495 research outputs found
Studi Efisiensi Teknis dan Ekonomis Usahatani Tebu Sendiri dan Tebu Rakyat
Tebu merupakan komoditas perkebunan yang telah lama diusahakan oleh para petani sebagai bahan baku pembuatan gula. Sejalan dengan
meningkatnya industri makanan dan minuman maupun konsumsi langsung oleh masyarakat maka laju permintaan gula pun ikut meningkat.
Dalam kondisi seperti ini, seharusnya produksi tebu mengalami kenaikan agar terjadi keseimbangan antara jumlah permintaan dan
produksinya. PG Padjarakan merupakan salah satu pabrik gula dibawah naungan PT. Perkebunan Nusantara XI (Persero) dimana untuk
meningkatkan dan menjaga kontinuitas produksi, membutuhkan pasokan bahan baku berkualitas tinggi. Bahan baku tersebut diperoleh dari
pengusahaan usahatani tebu sendiri (TS) dan tebu rakyat (TR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi teknis dan ekonomis
usahatani tebu sendiri dan tebu rakyat, perbedaan produktivitas antara tebu sendiri dan tebu rakyat dan bagaimanakah faktor yang berperan
dalam peningkatan kinerja tebu sendiri dan tebu rakyat di PG Padjarakan. Alat analisis yang digunakan adalah analisis fungsi produksi
frontier, analisis uji beda rata-rata dan analisis deskriptif.. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) Usahatani tebu sendiri menunjukkan efisien secara
teknis, sedangkan usahatani tebu rakyat menunjukkan belum efisiensi secara teknis. Efisiensi ekonomis penggunaan faktor-faktor produksi tebu sendiri di PG
Padjarakan menunjukkan bahwa penggunaan faktor-faktor produksi luas lahan, pupuk dan obat-obatan belum efisien, sedangkan faktor produksi tenaga kerja
tidak efisien, sedangkan pada usahatani tebu rakyat menghasilkan bahwa penggunaan faktor luas lahan, obat-obatan dan tenaga kerja belum efisien sedangkan
faktor pupuk tidak efisien dan bernilai negatif. (2) Rata-rata produktivitas tebu usahatani tebu sendiri tidak berbeda nyata dengan usahatani tebu rakyat. (3)
Upaya peningkatan kinerja usahatani tebu di PG Padjarakan adalah perbaikan teknis kegiatan usahatani dan pengembangan nilai-nilai sosial, antara lain pada
usahatani TS yaitu manajemen tebang angkut, praktek moral hazard dan adanya tebu terbakar sedangkan pada usahatani TR pemakaian pupuk berimbang,
penentuan rendemen, hingga pengaturan varietas tebu, sehingga pelaksanaan yang benar secara teknis akan mempengaruhi kinerja dan meningkatkan efisiensi
serta produksi usahatani tebu di PG Padjarakan
ANALISIS MANAJEMEN RANTAI PASOK (SUPPLY CHAIN MANAGEMENT) PADI PASCA
Pasca panen padi merupakan kegiatan mulai dari pemanenan, penumpukan dan pengumpulan, perontokan, pembersihan, pengangkutan,
pengeringan, pengemasan dan penyimpanan serta penggilingan. Penggilingan padi merupakan salah satu titik sentral dalam agroindustri padi
dan lembaga yang menghubungkan setiap pelaku dalam rantai pasokan padi pasca panen mulai dari gabah hingga menghasilkan beras
sebagai produk utama (main product). Sedangkan sekam dan dedak sebagai produk sampingan (side product). Salah satu penggilingan padi
yang menjadi fokus penelitian ini adalah Pabrik Beras Sukoreno Makmur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aliran produk,
aliran keuangan dan aliran informasi padi pasca panen pada Pabrik Beras Sukoreno Makmur, menganalisis efisiensi saluran pemasaran pada
rantai pasokan padi pasca panen di Pabrik Beras Sukoreno Makmur dan menganalisis nilai tambah padi pasca panen pada Pabrik Beras
Sukoreno Makmur. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode analitik dan deskriptif. Analisis data yang digunakan dalam penelitian
ini yaitu analisis deskriptif, analisis margin pemasaran dan efisiensi pemasaran serta analisis nilai tambah metode hayami. Hasil analisis
