63 research outputs found

    Konsep Dasa Paramartha pada Karakterisasi Tokoh Aji Dharma dalam Pertunjukan Wayang Tantri oleh I Wayan Wija

    No full text
    The Concept of Dasa Paramartha on the Characterization of Aji Dharma in a Wayang Tantri Performance by I Wayan Wija. Dasa Paramartha, as the teachings of dharma (goodness) in Hinduism, then becomes a material that is flexible enough to be displayed in broadcasting the meaning and value of ethical, moral, and social behavior education. Wayang Tantri, in the play of Sang Aji Dharma Kepastu presents the character of Prabu Aji Dharma with the characteristics trait displayed as a figure of dharma who later becomes a role model for Wayang Tantri audiences. This study aims to reveal the values of Dasa Parartha’s teachings in the characterization of Aji Dharma figures. The qualitative descriptive method with data collection in the form of observation, interviews, and study documentation of the Wayang Tantri video of Sang Aji Dharma Kepastu with a duration of approximately 2 hours, then analyzed by, The Aesthetic Pedalangan Theory supported by Semiotic Theory. The results of the research are the representation of the teachings of Dasa Parmartha, which is in the form of Tapa: physical and mental self-control; Bharata: curb lust; Samadhi: mental concentration on God; Santa: being calm and honest; Sanmata: aspiring and aiming towards goodness; Karuna: affection between living beings; Karuni: compassion for plants, goods and so on; Upeksa: being able to distinguish right from wrong, good and bad; Mudhita: trying to please others; and Maitri: eager to seek friendship based on mutual respect.Keywords: representation; Dasa Paramartha; Aji Dharma; Wayang Tantr

    Eksplorasi Kehidupan dalam Seni Lukis AA.Ngurah Paramartha

    No full text
    Eksplorasi adalah tahap dimana AA. Ngurah Paramartha mencari-cari secara leluasa berbagai kemungkinan dan kebolehjadian, biasanya didukung dengan penelitian awal untuk mencari informasi utama dan pendukung mengenai subjek penciptaan yang akan dikemukakan. Tahap ini mencakup pula berbagai upaya penjajagan atau berbagai sudut pandang dan cara penggarapan serta bentuk-bentuk yang mau dibangun. Dengan demikian dia telah mencari tahu data, fakta, atau realitas "tersembunyi" dari subjek yang mau dieksplorasi. Disinilah seorang kreator atau desainer mencari berbagai kebolehjadian dalam konsep, bentuk serta presentasinya

    Eksplorasi Kehidupan dalam Seni Lukis A.A. Ngurah Paramartha

    No full text
    Eksplorasi adalah tahap dimana A.A. Ngurah Paramartha mencari-cari secara leluasa berbagai kemungkinan dan kebolehjadian, biasanya didukung dengan penelitian awal untuk mencari informasi utama dan pendukung mengenai subjek penciptaan yang akan dikemukakan. Tahap ini mencakup pula berbagai upaya penjajagan atau berbagai sudut pandang dan cara penggarapan serta bentuk-bentuk yang mau dibangaun. Dengan demikian dia telah mencari tahu data, fakta, atau realitas 'tersembunyi' dari subjek yang mau dieksplorasi. Disinilah seorang kreator atau desainer mencari berbagai kebolehjadian dalam konsep, bentuk serta presentasinya. Secara umum eksplorasi yang dilakukan yaitu 1) eksplorasi konsepsi: untuk memperoleh sebuah intisari dari berbagai gagasan; 2) eksplorasi media dan teknik: sebagai upaya mengoptimalkan berbagai proses perlakuan terhadap media dengan berbagai pendekatan teknik konvensional dan non-konvensional; 3) eksplorasi analisis visual: sebagai eksekusi dari eksplorasi konsepsi yang mendasarinya; dan 4) eksplorasi estetik merupakan hirarki dari sebuah karya seni menjadi representasi emosi, perasaan, serta intelektual. Yang dimaksud dengan kehidupan dalam tulisan ini ialah realitas, baik fisik maupun mental, yaitu yang dapat menj adi sumber rangsangan bagi kesadaran A.A. Ngurah Paramartha. Kehidupan sebagai kumpulan realitas terdiri dari dari realitas-realitas dalam jumlah tak terbatas. Sebagaian atau salah satu daripadanya dapat bersinggungan dengan kesadarannya. Terjadilah geraka-gerakan dalam kesadaran itu, yaitu gerakan-gerakan pikiran, perasaan dan khayal. Gerakan-gerakan itu dapat bersifat tetap dan kemudian menghilang setelah rangsangan berhenti. Namun gerakan-gerakan itu menuju bentuk tertentu atau meninggalkan kesan yang tetap melekat pada kesadaran, yaitu dalam bentuk entitas pikir rasa dan khayal,dan inilah yang di maksud dengan pengalaman. Jadi entitas pikir, perasaan dan khayal dalam kesadaran (jiwa) Paramartha yang dirangsang oleh dan terbentuk melalui pergaulan, dihadapkan dengan fenomena baru, atau ketika ia sedang bersinggungan dengan peristiwa sosial-budaya yang begitu impresif yang merangsang untuk diartikulasikan

