1,720,971 research outputs found

    Menanamkan karakter tanggung jawab pada siswa SMP melalui pembelajaran IPA bermuatan domain applications and connections

    No full text
    Menjadi orang yang bertanggung jawab merupakan hal yang penting dalam hidup sehingga hal ini perlu ditanamkan kepada siswa melalui pembelajaran. Tujuan penelitian untuk mengetahui keefektifan pembelajaran IPA yang bermuatan domain applications and connections dalam penanaman karakter tanggung jawab siswa SMP. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan rancangan nonequivalent posttest control group. Populasi yang digunakan adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 10 Yogyakarta, sedangkan sampel sebanyak dua kelas, yaitu kelas VIII B sebagai kelas kontrol dan kelas VIII C sebagai kelas eksperimen. Pengambilan sampel memakai teknik random sampling. Instrumen pengambilan data menggunakan angket dan lembar observasi penanaman karakter tanggung jawab. Data penelitian bersifat kuantitatif, yaitu skor pencapaian karakter tanggung jawab siswa. Data dianalisis secara deskriptif dengan mengubah skor menjadi nilai skala lima untuk mendeskripsikan tingkat pencapaian karakter tanggung jawab setiap siswa. Selanjutnya dilakukan uji independent sample t-test untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan pencapaian karakter tanggung jawab antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pem-belajaran IPA bermuatan domain applications and connections efektif dalam menanamkan karakter tanggung jawab siswa SMP

    PENGEMBANGAN LKPD IPA BERBASIS SETS PADA TEMA PEMANASAN GLOBAL UNTUK MENINGKATKAN SIKAP PEDULI LINGKUNGAN PADA PESERTA DIDIK DEVELOPMENT SCIENCE LKPD WITH SETS APPROACH IN GLOBAL WARMING THEME FOR INCREASING ATTITUDE OF CARING ENVIRONMENT ON LEARNERS

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kelayakan LKPD IPA berbasis SETS sebagai bahan belajar, (2) peningkatan sikap peduli lingkungan peserta didik setelah menggunakan LKPD IPA sebagai bahan belajar. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (RD) yang mengadaptasi model pengembangan 4-D dari Thiagarajan dan Semmel. Adapun tahapan pengembangan 4-D adalah define, design, develop, and disseminate. Instrumen yang digunakan antara lain lembar validasi kelayakan LKPD IPA oleh validator, angket sikap peduli lingkungan peserta didik, lembar observasi sikap peduli lingkungan peserta didik, dan angket respon peserta didik terhadap LKPD IPA. Hasil dari penelitian ini yaitu (1) LKPD IPA berbasis SETS yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran IPA dengan kategori “sangat baik” berdasarkan penilaian dosen ahli dan guru IPA, (2) LKPD IPA berbasis SETS dapat meningkatkan sikap peduli lingkungan pada peserta didik sebesar 10,85% berdasarkan angket sebelum dan sesudah menggunakan produk dengan kategori baik menjadi sangat baik.Kata kunci: LKPD IPA, SETS, dan Sikap Peduli LingkunganThis study aimed to (1) find out the feasibility of Science LKPD with SETS approach as learning materials, (2) improvement caring environment of learner’s attitude after using Science LKPD as learning materials This study is research development (R D) which adapt 4-D development model of Thiagarajan and Semmel. The stage of 4-D are define, design, develop, and disseminate. Instrument in this study are validation of eligibility Science LKPD, question form of caring environment students ‘attitude, observational sheet of caring environment students ‘attitude and question form for learner’s response using Science LKPD. Result of this study are (1) Science LKPD with SETS approach which develop is feasible for using in science class with “very good” category based on expert lecture and science teacher’s assessment, (2) Science LKPD with SETS approach can improve caring environment students ‘attitude with percentage there is an increase of 11.56% based on a questionnaire before and after using the product with the category of good to very good.Key Words: Science LKPD, SETS, caring environment’s attitud

    UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR DENGAN MENERAPKAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DALAM PEMBELAJARAN IPA UNTUK SISWA KELAS VIII C SMP NEGERI 2 BERBAH THE EFFORT OF IMPROVEMENT SCIENCE PROCESS SKILLS AND LEARNING ACHIEVEMENT BY APPLYING THE SCIENCE PROCESS SKILLS APPROACH IN SCIENCE LEARNING FOR THE STUDENTS CLASS VIII C SMP NEGERI 2 BERBAH

