1,720,962 research outputs found
Manajemen Human Capital Tenaga Kependidikan Menuju Perguruan Tinggi Unggul
Sebuah perguruan tinggi yang unggul dan berkualitas harus terukur sesuai dengan standar akreditasi nasional bahkan internasional. Tanpa terpenuhinya standar minimal tersebut dipastikan suatu perguruan tinggi akan mengalami kerancuan tata kelola (good governance) dalam hal perencanaan, proses pengelolaan hingga evaluasi pada bidang kurikulum, mutu SDM, mutu lulusan, mutu pembelajaran, mutu sarana prasarana, dan sebagainya. Konsekuensinya apabila mutu perguruan tinggi tidak dijamin dan ditingkatkan secara serius dan terus menerus mutlak ditinggalkan oleh stakeholder¬-nya. Sebab kepercayaan masyarakat terhadap mutu akademik perguruan tinggi tersebut perlahan-lahan lenyap, menghilang kemudian ditinggalkan oleh pelanggannya secara total. Akibatnya banyak perguruan tinggi gulung tikar karena tidak mampu memberikan jaminan mutu pendidikan yang sesuai dengan tuntutan global. Selain menyangkut mutu dan pertanggung jawaban publik, kualitas dan mutu perguruan tinggi yang dibuktikan melalui penilaian akreditasi, juga bermanfaat untuk menarik bantuan dana yang bersumber dari sumbangan secara personal ataupun institusional. Krisis manajemen diklaim sebagi penyebab krusial untuk memajukan dan meningkatkan mutu lembaga pendidikan. Mutu lulusan akan meningkatkan daya saing dari lulusan itu pribadi dan lembaga pendidikan yang bersangkutan. Untuk hal itu Gaol, memberikan framework (kerangka keja) pengembangan “Human Capital (HC), dibangun atas; pengetahuan, (knowledge), keahlian (expertise), kemampuan (ability); dan keterampilan (skill), yang menjadikan manusia atau karyawan sebagai modal atau asset suatu organisasi/perusahaan”. Dengan terpenuhinya empat komponen dalam suatu organisasi, maka seorang karyawan dijadikan sebagai modal keuntungan bagi organisasi/perusahaan tersebut akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari pada sebuah perusahaan hanya menganggap seorang karyawan sebagai sumber daya atau human resource (HR). Dengan mengandalkan keahlian, kemampuan dan keterampilan maka seorang karyawan dapat menjalankan sumber daya yang lainnya. Dengan kata lain, sebuah organisasi semua persolan, dapat diselesaikan
Tinjauan hukum Islam terhadap perkawinan belik tarje: studi kasus di Desa Lantek Barat Kecamatan Galis Kabupaten Bangkalan Madura
Tinjauan Hukum Islam terhadap perkawinan Belik Tarje (Studi Kasus di Desa Lantek Barat Kec. Galis Kab. Bangkalan Madura), adalah skrpsi hasil penelitian lapangan. Penelitaina ini bertujaun untuk mengetahui perkawinan Belik Tarje, faktor larangan terhadap perkawinan tersebut, dan bagaimana peran hukum Islam terhadap tradisi larangan perkawinan Belik Tarje tersebut. Penelitian pada skripsi ini menggunakan diskriptif induktif dengan data yang diperoleh melalui observasi lapangan di Desa Lantek Barat Kecamatan Galis Kabupaten Bangkalan, dan juga mengumpulkan data dari buku, dokumenter yakni pengumpulan data yang terkait dengan pembahasan tersebut dan selanjutnya di analisis dengan teknik diskriptif deduktif. Hasil penelitian menyimpulkan tentang Perkawinan Belik Tarje yang terjadi di Desa Lantek Barat Kecamatan Galis Kabupaten Bangkalan merupakan tradisi larangan perkawinan, yang apabila di langgar dipercayai akan menimbulkan dampak yang negatip, seperti perceraian, ketidakharmonisan, kemelaratan, bahkan kematian. Faktor-faktor tersebut tidak dapat dibenarkan secara hukum Islam karena faktor tersebut bertentangan dengan al-Quran dan al-Hadist, yang menyatakan bahwa rezeki, kematian, dan nasib baik buruknya seseorang hanya Allah lah yang menentukan. Kepercayaan masyarakat setempat hanya di berdasarkan dengan pendekatan mitologi. Perkawinan Belik Tarje tidak termasuk perkawinan yang dilarang oleh syara', secara hukum Islam perkawinan tersebut diperbolehkan, karena tidak melanggar aturan-aturan yang sudah di tentukan al-Quran, hadist serta ijma' para ulama' dalam persoalan perkawinan. Dari kesimpulan di atas maka hendaknya masyarakat lebih bijaksana dalam mengikuti tradisi yang ada, sehingga dapat menyaring mana tradisi yang sesuai dengan hukum Islam dan mana yang tidak sesuai serta punya kesadaran yang lebih dalam menjunjung tinggi nilai-nilai ke-Islam-an dalam kehidupan
Urgensi Even Jam’iyatul Muballighin Dalam Meningkatkan Kemampuan Berceramah Santri Di Pondok Pesantren Darur Rohman Blu’uran Sampang
Setiap manusia mempunyai kesempatan yang sama dalam menggali potensi yang dimiliki termasuk dalam meningkatkan kemampuan dalam menyampaikan kajian keislaman. Melalui program khitabah dalam meningkatkan kemampuan berceramah penuh percaya diri dan selalu optimis meskipun problem realita kadang menjadi inscure untuk tetap bertahan. Adanya penelitian ini sekiranya mampu memberikan kontribusi nyata dalam menggali potensi yang dimiliki dalam menyebarkan kajian keislaman yang sesuai dengan aturan syari’at islam. Dalam proses kegiatan program meningkatkan potensi hal yang paling urgen adalah adanya kepemimpinan yang visioner dalam mengambil keputusan serta kerja sama antar elemen serta transparan dalam menghadapi berbegai problem antara problem realita dan problem idealis sehingga bisa terjawab dan lebih produktif dalam merealesasikan sebuah program kegiatan dan bisa terjawab semua problem yang dihadapi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus . Adapun hasil dalam penelitian ini adalah Dalam menjalankan sebuah program kemampuan menggali potensi sangat di perlukan adanya sebuah analisis serta kesimpulan yang kemudian di putuskan secara kolektif, kemudian bersama-sama menghadapi semua problem yang di hadapi serta selalu berinovasi dalam setiap situasi
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Analysis Hilmi Ali Yafie's Opinion on Gender Equality in Islamic Education and Its Relevance to Madurese Society: (Literature Review of the Book The Rahima Story)
Gender equality is the equal rights between men and women. Rahima is an organization that fights for this equality through various activities. This study examines the book "The Rahima Story" with two focuses: The concept of gender equality in Islamic education according to Hilmi Ali Yafie. The relevance of the concept to education in Indonesia. The researcher used a qualitative and hermeneutic approach, with content analysis from library sources. The results show that Rahima aims to improve the welfare of women, especially in education equal to men's, through workshops and training. The approach used is andragogy. Rahima believes that men and women have the same rights, creating justice for women through the Human Rights Law and the elimination of domestic violence in Indonesia
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
