25 research outputs found
Biaya Bunga, Biaya Promosi Dan Biaya Gaji Karyawan Berpengaruh Terhadap Pendapatan Bunga Bersih Pada Bank Permata Jakarta
Abstrak: Iklan adalah salah satu bentuk promosi yang digunakan perusahaan untuk menginformasikan produknya kepada calon konsumen. Biaya untuk memproduksi dan menayangkan sebuah iklan tidaklah sedikit karena tidak semua perusahaan mampu untuk beriklan, dengan tujuan dapat meningkatkan pendapatan perusahaan. Demikian pula tanggapan masyarakat mengenai orang yang bekerja di bank pastilah mempunyai gaji yang cukup besar, dilihat dari penampilan mereka saat bekerja rapih dan menarik. Penulis tertarik untuk meneliti benarkah biaya promosi dan gaji karyawan berpengaruh terhadap pendapatan bunga bersih pada bank. Untuk melengkapi penelitian Penulis menambahkan satu lagi variabel yaitu biaya bunga yang merupakan biaya utama (pokok) pada sebuah bank. Data yang digunakan adalah data sekunder laporan keuangan bulanan. Metode analisis data menggunakan Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian adalah ketiga biaya tersebut secara parsial maupun simultan berpengaruh positif terhadap pendapatan bunga bersih Bank Permata. Dilihat dari nilai koefisien beta regresi biaya gaji karyawan memiliki pengaruh paling besar yaitu 67% diikuti biaya bunga sebesar 37% dan terakhir biaya promosi hanya 2%. Hasil yang cukup menarik bagi Penulis untuk dapat didiskusikan lebih lanjut dalam penelitian selanjutnya.
Kata kunci: Biaya bunga, biaya promosi, biaya gaji karyawan, pendapatan bunga bersih.
Abstract: Advertising is a form of promotion used by companies to inform their products to prospective customers. The cost of producing and displaying an advertisement is not small because not all companies are able to advertise, with the aim of increasing company revenue. Likewise, the people's response to people working in banks must have a large salary, judging by their appearance when working neatly and attractively. The author is interested in examining whether the promotion and salary costs of employees affect net interest income at the bank. To complete the study the author adds one more variable, namely the interest cost which is the main cost (principal) of a bank. The data used is secondary data on monthly financial statements. Data analysis method uses Multiple Linear Regression. The results of the study are that these three costs partially or simultaneously have a positive effect on the net interest income of Permata's bank. Judging from the regression beta coefficient, employee salary costs have the most influence, which is 67% followed by interest costs of 37% and the last promotion fee is only 2%. Quite interesting results for the author to be discussed further in further research
Keywords: Interest costs, promotional fees, employee salary costs, net interest income
PENGARUH PELATIHAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KOMPONEN KEMAMPUAN KEPEMIMPINAN KEPALA RUANGAN DI RSUD PROF.DR.MA.HANNAFIAH SM BATUSANGKAR TAHUN 2011
Gaya kepemimpinan merupakan karakteristik khusus dari suatu bentuk
kepemimpinan. Kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin
adalah kemampuan konsepsi (Conceptual Skill), kemampuan bersifat manusiawi
(Human Skill), dan kemampuan bersifat teknik (Technical Skill). Di RSUD Prof.
Dr. MA. Hannafiah SM Batusangkar komponen kemampuan kepemimpinan
kepala ruangannya tergolong kurang baik. Untuk meningkatkan kemampuan
kepemimpinan diperlukan suatu pelatihan kepemimpinan. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui pengaruh pelatihan gaya kepemimpinan terhadap komponen
kemampuan kepemimpinan kepala ruangan di RSUD Prof. Dr. MA. Hannafiah
SM Batusangkar. Jenis penelitian ini Quasi Eksperimen (one group pretestposttest).
Jumlah sampel 10 responden yang diambil secara total sampling.
