1,723,037 research outputs found
ANALISIS PERENCANAAN PRODUKSI AGREGAT DI PABRIK TAHU WARSITO TEMANGGUNG (Studi Kasus Pabrik Tahu Warsito Kertosari Temanggung)
Pabrik Tahu Warsito merupakan salah satu pabrik tahu di Temanggung dimana produksi utamanya adalah tahu putih. Di Pabrik Tahu Warsito belum memperhatikan pentingnya perencanaan jumlah produksi tahu untuk setiap kali produksi. Hal ini dikarenakan ketidakpastian mengenai jumlah dan kapan dilakukannya pemesanan terhadap produk tahu. Pada saat pemesanan meningkat, padahal jumlah produksi berada di bawahnya, maka pabrik tidak bisa untuk memenuhi semua permintaan tersebut. Masalah tersebut dapat merugikan bagi pabrik itu sendiri. Untuk itu, Pabrik Tahu Warsito harus mampu merencanakan dan mengendalikan jumlah produksi agar tercapai efektivitas serta dapat memenuhi kebutuhan para konsumen dengan tepat. Salah satu cara adalah dengan menerapkan Agregate Planning dengan tujuan melakukan perencanaan dan pengendalian jumlah produksi di Pabrik Tahu Warsito Temanggung agar tidak terjadi kekurangan dalam memenuhi permintaan konsumen. Dalam penyusunan agregate planning diawali dengan peramalan dengan 3 metode. Metode permalan yang paling tepat adalah weighted moving average karena memberikan nilai error terkecil sebesar 36,14. Peramalan ini digunakan sebagai pedoman penyusunan agregate planning. Setelah melakukan perencanaan produksi di Pabrik Tahu Warsito di Kota Temanggung, diperoleh bahwa metode chase strategy yang paling tepat karena tidak mempunyai sisa inventory dengan biaya produksi sebesar Rp. 77.722.800,00 sehingga Pabrik Tahu Warsito tidak melakukan penyimpanan produk yang terlalu besar sehingga akan menekan biaya produksi bagi perusahaan. Sedangkan untuk metode level method mempunyai kekurangan Inventory pada minggu ke empat, hal ini tidak dibenarkan dalam perusahaan.
Kata Kunci: Agregate Planning, Peramalan, Perencanaan Produks
Pakeliran padat"Suryatmaja Surtikanti"
Pakeliran padat"Suryatmaja Surtikanti"
Penyaji: Warsito, Ujian penyajian tugas akhir jur.Pedalangan, Pendopo ISI Surakart
JURU KUNCI GUNUNG SLAMET: BIOGRAFI WARSITO
Penelitian ini memiliki tujuan untuk 1) Mengungkap profil dan latar belakang sosial budaya desa Siremeng Kecamatan Pulosari. 2) Mengungkap biografi Warsito juru kunci gunung slamet di Dusun Kantong Desa Siremeng dari tahun 1973 sampai dengan tahun 2015, dan 3) Mengungkap peran Warsito sebagai juru kunci dalam masyarakat setempat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah. Hasil penelitian ini adalah 1) Desa Siremeng memiliki luas wilayah sebesar 662,93 Ha dan jumlah penduduk 5.731 jiwa yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani. Nilai-nilai kejawen masih melekat di dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat di lereng Gunung Slamet, seperti percaya pada hal gaib dan mistis 2) Warsito selaku juru kunci Gunung Slamet desa Siremeng, dipercaya sebagai titisan dari juru kunci pertama bernama Nyai Manten Sarak yang lahir di hari Sabtu wage 1953. Mengabdi menjadi juru kunci Gunung Slamet semenjak ia berusia 16 tahun sampai sekarang. 3) peranan Warsito dalam masyarakat sekitar antara lain sebagai informan pendakian, atau penunjuk arah kepada para pendaki yang hendak melakukan pendakian, peranan dalam upacara adat Ruwat Bumi yang dilaksanakan pada bulan suro tanggal 10 Muharam dan Peranan sebagai pemimpin musyawarah dan penasihat spiritual.
