1,720,998 research outputs found

    FENOMENA FULL DAY SCHOOL DALAM SISTEM PENDIDIKAN INDONESIA

    Full text link
    Seiring dengan dinamika kehidupan yang kian menuntut kecepatan, ketepatan, kewaspadaan, perkembangan intelektual, emosional, spiritual dan kreatifitas siswa, metode konvensional dirasa belum dapat memenuhi kebutuhan pendidikan di masa sekarang dan mendatang sehingga muncullah konsep pendidikan baru bernama full day school. Full day school adalah sekolah yang pelaksanaan pembelajaran dilakukan selama sehari penuh dari pagi hingga sore dengan sebagian waktunya digunakan untuk pelajaran yang suasananya informal, tidak kaku, menyenangkan siswa, membutuhkan kreatifitas dan inovasi dari guru. Karakteristik dari full day school ini adalah mengedepankan akhlak dan prestasi akademik. Full day school bertujuan memberikan dasar yang kuat terhadap siswa dan mengembangkan minat dan bakat serta meningkatkan kecerdasan siswa dalam segala aspeknya.Keunggulan dari full day school dibandingkan dengan sekolah reguler adalah anak mendapatkan pendidikan utuh meliputi kognitif, afektif, dan psikomotorik, lebih banyak belajar dari pada bermain, produktivitas tinggi, serta potensi anak tersalurkan melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Penelitian terkait full day school yang telah dilakukan menunjukkan bahwa full day school memiliki pengaruh yang positif terhadap peningkatan karakter, moral, akhlaq, maupun prestasi akademik siswa.Kata kunci: fenomena pendidikan, full day school, sistem pendidika

    Pengaruh Model Pembelajaran RADEC (Read, Answer, Discuss, Explain and Create) terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik dalam Menyelesaikan Soal Cerita Kelas V SD Negeri Madyotaman Surakarta

    Full text link
    Dilaksanakannya penelitian ini bertujuan dalam mengetahui pengaruh model pembelajaran RADEC terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik dalam menyelesaikan soal cerita pada kalas V SD Negeri Madyotaman Surakarta. Peneliti menggunakan kuantitatif pre-experimental dengan one group pretest-posttest sebagai desainnya terhadap semua peserta didik di SD Negeri Madyotama Surakarta tepatnya kelas V berjumlah 26 peserta didik yang ditetapkan melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan dengan dokumentasi, wawancara, dan tes pada seluruh sampel. Kemudian hasilnya diuji dengan uji normalitas dan uji t-test. Hasilnya membuktikan bahwa ada pengaruh pada penerapan model pembelajaran RADEC terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas V SD Negeri Madyotaman Surakarta dalam menyelesaikan soal cerita sebab nilai sig tidak melebihi 0,05 yakni 0,000. Dinyatakan juga bahwa Ha diterima sementara H0 ditolak sebab thitung melebihi nilai ttabel yakni 17.403 > 2.060 sesuai perhitungan t-testnya. Dibuktikan juga bahwa posttest yang dilaksanakan mendapat rata-rata senilai 68,08 sementara pretest-nya senilai 46,73

    Pengaruh Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas 1 SDN Gandekan Surakarta pada Muatan Pelajaran Matematika Tahun Pelajaran 2021/2022”

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan pembelajaran CTL terhadap hasil belajar siswa kelas 1 pada muatan matematika SDN Gandekan Surakarta Tahun Pelajaran 2021/2022. Jenis penelitian yang digunakan pre- experimental design dengan desain one group pretest posttest design. Populasi dan sampel penelitian ini seluruh siswa kelas 1 SDN Gandekan Surakarta berjumlah 25 siswa melalui teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Uji coba dilakukan di SDN Pengkol 1. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji prsayarat analisis dan uji hipotesis. Berdasar analisis data diperoleh nilai sebesar 11,930 dalam taraf signifikasi 5% yaitu 2,064. Jadi dapat   disimpulkan   bahwa   11,930   >   2,064   artinya   ????????      di tolak   dan ???????? di terima, sehingga   hipotesisnya menyatakan “Ada pengaruh pendekatan contextual teaching and learning terhadap hasil belajar siswa kelas 1 SDN Gandekan Surakarta pada muatan pelajaran matematika tahun pelajaran 2021/2022”

