17 research outputs found
Cultural Relativism Ethics and Traditional Idiomatic Of Java
Harry J. Gensler divide ethics lines into several types and one of these types are cultural relativism. This ethics line has similarities in Java ethics genarally. Both of these lines of ethics has the advantages and weaknesses. The advantages are able to tolerate for developing harmonious condition which is reflected into idiomatic, like titi, tata, tentrem.
Whereas the weaknesses are developed appearance (lamis). It means that people accept the difference from other, but not outwardly and by heart. In the social and state life, the harmonious condition must be ideal form of society, but in the assesing something must be done openly and good manners, so will result harmonious condition which is not appearance
TEMA SUPERNATURAL DAN PENGARUHNYA PADA FAKTA CERITA DALAM NOVEL JAWA SERAH KARYA AY. SUHARYONO
The Javanese philosophy behind the panakawan characters: An Ethnolinguistic analysis of the play Semar Mbangun Kahyangan
This ethnolinguistic analysis delves into the world of Panakawan characters in the Javanese play "Semar Mbangun Kahyangan," unveiling the profound tapestry of Javanese philosophy into their portrayal. The Panakawan, celebrated for their wit and linguistic artistry, stand as iconic figures in traditional Javanese wayang (shadow puppetry) and theater. This study explored their linguistic and cultural dimensions, illuminating their role as carriers of Javanese wisdom and cultural values. Employing ethnolinguistic methods, it examined the linguistic features, discourse patterns, and cultural intricacies interwoven within the dialogues and actions of the Panakawan characters. The analysis uncovers language's role in conveying Javanese philosophical concepts, moral teachings, and the interconnectedness of life and society within the play. It dissected the linguistic strategies, humor, and linguistic playfulness of the Panakawan, revealing their capacity to impart profound philosophical messages while captivating audiences. Furthermore, this study also revealed the inseparable bond between language, culture, and the embodiment of Javanese philosophy in the play "Semar Mbangun Kahyangan." It offers insights into the Panakawan's function as cultural emissaries and guardians of the Javanese ethos. This ethnolinguistic exploration extends an invitation to readers to uncover the concealed Javanese philosophy within the eloquent expressions and deeds of the Panakawan. It is expected to provide a significant contribution to ethnolinguistics, cultural studies, and philosophy by spotlighting the Panakawan characters' pivotal role as conduits for conveying the profound philosophy that shapes Javanese culture and character
WANITA DAN PERSELINGKUHAN DALAM WAYANG KULIT JAWA: KAJIAN PSIKOLOGI WANITA
Penelitian ini hendak menyoroti tentang: (1) bagaimana wujud kepribadian tokoh wanita dalam hubungannya dengan cerita perselingkuhan dalam wayang kulit Jawa, (2) bagaimana sikap batin pengarang terhadap kepribadian wanita yang tercermin dalam cerita perselingkuhan dalam wayang kulit Jawa, (3) aspek psikologis wanita seperti apa yang dapat diteladani bagi kehidupan berkeluarga di era sekarang Penelitian ini merupakan penelitian literer murni dengan subjek penelitian karya-karya sastra wayang purwa. Dalam penelitian ini didapatkan sumber cerita: (1) Lakon Ranjapan, (2) Kisah dewi gangga, dan (3) Cupu Manik Asthagina. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi sastra. Hasil penelitian antara lain ialah bahwa perselingkuhan dalam cerita wayang tidak terlepas dari kepribadian wanita, yang berupa (1) pribadi wanita patuh pada nasib atau takdir, (2) pribadi wanita berpura-pura yang hendak menuruti hawa nafsu, dan mengelabuhi orang lain. FBS, 2008 (PEND. BHS DAERAH
Seni karawitan jawa : ungkapan keindaha dalam musik gamelan
Buku ini memberikan penjelasan tentang seluk beluk seni karawitan. Di dalamnya terdapat uraian tentang sejarah gamelan, titi larasa, pelok slendro, dalang, wiyogo, waranggono, tembang macapat, lelagon, sastra, gendhing dan wayang-wayang
PENINGKATAN PEMBELAJARAN SASTRA ANAK MELALUI MODEL PLAY-LEARNING DAN PERFORMANCE-ART LEARNING
Pelatihan pembelajaran melalui model play-learning dan performance art learning, bertujuan untuk membekali guru SD, khususnya di Kecamatan Pengasih Kulon Progo, agar dalam mengajar materi sastra anak menggunakan metode yang yang lebih efektif, sehingga pembelajar lebih dapat menikmati dan memetik hasil. Pelatihan ini dilaksanakan melalui ceramah teoritis dan praktik micro-teaching, serta contoh pembelajaran di kelas oleh guru yang ditunjuk. Hasil pelatihan ini dapat disimpulkan bahwa peserta pelatihan mengikuti proses pelatihan dengan baik, dengan antusias, dan dapat praktik micro-teaching dengan baik. Guru yang ditunjuk sebagai saampel model di kelas pun berhasil dengan baik. Hal ini ditengarai dengan evaluasi materi dan evaluasi kemanfaatannya. Hal yang menjadi penghambat adalah rasa enggan sebagian guru untuk praktik bermain karena merasa sudah tua, namun pada akhirnya juga dapat mencapai hasil seperti yang diancangkan. Disarankan agar pelatihan ini dapat disebar luaskan di tempat lain
Buku Teks Berjilid Pendidikan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa untuk Sekolah Dasar Kelas 1
Buku kelas I SD ini memberikan pelajaran tentang dasar-dasar kesadaran akan penghayatan terhadap ke-Maha-Kuasaan Tuhan dengan segala sifat Maha Kasih-Nya.Buku ini diharapkan dapat memberikan kesadaran dan motivasi bagi peserta didik kelas I SD
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARYA SASTRA DAN PENGELOLAAN MAJALAH SASTRA BAGI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDlKAN BAHASA JA WA MELALUI MAGANG KEWlRAUSAHAAN
Program of Entrepreneurship Volunteer is aimed to prepare the graduate ofJavanese Language study Program of FBS UNY Yogyakarta to compete in the job field., T,o achieve marketable graduates, the study Program offers cooperation with partners to prepare.the students in writing literary works, managing studios, and literary magazines., . , ' Process' M volunteering is perfomed by giving provisions in the partners' places.Joining students are chosen from Sanggar Sastra Lecture and selected based on talents ang motivations. The indicators of success for each student are making a title for short strory, jagading lelembut, and geguritan, and able to make a planning of studio establishment ang literary magazine.The participants were 16. However, the active persons were 11. After following.volunteering process, there were eight short stories to publish. Moreover, it is better since, there was a short story being published by mass media entitled Dak Coreng Mangsi Abang(Ari Yuliani). Of some geguritaris made by the students, almost all of them can be. published in mass media. There are 15 titles of geguritan recommended to publish, that it can be sent to mass media However, six titles need corrections. Some of the geguritans published in Sempulur magazine are Sudra, Sempati written by Agus Yuana Dirgantara and Sepi witten by Sri Suranti. Then, in the category og jagading lelembut there was seven titles and all of them are proper to publish. In other case, the effort of studio management and literary magazine establishment are still in the form of proposal consulted to the partners.Key words: written skills, literary magazine, and entrepreneurship volunteer
