77 research outputs found

    KONSISTENSI ANTARA SIKAP DAN PERILAKU ADOPSI PETANI PADI TERHADAP PROGRAM INOVASI SISTEM RESI GUDANG

    Full text link
    Fluktuasi harga sering terjadi pada komoditas pertanian termasuk padi. Hal ini menyebabkan petani padi mengalami kerugian khususnya pada saat panen raya. Sistem Resi Gudang (SRG) merupakan kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah Indonesia untuk mengatasi persoalan tersebut melalui Undang-undang Nomor 9 Tahun 2006. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis konsistensi sikap dan perilaku adopsi petani padi terhadap program inovasi SRG. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan korelasi. Data dikumpulkan dari 90 petani padi yang telah mengadopsi inovasi SRG di gudang SRG yang dikelola oleh PT Pertani Unit Pergudangan Agribisnis Haurgeulis Kabupaten Indramayu selama kurun waktu 2011 – 2014. Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif dan inferensia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap dan perilaku adopsi petani padi di Kabupaten Indramayu terhadap program inovasi SRG memiliki kondisi yang bertentangan. Sikap petani padi tidak selalu konsisten dengan perilaku adopsinya terhadap program inovasi SRG. Rekomendasi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keberlanjutan adopsi inovasi SRG di masa datang adalah (1) pengelola inovasi SRG perlu mengubah persyaratan jumlah minimal padi yang dapat disimpan di gudang SRG agar mampu dijangkau oleh mayoritas petani padi di Kabupaten Indramayu, (2) pengelola inovasi SRG perlu menjamin bahwa petani padi akan mendapatkan harga jual padi yang lebih baik apabila menyimpan padi di gudang SRG