    Get PDF
    Tujuan penelitian tindakan ini adalah untuk mengetahui penerapan pendekatan keterampilan proses sains yang optimal yang dapat meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa kelas VIII C SMP Negeri 2 Berbah, mengetahui peningkatan keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa kelas VIII C SMP Negeri 2 Berbah. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas model spiral Kemmis dan Mc. Taggart dengan tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan keterampilan proses sains yang optimal dilakukan dengan enam langkah, yaitu guru menetapkan tujuan pembelajaran beserta keterampilan proses sains yang mau dicapai (meliputi keterampilan mengobservasi, mengklasifikasikan, memprediksi, mengukur, mengkomunikasikan, dan menyimpulkan); guru mengajukan suatu permasalahan yang harus dicari jawabannya oleh siswa; siswa memprediksi berdasarkan permasalahan; siswa melakukan proses sains dengan mengikuti LKS yang disiapkan; guru membimbing siswa saat melaksanakan kegiatan; siswa menemukan jawaban atau hasil dari proses sains dan ketercapaian hasil belajar dan keterampilan proses sains termasuk kategori sangat baik.Kata kunci: pendekatan keterampilan proses sains, keterampilan proses sains, hasil belajar.The research’s purposes are to know the application science process skills approach optimal that can enhance the science process skills and learning achievement for the students class VIII C SMP Negeri 2 Berbah and know the science process skills improvement and the learning achievement for the students class VIII C SMP Negeri 2 Berbah. This research was class action research (CAR) by using spiral Kemmis and and Mc. Taggart model which consist four stages planning, action, observation, and reflection. This research using descriptive analysis technic. The results showed that science process skills approach which optimal was done with six steps, namely teachers set the learning aims and their science learning process (observing, classifying, predicting, measuring, communicating, and conclusing); teacher asked a problem that must be resolved by students; students predicting based on problems; students conduct scientific process by following worksheets prepared; teacher guide students when activity; students find answers results of process science and learning achievement and science process skills included very good category.Keywords: science process skills approach, science process skills, learning achievement. 

    PENGEMBANGAN MODUL FISIKA BERSUPLEMEN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN KETERPADUAN TIPE SHARED DAN CTL POKOK BAHASAN KINEMATIKA GERAK

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui kualitas modul fisika bersuplemen matematika dengan pendekatan CTL pokok bahasan kinematika gerak menurut penilaian ahli materi, ahli media, dan guru SMA/MA. 2) Mengetahui respon siswa terhadap modul fisika bersuplemen matematika dengan pendekatan CTL pokok bahasan kinematika gerak. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan model prosedural. Prosedur penelitian pengembangan menurut Borg dan Gall dapat dilakukan dengan melibatkan 5 langkah utama (Tim Puslitjaknov, 2008: 11) yaitu: 1) Menganalisis produk yang akan dikembangkan; 2) Mengembangkan produk awal; 3) Validasi dan revisi; 4) Uji coba terbatas dan revisi produk; 5) Uji coba lapangan dan produk akhir. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen non tes berupa lembar kritik dan saran, lembar penilaian dan angket respon siswa. Data kualitas berupa kritik dan saran yang diseleksi kerelevanannya untuk melakukan revisi prodak. Data kualitas lain berupa respon siswa. Data kuantitas berupa skor penilaian dan skor respon dianalisis dengan mencari rerata skor dan simpangan baku skor untuk menentukan kategori penilaian dan respon terhadap modul yang dikembangkan. Hasil dari penelitian ini yaitu 1) Penilaian kualitas modul berdasarkan penilaian ahli materi, ahli media, dan guru SMA/MA adalah sangat baik (SB) dengan persentase keidealan masing-masing 90,00%, 86,36%, dan 82,22%. 2) Respon siswa terhadap modul fisika bersuplemen matematika dengan pendekatan CTL pada uji coba terbatas dan uji coba lapangan adalah sangat setuju (SS) dengan persentase keidealan masing-masing 85,56% dan 87,12%. Kata kunci: Modul fisika bersuplemen matematika, Keterpaduan Tipe Shared, Contextual Teaching Learning, Kinematika gerak

    Kualitas subject specific pedagogy (SSP) IPA berbasis model iqra

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji kualitas produk dan mengukur respon guru IPA terhadap Subject Specific Pedagogy (SSP) yang telah dikembangkan. SSP terdiri dari empat komponen yaitu silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Peserta didik (LKS), dan lembar penilaian. Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian Study and Development dengan model prosedural adaptasi Borg & Gall yang melibatkan 5 tahap utama. Instrumen penelitian berupa lembar penilaian kualitas untuk ahli dan skala respon untuk guru IPA menggunakan skala Likert berbentuk ceklis. Hasil penelitian menunjukkan kualitas SSP menurut penilaian ahli sangat baik dengan persentase keidealan 92,20%. Respon guru IPA pada uji coba skala kecil adalah setuju, sedangkan pada uji coba lapangan skala besar adalah sangat setuju. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa SSP yang dikembangkan dapat digunakan sebagai salah satu perangkat pembelajaran IPA yang terintegrasi pendidikan sadar bencana Merapi untuk SMP/MTs