menunjukkan bahwa (1) Pabrik Beras Sukoreno Makmur telah melakukan aliran produk, aliran keuangan dan aliran informasi dalam sistem
manajemen rantai pasok padi pasca panen (2) Saluran pemasaran padi pasca panen di Pabrik Beras Sukoreno Makmur yaitu saluran
pemasaran gabah yang palin efisien adalah saluran pemasaran 0 tingkat dengan efisiensi pemasaran 0%, saluran pemasaran beras yang
paling efisien adalah saluran pemasaran 1 tingkat (Pabrik Beras Sukoreno Makmur – pedagang pengecer – konsumen) yaitu 0,60%, saluran
pemasaran dedak yang paling efisien saluran pemasaran 0 tingkat (Pabrik Beras Sukoreno Makmur – Konsumen) yaitu 0% dan saluran
pemasaran sekam adalah saluran pemasaran 0 tingkat (Pabrik Beras Sukoreno Makmur – Konsumen) dengan efisiensi pemasaran 0% (3)
Pengolahan gabah menjadi beras, sekam dan dedak secara keseluruhan mampu memberikan nilai tambah yang positif. Nilai tambah gabah
menjadi beras, sekam dan dedak secara keseluruhan adalah sebesar Rp 1.104/kg. Nilai tambah parsial setiap produk pengolahan gabah
memberikan nilai positif. Nilai tambah pengolahan gabah menjadi beras, sekam dan dedak berturut-urut adalah Rp 735/kg , Rp 81/kg dan
Rp 288,-/kg
DAMPAK SISTEM GILING REMELT KARBONATASI TERHADAP KINERJA
Tebu (Saccharum officinarum) merupakan tanaman perkebunan dari famili Graminae yang mempunyai peranan penting dalam
menggerakkan perekonomian suatu wilayah. Komoditas tebu merupakan komoditas yang dapat menghasilkan produk penting di
Indonesia, yaitu gula. Pemerintah Kabinet Indonesia Bersatu II telah menetapkan Program Revitalisasi Industri Gula Nasional yang
salah satu rencananya adalah penggantian/ modifikasi mesin/peralatan PG dari proses sulfitasi menjadi defekasi remelt karbonatasi
(DRK). Pada lingkungan BUMN, PG yang sudah menerapkan teknologi DRK baru satu, yaitu PG. Semboro-PTPN XI guna
meningkatkan kinerja PG. Semboro dan untuk meningkatkan kualitas gula yang akan dipasok ke pasar gula industri dan dengan
harapan gula dihasilkan setara semi-rafinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Efisiensi teknis sebelum dan setelah
diberlakukannya sistem remelt karbonatasi di PG. Semboro, (2) kualitas gula sebelum dan setelah diberlakukannya sistem remelt
karbonatasi di PG. Semboro, (3) perkembangan harga jual gula sebelum dan setelah diberlakukannya sistem remelt karbonatasi di
PG. Semboro dan (4) strategi pengembangan sistem giling remelt karbonatasidi PG. Semboro. Penelitian di lakukan di PG. Semboro
Kecamatan Semboro Kabupaten Jember. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, analitis dan komparatif.
Metode pengambilan contoh menggunakan Non Probability Sample. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan
menggunakan teknik keputusan (Judgment Sampling). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu(1) uji beda untuk dua
sampel berpasangan, (2) analisis deskriptif, (3) analisis rasio dan (4) analisis FFA (Force Field Analysis) atau analisis medan
kekuatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) Pabrik Gula Semboro tidak efisien secara teknis saat diberlakukannya sistem
remelt karbonatasi dengan nilai t hit Mill Extraction (ME)< t tabel (0,817<2,353), t hit Boiling House Recovery (BHR)< t
tabel( 2,060<2,353), dan t hit Overall Recovery (OR)< t tabel (1,403<2,353), (2) Kualitas gula Pabrik Semboro meningkat setelah
diberlakukannya sistem remelt karbonatasi, (3) Harga jual gula tidak efisien secara finansial setelah diberlakukannya sistem remelt
karbonatasi yang ditandai dengan rasio harga jual gula dengan sistem giling sulfitasi lebih tinggi dari rasio harga jual gula dengan