Kata Kunci: Biografi, Juru Kunci, Gunung Slame
Warna lukisan batik Tulus Warsito
Seni lukis mempunyai dua acam faktor yaitu, idioplastis dan fisioplastis. Warna merupakan salah satu elemen fisioplastis yang mempunyai peranan penting dalam seni lukis. di samping elemen - elemen pendukung lainnya.Tulus Warsito adalah pelukis batik yang petensisal, mempunyai kepribadian kuat dalam karya - karyanya. Selain itu banyak aktif mengikuti perkembangan seni rupa tanah air di Indonesia
Fragen an Dédé Oetomo
Das Interview mit Dédé Oetomo, einem der Hauptprotagonisten der indonesischen Homosexuellen, führte Warsito Ellwein für südostasien
Komposisi Tari"Rama Bergawa"
Komposisi Tari"Rama Bergawa"
Karya: Warsito Karyanto, Ujian penyajian Tari, Pendapa ISI Surakart
Studi lukisan Tulus Warsito
Tulus Warsito seorang seniman seni lukis dari sekian banyak pelukis Indonesia yang mempunyai peran dalam pengembangan kesenirupaan sebagai inovator dalam mewujudkan gagasan ke bentuk visual dengan teknik-tekniknya, seperti : teknik impasto, teknik opaque, teknik transparan dan teknik sembur/air brush. Adapun yang diteliti dalam penelitian ini adalah tentang ide, latar belakang, dan unsur karakteristik yang khas dalam lukisannya dalam kurun waktu penciptaan anatar 1984-1994
Peran Pengasuh Ma'had Ronggo Warsito MAN 2 Ponorogo Dalam Membentuk Kecerdasan Spiritual Santri
ABSTRAK
Nurlaili, Salsa Fitri. 2023. Peran Pengasuh Ma’had Ronggo Warsito MAN 2 Ponorogo dalam Membentuk Kecerdasan Spiritual Santri. SKRIPSI. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing, Nur Kolis, S.Ag.,M.Ag.,Ph.D
Kata Kunci: Peran Pengasuh, Kecerdasan Spiritual
MAN 2 Ponorogo merupakan suatu lembaga pendidikan madrasah negeri tingkat menengah yang memiliki banyak keunggulan, baik di bidang akademik maupun non akademik juga senantiasa mengembangkan kredo madrasah yang “Ulul Albab” yaitu yang memiliki makna kokoh dalam Iman dan Taqwa (IMTAQ) serta Tangguh dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dan berusaha memaksimalkan pembentukkan kecerdasan spiritual peserta didiknya dengan mewujudkan sebuah alternatif lembaga pendidikan madrasah pertama di ponorogo yaitu Ma’had Ronggo Warsito.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kegiatan apa saja yang dilakukan pengasuh Ma’had Ronggo Warsito MAN 2 Ponorogo dalam membentuk kecerdasan spiritual santri (2) mengetahui apa saja faktor pendukung dan penghambat pengasuh Ma’had Ronggo Warsito MAN 2 Ponorogo dalam membentuk kecerdasan spiritual santri (3) mengetahui bagaimana dampak peran pengasuh Ma’had Ronggo Warsito MAN 2 Ponorogo terhadap kecerdasan spiritual santri
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi lapangan (fiel research). Dengan penelitian model deskriptif kualitatif yang menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu dengan melakukan reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan atau verifikasi. Pengecekkan keabsahan data pada penelitian ini dilakukan dengan perpanjangan keikutsertaan, ketekunana pengamatan dan triangulasi
