytechnic
of Semarang, 1
Advisor : Sri Suyanti, S.S.,M.Si.
st
Advisor : Dr. Capt. Suwiyadi, M.Pd., M.Mar. and 2
nd
To carrying the good of shipping of sea transportation in ship serving so
for this my thesis describe about how “Excellence Service of Tugboat in
Container Terminal of Semarang " . The purpose of the research for knowing the
number of vessel is served by tugboat in Container Terminal of Semarang, and do
action at problem solving in every obstacle in serving of tugboat of Container
Terminal in Semarang
The research method used by the author in solving problems is descriptive
qualitative to describe and describe the object being discussed. Based on how it
was obtained, the data obtained during the study as a support for the preparation
of this research proposal using primary and secondary data.
The research results in the Container Terminal of Semarang : (1) The
procedure of request tugboat, preparation the agent in the Requesting Service Ship
(PPJK), the preparation of the ship, the issued of pilot order, (2) The number of
vessel serviced by Pelindo III, The kind of ship which in or out also bert in
Tanjung Emas (3) The obstacle factors extenal or internal in tugboat service (4)
The action warning limit speed of wind, do change in or out of narrow channel,
keep berthing equipment, preparation for vessel will manouvering berth in
harbour.
According to this research, conclusion in tugboat service are (a) Do request
of towing as procedure (b) The number of ship served by tugboat on December
2019 are 76 ships. c) The obstacles which happen in serving tugboat are the wind
speed, the narrow channel and also often meet the trouble engine of the vessel. d)
From those obstacles can be solving with the supervising to the channel the good
communication and the implementation of towing helped with tugboat and the
pilot
Optimasi Penjadwalan Mesin Produksi dengan Menggunakan Metode Campbell Dudek Smith (CDS) pada perusahaan Manufaktur
PERUBAHAN SUDUT PENYALAAN TIRISTOR PADA PENYEARAH GELOMBANG PENUH TERKENALI PENUH TERHADAP PUTARAN MOTOR DC SERI
Pengaturan kecepatan putaran motor arus searah seri dengan torsi 0 Nm dan 0,15 Nm dengan menggunakan penyearah gelombang penuh terkenali penuh pasa satu dapat dilakukan dengan merubah sudut penyalaan tiristor / (α) dari 00 sampai dengan 1800, begitu juga denan tegangan jangkar dan arus jangkar. Dari hasil pengukuran untuk beban 0 Nm didapatkan putaran motor 2131 Rpm dengan sudut penyalaan 00 dan 0 Rpm untuk sudut penyalaan 1800. Dari hasil perhitungan untuk beban 0,5 Nm didapatkan putaran Motor 2175,2 Rpm dengan sudut penyalaan 00 dan 0 Rpm untuk sudut penyalaan 1800
- …