    Komunikasi Inovasi Resi Gudang Pada Petani Padi

    No full text
    Fluktuasi harga sering terjadi pada komoditas pertanian termasuk padi. Hal ini menyebabkan petani padi mengalami kerugian khususnya pada saat panen raya. Sistem Resi Gudang (SRG) merupakan salah satu kebijakan Pemerintah Indonesia untuk mengatasi persoalan tersebut melalui Undang-undang Nomor 9 Tahun 2006. Resi gudang dalam peraturan tersebut didefinisikan sebagai dokumen bukti kepemilikan atas barang yang disimpan di gudang yang diterbitkan oleh pengelola gudang. Resi gudang dalam penelitian ini dikatakan sebagai suatu inovasi yang berdampak pada perubahan perilaku petani padi yang terkait dengan penanganan pasca panen padi. Peran pemerintah mengontrol pergerakan harga padi melalui inovasi resi gudang akan efektif jika komoditi pangan yang tersimpan di gudang SRG berkisar 8 - 10% dari jumlah produksi. Rendahnya realisasi penyimpanan padi di gudang SRG yang dikelola Pertani Unit Pergudangan Agribisnis (UPA) Haurgeulis Kabupaten Indramayu pada tahun 2008 – 2012 (kurang dari 8% dari produksi) menunjukkan bahwa implementasi inovasi resi gudang di Kabupaten Indramayu belum berjalan efektif. Peningkatan peran petani padi untuk menyimpan padi di gudang SRG merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan efektivitas implementasi inovasi resi gudang di masa depan. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Menganalisis komunikasi dan konsekuensi inovasi resi gudang pada petani padi, (2) Menganalisis hubungan komunikasi dengan konsekuensi inovasi resi gudang pada petani padi, (3) Menganalisis hubungan keputusan inovasi dengan konsekuensi inovasi resi gudang pada petani padi, (4) Menganalisis hubungan faktor-faktor komunikasi dengan komunikasi inovasi resi gudang pada petani padi, dan (5) Mengembangkan strategi komunikasi inovasi resi gudang pada petani padi. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan korelasi. Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan sekunder. Data primer terdiri atas data kuantitatif dan kualitatif. Data primer dikumpulkan dari 52% petani padi yang telah mengadaptasi inovasi resi gudang yang diterbitkan PT Pertani UPA Haurgeulis di Kabupaten Indramayu tahun 2011 - 2014. Pengumpulan data primer dilakukan melalui pengamatan, wawancara mendalam, dan kuesioner. Pengumpulan data sekunder melalui studi literatur. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif, statistik inferensia (rank Spearman dan khi-kuadrat) dan analisis SWOT. Komunikasi inovasi resi gudang pada petani padi di Kabupaten Indramayu pada tahun 2011 – 2014 telah berjalan secara efektif berdasarkan indikator kognitif, afektif, dan konatif petani padi. Konsekuensi inovasi resi gudang pada kurun waktu tersebut tergolong rendah berdasarkan indikator adaptasi dan keberlanjutan inovasi. Rendahnya konsekuensi inovasi tersebut didorong persepsi petani padi terkait dengan ketidakpastian kenaikan harga jual padi selama periode penyimpanan padi di gudang SRG “ibarat perjudian,” informasi impor beras secara illegal yang dapat menurunkan harga jual padi “ibarat bom,” panen padi adalah saatnya untuk mendapatkan uang, inovasi resi gudang memerlukan berbagai pengurusan administrasi “merepotkan.” Hubungan komunikasi dengan konsekuensi inovasi resi gudang pada petani padi di Kabupaten Indramayu pada tahun 2011 – 2014 adalah tidak selalu konsisten. Indikator komunikasi inovasi yang memiliki hubungan yang konsisten dengan konsekuensi inovasi resi gudang pada petani padi di Kabupaten Indramayu di masa depan (keberlanjutan inovasi) adalah kognitif (jumlah gabah minimal yang dapat disimpan di gudang SRG) dan afektif (ketertarikan petani padi terhadap inovasi resi gudang karena mampu mendapatkan harga jual gabah yang lebih baik). Keputusan inovasi memiliki hubungan nyata dengan konsekuensi inovasi resi gudang pada petani padi di Kabupaten Indramayu selama kurun waktu 2011 – 2014 (adaptasi inovasi), sedangkan hubungannya dengan konsekuensi inovasi resi gudang di masa depan (keberlanjutan inovasi) adalah tidak nyata. Konsekuensi inovasi resi gudang pada petani padi di Kabupaten Indramayu selama kurun waktu tersebut didominasi oleh keputusan otoriti dari petani padi yang memiliki usaha tani padi dari hulu hingga hilir. Faktor-faktor komunikasi terbaik yang dapat digunakan untuk meningkatkan efek komunikasi inovasi resi gudang pada petani padi di Kabupaten Indramayu adalah kebutuhan petani padi (sosial), karakteristik petani padi (pengalaman usaha tani, skala usaha), karakteristik inovasi (keuntungan relatif, kerumitan, kemudahan inovasi untuk dilihat hasilnya), media komunikasi (brosur dan radio), komunikator sosial (rekan sejawat, ketua kelompok tani, ketua Gapoktan, dan pengelola inovasi). Strategi komunikasi inovasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan peran petani padi di Kabupaten Indramayu dalam pemanfaatan inovasi resi gudang di masa depan adalah: (1) Meneguhkan petani padi yang pernah memiliki resi gudang terkait adanya subsidi pemerintah dalam bunga kredit apabila menggunakan agunan resi gudang dan adanya jaminan ganti rugi akibat kesalahan penulisan, kehilangan dan kesusutan barang, (2) Memanfaatkan rekan sejawat petani padi, ketua kelompok tani dan ketua Gapoktan untuk meneguhkan petani padi yang pernah memiliki resi gudang, (3) Mengekspos perbaikan inovasi resi gudang terkait dengan penurunan persyaratan jumlah minimum padi yang dapat disimpan di gudang SRG melalui radio lokal dan brosur, (4) Membujuk petani padi yang belum pernah menyimpan padi di gudang SRG dengan memanfaatkan rekan sejawat, ketua kelompok tani, dan ketua Gapoktan secara teratur, (5) Mengekspos keunggulan inovasi resi gudang kepada petani padi secara teratur khususnya mengenai manfaat inovasi resi gudang dalam mengatasi permasalahan fluktuasi harga jual padi dan sebagai sumber pendanaan melalui perolehan kredit secara mudah dari perbankan dengan tingkat suku bunga yang disubsidi pemerintah, dan (6) Mengekspos perbaikan inovasi resi gudang terkait manajemen risiko harga jual padi yang disimpan di gudang SRG pada petani padi secara teratur

