1,720,963 research outputs found

    KEUNGGULAN KOMPARATIF KOMODITAS HORTIKULTURA DI KAWASAN AGROPOLITAN KECAMATAN BELIK

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keunggulan komparatif dari komoditas hortikultura yang dibudidayakan oleh petani di Kawasan Agropolitan Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survey. Data penelitian diperoleh dari responden sebanyak 50 orang petani yang dipilih secara sengaja. Data penelitian yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis Koefisien Biaya Sumber Daya Domestik (Koefisien BSD). Hasil analisis menunjukan bahwa koefisien biaya sumber daya domestik lebih besar dari satu (koefisien BSD > 1). Dengan demikian komoditas hortikultura utama yang dibudidayakan oleh petani di Kecamatan Belik tidak memiliki keunggulan komparatif dibandingkan dengan komoditas sejenis yang dibudidayakan oleh petani di negara lain

    Karakteristik Sosial Ekonomi Petani Miskin dalam Pengelolaan Usaha Mikro "Tourism Souvenir Goods"

    No full text
    This article aims to consider  the socio economic characteristics of poor peasants and profile of micro enterprises tourism souvenir goods made from agricultural waste which is managed in the countryside. The research takes place in the rural of Baturaden and  Cilongok Tourism Area, Banyumas Regency, Central Java Province. The research method was a descriptive case study with a qualitative and quantitative approach.  The research results revealed that poor peasant have certain socio economic characteristics in managing their micro enterprises tourism souvenir goods in the rural of Baturaden and the Cilongok Tourism Area. These certain criterias are they have the power to encourage and motivate potential influence and spirit  in managing their micro enterprises. The profile of micro enterprises shows the similarities and differences in indicators observed.  Poor peasant need some  real efforts to increase self reliance and entrepreneurship  skills in the development of their own micro enterpreses at rural area.</jats:p

    Penerapan Manajemen Pemasaran Melon Sebagai Produk Unggulan Pada PT Indigen Karya Unggul, Yogyakarta

    Full text link
    ABSTRAKPT Indigen Karya Unggul atau biasa dikenal Indigen Farm merupakan salah satu perusahaan start up yang bergerak dalam bidang Agribisnis. Perusahaan ini memiliki lima lini binis yaitu farming management, penjualan hasil produk pertanian, penyedia sarana produksi, serta sebagai tempat pelatihan dan pengembangan budidaya pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil perusahaan, penerapan manajemen serta bauran pemasaran pada PT Indigen Karya Unggul. Dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian jenis deskriptif kualitatif dengan menggunakan data primer dan sekunder, metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Produk unggulan yang dihasilkan PT Indigen Karya Unggul yaitu melon premium dengan jenis golden topaz dan kirin. Kedua melon tersebut mempunyai ciri-ciri yang berbeda dan mempunyai keunggulan masing-masing. PT Indigen Karya Unggul juga mempunyai produk olahan yaitu indi juice. Strategi pemasaran yang dilakukan oleh PT Indigen Karya Unggul yaitu dengan mengadakan kegiatan Open Farm, selain itu penyaluran buah melon juga dijual kepada reseller, buyer dan toko buah. Penerapan manajemen pemasaran yang dilakukan oleh PT Indigen Karya Unggul yaitu diawali dengan menentukan segmen pasar dan segmen konsumen, lalu menerapkan jobdesk kepada karyawan yang sesuai dengan posisi masing-masing, perusahaan juga memberikan arahan kepada karyawan dan pengendalian agar pemasaran produk berjalan sesuai dengan tujuan

    Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Pada Ninong Snack Di Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas

    Full text link
    Ninong Snack merupakan brand produk makanan yaitu Jamur Crispy dan Sriping Pisang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil perusahaan, produk unggulan, dan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi pada Ninong Snack. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif yang didukung data kualitatif yang berasal dari data primer dan sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuisioner kepada Ibu Sunarmi selaku pemilik usaha. NInong Snack merupakan brand makanan yang sudah berdiri sejak 2016 beralamat di Tanjung, Purwokerto Selatan, Banyumas. Produk Unggulan Ninong Snack adalah Jamur tiram crispy dan Sriping pisang. Dalam kegiatan produksinya, persediaan bahan baku, modal, dan selera konsumen merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi pada Ninong Snack

