1,721,121 research outputs found

    Penggunaan Media Wayang untuk Meningkatkan Keterampilan Menyimak Cerita Pendek

    Full text link
    Berdasarkan observasi, pembelajaran inilah yang membuat peneliti merasa ingin melakukan pembelajaran yang kreatif dan inovatif untuk meningkatkan hasil belajar di SD tersebut dengan berkolaborasi dengan gurunya. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu tes dan lembar angket. Subyek penelitian ini dilakukan pada siswa kelas V SDN Kepuharum Kutorejo. Prosedur penelitian meliputi tahapan perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Berdasarkan hasil analisis data dapat dilihat hasil tes siswa menunjukkan bahwa keterampilan menyimak cerita pendek meningkat. Pada pra siklus hasil belajar siswa dengan nilai rata-rata 55. Siklus I dengan nilai rata-rata 65 dan siklus II dengan nilai rata-rata 85

    GURU LAKI-LAKI PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

    No full text
    This research was determinate to describe about male teacher in early childhoodeducation. This research was do in the TK Bahrul Maghfiroh Malang. This research is qualitativeresearch with case study methode. Data analysis used Miles and Hubberman. Research data fromobservation, interview and documentasion. The result of this research show up about:1)Theimpact of male teachers for early childhood education, 2) Bahrul Maghfiroh institutions giveconsideration role of male teachers, 3) The process of learning the role of male teachers, 4)Publicperceptions of male teachers. The role of male teachers have an impact on children's dress,emotional resilience, children's early understanding ofgender roles, the formation ofplay groupsand play groups election. Bahrul Maghfiroh foundation as a boarding school is a majorconsideration institute son his role in male teachers. Curriculum implemented in kindergartensBahrul Maghfiroh refers curriculum education office. learners are dominated by men. Learningmethods are used storytelling, assignment method, field trips and debriefing. Utilizinginstructional media used items available in schools. Approach to the children of male teachersneed a figure of female teachers. Public perception of the role of male teachers who teach inkindergarten is still negative

    PERBANDINGAN MATERI MUATAN KETETAPAN MPR PADA MASA PEMERINTAHAN ORDE LAMA, ORDE BARU, DAN ERA REFORMASI

    Full text link
    Decree of People’s Consultative Assembly (TAP MPR) established since 1960 and 2002. Totally there are 139 Decrees in Consultative Assembly (TAP MPRS and TAP MPR). The whole Decree of People’s Consultative Assembly (TAP MPRS and TAP MPR) was formed during the reign of the Old Orde, the New Orde, and the Reformation Era. TAP MPR was changed in content material along with the change of government and the amendments of 1945 Constitution of The State of The Republic of Indonesia (UUD 1945). Therefore, this study will compare to the substance of the Decree of People’s Consultative Assembly (TAP MPR) on the government period. The method used in this research was normative juridical with secondary data, which was analyzed by the method of normative, then presented descriptively. The change of government affects the substance of the Decree of People’s Consultative Assembly (TAP MPR)

    Penggunaan bahasa baku dalam karangan siswa kelas I SMK PGRI 4 Madiun tahun ajaran 2001/2002

    Full text link
    Bahasa Indonesia dalam pemakaiannya menurut atau mengikut kaidah dan norma yang benar disebut bahasa baku. Dalam kenyataan dikelas masih banyak siswa yang belum memahami bahasa baku. Hal ini terbukti sering ditemukan kesalahan siswa dalam penyusunan kalimat baku pada karangan siswa, penulisan surat izin dan penulisan naskah pidato. Kesalahan siswa itu disebutkan karena siswa belum menguasai penyusunan kalimat baku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana siswa menggunakan kalimat baku dalam karangan berdasarkan 6 ciri-ciri kalimat kalimat baku yaitu ciri sintaksis, ciri gramatikal, ciri semantic, ciri leksikal, ciri morfologis,dan ciri grafemis. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yaitu penelitian hanya menitik beratkan pada pendeskripsian satu variabel tanpa menghubungkan dengan variabel lain. Siswa kelas I SMK PGRI 4 terdiri dari 2 kelas. Mengingat jumlah siswa 55, kurang dari 100, maka seluruh siswa dijadikan objek penelitian Instrument penelitian ini adalah tes membuat karangan. Dalam hal ini tema tidak dibatasi atau bertema bebas. Pelaksanaan pengumpulan data dilakukan pada tanggal 22 mei 2002, mengambil jam mata pelajaran bahasa Indonesia. Waktu yang diperlukan 2 x 45 menit. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan didapatkan hasil penelitian sebagai berikut : (1) terdapat 17 kesalahan sintaksis pada struktur kalimat, (2) pada ciri gramatikal terdapat 6 kesalahan yaitu pada penggunaan subjek dan objek, (3)terdapat 21 kesalahan leksikal pada penggunaan kata tidak baku, (4) ada 21 kesalahan semantik yaitu pada ketepatan makna kata, (5) terdapat 25 kesalahan morfologis yaitu pada penggunaan bentuk ulang, penggunaan afiks, dan penggunaan kata penghubung, (6) pada grafemis terdapat 14 kesalahan, disebabkan oleh penggunaan awalan di-, penulisan huruf kapital, dan penggunaan singkatan yang tdak baku. Dari 55 karangan siswa terdapat 104 kesalahan penggunaan kalimat baku. Halite terlihat bahwa siswa kelas I SMK PGRI 4 Madiun kurang menguasai penggunaan kalimat baku. Oleh karena itu, guru bahasa Indonesia perlu memperhatikan dan meningkatkan pengajaran bahasa baku Indonesia Melihat masih banyak kesalahan penggunaan kalimat baku, penulis berharap : (1) para guru bahasa Indonesia agar melatih siswa menggunakan bahasa sesuai dengan fungsinya, (2) guru hendaknya mendorong siswa agar lebih giat belajar bahasa Indonesia dan mencintai bahasa Indonesia, (3) para guru mata pelajaran lain dalam proses belajar mengajar hendaknya juga menggunakan bahasa Indonesia baku, (4) penelitian hendaknya meneliti lebih dalam tentang penggunaan bahasa Indonesia baku