    Peningkatan Citra Organisasi dalam Membangun Keunggulan Kompetitif (Competitive Advantage) di Perguruan Tinggi Swasta

    Full text link
    Keunggulan kompetitif merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberlanjutan suatu organisasi. Perguruan tinggi swasta merupakan salah satu organisasi yang memiliki tingkat persaingan yang sangat tinggi khususnya pada saat penerimaan mahasiswa baru. Peningkatan citra organisasi dapat dilakukan oleh perguruan tinggi swasta untuk mengembangkan keunggulan kompetitif secara berkelanjutan. Tulisan ini menjelaskan strategi yang dapat dilakukan oleh perguruan tinggi swasta untuk meningkatkan citranya melalui pendekatan pengembangan pengetahuan keorganisasian.Competitive advantage was one of factor that influenced that organizational sustainability. Private higher education institution was one of organization that faced the high competitive situation especially at new student enrollment periode. Increasing of the organization image could be done by private higher education institution  to develop competitive advantage continuously. This paper explained the strategy that could be done by private higher education institution to increase its image through organizational knowledge creation approach

    Peningkatan Citra Organisasi dalam Membangun Keunggulan Kompetitif (Competitive Advantage) di Perguruan Tinggi Swasta

    Full text link
    Keunggulan kompetitif merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberlanjutan suatu organisasi. Perguruan tinggi swasta merupakan salah satu organisasi yang memiliki tingkat persaingan yang sangat tinggi khususnya pada saat penerimaan mahasiswa baru. Peningkatan citra organisasi dapat dilakukan oleh perguruan tinggi swasta untuk mengembangkan keunggulan kompetitif secara berkelanjutan. Tulisan ini menjelaskan strategi yang dapat dilakukan oleh perguruan tinggi swasta untuk meningkatkan citranya melalui pendekatan pengembangan pengetahuan keorganisasian.Competitive advantage was one of factor that influenced that organizational sustainability. Private higher education institution was one of organization that faced the high competitive situation especially at new student enrollment periode. Increasing of the organization image could be done by private higher education institution  to develop competitive advantage continuously. This paper explained the strategy that could be done by private higher education institution to increase its image through organizational knowledge creation approach

    A Implementation Of Fulfillment Of Personal Hygiene Needs In Elderly Dementia In Social Institutions Tresna Werdha Budhi Mulia 01 Cipayung East Jakarta

    No full text
    Elderly or elderly is a term commonly used for someone who is starting to enter the final stage of development. According to the Regulation of the Minister of Social Affairs of the Republic of Indonesia Number 5 of 2018, elderly is when they are over 60 years old (Ministry of Health of the Republic of Indonesia, 2016). General Objectives Able to carry out direct and comprehensive gerontic implementation covering biopsychosocial aspects with a nursing process approach to patients with dementia at the Budhi Mulia 01 Cipayung East Jakarta Social Welfare Home. This case study uses a descriptive case study design. A descriptive case study is an attempt to systematically and accurately describe a situation or a certain population area that is factual. In this case study, the author will systematically describe the nursing care of puzzle therapy for elderly with dementia and the fulfillment of personal hygiene needs for the elderly at the Tresna Werdha Budhi Mulia 01 Social Home in Cipayung, East Jakarta. The research subjects in this case study were 30 elderly people with dementia who provided personal hygiene needs and lived at the Budhi Mulia 01 Cipayung Social Home for the Elderly, East Jakarta. The assessment was conducted on Monday, July 25, 2024 at 08.00 WIB at Wisma Kenanga Panti Tresna Werdha Budhi Mulia 01 Cipayung East Jakarta (PSTW) data was obtained by interviewing patients, friends of patients in the same guesthouse, PSTW clinic nurses, and from medical records. The results of the assessment were obtained Mrs. R, 85 years old, female, Muslim, widow status, last education elementary school, from RT 005 / RW 010 Kalisari, Pasar Rebo District, East Jakarta. The person in charge of Mrs. R who lives at RT 004 / RW 010 Kalisari, Pasar Rebo District, East Jakarta, who is the biological child of the patient. Conclusion: The implementation of nursing care that has been carried out has been effective and has been carried out according to the established plan, namely puzzle therapy. This can be said to be effective because puzzles can train concentration and according to the expectations of the outcome criteria in the theory decreased while the self-care deficit according to expectations also increased. This is due to the cooperation between nurses and patients

