1,721,048 research outputs found
PENGARUH PENERAPAN METODE WAFA TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA Al- QURAN SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS ISLAM TERPADU AL-ITTIHAD PEKANBARU
ABSTRAK
Wawan Setiawan (2023) : Pengaruh Penerapan Metode Wafa terhadap Kemampuan Membaca Al-Quran Siswa Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu Al-Ittihad Pekanbaru.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaaan hasil belajar siswa diantara penerapan metode Wafa dengan metode Talaqqi pada pelajaran Al-Quran di Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu Al-Ittihad Pekanbaru. Jenis penelitian ini merupakan penelitian Quasy Eksperimen Design dengan rancangan penelitian Non-Equivalent Control Grup Design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 30 siswa. Sedangkan sampel penelitian ini berjumlah 30 siswa, terdiri dari 15 siswa kelas Eksperimen dan 15 siswa kelas Kontrol dengan menggunakan teknik pengambilan Sampling Total dengan penentuan jumlah sampel sama dengan populasi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisi data menggunakan tes “t” (independent-samples t test). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan membaca Al-Quran siswa antara metode Wafa dengan metode Talaqqi pada pelajaran Al-Quran di Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu Al-Ittihad Pekanbaru dengan thitung > ttabel (2,548 > 1,701) sementara itu nilai sig. 2-tailed 0,017 < 0,05. Dengan demikian Ha diterima Ho ditolak.
Kata kunci : Metode Wafa, Kemampuan Membaca Al-Qura
Analisis Sistem Pengupahan Buruh Tetap Pada CV. Surya Abadi Kecamatan Pulau Burung Idragiri Hilir Menurut Ekonomi Syariah
ABSTRAK
Wawan Setiawan (2015): Analisis Sistem Pengupahan Buruh Tetap Pada CV. Surya Abadi Kecamatan Pulau Burung Idragiri Hilir Menurut Ekonomi Syariah
Latar belakang penelitian bahwa Masyarakat Kecamatan Pulau Burung Indragiri Hilir mayoritas mata pencariannya adalah perkebunan kelapa dan berkerja diperusahaan CV.Surya Abadi. Fenomena awal di jumpai salah seorang buruh bahwa upah yang diterima terkadang belum sesuai dengan pekerjaan, adanya potongan dan biaya pokok yang cukup tinggi, masih banyak buruh yang tinggal dirumah yang kurang layak, maka dirumuskan masalah bagaimana sistem pengupahan buruh tetap CV. Surya Abadi di Kecamatan Pulau Burung dan bagaimana menurut Ekonomi Syariah sistem pengupahan buruh tetap CV.Surya Abadi di Kecamatan Pulau Burung.
Populasi dalam penelitian ini berjumlah 117 orang diambil sampel 10 % Maka didapat sampel sebanyak 54 orang dengan metode Purposive Sampling. teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, angket, dokumentasi dan Studi kepustakaan, kemudian menggunakan analisis Deskripif Kualitatif.
Hasil penelitian Sistem pengupahan buruh tetap CV.Surya Abadi di Kecamatan Pulau Burung dengan hasil sebagai berikut: adanya kesesuian kesepakatan upah diawal dengan tanggapan 45 orang atau 83,3%, adanya bonus dengan tanggapan 49 orang atau 90,7%. namun upah tidak sebanding dengan kebutuhan konsumsi dengan tanggapan kurang sebanding masih tinggi yaitu 28 orang atau 51,8%.Menurut Ekonomi Syariah mengenai upahadanya ketidak sesuaian upah dengan tenaga yang dikeluarkan, bahwa sistem pengupahan di lalukan kurang sebanding dan masih adanya pemotongan upah yang di terima oleh buruh tetap dari pihak Cv. Surya Abadi
Kata Kunci: Sistem Upah, Buruh tetap dan CV.Surya Abad
Kebijakan Politik Agraria Di Indonesia Masa Orde Baru (1967-1997)
ABSTRAK
Wawan Setiawan. 2014. Kebijakan Politik Agraria Di Indonesia Masa Orde Baru (1967-1997) Skripsi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar. Dengan dibimbing oleh Jumadi, dan Ahmadin.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang lahirnya kebijakan politik agraria Orde Baru, bentuk kebijakan politik agraria dan dampak kebijakan politik agraria. Penelitian ini menggunakan metode dengan tahapan kerja yaitu melalui tahapan: Heuristik, Kritik, Interpretasi dan Historiografi.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, lahirnya Orde Baru akan memperbaiki dan menjalankan Pembangunan itu sendiri dalam prinsipnya adalah pembangunan ekonomi yang tinggi karena didorong oleh masuknya modal ke dalam suatu Negara, stabilitas politik dan keamanan demi terjaminnya pertumbuhan ekonomi. pemerintah Orde Baru dalam kebijakan agraria, mengambil jalan dikenal dengan kebijakan revolusi hijau, kebijakan hak guna usaha (HGU) dan kebijakan perubahan paradigma pembangunan. Revolusi hijau yang menjadi jalan Orde Baru dalam membangun sektor pertanian diketahui telah menghasilkan mentalitas petani yang selalu tergantung pada input dari luar, mulai dari pemilihan bibit unggul, pestisida sampai pada alat pembajakan sawah yang serba modern. Praktek pemberian HGU pada perusahaan besar pekerbunan menyebabkan petani kehilangan akses terhadap alat produksi utama, yakni tanah. Perkebunan berupa HGU selama itu identik dengan kegiatan investasi yang difasilitasi Negara atas dasar mengejar devisa hanya dapat diakses oleh para pemilik modal besar, paradigma pembangunan Orde Baru dengan kebijakan pertanahan lebih ditujukan untuk memfasilitasi kebutuhan pembangunan dan eksploitasi sumber daya alam. Pergeseran orientasi ekonomi politik agraria dari sektor pertanian ke industrialisasi dan investasi, telah melegitimasi dan mendorong eksploitasi sumber daya alam milik rakyat.
Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa terjadinya alih fungsi tanah dan sumber daya alam milik rakyat petani yang terjadi pada masa Orde Baru, seperti yang terjadi pada masyarakat pulau Jawa tanah pertanian beralih fungsi ke non pertanian, pada hakekatnya merupakan proses yang semakin menjauhkan rakyat petani dari aset-aset produktif yang menghasilkan pangan pada akhirnya indonesia terpaksa mengimpor beras dari negara luar. Sehingga membangkitkan gerakan-gerakan yang berupaya mendorong Pemerintah Orde Baru untuk secepatnya menjalankan reforma agraria
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Impact of audio narrated animation on students’ understanding and learning environment based on gender
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Implementation of 7e learning cycle model using technology based constructivist teaching (TBCT) approach to improve students’ understanding achievment in mechanical wave material
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
