7 research outputs found
Pengaruh Penambahan Dispersan Terhadap Kestabilan dan Perpindahan Panas Nanofluida Air-ZrO2
Abstrak:Penelitian mengenai nanofluida terus berkembang, mulai dari peningkatan kestabilan hingga kemampuan dalam memindahkan panas. Zirkonium merupakan bahan utama yang digunakan dalam pembuatan nanopartikel ini karena memiliki sifat tahan panas dan juga sifat anti korosif. Nanopartikel ZrO2 yang digunakan berasal dari mineral zirkon (ZrSiO4) yang disintesis dengan metode solgel dan dikalsinasi pada suhu 800oC/3jam. Dispersan yang ditambahkan adalah Cetyl trimethylammonium bromide (CTAB), Poli asam akrilik (PAA), Polietilena glikol 4000 (PEG 4000), dan Asam sitrat. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakterisasi dan pengaruh penambahan dispersan terhadap kestabilan dan perpindahan panas nanofluida air-ZrO2. Penelitian ini terdiri dari empat tahap: (1) sintesis nanofluida air-ZrO2 dengan penambahan dispersan Cetyl trimethylammonium bromide (CTAB), Poli asam akrilik (PAA), Polietilena glikol 4000 (PEG 4000), dan Asam Sitrat (2) karakterisasi nanopartikel dan nanofluida air-ZrO2 (3) uji pengaruh penambahan Cetyl trimethylammonium bromide (CTAB), Poli asam akrilik (PAA), Polietilena glikol 4000 (PEG 4000), dan Asam sitrat terhadap kestabilan dan perpindahan panas nanofluida air-ZrO2.Berdasarkan analisis karakterisasi XRD dan surface area nanopartikel ZrO2 mengindikasikan kristal monoklinik dengan ukuran partikel sebesar 41 nm. Hasil pengamatan visual menunjukkan bahwa nanofluida air-ZrO2 yang paling stabil yaitu dengan dispersan CTAB yang mampu meningkatkan kestabilan nanofluida air-ZrO2 hingga 14 hari dengan nilai rata-rata zeta potensial sebesar 49,7 mV. Hasil uji heat transfer, nilai convective heat transfer coefficient dan overall heat transfer coefficient heat transfer nanofluida air-ZrO2 jauh lebih besar 1,72 dan 1,84 kali dibandingkan fluida dasar (air).Kata Kunci: dispersan, nanofluida air-ZrO2, kestabilan. AbstractResearch on nanofluid continues to grow, from increasing stability to the ability to heat transfer. Zirconium is the main ingredient used in the manufacture of nanoparticles because it has the properties of heat resistance and anti-corrosive properties. The ZrO2 nanoparticles used were derived from zircon minerals (ZrSiO4) which were synthesized by the solgel method and calcined at a temperature of 800oC/3hours. Dispersants added are Cetyl trimethylammonium bromide (CTAB), Poly acrylic acid (PAA), Polyethylene glycol 4000 (PEG 4000), and Citric Acid. The research objective was to determine the characterization and effect of the addition of dispersants on the stability and heat transfer of water-ZrO2 nanofluid.This study consisted of four stages: (1) synthesis of water-ZrO2 nanofluid with the addition of Cetyl trimethylammonium bromide (CTAB) dispersion, Poly acrylic acid (PAA), Polyethylene glycol 4000 (PEG 4000), and Citric Acid (2) characterization of nanoparticles and nanofluid water-ZrO2 (3) test the effect of adding Cetyl trimethylammonium bromide (CTAB), Poly acrylic acid (PAA), Polyethylene glycol 4000 (PEG 4000), and citric acid to the stability and heat transfer of water-ZrO2 nanofluid.Based on XRD characterization analysis and surface area of ZrO2 nanoparticles indicate monoclinic crystals with a particle size of 41 nm. Visual observations showed that water-ZrO2 nanofluid was the most stable with CTAB dispersant capable of increasing the stability of water-ZrO2 nanofluid up to 14 days with a potential zeta average value of 49.7 mV. The heat transfer test results, the value of the convective heat transfer coefficient and overall heat transfer coefficient heat transfer of water-ZrO2 nanofluid is much greater 1.72 and 1.84 times than the base fluid (water).Keywords: dispersant, water-ZrO2 nanofluid, stability