    KELAYAKAN USAHA HOME INDUSTRY TAHU DI DESA CIKEMBULAN KECAMATAN PEKUNCEN KABUPATEN BANYUMAS

    Full text link
    Tahu merupakan salah satu jenis makanan berbahan dasar kedelai yang sehat, bergizi, dan bermanfaat bagi masyarakat. Di Kabupaten Banyumas, tahu diproduksi pada usaha rumahan atau home industry, dan Desa Cikembulan merupakan salah satu desa yang sebagian masyarakatnya adalah pengrajin usaha home industry tahu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan usaha tahu yang dilakukan pada home industry di Desa Cikembulan Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas. Populasi dalam penelitian adalah pengrajin tahu di Desa Cikembulan yang berjumlah 226 pengrajin. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode simple random sampling, jumlah sampel 37 pengrajin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata total biaya produksi usaha home industry sebesar Rp. 21.278.401 perbulan, rata-rata penerimaan usaha tahu setiap bulannya sebesar Rp. 46.839.632. Dari hasil perhitungan kelayakan usaha diperoleh nilai R/C Ratio sebesar 2,20, dapat diartikan bahwa usaha agroindustri tahu di di Desa Cikembulan Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas layak untuk diusahakan

    PERSEPSI PETANI PADI TENTANG PERUBAHAN IKLIM

    Full text link
    Persepsi petani mengenai gejala perubahan iklim sangat diperlukan untuk menyusun strategi terhadap tindakan adaptasi yang akan dilakukan. Strategi adaptasi dilakukan dalam rangka mengurangi dampak negatif atau memanfaatkan peluang yang ada akibat adanya perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi dan dampak yang dirasakan oleh petani padi akibat adanya perubahan iklim. Penelitian dilakukan pada Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Desa Susukan Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara. Metode penelitian menggunakan metode survey. Data penelitian diambil dari sampel penelitian sebanyak 50 petani yang dipilih dengan menggunakan metode simple random sampling. Selanjutnya data penelitian dianalisis dengan menggunakan tabulasi dan dihitung persentasenya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar 94% petani mengetahui adanya perubahan iklim. Sumber informasi mengenai perubahan iklim yang diperoleh petani padi berasal dari televisi (66%), kelompok tani (28%), dan penyuluh pertanian (24%). Untuk mengurangi dampak negatif akibat perubahan iklim maka petani disarankan untuk melakukan adaptasi dengan memilih strategi adaptasi sesuai dengan kemampuannya

    ANALISIS PERSEDIAAN BERAS DI PERUM BULOG SUBDRIVE WILAYAH IV BANYUMAS (Studi Kasus Pada Gudang Bulog Sokaraja Kulon dan Klahang)

    Full text link
    Beras merupakan makanan pokok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Pengadaan beras menjadi perhatian yang sangat penting karena kekuarangan stok beras bisa mengganggu stabilitas perekonomian. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persediaan beras di perum Bulog Subdrive Wilayah IV Banyumas. Data yang digunakan merupakan data time series yang diperoleh mulai tahun 2016 – 2020. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Economic Order Quantity (EOQ), Safety Stock, dan Maximum Inventory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengadaan beras di perum Bulog Subdrive IV Banyumas mengikuti pola produksi gabah yang ada di tingkat petani

    Analysis Sector Potential And Contribution of Agriculture In Increasing Gross Regional Domestic Product (GRDP) of Banyumas Regency

    Full text link
    Purpose: This study aimed to analyze the potential and contribution of the agricultural sector to the Gross Regional Domestic Product (GRDP) of the Banyumas Regency. Methodology: This study employed documentation techniques to acquire secondary data from various official sources, utilizing secondary data analysis techniques. Results: The agricultural sector was evaluated using Location Quotient (LQ) and Dynamic Location Quotient (DLQ) analyses, while the potential of leading commodities was visualized using a geographic information system (GIS). Findings: The results showed that the agricultural sector in Banyumas Regency plays a significant role in the regional economy, although it is a non-base sector based on the LQ analysis. However, several subdistricts showed promising potential in leading commodities such as rice, corn, and coconut. Novelty: DLQ analysis indicated the future growth potential of the agricultural sector, while Klassen typology and Shift Share analysis provided an overview of the structure and dynamics of the regional economy. Originality: The results of this study are expected to serve as a reference for the local government in formulating more focused and sustainable development policies, especially in improving the competitiveness of the agricultural sector in Banyumas Regency. Conclusion: It is recommended that the Banyumas Regency government optimize leading commodities, improve rural infrastructure, expand market access, and encourage technology and innovation to maximize the potential of this sector. Type of Paper: Research article

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
    corecore