    PENGEMBANGAN VIRTUAL LABORATORY IPA BERPENDEKATAN INKUIRI MATERI OSMOSIS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANALISIS PESERTA DIDIK DEVELOPMENT OF SCIENCE VIRTUAL LABORATORY USING INQUIRY APPROACH IN OSMOSIS MATERIAL TO IMPROVE ANALYTICAL ABILITY OF STUDENTS

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui (1) kelayakan virtual laboratory IPA berpendekatan inkuiri terbimbing materi Omosis menurut dosen ahli dan guru IPA SMP; (2) respon peserta didik terhadap virtual laboratory IPA berpendekatan inkuiri terbimbing materi Osmosis; dan (3) peningkatan kemampuan analisis siswa setelah menggunakan virtual laboratory IPA berpendekatan inkuiri terbimbing materi Osmosis. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4-D, dengan tahapan pendefinisian masalah dalam pembelajaran IPA, tahapan perancangan pemenuhan kebutuhan media pembelajaran, tahap pengembangan yakni tahapan validasi dan uji produk, dan tahap penyebarluasan produk dilakukan secara terbatas di SMP Negeri 1 Minggir. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) virtual laboratory IPA berpendekatan inkuiri terbimbing materi Osmosis dinyatakan layak oleh validator dosen ahli dan guru IPA SMP dengan kategori yang sangat baik (A); (2) respon peserta didik terhadap virtual laboratory IPA materi Osmosis sangat baik sebesar 82%; dan (3) peningkatan kemampuan analisis peserta didik setelah menggunakan virtual laboratory IPA berpendekatan inkuiri terbimbing dengan perhitungan N-gain score sebesar 0,61 yang masuk kategori sedang.Kata kunci: virtual laboratory IPA, pendekatan inkuiri terbimbing, kemampuan analisis.This research conducted to: know (1) the feasibility of science virtual laboratory using guided inquiry approach in Osmosis material based on expert lecturers and science teacher of SMP; (2) student’s response towards science virtual laboratory using guided inquiry approach in Osmosis material; and (3) the improvement of analytical ability of students after using science virtual laboratory using guided inquiry approach in osmosis material. This researchy used 4-D development model, with stage of definition problem in science learning, design stage of fulfillment learning needs, development stage is the validation stage and product test, and the product dissemination stage is limited in SMP Negeri 1 Minggir. The result of this research show that: (1) science virtual laboratory using guided inquiry approach in osmosis material is feasible declared by the validator lecturers and teachers with very good category (A); (2) student’s response towards science virtual laboratory using guided inquiry approach in osmosis material was very good by 82%; and (3) improvement of student’s analytical ability after using science virtual laboratory using guided inquiry approach in osmosis material with N-gain score calculation equal to 0.61 in the medium category.Keywords: science virtual laboratory, guided inquiry approach, analytical abilit