Pengaruh Penambahan Dispersan Terhadap Kestabilan dan Perpindahan Panas Nanofluida Air-ZrO2
RINGKASANWidia, R. N. 2019. Pengaruh Penambahan Dispersan Terhadap Kestabilan dan Perpindahan Panas Nanofluida Air-ZrO2. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nazriati, M.Si., (II) Dr. Dani Gustaman Syarif, M.Eng. Kata Kunci: dispersan, nanofluida air-ZrO2, kestabilan.Nanofluida dapat diterapkan dalam bidang perpindahan panas pada mesin karena memiliki sifat termal yang jauh lebih baik daripada air. Nanopartikel yang dapat digunakan sebagai nanofluida salah satunya adalah zirkonium dioksida. Nanopartikel zirkonium dioksida dapat diperoleh dari mineral zirkon (ZrSiO4). Zirkonium mempunyai sifat anti korosif, titik didih tinggi, dan mempunyai luas permukaan yang besar. Namun, nanofluida zirkonium dioksida dalam fluida air masih relatif belum stabil dan mudah mengendap dalam waktu yang singkat. Untuk meningkatkan kestabilan perlu penambahan dispersan. Dispersan yang digunakan yaitu Cetyl trimethylammonium bromide (CTAB), Poli asam akrilik (PAA), Polietilena glikol 4000 (PEG 4000), dan Asam sitrat. Penambahan dispersan bertujuan untuk melapisi permukaan nanopartikel zirkonium dioksida sehingga menghasilkan stabilisasi sterik yang berfungsi untuk mencegah terjadinya pengendapan dalam waktu singkat. Tujuan penelitian ini (1) mengetahui karakteristik nanopartikel zirkonium dioksida (ZrO2) yang digunakan (2) mengetahui kestabilan nanofluida air-ZrO2 dengan penambahan dispersan berdasarkan pengamatan visual (3) mengetahui kestabilan nanofluida air-ZrO2 dengan penambahan dispersan dan kemampuannya dalam memindahkan panas dibanding air.Penelitian ini terdiri dari empat tahap, antara lain: (1) nanofluida zirkonium dioksida dalam fluida air disintesis dengan penambahan dispersan poli asam akrilik, CTAB, Asam sitrat, dan PEG 4000 (2) nanopartikel dan nanofluida zirkonium dioksida dikarakterisasi menggunakan XRD, Surface Area Meter, Zeta Potensial, dan Heat Trasfer (3) diuji pengaruh penambahan dispersan poli asam akrilik, CTAB, Asam sitrat, dan PEG 4000 terhadap kestabilan nanofluida zirkonium dioksida dalam fluida air.Sesuai hasil analisis XRD, difraktogram nanopartikel ZrO2 yang digunakan sama dengan difraktogram dari standar JCPDS no. 37-1484 yaitu ZrO2 monoklinik. Hasil analisis surface area meter memperlihatkan bahwa luas permukaan jenis nanopartikel yang diperoleh m2/g dan diperoleh ukuran partikel melalui perhitungan sebesar 41 nm. Hasil pengamatan visual memperlihatkan kestabilan nanofluida Air-ZrO2 yang ditambahkan dispersan PAA sama stabilnya dengan nanofluida yang diberi CTAB dan lebih baik dari nanofluida lainnya yang diberi Asam Sitrat dan PEG 4000. Nanofluida yang ditambahkan dispersan CTAB dan PAA paling stabil mencapai kestabilan hingga 14 hari. Berdasarkan hasil analisis zeta potensial nanofluida yang ditambahkan dispersan Cetyl trimethylammonium bromide (CTAB) lebih baik daripada nanofluida yang diberi Poli asam akrilik (PAA) dengan nilai potensial zeta 49,7 mV dan memiliki pH 7,69. Hasil uji heat transfer menunjukkan nanofluida Air-ZrO2 dengan penambahan dispersan Cetyl trimethylammonium bromide (CTAB) dapat memindahkan panas lebih baik dari pada air dengan nilai convective heat transfer coefficient nanofluida dan overall heat transfer coefficient yang jauh lebih besar 1,72 dan 1,84 kali dibandingkan fluida dasar (air)
Analisis Faktor Internal Dan Faktor Eksternal Pengorganisasian Dalam Lembaga Pendidikan Islam