    EKSPLORASI Kehidupan Dalam Seni Lukis A.A. Nurah Paramartha

    No full text
    Eksplorasi adalah tahap dimana A.A. Ngurah Paramartha mencari-cari secara leluasa berbagai kemungkinan dan kebolehjadian, biasanya didukung dengan penelitian awal untuk mencari informasi utama dan pendukung mengenai subjek penciptaan yang akan dikemukakan. Tahap ini mencakup pula berbagai upaya penjajagan atau berbagai sudut pandang dan cara penggarapan serta bentuk-bentuk yang mau dibangaun. Dengan demikian dia telah mencari tahu data, fakta, atau realitas 'tersembunyi' dari subjek yang mau dieksplorasi. Disinilah seorang kreator atau desainer mencari berbagai kebolehjadian dalam konsep, bentuk serta presentasinya. Secara umum eksplorasi yang dilakukan yaitu 1) eksplorasi konsepsi: untuk memperoleh sebuah intisari dari berbagai gagasan; 2) eksplorasi media dan teknik: sebagai upaya mengoptimalkan berbagai proses perlakuan terhadap media dengan berbagai pendekatan teknik konvensional dan non-konvensional; 3) eksplorasi analisis visual: sebagai eksekusi dari eksplorasi konsepsi yang mendasarinya; dan 4) eksplorasi estetik merupakan hirarki dari sebuah karya seni menjadi representasi emosi, perasaan, serta intelektual

    Enggano-German dictionary turns digital: Challenges and opportunities in retro-digitising historical materials of an endangered language

    No full text
    This presentation was delivered at the Konferensi Linguistik Tahunan Atma Jaya (KOLITA), at the Atma Jaya University, Jakarta, on the 22nd of June 2023. This talk provides an update for the earlier presentation of the same project; the update can be seen from slides 23 onwards.How to cite:Rajeg, Gede Primahadi Wijaya, Cokorda Rai Adi Paramartha, I Wayan Arka & Mary Dalrymple. 2023. Enggano-German dictionary turns digital: Challenges and opportunities in retro-digitising historical materials of an endangered language. University of Oxford. doi:10.25446/oxford.25217018.Visit this engganolang GitHub repository containing the R codes to process the output of the digitisation of the Enggano-German dictionary (Kähler 1987).Cited workKähler, Hans. 1987. Enggano-Deutsches Wörterbuch (Veröffentlichungen Des Seminars Für Indonesische Und Südseesprachen Der Universität Hamburg 14). Berlin; Hamburg: Dietrich Reimer Verlag.</p

    Mengungkap Model Pendidikan Hindu Bali Tradisional Aguron-guron

    No full text
    Pendidikan aguron-guron dikembangkan atas dua sub model. Model pertama dikembangkan dengan ideologi sakala ‘realis’ dengan tujuan Parartha ‘kesejahtraan’, yaitu agawe suka nikang rat ‘menjadikan siswa berkarakter dan dapat bekerja untuk kebahagiaan bersama di dunia (baca desa pakraman)’. Sedangkan yang kedua adalah ideologi  niskala ‘idealis’ dengan tujuan paramartha, yaitu matutur ikang atma ri jatinya ‘menjadikan siswa sadar akan jati dirinya, bahwa ia sesungguhnya adalah roh’ atau sinar Ilahi. Model pendidikan aguron-guron merupakan kearifan lokal yang menjungjung tinggi nilai-nilai keseimbangan dan harmonisasi. Oleh karena itu terus diperhatikan dan dikembangkan untuk memelihara karakter bangsa, membangun landasan teori pendidikan dan pembelajaran berbasis budaya. Penelitian ini merupakan tahun ke dua, yang bertujuan menghasilkan bahan ajar dan VCD sebagai media pendukung pembelajaran model pendidikan Hindu Bali tradisional aguron-guron serta menguji efektivitas bahan ajar dan media VCD model pendidikan Hindu Bali tradisional aguron-guron tersebut. Penelitian dilaksanakan di Pasraman Seruling Dewata Tabanan dan  Pasraman  Griya  Kekeran  Blahbatuh  Gianyar. Metode pengumpulan data digunakan wawancara, studi kepustakaan, dokumentasi dan angket penilaian bahan ajar dan VCD. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif teknik prosentase dan kualitatif. Hasil uji ahli dan uji coba pengguna perorangan serta uji coba pengguna kelompok kecil terhadap produk yang dikembangkan berupa bahan ajar dan VCD mencakup materi Ilmu Silat Bali Kuno,Tapak Suci, Tattwa dan Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu  menunjukkan sangat layak dan masuk dalam kategori tidak perlu direvis