sistem giling remelt karbonatasi. Faktor pendorong tertinggi adalah manajemen operasional yang tertata, sedangkan faktor
penghambat tertinggi adalah persaingan pasa
HUBUNGAN TINGKAT KEPUASAN, TINGKAT MOTIVASI DAN PRODUKTIVITAS TEBU
Salah satu pabrik gula yang ada di Indonesia adalah tersebut adalah PG Djombang Baru. Kepuasan petani mitra kredit PG Djombang Baru diharapkan mampu
meningkatkan motivasi petani mitra kredit PG Djombang Baru dalam menjalin dan mempertahankan kemitraan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui
karakteristik, (2) mengetahui tingkat kepuasan dan faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kepuasan, (3) mengetahui tingkat motivasi dan faktor-faktor
yang berhubungan dengan tingkat motivasi, (4) mengetahui hubungan tingkat motivasi dengan produktivitas tebu yang dihasilkan. Metode penelitian
menggunakan metode deskriptif dan metode korelasional. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan metode simple random sampling. Metode analisis
data dilakukan dengan metode deskriptif, rating scale, dankoefisien korelasi rank Spearman (rs). Hasil analisis menunjukkan (1) karakteristik sosial ekonomi
terbentuk akibat interaksi dan hubungan yang terjadi antar karakteristik, (2) tingkat kepuasan tergolong tinggi dan faktor-faktor yang berhubungan dengan
tingkat kepuasan adalah kinerja PG dan sistem bagi hasil, (3) tingkat motivasi tergolong sangat tinggi dengan motivasi utamanya adalah kebutuhan motivasi
untuk prestasi atau kebutuhan akan prestasi dan faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat motivasi adalah pengelolaan tebang-angkut-giling dan tingkat
kepuasan, (4) terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat motivasi dengan produktivitas tebu yang dihasilka
Reflexion im Tun – Ästhetische Aktivierung im Bewegungsfeld Tanz
Zühlke, M. & Rudi, H. (2024). Reflexion im Tun – Ästhetische Aktivierung im Bewegungsfeld Tanz. In J. Wibowo, C. Krieger, E. Gerlach & F. Bükers (Hrsg.), Aktivierung im Sportunterricht (3. vollständig überarbeitete Neuauflage, S. 244–261). Universität Hamburg. https://doi.org/10.25592/uhhfdm.1655
Author response
Detecting pathogens and mounting immune responses upon infection is crucial for animal health. However, these responses come at a high metabolic price (McKean and Lazzaro, 2011, Kominsky et al., 2010), and avoiding pathogens before infection may be advantageous. The bacterial endotoxins lipopolysaccharides (LPS) are important immune system infection cues (Abbas et al., 2014), but it remains unknown whether animals possess sensory mechanisms to detect them prior to infection. Here we show that Drosophila melanogaster display strong aversive responses to LPS and that gustatory neurons expressing Gr66a bitter receptors mediate avoidance of LPS in feeding and egg laying assays. We found the expression of the chemosensory cation channel dTRPA1 in these cells to be necessary and sufficient for LPS avoidance. Furthermore, LPS stimulates Drosophila neurons in a TRPA1-dependent manner and activates exogenous dTRPA1 channels in human cells. Our findings demonstrate that flies detect bacterial endotoxins via a gustatory pathway through TRPA1 activation as conserved molecular mechanism.sponsorship: Vlaams Instituut voor Biotechnologie Alessia Soldano Luis Franco Guangda Liu Natalia Mora Emre Yaksi Bassem A Hassanr Fonds Wetenschappelijk Onderzoek G.0702.12 Alessia Soldano Yeranddy A Alpizar Brett Boonen Alejandro Lopez-Requena Natalia Mora Thomas Voets Rudi Vennekens Bassem A Hassan Karel Talaverar Fonds Wetenschappelijk Onderzoek G.0077.15 Alessia Soldano Yeranddy A Alpizar Brett Boonen Alejandro Lopez-Requena Natalia Mora Thomas