Abstrak: Faktor eksternal dan internal merupakan hal yang cukup penting dalam pengorganisasian suatu lembaga pendidikan karena memiliki tujuan untuk menyusun suatu pola kegiatan untuk menuju ke arah tercapainya tujuan bersama. Tujuan dari kajian ini adalah untuk menganalisis faktor internal serta eksternal yang mempengaruhi proses pengorganisasian pada lembaga pendidikan. Menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil dari analisis menyimpulkan beberapa faktor internal yang memiliki pengaruh terhadap pengorganisasian di lembaga pendidikan adalah visi, misi, sasaran dan tujuan organisasi, strategi pencapaian tujuan, sifat dan jenis kegiatan serta jenis teknologi yang digunakan. Sedangkan untuk faktor eksternalnya adalah kebijakan pemerintah dan sosial budaya masyarakat. Sehingga dari hasil yang didapat tersebut dapat disimpulkan bahwa faktor internal merupakan faktor yang berada di dalam organisasi atau lembaga pendidikan tersebut. Komunikasi yang baik dari para pimpinan dan karyawan maka akan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif. Sedangkan Faktor eksternal terdiri atas unsur-unsur diluar organisasi/ lembaga, yang sebagian besar tak dapat dikendalikan dan berpengaruh dalam pembuatan keputusan. Penulis dapat menyarankan perlunya kajian lebih lanjut yang dapat mengakomodasikan lebih banyak kasus untuk memetakan hasil yang lebih komprehensif, sehingga dapat dijadikan dasar untuk kebijakan yang lebih tepat sasaran. Kata Kunci: Faktor Internal, Faktor eksternal, Pengorganisasian, Lembaga Pendidikan Abstract: External and internal factors are quite important in organizing an educational institution because it has the aim of compiling a pattern of activities to lead to the achievement of common goals. The purpose of this study is to analyze internal and external factors that affect the organizational process in educational institutions. Using descriptive qualitative method. The results of the analysis conclude that several internal factors that have an influence on organization in educational institutions are the vision, mission, goals and objectives of the organization, strategy for achieving goals, the nature and type of activity and the type of technology used. As for the external factors are government policies and social culture of society. So from the results obtained it can be concluded that internal factors are factors that are within the organization or educational institution. Good communication from leaders and employees will create a conducive work environment. Meanwhile, external factors consist of elements outside the organization/institution, most of which cannot be controlled and influence decision making. The author can suggest the need for further studies that can accommodate more cases to map out more comprehensive results, so that they can be used as the basis for more targeted policies.Keywords: Internal Factors, External Factors, Organizing, Educational Institution
شخصية البطالة الرئيسية في رواية "الحب في زمن النفط" لنوال السعداوي: دراسة سيكولوجية أدبية أبراهام ماسلو
مستخلص البحث
الشخصية البارزة في رواية "ابغب في زمن النفط" يعتٍ الشخصية الرئيسية ىي إمرأة التيتوجد في ىذه الرواية، إنها تتمرد على طريقتها ابػاصة، إختارت على أن تكون عابؼة آثار التي سارت بأداة بكت في حقيبة علقتها على كتفها. ثم ذىبت مع ابؼغادرة لزيارة من قرية إلى قرية أخرى بهدف حفر الأرض عسى أن بذد الآبؽة التي تبدو من الأرض. في منتصف رحلتو، وجدت كثرة الأسئلة من حوبؽا علىى ما قد فعلت. لأنهم يعتقدون أن ما تفعلها ابؼرأة ىو أمر بؿظور أو بسرد.
أسئلة البحث في ىذا البحث بنا: )3ما ىي الشخصية البطالة الرئيسية في رواية ابغب فيزمن النفط لنوال السعداوي دراسة برليلية أبراىام ماسلو. )1ما ىي العوامل التي تسبب الشخصية البطالة الرئيسية في رواية ابغب في زمن النفط لنوال السعداوي دراسة نفسية أبراىام ماسلو ؟ تستخدم ىذه الدراسة المنهج الوصفي النوعي ، وتستخدم تقنيات جمع البيانات تقنيات تدوينالملاحظات.
