1,721,002 research outputs found

    Meningkatkan Sikap Ilmiah Mahasiswa Menggunakan Strategi Inkuiri Terbimbing Berbasis Blended Learning Melalui Lesson Study Pada Perkuliahan Genetika

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan sikap ilmiah siswa menggunakan implementasi strategi inkuiri terbimbing berbasis Blended Learning melalui Lesson Study (LS) dalam kuliah genetika. Subjek penelitian adalah 54 mahasiswa Pendidikan Biologi IKIP PGRI Jember yang mengambil mata kuliah genetika, yang dibagi dalam 2 kelas, yaitu kelas A (LS pertama) dan kelas B (LS kedua). Subjek diambil secara purposive. Data diperoleh dengan 2 cara, yaitu dengan tes dan pengamatan proses pembelajaran. Analisis data menggunakan statistik gains skor ternormalisasi rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan sikap ilmiah pada siswa setelah proses pembelajaran genetika menggunakan strategi inkuiri terbimbing berbasis Blended Learning melalui Lesson Study. Peningkatan sikap ilmiah di kelas A adalah 0,78 di kategori tinggi, peningkatan sikap ilmiah di kelas B adalah 0,83 di kategori tinggi. Hasil pengamatan selama proses pembelajaran menunjukkan nilai rata-rata sikap ilmiah di kelas B adalah 12,00 lebih tinggi dari nilai rata-rata sikap ilmiah di kelas A adalah 11,60.  Peningkatan sikap ilmiah siswa terjadi karena penerapan strategi inkuiri terbimbing berbasis Blended Learning, siswa dapat mencari dan menemukan konsep genetika mereka sendiri dengan menggunakan teknologi informasi. &nbsp

    PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF URHANUDDIN AL-ISLAM AZ-ZARNUJI

    Full text link
    Abstract: Big Moslem scholar who live in town of Zarnuj regional of Iraq, now this Afganistan have complete name of Burhanuddin Al-Islam Az-Zarnuji. He live during with Ridha Ad-Din An-Naisaburi between year 500-600 H, while pass awaying him there is telling year 591 H besides year 593 H. Education concept told by Az-Zarnuji by monumental poured in his masterpiece of Ta’Limul Muta’Allim. According to that education he cover five factor that is target of education, educated (student), educator (teacher), appliance (medium) education and environment. While education which is have Islam nuance to. in the masterpiece discussed in 13 section. which by he concluded into three big shares. that is division of science, target and intention learn, and also study method. ØªØ§ÙŠÙ„اولا ىدحا جونرز ةنيدم ÙÙŠ نكسو ،يجونرزلا ملاسلإا نيدلا ناهرب وه يجونرزلا ماملإل لماكلا مسلاا Ù€Ù‡600 - 500 ةنسلا للاخ يروباسينلا نيدلا ىضر لماعلا وه رصاعو .Ù†Ø§ØªØ³Ù†Ø§ØºÙØ£ ÙÙŠ نلآا عقتو ،قارعلا ÙÙŠ . “ مّ لعتلما ميلعت “ Ùورعلما هباتك ÙÙŠ ةيبترلا نع هميهاÙمو Ù‡Ø±Ø§ÙƒÙØ£ مّ دق .ـه 593 ةنس ليقو ـه591 ةنس Ùيوتو Ø³Ù‘ ردلما )3 ،بلاطلا )2 ،ةيبترلا ÙØ§Ø¯Ù‡Ø£ )1 : رصانع ةسخم ىلع تلمتشا ةيبترلا نأ يجونرزلا ماملإا ىأر ÙÙŠ ةروكذم٠”“ مّ لعتلما ميلعت باتك ÙÙŠ ”“ ةيملاسلإا ةيبترلا تاعوضوم امأ .ةئيبلا )5 ،لئاسولا )4 ،مّ لعلما وأ.ميلعتلا قرطو ،ملعتلا اياونو ÙØ§Ø¯Ù‡Ø£Ùˆ ،ملعلا ماسقأ يه ،باوبأ 3 ÙÙŠ Ùلؤلما اهصلختسا ØŒ لاص٠1