Berdasarkan hasil penelitan dapat disimpulkan sebagai berikut: (1)Peran pengasuh dalam membentuk kecerdasan spiritual santri dilakukan melalui kegiatan-kegiatan yang telah dijadwalkan di Ma’had Ronggo Warsito MAN 2 Ponorogo yaitu di antaranya: kegiatan shalat berjamaah, kajian kitab, sorongan Al-Qur’an, shalat malam, tahfidz Al-Qur’an, muhadharah, tahlil, qiro’ah, sholawat diba, (2) Faktor pendukung dan faktor penghambat pengasuh dalam membentuk kecerdasan spiritual santri di Ma’had Ronggo Warsito MAN 2 Ponorogo ini, untuk faktor pendukung pengasuh dalam membentuk kecerdasan spiritual santri lebih banyak berasal dari faktor eksternal terutama yang berkaitan dengan lingkungan Ma’had Ronggo Warsito MAN 2 Ponorogo, sedangkan faktor penghambatnya kebanyakkan lebih kepada faktor internal yaitu yang berasal dari dalam diri santri itu sendiri. (3) Dampak peran pengasuh dalam pembentukan kecerdasan spiritual santri di Ma’had Ronggo Warsito MAN 2 Ponorogo di antaranya adalah: a) santri telah memiliki kesadaran diri yang tinggi yang berupa santri sadar akan kewajiban serta tugas-tugasanya. b) Upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT yang berupa disiplin melaksanakan sholat berjamaah dan mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar serta c) Menjalani kehidupan dengan ketulusan dan kerendahan hat
Fair Trade – aber für wen? Gespräch mit Iman Rahmana
Den Leiter des Sedane Labour Information Center, Iman Rahmana, interviewte Warsito Ellwein nach dessen Besuch einer Clean-Clothes- Campaign-Veranstaltung in Mülheim im Februar 2003 für die südostasien.
METODE DAKWAH RONGGO WARSITO MELALUI MEDIA WAYANG KULIT SROBYONG, MLONGGO, JEPARA
Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) untuk mengetahu Biografi Ki Ronggo Warsito Desa Srobyong, Mlonggo, Jepara. 2) untuk mengetahui Praktik Ronggo Warsito Dalam Dakwah Budaya. 3) untuk mengetahui Analisis Metode Dakwah Wayang Kulit Ronggo Warsito. 4) Untuk mengetahui Faktor Penghambat dan Pendukung Dakwah Ronggo Warsito Desa Srobyong, Mlonggo, Jepara.
Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan (field Research) dan merupakan penelitian kualitatif. Merupakan jenis kualitatif deskriptif yaitu data yang dikumpulkan berbentuk kata-kata yang lebih menekankan pada Metodenya dimana metode dakwah dikatakan berhasil manakala bahasa atau pesan yang disampaikan oleh komunikator (da’i) kepada subjek dakwah (mad’u) ini dapat dipahami secara menyeluruh dan mudah dipahami.
Dengan mengetahui karakter dan kpribadia mad’u sebagai penerima dakwah, maka dakwah melalui media wayang kulit dan di korelasikan dengan Grup Wayang akan lebih mengena baik materi, pesan, maupun media yang digunakan tepat sasaran.
Adapun yang menjadi penelitian adalah Ki Ronggo Warsito. Tekhnik pengumpulan data yang digunakan : wawancara dan menggunakan metode dokumentasi dan metode analisis data menggunakan metode deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dakwahnya Ki Ronggo Warsito tersebut menggunakan wayang kulit dan diiringi Grup Wayang Mustika Laras sebagai media dakwahnya dikarenakan ingin melestarikan atau nguri-nguri dakwahnya Walisanga di tanah Jawa.
Khususnya Sunan KaliJaga Demak, sekaligus dikomparasikan dengan media shalawat sesuai dengan mad’u yang mendengarkan. Dengan ini masyarakat lebih memaknai wayang kulit sebagai nilai-nilai pesan dan religius dalam memaknai Islam.
Materi dari dakwah Ki Ronggo Warsito Desa Srobyong, Mlonggo, Jepara bersumber dari Al-Qur’an dan Hadist serta materi ceramah bersifat kondisional, tergantung dari jenis acara pada pengajian tersebut. Jika acaranya walimatul urusy beliau akan menerangkan tentang pernikahan dan hal-hal saja yang berkaitan dengan nikah dan lain-lain
- …