    ANALISIS IMPLEMENTASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATA PELAJARAN PPKN DI KELAS V SD NEGERI MADYOTAMAN SURAKARTA

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan model pembelajaran Problem Based Learning pada mata Pelajaran PPKn dan meganalisis strategi dalam mengatasi kendala yang dihadapi dalam penerapan model pembelajaran Problem Based Learning di kelas V SDN Madyotaman Surakarta tahun Pelajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dan merupakan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas V SDN Madyotaman dan objek penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada Mata Pelajaran PPKn Kelas V SDN Madyotaman Surakarta Tahun Pelajaran 2024/2025. Menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk memverifikasi keakuratan data perlu keabsahan data yaitu Triangulasi Sumber, Triangulasi Teknik, Triangulasi Waktu. Serta dibutuhkan analisis data, data yang diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi kemudian di analisis menggunakan 4 jalur yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan pengambilan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBL diterapkan sesuai tahapan teoritisnya. Guru memulai dengan video dan pertanyaan reflektif, dilanjutkan dengan diskusi kelompok menggunakan LKPD tentang keberagaman budaya. Hasil diskusi dipresentasikan, diikuti tanggapan teman sebaya dan klarifikasi guru. Evaluasi dilakukan dengan apresiasi dan refleksi peserta didik. Beberapa kendala ditemukan, seperti kesulitan memahami keterkaitan materi dengan kehidupan nyata serta  ketimpangan peran dalam kelompok. Untuk mengatasinya, guru menghubungkan materi dengan pengalaman sehari-hari, membagi kelompoksecara merata, memberikan pertanyaan pemandu, dan menerapkan presentasi berpasangan. Secara keseluruhan, penerapan PBL berjalan baik dan mendapat respon positif dari peserta didik

    PHILOSOPHY OF INTEGRATED NATURAL SCIENCE LEARNING

    Full text link
    Philosophically, natural sciences as a building of knowledge can study ontology (what you want to know), epistemology (how to acquire knowledge), and axiology (what is the value of knowledge). Natural Science as a building of science has properties that are closely related to natural objects. The problems that occur with natural objects are holistic. This holistic problem requires problem-solving from various disciplines, especially in the natural sciences. Based on the scope of the research above, this article aims to investigate integrated natural science learning in a philosophical review (ontology, epistemology, axiology). The qualitative method is applied in this study. Studies conducted to solve problems based on a critical and in-depth analysis of pertinent library materials are known as library research. Overviews of ontology, epistemology, and axiology state that integrated natural science learning, students are expected to be able to relate to other disciplines such as physics, astronomy, chemistry, geology, biology, technology, environment, and health and safety. This type of instruction uses natural science to present natural phenomena and events holistically and to develop students' problem-solving skills. The recommendation given is that teachers should tend to the interdisciplinary study of the natural sciences

    Potensi Pemberdayaan Keterampilan Berpikir Kritis Mahasiswa Calon Guru Sekolah Dasar melalui Model Discovery Learning

    Full text link
    Keterampilan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan penting di abad 21. Masalah keterampilan berpikir kritis mahasiswa harus diminimalkan dengan menggunakan model pembelajaran yang akurat. Model discovery learning akan membantu mahasiswa memperkuat berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi model discovery learning dalam memberdayakan keterampilan berpikir kritis mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan data dikumpulkan melalui tinjauan kepustakaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran discovery learning memiliki potensi besar dalam membangun keterampilan berpikir kritis mahasiswa. Tahapan-tahapan dalam model discovery learning saling bersinergi dalam mewujudkan pembelajaran yang mandiri dan melatih kemampuan berpikir mahasiswa. Model pembelajaran discovery learning memberikan pengalaman pada mahasiswa untuk menemukan pengetahuan sendiri dan menggunakan pendekatan ilmiah. Sintaks model pembelajaran discovery learning memiliki keterkaitan serta berpotensi dapat memberdayakan keterampilan berpikir kritis mahasiswa. Sintaks yang ada pada model pembelajaran discovery learning yang meliputi stimulation, problem statement, data collection, data processing, verification, dan generalization mampu melatihkan dan memberdayakan keterampilan berpikir kritis pada mahasiswa menjadi lebih terara

    Analisis Profil Pelajar Pancasila Dimensi Mandiri pada Pembelajaran IPAS di Kelas V SD