Voets Rudi Vennekens Bassem A Hassan Karel Talaverar Fonds Wetenschappelijk Onderzoek G.0680.10 Alessia Soldano Yeranddy A Alpizar Brett Boonen Alejandro Lopez-Requena Natalia Mora Thomas Voets Rudi Vennekens Bassem A Hassan Karel Talaverar Fonds Wetenschappelijk Onderzoek G.0681.10 Alessia Soldano Yeranddy A Alpizar Brett Boonen Alejandro Lopez-Requena Natalia Mora Thomas Voets Rudi Vennekens Bassem A Hassan Karel Talaverar Fonds Wetenschappelijk Onderzoek G.0503.12 Alessia Soldano Yeranddy A Alpizar Brett Boonen Alejandro Lopez-Requena Natalia Mora Thomas Voets Rudi Vennekens Bassem A Hassan Karel Talaverar Fonds Wetenschappelijk Onderzoek G.0654.15 Alessia Soldano Yeranddy A Alpizar Brett Boonen Alejandro Lopez-Requena Natalia Mora Thomas Voets Rudi Vennekens Bassem A Hassan Karel Talaverar Fonds Wetenschappelijk Onderzoek G.0761.10N Alessia Soldano Yeranddy A Alpizar Brett Boonen Alejandro Lopez-Requena Natalia Mora Thomas Voets Rudi Vennekens Bassem A Hassan Karel Talaverar Fonds Wetenschappelijk Onderzoek G.0596.12 Alessia Soldano Yeranddy A Alpizar Brett Boonen Alejandro Lopez-Requena Natalia Mora Thomas Voets Rudi Vennekens Bassem A Hassan Karel Talaverar Fonds Wetenschappelijk Onderzoek G.0565.07 Alessia Soldano Yeranddy A Alpizar Brett Boonen Alejandro Lopez-Requena Natalia Mora Thomas Voets Rudi Vennekens Bassem A Hassan Karel Talaverar KU Leuven GOA/14/011 Alessia Soldano Yeranddy A Alpizar Brett Boonen Luis Franco Alejandro Lopez-Requena Guangda Liu Natalia Mora Emre Yaksi Thomas Voets Rudi Vennekens Bassem A Hassan Karel Talaverar European Commission IUAP P7/13 Alessia Soldano Yeranddy A Alpizar Brett Boonen Luis Franco Alejandro Lopez-Requena Guangda Liu Natalia Mora Emre Yaksi Thomas Voets Rudi Vennekensr KU Leuven OT/12/091 Alessia Soldano Yeranddy A Alpizar Brett Boonen Luis Franco Alejandro Lopez-Requena Guangda Liu Natalia Mora Emre Yaksi Thomas Voets Rudi Vennekens Bassem A Hassan Karel Talaverar KU Leuven PF-TRPLe Alessia Soldano Yeranddy A Alpizar Brett Boonen Luis Franco Alejandro Lopez-Requena Guangda Liu Natalia Mora Emre Yaksi Thomas Voets Rudi Vennekens Bassem A Hassan Karel Talavera (Vlaams Instituut voor Biotechnologie, Fonds Wetenschappelijk Onderzoek|G.0702.12, Fonds Wetenschappelijk Onderzoek|G.0077.15, Fonds Wetenschappelijk Onderzoek|G.0680.10, Fonds Wetenschappelijk Onderzoek|G.0681.10, Fonds Wetenschappelijk Onderzoek|G.0503.12, Fonds Wetenschappelijk Onderzoek|G.0654.15, Fonds Wetenschappelijk Onderzoek|G.0761.10N, Fonds Wetenschappelijk Onderzoek|G.0596.12, KU Leuven|GOA/14/011, KU Leuven|OT/12/091, European Commission|IUAP P7/13, KU Leuven PF-TRPLe)status: Publishe
Fundamenta Et Deductiones Eorum, Quae in Discursu succincte prolata, & Eruditis Scrupulum relinquere poterant, inter mille occupationes rudi Minerva congesta
FUNDAMENTA ET DEDUCTIONES EORUM, QUAE IN DISCURSU SUCCINCTE PROLATA, & ERUDITIS SCRUPULUM RELINQUERE POTERANT, INTER MILLE OCCUPATIONES RUDI MINERVA CONGESTA
Fundamenta Et Deductiones Eorum, Quae in Discursu succincte prolata, & Eruditis Scrupulum relinquere poterant, inter mille occupationes rudi Minerva congesta ([1])
Titelseite ([1])
Text (1)
Zugabe (52)
Additio ([1])
Verzeichnuß der ienigen Bücher oder Tractätlein die ich bißhero hab in den Truck kommen lassen ([5])
Ad Lectorem. Praeter Errata Typographica ... ([5])
Zur Nachricht ([6]
Paradoks Kopi dan Kebijakan Peningkatan Daya Saing Kopi Indonesia