و نتائج ىذا البحث ىو : وجدت الكاتبة عدة أشكال لشخصية البطالة الرئيسية للمرأة في الرواية، و ىي: .1الشجاعة و قوة العقلية، .1متمردة و .1إرادة ابغرية. وجدت الكاتبة مقاومة من الاضطهاد الذي تتعرض لو المرأة في الرواية ، وىي: .3رغبة المرأة في أن تصبح نبية مثل الرجل ، .1مقاومة المرأة لجميع أوامر أزواجهن. لأن المرأة تريد الحرية في حياتها ، 1تختار النساء وظائف كعلماء آثار ، وىي وظائف ذكور عموًما. علبقة الشخصية البطالة الرئيسية بنظرية أبراىام ماسلو مذكورة في ابؼستوى ابػامس من الاحتياجات، شخصية التي برقق الذات.
ABSTRACK
The prominent characer in the novel “Al-Hubbu Fii Zamani An-Nafthi” means the main character is a a women who is found in this novel, she rebelled in her own way, she chose to be an archaelogist who walked with a carving tool in a bag she hung on her shoulder. Then i went with my departure to visit from one village to another with the aim of digging the earth in the hope that i would find the gods that appear from the earth. Halfway through his journey, i found many questions around her about what she had done. Because they believe that what a woman does is forbidden or rebellious.
The research questions in this research are: 1) What is the main character in the novel “Al-Hubbu Fii Zamani An-Nafthi” by Nawal El-Saadawi, an analitycal study by Abraham Maslow?. 2) What are the factors that cause the main character in the novel “Al-Hubbu Fii Zamani An-Nafthi” by Nawal El-Saadawi, an analitycal study by Abraham Maslow?. This study uses the qualitative descriptive approach and data collwction techniques use note taking techniques.
The result of this study are as a follows: The author finds several forms of personality of the main character of a woman in the novel, namely: 1. A person who is brave and mentally strong, 2. rebellious and 3. wants freedom. the author finds resistance from the oppression experienced by women in the novel, namely: 1) The desire of women to become a prophet like men. 2) women’s resistance to all the orders of their husbands, because the woman wants freedom in her life. 3) Woman who choosw jobs as archaelogists, which generally male jobs. The main character’s relationship with Abraham Maslow’s theory is contained in the fifth level of needs, namely self actualizing personality.
ABSTRAK
Kepribadian yang menonjol dalam novel “Al-Hubbu Fii Zamani AnNafhti” yaitu tokoh utama perempuan, tokoh utama tersebut memberontak dengan caranya sendiri, ia memilih menjadi seorang arkeolog yang berjalan membawa pahat didalam tas selempang yang ia sampirkan dibahunya, seorang perempuan itu kemudian meminta cuti untuk mengunjungi satu kampung ke kampung lainnya dengan tujuan menggali tanah dan berharap ia akan menemukan dewi-dewi yang muncul dari dalam tanah. Ditengah perjalanannya, banyak sekali pertanyaan tentang apa yang ia lakukan, baik dari perempuan lainnya maupun dari kebanyakan laki-laki. Karena mereka beranggapan apa yang dilakukan perempuan tersebut adalah sesuatu yang tabu atau sebuah pemberontakan.
Adapun rumusan masalah dalam skripsi ini yaitu: 1) Bagaimana kepribadian tokoh utama dalam novel “Al-Hubbu Fii Zamani An-Nafthi” karya Nawal El-Saadawi perspektif Abraham Maslow. 2) Bagaimana faktor penyebab kepribadian tokoh utama dalam novel “Al-Hubbu Fii Zamani An-Nafthi” karya Nawal El-Saadawi perspektif Abraham Maslow. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan catat.
Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: Penulis menemukan beberapa wujud kepribadian tokoh utama seorang perempuan dalam novel yakni: 1. seorang yang pemberani dan bermental kuat, 2. pemberontak dan 3. menginginkan kebebasan. penulis menemukan adanya perlawanan dari penindasan yang dialami perempuan dalam novel tersebut yakni: 1. Keinginan perempuan menjadi seorang nabi seperti para lelaki, 2. Perlawanan perempuan atas semua perintah suaminya, karena perempuan tersebut menginginkan kebebasan dalam hidupnya, 3. Perempuan memilih pekerjaan sebagai arkeolog yang umumnya merupakan pekerjan laki-laki. Adapun keterkaitan tokoh utama dengan teori Abraham Maslow terdapat dalam kebutuhan tingkat kelima, yakni kepribadian yang mengaktualisasikan diri
Bioinformatika & Biostatistika Manfaatnya dalam Penelitian Bioteknologi
Ilmu biologi molekuler mengalami perkembangan yang pesat
seiring penemuan struktur DNA dan menjadi penyokong utama dalam
bidang klinis dan pertanian. Hasil data eksperimen biologi molekuler
diperlukan analisis untuk mendapatkan informasi yang berguna. Oleh
sebab itu, dikembangkan ilmu bioinformatika untuk memenuhi kebutuhan
tersebut.