    PERSEPSI MAHASISWA YANG MENGHAMBAT ADOPSI INOVASI BENTUK KEGIATAN PEMBELAJARAN MAGANG MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA

    Full text link
    The number of students in the seventh semester of the Communication Science Major at the University of Bandar Lampung (PSIK-UBL) who decided to adopt an innovation in internship activity as one of the projects in learning activities at Merdeka Belajar Kampus Merdeka Program (BKP Internship MBKM innovation) in the odd semester of 2021/2022 was very low, at the amount of 12.5 percent. This study aims to analyze student’s perceptions that hinder the adoption of MBKM Internship BKP innovations. The design of this research is a qualitative research with a case study approach. The research informants were 7th semester students of PSIK-UBL who decided not to adopt the MBKM Internship BKP in accordance with the major’s curriculum. The collecting data was done through focus group discussions and in-depth interviews. Data analysis was done descriptively. The results showed that student’s perceptions that hindered the adoption of MBKM Internship BKP innovations at PSIK-UBL in the odd semester 2021/2022 were MBKM Internship BKP project inhibited students to graduate on time, MBKM internship’s cost more out compared to regular internships, the requirement of partnership agreement document was considered complicated, high risk of not passing the MBKM internship, there is no proof yet that can be seen from the result implementation of the MBKM internship for students.Banyaknya mahasiswa semester tujuh Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bandar Lampung (PSIK-UBL) yang memutuskan untuk mengadopsi inovasi dalam kegiatan magang sebagai salah satu proyek dalam kegiatan pembelajaran di Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (BKP Magang Inovasi MBKM) pada semester gasal 2021/2022 sangat rendah, yaitu sebesar 12,5 persen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa yang menghambat adopsi inovasi MBKM Magang BKP. Desain penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian adalah mahasiswa semester 7 PSIK-UBL yang memutuskan untuk tidak mengadopsi MBKM Magang BKP sesuai dengan kurikulum jurusan. Pengumpulan data dilakukan melalui diskusi kelompok terfokus dan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa yang menghambat penerapan inovasi MBKM Magang BKP di PSIK-UBL semester gasal 2021/2022 adalah proyek MBKM Magang BKP menghambat mahasiswa untuk lulus tepat waktu, biaya magang MBKM lebih keluar dibandingkan magang reguler, syaratnya dokumen perjanjian kemitraan dinilai berbelit-belit, beresiko tinggi tidak lolos magang MBKM, belum ada bukti yang dapat dilihat dari hasil pelaksanaan magang MBKM bagi mahasiswa

    Communication of Advanced Study Innovation for Students of Vocational School 1 Talangpadang