Komponen kemampuan kepemimpinan Conceptual Skill dan Human Skill diukur
dengan kuesioner, Kuesioner Human Skill diberikan kepada 25% dari jumlah
perawat pelaksana masing-masing ruangan dan Technical Skill diukur dengan
lembar observasi. Uji statistik mengunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian
menunjukkan terdapat perubahan kemampuan kepemimpinan sebelum perlakuan
dan setelah perlakuan. Hal ini menunjukan bahwa pelatihan gaya kepemimpinan
dapat meningkatkan komponen kemampuan kepemimpinan dibidang Conceptual
Skill (p= 0,020), Human Skill (p= 0,014) dan Technical Skill (p= 0,025).
Disarankan kepada pihak rumah sakit untuk melakukan pelatihan secara rutin,
memberikan reward kepada kepala ruangan yang berprestasi dan meningkatkan
supervisi kepala ruangan demi peningkatan mutu pelayanan.
Kata kunci: Gaya kepemimpinan, komponen kemampuan kepemimpinan
ANALISIS FAKTOR–FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS HIDUP KLIEN SKIZOFRENIA DI UNIT PELAYANAN JIWA A RSJ PROF. DR. HB SAANIN PADANG
Skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat dan menimbulkan berbagai macam kemunduran.
Klien skizofrenia biasanya mengalami kesulitan beradaptasi dengan diri sendiri dan
lingkungannya sehingga mempengaruhi terhadap kualitas hidupnya. Kualitas hidup klien
skizofrenia dipengaruhi faktor individu (umur, jenis kelamin, status pendidikan, status
pekerjaan, status pernikahan), faktor penyakit (pernah dirawat, riwayat penyalahgunaan zat,
riwayat bunuh diri, riwayat perilaku kekerasan) dan faktor keluarga (tinggal dengan pelaku
rawat, dukungan keluarga dan beban keluarga). Tujuan penelitian ini adalah untuk
menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup klien skizofrenia di Unit
Pelayanan jiwa A RS Prof. Dr. Hb Saanin Padang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif
korelatif dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah responden 152 orang klien
skizofrenia dan keluarga di Unit Pelayanan jiwa A RS Prof. Hb. Saanin Padang. Teknik
pengambilan sampel adalah purposive sampling. Penelitian dilakukan mulai bulan April
hingga Juli 2015. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian
menunjukan bahwa ada hubungan yang bermakna antara status pekerjaan, status pernikahan,
status pendidikan, pernah dirawat sebelumnya, tinggal dengan care giver, dukungan keluarga,
dan beban keluarga dengan kualitas hidup pasien skizofrenia (p<0,05). Tidak ada hubungan
bermakna antara umur, jenis kelamin, riwayat penyalahgunaan zat, riwayat bunuh diri, riwayat
perilaku kekerasan dengan kualitas hidup. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan
bagi perawat dan instansi terkait agar mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidup klien
skizofrenia dengan memberikan pendidikan kesehatan dan membentuk kelompok suportif
keluarga klien skizofrenia untuk optimalnya dukungan keluarga dalam peningkatan kualitas
hidup klien skizofrenia.
Kata kunci : faktor individu, faktor penyakit, faktor keluarga, kualitas hidup, Skizofrenia
Daftar pustaka : 85 (2000-2014
Analisis Hubungan Adverse Childhood Experiences (ACes) dengan Stres, Depresi dan Kecemasan pada Mahasiswa
Mahasiswa adalah kelompok yang rentan terhadap gangguan psikologis. Gangguan psikologis yang sering terjadi pada mahasiswa yaitu stress, depresi dan juga kecemasan. Banyak faktor yang dapat menyebabkan stres, depresi dan kecemasan pada mahaiswa salah satunya adalah pengalaman masa kecil yang kurang menyenangkan (Adverse Childhood Experiences). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur hubungan Adverse Childhood Experiences (ACEs) dengan stres, depresi dan kecemasan pada mahasiswa keperawatan Universitas Andalas. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan korelasional yang menggunakan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 259 responden yang dipilih menggunakan stratified random sampling sesuai dengan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Depression, anxiety stress scale (DASS-21) dan Adverse Childhood Experiences International Questionnaire (ACE-IQ). Pada analisa univariat didapatkan rerata skor ACEs pada mahasiswa Keperawatan Universitas Andalas adalah 2.47 rerata skor kecemasan pada mahasiswa Keperawatan Universitas Andalas adalah 7.09, rerata skor stres 9.96, dan rerata skor depresi adalah 6.40. Analisa bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara Adverse Childhood Experiences (ACEs) dengan stres, depresi dan kecemasan (p-value = 0.000) yang memiliki arah korelasi positif atau searah dengan kekuatan korelasi yang lemah. Diharapkan kepada institusi pendidikan keperawatan untuk memaksimalkan program konseling dan meningkatkan intervensi keperawatan untuk mencegah dan mengatasi masalah kecemasan pada mahasiswa keperawatan