    PROBLEM KETIDAKPATUHAN TERHADAP PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI TENTANG PENGUJIAN UNDANG-UNDANG

    Full text link
    Article 24C Paragraph (1) of the 1945 Constitution of the The Republic of Indonesia authorizes the Constitutional Court to hear at the first and final level the decission of wich of to examine the law againts the Constitution. In the elucidation of Article 10 Paragraph (1) of the law of Constitutional Court, the final decission shall obtain a permanent legal force from the time of speech and no legal remedy can be taken. The final verdict of the Constitutional Court examining the law is immediately applicable, and some require the follow up of the legislators by forming new laws, or amending existing laws. Often, the legislators do not obey the Cosntitutional Court’s decission. Non-compliance can occur because there are not sanctions againts non-compliance, and also the Constitutional Court does not haven an instrumental or execution in charge of ensuring the execution of its verdict. Therefore, efforts are needed to ensure that the Co nstitutional Courtas a judicial institution remains authoritative and is not abandoned by justice seekers

    Fnomena dan Kecepatan Minimum (Ur/ Fluidisasi

    Full text link
    Abstrak Fenomenad an kecepatanm inimum fluidisasi (U^y) padat-gasd ipengaruhio leh jenis partikel, laju alir gas, diameterk olom dan tinggi unggunp adatan.P enelitiani ni dilakukant erhadapp asir kuars4 pasir besi dan pasir gunung Merapi yang merupakan partikel grup B pada kolom dengan diameter 6 cm dan tinggi unggun yang bervariasyi aitu 6 cm; 8 cm dan l0 cm. Pengamatamn ulai dilakukans etelahu darad engank ecepatante rrendah dialirkand ari bawahm elalui bed ke atas.D ari hasil pengamatand idapatkanfe nomenay ang terjadi adalahfaed bed, bubblingfluidization dan sluggingfluidization. Kecepatan fluidisasi minimum (U^t) pada tinggi unggun 6 cm adalah 10,3 cm/detik, 7,3 cm/detik dan 4,8 cm/detik. Sedangkanp ada tinggi unggun 8 cm adalah ll,9 cm/detik, 7,3 cm/detik dan 5,1 cm/detik. dan pada tinggi unggun l0 cm nilai (U^1) yang diperoleh adalah 8,8 cm/detik, 8,8 cm/detikd an 5,8 cm/detik.B erdasarkanp erhitungans ecarate ori, kecepatanfl uidisasim inimum (U,,) untuk pasir kuarsa adalah 12,0 cm/detik, pasir besi 16,2 cm/detik dan pasir gunung Merapi adalah 12,3 cm/detik.D engand emikianm aka nilai (Ua) percobaany ang paling mendekatid engann ilai (U") teori hanya terjadiu ntukp asirk uarsap adap enggunaadni ameterk olom 6cm dant inggi unggun8 cm. Abstract Phenomenona nd the minimum fluidization velocity (U6) solid-gasd ependo f particle type, gas flow rate, column diametera nd height of solids bed. This researchw as conductedo n sando f quartz,i ron and volcano Merapi (group B the particle) in the column with 6 cm diameter and height of the bed that varies are 6 cm, 8 cm and l0 cm. Observationbs egana fter the air with the lowestv elocity flow from the bottomu pwardst hrought he bed. From the observationso btaineda phenomenonth at occurs is the fixed bed, bubbling fluidization and sluggingf luidization.U .s in the heighto f bed 6 cm were 10.3c m/sec,7 .3 cm/seca nd 4.8 cm,/secW. hile at the height of bed 8 cm were I1.9 cm sec, 7.3 cm/sec and 5.1 cm/sec. and at the height of the bed l0 cm value (U.s) obtainedw ere 8.8 cm/sec,8 .8 cm/seca nd 5.8 cm/sec.B asedo n theoreticalt,h e U.r for quartzs andw as 12.0 cm./seci,r on sand 16.2c m/seca nd sandv olcanoM erapi 12.3 cm/sec.T hus, the value U6, an experiment hat comes closest to the value U6 theory only occurs for the use of quartz sand column diameter of 6cm and 8cm height ofthe bed. Key word: minimumv elocity (U^), /ixed bed,b ubblingfluidization, sluggingf luidization