    Full text link
    This study aims to analyze the influence of student characteristics and advanced study attributes on students' decisions to pursue higher education at SMKN 1 Talangpadang. The background stems from the low gross enrollment rate (GER) in higher education in Tanggamus Regency, which is significantly below the provincial average. Based on Rogers' Diffusion of Innovations theory, this research examines factors such as parental education, number of siblings, family income, and the perceived relative advantage, compatibility, complexity, trialability, and observability of pursuing higher education. Using a quantitative approach and multiple linear regression analysis, data were collected from 100 students through stratified random sampling. The findings indicate that both student characteristics and the attributes of advanced study programs significantly influence students' decisions. Students with higher family support, stronger perceptions of the advantages of further education, and exposure to successful role models were more inclined to pursue higher studies. Meanwhile, perceptions of high complexity and financial constraints were key barriers. This research provides strategic recommendations to improve higher education participation rates by enhancing innovation communication tailored to students' needs and perception

    Analisis Pengaruh Marketing Mix Terhadap Keputusan Pembelian Polis Asuransi Axa Mandiri Di Klaten

    Full text link
    Penelitian ini berjudul "Anaisis Pengaruh Marketing Mix Terhadap Keputusan Pembelian Polis Asuransi pada AXA Mandiri di Klaten". Untuk mengetahui keputusan konsumen dalam pembelian polis asuransi melalui strategi marketing mix. Ada empat aspek yang akan diteliti yaitu aspek price, promotion, product dan place. Manfaat dari hasil penelitian ini adalah memberikan masukan kepada AXA Mandiri agar lebih dapat berkembang dengan meningkatkan pemasaran. Sebagai variabel yang berkorelasi adalah pengaruh product, price, promotion dan place yang merupakan variabel bebas (independent) terhadap pembelian polis asuransi yang merupakan variabel tergantung (dependent). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer berupa kuesioner. Metode pengumpulan data dengan cara menyebar kuesioner kepada sejumlah nasabah AXA Mandiri kemudian untuk dianalisa. Seluruh data primer dianalisa secara kuantitatif yang meliputi pengujian instrumen, uji asumsi klasik, analisa regresi linier berganda, uji t danuji F. Dari uji asumsi klasik tidak ditemukan multikolinieritas, ari hasil analisis uji t dapat disimpulkan bahwa product, price dan place berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian polis asuransi AXA Mandiri oleh nasabah dan promotion berpengaruh tidak signifikan terhadap keputusan pembelian polis AXA Mandiri oleh nasabah

    Analysis of Farmer’s Perception of Partnership Patterns in Bumi Dipasena Indonesia

    Full text link
    The aim of this study is to find out perceptions of farmers regarding the partnership relationship that is carried out on the earth dipasena and whether the applicable partnership pattern is in accordance with the people's economic system. There are several types of economic systems that are carried out in Indonesia. Two of them are the populist economic system and the democratic Economic system. The populist economic system is based on people's independence or in other words, from the people, by the people, and for the people. While, the Democratic Economic System is an economic system that refers to the mandate of the national constitution, so that an idiomatic and constitutional foundation is a legal product that regulates (related to) the life of the national economy. This study uses a case study methodology. The result is not all dimensions of people's economy. The result is not all dimensions of people's economy have been reflected in the implementation of the shrimp farming business in Dipasena Jaya Village. Keywords: Perception, Partnership Patterns, Economic system DOI: 10.7176/JESD/10-4-1

    Optimalisasi Pemanfaatan Website Sebagai Media Cyber Public Relations (Studi Kasus Pada PT. Indonesian Technology Kota Metro)

    Full text link
    This study aims to analyze the optimization of website utilization as a cyber public relations (CPR) medium in supporting the company's communication strategy, with a case study at PT. Indonesian Technology, Kota Metro. The research approach used is qualitative with a case study method. Data collection was carried out through in-depth interviews, participatory observation, and documentation. The research findings show that the company's website has been utilized as a cyber PR medium; however, it still requires improvement in aspects such as interactivity, the application of search engine optimization (SEO) techniques, as well as the consistency and quality of information presentation. An effective digital communication strategy plays a crucial role in increasing stakeholder interest in the company. The conclusion of this study emphasizes that optimizing a website as a cyber public relations (CPR) medium must include the delivery of high-quality content, systematic implementation of SEO, and a digital-based interaction strategy to strengthen corporate communication
    corecore