Bionformatika merupakan gabungan ilmu dengan pendekatan
biologi molekuler, matematika, dan teknik informasi. Pertama kali,
bioinformatika dikembangkan oleh Paulin Hogeweg pada tahun 1970an.
Pemanfaatan bioinformatika yaitu untuk memecahkan masalah data
biologi molekuler dengan metode statistika dan matematika. Pada
mulanya, perkembangan bioinformatika menitikberatkan pada informasi
sekuen DNA dan kemudian mengalami perkembangan yang pesat
(Syahputra, 2015)
Pencegahan stunting melalui edukasi gizi dan inovasi produk pangan lokal di Dusun Cicurug, Desa indrajaya, Kecamatan Sukaratu
Abstrak Stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Dusun Cicurug, Desa Indrajaya, Kabupaten Tasikmalaya, merupakan wilayah dengan risiko tinggi stunting akibat rendahnya konsumsi pangan bergizi dan kurangnya variasi makanan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui edukasi gizi dan pemanfaatan inovasi pangan lokal sebagai upaya pencegahan stunting. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, penyuluhan, diskusi, dan praktik pembuatan makanan berbahan lokal seperti ikan, jagung, bayam, dan ubi jalar. Hasil uji statistik menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah intervensi (p < 0,05). Produk pangan inovatif seperti Nugget Ikan Nila, Jagung, Bayam dan Pancake Ubi Jalar diterima dengan baik oleh masyarakat. Intervensi ini membuktikan bahwa edukasi gizi berbasis masyarakat dan inovasi pangan lokal dapat menjadi strategi efektif dalam upaya penurunan angka stunting di tingkat desa. Kata kunci: stunting; edukasi gizi; pangan lokal; inovasi; intervensi masyarakat. Abstract Stunting is a chronic nutritional issue with long-term impacts on children’s growth and development, especially during the first 1,000 days of life. Cicurug Hamlet, located in Indrajaya Village, Tasikmalaya Regency, is a high-risk area for stunting due to low intake of nutritious foods and limited dietary diversity. This program aimed to increase community knowledge through nutrition education and the development of local food innovations as a strategy to prevent stunting. Methods included socialization, education, discussions, and food processing demonstrations using local ingredients such as fish, corn, spinach, and sweet potatoes. Statistical tests showed a significant increase in knowledge after the intervention (p < 0.05). Innovative food products such as Tilapia Fish, Corn, and Spinach Nuggets and Sweet Potato Pancakes were well received by the community. This intervention demonstrates that community-based nutrition education and local food innovation can be effective strategies in reducing stunting at the village level. Keywords: stunting; nutrition; education; local food; innovation; community-based intervention
Metabolisme Zat Gizi Mikro
Buku Metabolisme zat gizi mikro yang berada ditangan pembaca ini terdiri dari 20 bab, yaitu :
Bab 1. Konsep Metabolisme Gizi Mikro
Bab 2. Metabolisme Vitamin A
Bab 3. Metabolisme Vitamin B
Bab 4. Metabolisme Vitamin C
Bab 5. Metabolisme Vitamin D
Bab 6. Metabolisme Vitamin E
Bab 7. Metabolisme Vitamin K
Bab 8. Metabolisme Natrium
Bab 9. Metabolisme Klorida
Bab 10. Metabolisme Kalium
Bab 11. Metabolisme Kalsium
Bab 12. Metabolisme Magnesium
Bab 13. Metabolisme Fosfor
Bab 14. Metabolisme Zat Besi
Bab 15. Metabolisme Iodium
Bab 16. Metabolisme Seng
Bab 17. Metabolisme Selenium
Bab 18. Metabolisme Tembaga
Bab 19. Metabolisme Mangan
Bab 20. Metabolisme Flou