    Full text link
    Dimensi mandiri merupakan suatu sikap yang dapat mengendalikan pikiran serta tingkah laku dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Pengkajian ini bertarget guna menganalisa profil pelajar pancasila dimensi mandiri pada pembelajaran IPAS di kelas V SD Negeri Madyotaman Surakarta. Pengkajian ini berpendekatan kualitatif serta bersubjek guru kelas V, murid serta wali murid kelas V. Data pengkajian ini dianalisa dari penghimpunan, reduksi serta penyajian data juga ditarik hasil simpulan. Hasil pengkajian menampilkan dimensi peserta didik kelas V sudah dilaksanakan namun dinilai kurang baik karena pada pembelajaran IPAS peserta didik memiliki regulasi diri tetapi tidak memiliki kesadaran diri.  Hasil penelitian ini juga menunjukan yang mempengaruhi dimensi mandiri peserta didik tergolong kurang mandiri disebabkan oleh faktor lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat. Penelitian ini akan berkontribusi pada kemajuan ilmu pendidikan, terutama pada pengembangan profil pelajar pancasila dimensi mandiri

    Analisis Minat Belajar terhadap Penggunaan Gawai dalam Pembelajaran Tematik di SDN II Sidoharjo Tahun 2022/2023

    Full text link
    Penelitian bertujuan mengetahui proses pembelajaran tematik menggunakan gawai pada peserta didik di SD Negeri II Sidoharjo, dan menganalisis minat belajar peserta didik saat menggunakan gawai dalam pembelajaran tematik. Bentuk penelitian adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan wawancara, angket, observasi, dan dokumentasi. Uji instrument angket menggunakan uji validitas dan reliabilitas. Keabsahan data menggunakan teknik trianggulasi. Analisis data merujuk pada analisis interaktif. Hasil penelitian menyimpulkan 1) proses pembelajaran melalui tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran. Dalam tahap perencanaan, membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, menyiapkan materi, dan menyiapkan media pembelajaran. Tahap pelaksanaan, menfaatkan gawai sebagai pendukung peserta didik dalam mengerjakan tugas di rumah. Tahap pelaksanaan, meliputi kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Tahap evaluasi pembelajaran, guru sering memberikan tugas, bagi peserta didik yang belum mencapai nilai batas ketuntasan minimal, disuruh mengerjakan tugas remedial. 2) Minat belajar peserta didik, kebanyakan sangat tinggi 58,3% dan tinggi sebesar 41,7%

    EFEKTIFITAS PENGGUNAAN MEDIA KOMIK KOMSA BERBASIS KONTEKSTUAL DALAM PEMBELAJARAN SAINS DI SD

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar kognitif siswa pelajaran IPA sebelum dan sesudah menggunakan komik KOMSA (Komik Berbasis Kontekstual) dan mengetahui efektifitas penggunaan komik KOMSA untuk meningkatkan hasil belajar kognitif siswa pelajaran IPA. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan desain One Group Pretest Posttest Design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan hasil belajar kognitif siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan komik. Hasil perhitungan efektifitas menggunakan rumus N-gain menunjukkan keefektifan penggunaan komik KOMSA dalam meningkatkan hasil belajar kognitif pada kriteria sedang

    Pengaruh Model Problem Based Learning terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V pada Mata Pembelajaran Matematika SD Negeri Gandekan Surakarta

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adanya atau Tindakan pengaruh model Problem Based Learning terhadap hasil belajar siswa kelas V pada mata pembelajaran matematika SD Negeri Gandekan Surakarta. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode pre eksperimental design dengan penelitian one group pretest-postest design. penelitian ini berjumlah 28 siswa yang terdiri 17 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Dari hasil analisis data yang menggunakan uji paired sample t-test diperoleh hasil nilai thitung sebesar 44,632, kemudian hasil nilai thitung akan dibandingkan dengan ttabel dengan d.b = (N-1) jadi (28–1) = 27 dalam taraf signifikan 5% yaitu 2,052. Jadi dapat di ambil kesimpulan bahwa thitung = 44,632 ttabel dengan signifikan 5% = 2,052. Atau thitung > ttabel = 44,632> 2,052. Maka Ha diterima dan Ho ditolak. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa adanya pengaruh model Problem Based Learning terhadap hasil belajar siswa kelas V pada mata pembelajaran matematika SD Negeri Gandekan Surakarta
    corecore