Tantangan dan Upaya Guru PAI dalam Perubahan Era Globalisasi Revolusi Industi 4.0 di SMP NU Babakan Gebang
In this era of globalization and information, teachers are challenged by the behavior of students who like to surf in cyberspace through android, gadgets or sophisticated mobile phones that they have. This student behavior is marked by the tendency to prefer reading through mobile phones rather than books, like to look for various information on their own without checking first, like to find friends through social media accounts, and seem individualistic. For this reason, teachers in learning must be able to utilize information technology. This research method uses a qualitative research method that aims to determine the level of teacher readiness, the challenges faced, and the strategies carried out by teachers in facing the era of the Industrial Revolution 4.0. From the results of the above research, the author concludes that the challenges of Islamic Religious Education teachers in the era of the industrial revolution 4.0, are that teachers must be literate in digitization and be able to compete in the problem of teaching and learning changes that are developing every year to improve the system and learning environment in the classroom.Keyword: PAI Teacher Challenges; PAI Teacher Efforts; Industry 4.0 Revolution
Hubungan Adverse Childhood Experiences (ACEs) Dengan Kecemasan Pada Mahasiswa Program A S1 Keperawatan Universitas Andalas
Background: Students are one of the groups that are prone to experiencing anxiety psychological problems. Anxiety in students is caused by several factors, one of which is Adverse Childhood Experiences (ACEs). The purpose of this study was to measure the relationship between Adverse Childhood Experiences (ACEs) and anxiety in the Andalas University A S1 student program. Methods: This research is a quantitative study with a correlational design using a cross sectional approach with a sample of 237 respondents who were selected using stratified random sampling according to the inclusion criteria that have been set. The instruments used in this study were Generalized Anxiety Disorder 7 (GAD-7) and Adverse Childhood Experiences International Questionnaire (ACE-IQ). Results: In the univariate analysis, the mean score of ACEs in Andalas University Nursing A S1 students was 2.47 with the highest mean dominance, namely neglect and the average anxiety score for Andalas University Nursing A S1 students was 8.24. Bivariate analysis in this study used the Pearson Product Moment test. Conclusion: The results showed that there was a significant relationship between Adverse Childhood Experiences (ACEs) and anxiety (p-value = 0.000) which had a positive or one-way correlation (r = 0.235) with a weak correlation strength. It is expected that educational institutions will conduct counseling programs and special interventions to prevent and overcome student problems.Keywords: Adverse childhood experiences, ACEs, Anxiety, Students, Nursin
Gambaran Strategi Koping Mahasiswa Keperawatan Yang Kembali Kuliah Tatap Muka Pada Masa Pandemi Covid-19
Background: During the current COVID-19 pandemic, causing an epidemiological and psychological crisis that creates concerns about the mental health of young people around the world which is a source of stress for students to carry out face-to-face learning directly, coping strategies are one of the efforts that can reduce stressors for students. The purpose of this study was to describe the coping strategies of nursing students who returned to face-to-face lectures during the COVID-19 pandemic. Methods: This research is a quantitative research that uses a descriptive design with a sample of 166 respondents, using a total sampling technique. The instrument used in this study is the Brief-Coping Behavior Questionnaire (Brief-COPE) for coping strategies. Results: The results of this study indicate that more students use problem focused coping strategies with an average of 5.77. Conclusion: This study suggests to students to use coping strategies in order to overcome stressors in students when conducting face-to-face learning directly or clinical practice in hospitals so that students can adapt so as not to interfere with student concentration and during the COVID-19 pandemic. Keywords: COVID-19; coping strategies; studen