    Fenomena dan Kecepatan Minimum Fluidisasi

    Full text link
    Phenomenon and the minimum fluidization velocity (Umf) solid-gas depend of particle type, gas flow rate, column diameter and height of solids bed. This research was conducted on sand of quartz, iron and volcano Merapi (group B the particle) in the column with 6 cm diameter and height of the bed that varies are 6 cm, 8 cm and 10 cm. Observations began after the air with the lowest velocity flow from the bottom upwards through the bed. From the observations obtained a phenomenon that occurs is the fixed bed, bubbling fluidization and slugging fluidization. Umf in the height of bed 6 cm were 10.3 cm/sec, 7.3 cm/sec and 4.8 cm/sec. While at the height of bed 8 cm were 11.9 cm sec, 7.3 cm/sec and 5.1 cm/sec. and at the height of the bed 10 cm value (Umf)  obtained were 8.8 cm/sec, 8.8 cm/sec and 5.8 cm/sec. Based on theoretical, the Umf  for quartz sand was 12.0 cm/sec, iron sand 16.2 cm/sec and sand volcano Merapi 12.3 cm/sec. Thus, the value Umf, an experiment that comes closest to the value Umf theory only occurs for the use of quartz sand column diameter of 6cm and 8cm height of the bed

    MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 3-4 TAHUN MELALUI KEGIATAN MENGANYAM PITA DI PPT HARAPAN BANGSA KECAMATAN BULAK SURABAYA

    Full text link
    Rendahnya kemampuan motorik halus anak usia 3-4 tahun dalam menganyam pita di karenakan dalam pembelajaran anak terlihat tampak asyik bermain sendiri dan tidak melakukan kegiatan pembelajaran karena di rasa sangat sulit bagi mereka, agar tidak merasa bosan pendidik melakukan kegiatan menganyam dengan pita. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keterampilan motorik mhalus anak melalui kegiatanmenganyam pita.Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian adalah anak usia 3-4 tahun berjumlah 20 anak di PPT Harapan Bangsa kelurahan Bulak kecamatan Bulak Surabaya. Data penelitian di peroleh melalui observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik Deskriptif Komparatif dan Analisis Kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media teknik menganyam dengan pita dapat meningkatkan keterampilan motorik halus anak. Hal ini dibuktikan dengan hasil peningkatan yang terjadi pada setiap siklusnya. Pada prasiklus keterampilan motorik halus anak mencapai 32,50%, siklus I mencapai 52,63%, dan siklus II mencapai 90,94%, untuk itu disarankan pada semua guru supaya dapat memberikan kegiatan menganyam dengan pita sehingga menarik dan menyenangkan

    PERBEDAAN PENGARUH PROTOKOL ERACS DENGAN PROTOKOL OPERASI SC STANDAR TERHADAP PROSES INVOLUSI UTERUS DI RSI SURABAYA JEMURSARI

    Full text link
    Angka kejadian persalinan operasi SC semakin meningkat tiap tahunnya. Peningkatan persalinan SC ini berdampak pada rasa cemas, khawatir akan nyeri pasca operasi dan proses pemulihan yang lebih lama dibanding persalinan norma l. Oleh karenanya dikembangkanlah suatu metode protokol operasi SC disebut ERACS (Enhanched Recovery After Caesarean Section). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pengaruh Protokol ERACS dengan Protokol operasi SC Standar terhadap proses involusi uterus di RSI Surabaya Jemursari. Desain penelitian adalah Pre experimental design dengan pendekatan Kohort. Populasi adalah 24 pasien yang menjalani operasi SC di RSI Surabaya Jemursari terbagi dalam 2 kelompok yaitu 12 protokol ERACS dan 12 protokol standar. Variabel independent adalah protokol operasi SC dan involusi uterus sebagai variabel dependen. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen berupa lembar pemeriksaan involusi uterus dilakukan pada 6 jam, hari-1 dan hari ke-7 post SC. Analisis data menggunakan Uji Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan proses involusi uterus antara pasien yang dilakukan protokol ERACS dibanding protokol standar khususnya penurunan TFU. Uji statistik Kruskal Wallis ρ = 0.01 (H1 diterima ) Artinya ada perbedaan penurunan TFU antara pasien yang dilakukan protokol ERACS dengan protokol operasi SC standar. Kedua protokol operasi SC tidak mempengaruhi kontraksi uterus dan pengeluaran lokhea. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa protokol ERACS mampu mempengaruhi penurunan TFU lebih cepat dibanding dengan protokol operasi SC standar, sedangkan pada indikator kontraksi uterus dan pengeluaran lokhea tidak ada perbedaan antara protokol ERACS dan prtotokol SC standar
    corecore