    Pendidikan agama Hindu dan budi pekerti untuk SMA/SMK Kelas X

    No full text
    Buku ini membagi pembahasan menjadi enam pokok pembahasan yang memaparkan mengenai nilai-nilai Yajna dalam Rayamana, Upaveda, Padewasan, Darsana, Catur asrama, serta Catur varna

    Retro-digitising the Enggano-German dictionary: Challenges and prospects

    No full text
    How to cite Rajeg, Gede Primahadi Wijaya; Paramartha, Cokorda Rai Adi; Arka, I Wayan; Dalrymple, Mary (2023): Retro-digitising the Enggano-German dictionary: Challenges and prospects. University of Oxford. Presentation. https://doi.org/10.25446/oxford.22141190  Overview This talk was presented at the Seminar Nasional Bahasa Ibu XV (Fifthteenth National Seminar on Mother Language) organised by the Linguistics Postgraduate Programs at the Faculty of Humanities, Udayana University, Bali, Indonesia (21 February 2023). The topic is also accepted for presentation at the Konferensi Linguistik Tahunan (KOLITA), the international, annual linguistics conference organised by Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta (20-22 June 2023). We talked about preliminary research on the structure and content of the Enggano-German Dictionary (Kähler 1987), the challenges they pose, and what we aim for in the digitisation process. The digitised dictionary will be incorporated as the Enggano lexical resources (project webpage), combining legacy materials of Enggano and the contemporary data (project webpage). Cited work Kähler, Hans. 1987. Enggano-Deutsches Wörterbuch (Veröffentlichungen Des Seminars Für Indonesische Und Südseesprachen Der Universität Hamburg 14). Berlin; Hamburg: Dietrich Reimer Verlag.</p

    Pendidikan agama Hindu dan budi pekerti untuk SMA/SMK Kelas XI

    No full text
    Buku ini mambagi pembahasan menjadi delapan pokok pembahasan yang memaparkan mengenai Yoga menurut agama Hindu, Yajna dalam Mahabharata, Catur Marga, Vibhuti Marga, Manawa Dharmasastra (Kitab Hukum Hindu), Niwrtti dan Prawrtti Marga, Catur Purusartha dalam kehidupan, serta Wiwah

    Pendidikan agama Hindu dan budi pekerti SD Kelas II

    No full text
    Penulis panjatkan kehadapan Sang Hyang Widhi Wasa, karena atas berkat rahmat-NYA, kami dapat menyelesaikan Buku Peserta Didik Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kelas II SD ini dengan berbagai keterbatasan yang dihadapi. Buku peserta didik ini merupakan buku Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang dirancang untuk menunjang aktivitas peserta didik dalam menjalankan proses belajar mengajar agar lebih optimal. Pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik dengan guru dan merupakan sarana penunjang pelajaran yang terdapat di setiap satuan pendidikan. Dalam proses pembelajaran, peserta didik memiliki peran penting dalam proses belajar mengajar. Dalam rangka meningkatkan peran peserta didik agar sesuai dengan kurikulum 2013, maka disusunlah Buku Peserta Didik Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kelas II SD. Buku peserta didik disusun sebagai media peserta didik untuk meningkatkan keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran yang ada pada kurikulum 2013. Keberhasilan proses pembelajaran harus ditunjang oleh keaktifan peserta didik, sarana dan prasarana yang memadai serta keterampilan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran. Dengan keberadaan buku peserta didik kinerja peserta didik dalam proses belajar mengajar dapat berjalan optimal sesuai dengan amanat kurikulum 2013
    corecore