    PENGEMBANGAN MEDIA VIRTUAL LABORATORY IPA MATERI FOTOSINTESIS BERBASIS INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANALYTICAL THINKING PESERTA DIDIK KELAS VII SMP DEVELOPMENT OF SCIENCE VIRTUAL LABORATORY LEARNING MEDIA IN PHOTOSYNTHESIS MATERIAL BASED ON GUIDED INQUIRY TO IMPROVE ANALYTICAL THINKING OF SEVENTH GRADE JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan media virtual laboratory IPA berbasis inkuiri terbimbing yang layak pada materi Fotosintesis untuk meningkatkan kemampuan analytical thinking peserta didik kelas VII SMP; (2) mengetahui respon peserta didik terhadap media virtual laboratory IPA; dan (3) mengetahui peningkatan kemampuan analytical thinking perserta didik setelah menggunakan media virtual laboratory IPA pada materi Fotosintesis. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan mengadaptasi model 4-D Thiagarajan Semmel. Model 4-D terdiri dari empat tahapan yaitu Define (pendefinisian), Design (perancangan), Develop (pengembangan) dan Disseminate (penyebaran) namun tahap ini tidak dilakukan. Instrumen yang digunakan meliputi lembar validasi media virtual laboratory IPA, angket respon peserta didik terhadap media virtual laboratory IPA, lembar keterlaksanaan pembelajaran inkuiri terbimbing, lembar observasi analytical thinking, dan soal pretest-posttest. Penelitian ini melibatkan 2 dosen ahli dan 3 guru IPA sebagai validator, serta 33 peserta didik kelas VII F SMP 1 Jetis Bantul sebagai subjek penelitian. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Reliabilitas kelayakan media virtual laboratory IPA melalui Uji Borich, gain score analytical thinking, dan persentase analytical thinking. Hasil penelitian ini adalah: (1) Produk media virtual laboratory IPA berbasis inkuiri terbimbing dinyatakan layak dengan kategori sangat baik (A) oleh validator. (2) Respon peserta didik terhadap media virtual laboratory IPA memperoleh skor dengan kategori sangat baik (A). (3) Media virtual laboratory IPA pada materi Fotosintesis dapat meningkatkan kemampuan analytical thinking dengan hasil perhitungan gain score sebelum dan setelah menggunakan media dalam kategori sedang. Persentase kemampuan analytical thinking peserta didik melalui observasi meningkat dari kategori cukup baik menjadi baik.Kata kunci: Analytical Thinking, Inkuiri Terbimbing, Media Virtual Laboratory IPAThis study aims: (1) produce a guided inquiry-based science virtual laboratory learning media in Photosynthesis material to develop analytical thingking skill of seventh grade junior high school students; (2) investigate student’s response toward science virtual laboratory learning media, and (3) investigate improvement of student’s analytical thinking skill using science virtual laboratory learning media. This research is a research development using 4-D model adapted from Thiagarajan Semmel. 4-D model consists of four steps, which are Define, Design, Develop and Disseminate but nothing . The Instruments used in this research are science virtual laboratory learning media validation sheets, student response of science virtual laboratory learning media sheets, feasibility of the guided inquiry lesson sheets, analytical thinking observation sheets, and pretest-posttest sheets. Furthermore, this research involves two lecturers and three science teachers as validators, and thirty-three seventh grade students of SMP N 1 Jetis Bantul as the research subjects. The analysis technique used in this research is quantitative and qualitative analysis. Borich assessment, gain score analytical thinking, and percentage of analytical thinking. The research result shows that: (1) Science virtual laboratory based on guided inquiry learning media which is revealed decent on categories very good (A) by validators. (2) Student’s response toward science virtual laboratory learning media with a score on categories very good. (3) Science virtual laboratory learning media in Photosynthesis material could improve students’ analytical thinking skills with the gain score calculation on medium category. The percentage of students’ analytical thinking skills is increasing from insufficient category to good category.Keywords: Analytical Thinking, Guided Inquiry, Science Virtual Laboratory Learning Medi

    UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA PESERTA DIDIK SMP PEMBANGUNAN PIYUNGAN KELAS VII SEMESTER GENAP MELALUI MODEL ROLE PLAYING

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk: meningkatkan hasil belajar IPA peserta didik melalui menggunakan model Role Playing kelas VII D SMP Pembangunan Piyungan semester genap Tahun Pelajaran 2017/2018 pada materi Tata Surya. Hasil belajar yang ditingkatkan adalah hasil belajar afektif, psikomotorik, dan kognitif. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas dengan subjek penelitian peserta didik kelas VII D SMP Pembangunan Piyungan yang berjumlah 27 anak. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus dan setiap siklus memiliki 4 tahap pelaksanaan yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen berupa: 1) Lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran 2) Lembar observasi aspek afektif 3) Lembar observasi aspek psikomotorik 4) Soal pretest dan posttest. Teknik pengumpulan data berupa: 1) observasi dan 2) tes. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah persentase dekripstif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar IPA menggunakan model Role Playing. Peningkatan hasil belajar afektif, psikomotorik, dan kognitif peserta didik dapat dilihat dari hasil persentase setiap aspeknya mengalami peningkatan di setiap siklus. Pada hasil belajar afektif peserta didik meningkat dari 64,81% menjadi 73,14% dan terus meningkat menjadi 87,95%. Hasil belajar psikomotorik peserta didik meningkat dari 62,95% menjadi 70,36% dan terus meningkat menjadi 85,18%. Peningkatan hasil belajar kognitif peserta didik ditandai dengan ketercapaian KKM ≥75 yang meningkat dari 7,41% menjadi 11,11% dan 18,52%.Kata kunci : Role Playing, hasil belajar IP

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
    corecore