Kopi adalah salah satu komoditi penting secara global. Menurut catatan International Coffee Organization (ICO) setiap hari sekitar 2,25 millar cangkir kopi dikonsumsi di dunia. Jika dilihat dari nilai perdagangannya, kopi merupakan penghasil devisa utama di banyak negara sedang berkembang termasuk Indonesia. Jutaan petani di negara-negara sedang berkembang termasuk Indonesia menggantungkan hidupnya pada kopi sebagai sumber utama pendapatan. Akan tetapi, jika dilihat dari pendapatan, pedagang, perusahaaan penghasil kopi siap saji serta restoran (cafetaria) di negara majulah yang paling banyak menikmati keuntungan dari perdagangan kopi secara keseluruhan di dunia
Perencanaan keuangan keluarga bapak Rudi pada tabungan, deposito, asuransi kesehatan, reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran, dan reksadana saham
Studi kasus ini membahas mengenai Perencanaan Keuangan Keluarga Bapak Rudi dengan tujuan untuk membantu memenuhi tujuan-tujuan investasi yang diinginkan olehnya. Tujuan investasi tersebut tidak lain adalah kebutuhan dana darurat, dana pendidikan untuk anak pertama dan anak kedua, dana pensiun, asuransi kesehatan, dana beli rumah, dana beli mobil, dan dana liburan. Untuk Dana darurat digunakan produk Tabungan Bank Central Asia, Deposito Bank Rakyat Indonesia, dan Reksadana Schroder Dana Likuid, Dana pendidikan pada Reksadana Schroder Dana Likuid, Danamas Stabil, Danamas Fleksi, dan Schroder Dana Istimewa, Dana pensiun pada Reksadana Schroder Dana Likuid, Danamas Stabil, Danamas Fleksi, dan Schroder Dana Istimewa, Asuransi kesehatan pada AXA, Dana beli rumah pada Reksadana Schroder Dana Likuid, Danamas Stabil, Danamas Fleksi, dan Schroder Dana Istimewa, Dana beli mobil pada Reksadana Schroder Dana Likuid, Danamas Stabil, Danamas Fleksi, dan Schroder Dana Istimewa, dan Dana liburan pada Reksadana Schroder Dana Likuid, Danamas Stabil, Danamas Fleksi, dan Schroder Dana Istimewa. Dengan kondisi keuangan yang baik berupa alur dana yang positif merupakan modal utama yang membuat keluarga Bapak Rudi akan mudah mencapai tujuan investasinya
Analisa ketahanan pangan di jawa timur
Pangan merupakan kebutuhan dasar yang pemenuhannya tidak dapat
ditunda-tunda. Penyelesaian masalah pangan di berbagai negara menempati
perhatian khusus dalam pembangunan pertanian, dengan tujuan ketahanan pangan
yang mantap. Mantapnya ketahanan pangan (food security) ditunjukkan oleh
kemampuan dalam penyediaan pangan, baik yang berasal dari sumber pangan dari
produk dalam negeri maupun impor. Penyediaan pangan diupayakan untuk
memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dan menghindari kerawanan pangan
yang mungkin terjadi. Propinsi Jawa Timur memiliki potensi sumber daya alam
yang memadai, oleh karena itu pembangunan di Jawa Timur masih dapat terus
ditingkatkan utamanya untuk pembangunan pertanian tanaman pangan.
Penentuan daerah dilakukan secara sengaja (Purposive Sampling Method) di Propinsi Jawa Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode
deskriptif dan korelasional. Metode analisis yang digunakan adalah Indeks
Ketahanan Pangan Rumah Tangga (Average Household Food Security Indeks)
untuk menguji ketahanan pangan propinsi Jawa Timur, Metode Rata-Rata
Bergerak (Moving Average) untuk menguji kecenderungan ketahanan pangan
propinsi Jawa Timur, dan uji t-student untuk menguji perbedaan konsumsi pangan
antara desa IDT dan non IDT.
Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa ketahanan pangan
propinsi Jawa Timur selama periode tahun 1989-1998 termasuk dalam kategori
sangat tinggi, karena rata-rata indeks ketahanan pangan Jawa Timur tahun
1989-1998 sebesar 88,97. Kecenderungan ketahanan pangan propinsi Jawa Timur
adalah meningkat dan secara statistik krisis ekonomi tidak berpengaruh pada
kabupaten Jember sebagai lumbung pangan, sedangkan pada kabupaten
Bondowoso sebagai kabupaten miskin krisis ekonomi berpengaruh pada masyarakatnya
- …