    Muhammadiyah dalam perspektif pemahaman keislaman

    No full text
    ABSTRAK Ajaran agama Islam di Indonesia sangatlah syarat dengan aliran-aliran animisme, dinamisme dan terpengaruh oleh ajaran agama Hindu juga agama Budha. Semenjak itulah tepatnya pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H (bertepatan tanggal 18 November 1912 M) Muhammadiyah diresmikan menjadi organisasi persyarikatan dan berkedudukan di Yogyakarta, dipimpin lansung oleh K.H. Ahmad Dahlan. K.H. Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah sebagai upaya penyempurnaan pemikiran beliau dalam melaksanakan Islam dengan sebenar-benarnya dan sebaik-baiknya. Melalui tulisan ini,penulis mencoba menancapkan tombak analisis untuk menguak potensi strategis dalam perspektif pemahaman keislaman. Dengan anggapan,bahwa pemahaman keislaman mempunyai korelasi dan peran strategis. Perbedaan dalam pemahaman keislaman akan menjadi semacam penghalang untuk menuju persatuan pemahaman Islam di Indonesia. Sedangkan Islam adalah agama mayoritas yang menentukan nasib perjuangan dan perjalanan dalam bangsa ini. Agama merupakan landasan yang memperkuat persatuan dalam suatu negara. Bahkan lebih dari itu dengan pemahaman keislaman yang benar-benar murni tentunya sangat diharapkan oleh semua umat di dunia ini. Kesadaran akan perbedaan pemahaman akan menjadi duri penghalang yang sewaktu-waktu bisa menusuk,dan ini tentunya yang kita tidak inginkan. Respek analisis Muhammadiyah dalam perspektif pemahaman keislaman ini oleh penulis,dengan menggunakan pendekatan study pustaka (library’ study approach) dengan segenggam metode yang ada. Dengan metode- metode yang ada yaitu antara metode deduksi,induksi dan komparasi. Dari beberapa pemikiran rasio serta ikhtiar analisa yang telah dilakukan,penulis dapat katakan bahwa pemahaman merupakan landasan dasar bagi pilar-pilar penyangga demi terw ujudnya aktualisasi pemahaman keislaman. Prinsip keteguhan dan gigihnya dalam melaksanakan pemahaman adalah penopang utama dalam menegakkan ajaran Islam yang benar-benar mumi,dan ini tidak bisa diganggu gugat oleh siapa pun. Sebagai prinsip yang sangat mendasar sekali pemahaman keislaman,akan dapat diterjemahkan secara harmonis dan dinamis dalam praktek pemahaman keislaman apabila disana dibangun kesadaran akan pentingnya keislaman yang benar-benar mumi. Animisme dan dinamisme merupakan penyakit dalam Islam yang mana pemahaman ini masih melekat dalam diri masyarakat dan perbuatan semasa nenek moyang mereka dulu masih dijalankan. Untuk mengkikis habis dan menuntaskan permasyalahan ini maka perlu suatu metode yang tentunya dengan memberikan pemahaman keislaman yang benar serta bersumber kepada ٨1-Qur'an dan As-Sunnah. Islam yang mempunyai landasan yang sangat kuat tentunya dapat memecahkan persoalan ini dengan mudah dan benar. Islam sebagai agama yang mempunyai misi rahmatan lilalamin yang berdimensi universal,kosmopolit/dan entemal dalam setiap gerak permasalahan manusia, tidak menghendaki adanya taqlid buta dan superioritas dalam setiap keberadaan yang dihasilkan oleh proses analisa akal dan nalar manusia. Sebab setiap arahan pikiran dan kebenaran yang dipeganginya, selama ia masih bersifat interprestatif, baginya berlaku hukum- hukum eksistensial manusia yang mempunyai kapasitas relatif, nisbi dan terbatas.(Qs.Al-Isra':85). Demikian pula pemahaman yang mana setiap waktu akan mengalami perubahan sesuai dengan waktu dan kondisi pada masa itu. Dalam artian yang sesuai dengan kaidah-kaidah atau norma-norma agama yang masih mengikatnya sebagai dasar hukum. Perbedaan pemahaman tentunya boleh- boleh saja akan tetapi tidak mencampur aduk pemahaman yang telah ditentukan sehingga tidak salah tafsir dalam melaksanakan ajaran Islam yang sebenarnya. Maka dari ini,perspektif pemahaman keislaman di harapkan menjadi gula yang memanisi etika pemahaman keislaman yang benar-benar murni. Begitulah selanjutnya, pemahaman keislaman memberi kontribusi nilai- etik bagi kelangsungan prinsip-prinsip pemurnian ajaran Islam. Namun demikian,setelah dilakukan analisa tentang pemahaman keislaman,maka ada sekelompok yang menentang tentang pemahaman ini yaitu kelompok tradisionalLs. Biar demikian perbedaan tentang pemahaman tentu sudah biasa itulah kebesaran Allah SWT,bukankah perbedaan itu adalah suatu rahmat-Nya. Akhirnya, penulis berkesimpulan bahwa dengan adanya pemahaman keislaman yang berbeda tentunya akan mengembangkan pemikiran ummat Islam supaya kita lebih aktif ,kreatif,inovatif serta positif dalam pemikiran

    Analisis hukum Islam terhadap wasiat larangan menjual tanah Sangkolan: studi kasus di Dusun Kramas Desa Prebaan Kecamatan Ganding Kabupaten Sumenep

    Full text link
    Skripsi ini adalah hasil penelitian lapangan untuk menjawab permasalahan tentang bagaimana konsep warisan tanah sangkolan di Dusun Kramas Desa Parebaan Kecamatan Ganding Kabupaten Sumenep, apa faktor-faktor yang menyebabkan larangan menjual tanah sangkolan clan bagaimana analisis hukum Islam terhadap wasiat larangan menjual tanah sangkolan. Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode deskriptif analisis dengan pola pikir deduktif. Metode deskriptif analisis digunakan untuk menggambarkan secara jelas mengenai larangan menjual tanah warisan ollenah sangkolan bagi masyarakat Dusun Kramas Desa Parebaan Kecamatan Ganding Kabupaten Sumenep sebagai objek yang diteliti, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan pola pikir deduktif yaitu diawali dengan mengemukakan teori-teori yang bersifat umum tentang kepemilikan dalam Islam, lalu dikemukakan kenyataan yang bersifat khusus dari basil penelitian, lalu digunakanlah teori-teori tersebut sebagai alat untuk menganalisis deskripsi perkara, selanjutnya clitarik kesimpulan khusus. Pembahasan dalam skripsi ini menghasilkan kesimpulan bahwa konsep warisan tanah sangkolan di Dusun Kramas Desa Parebaan Kecamatan Ganding Kabupaten Sumenep adalah dibagi sama rata antara anak laki-laki dengan anak perempuan masing-masing mendapat bagian separoh dari tanah sangkolan, terkadang perempuan justru mendapatkan bagian yang lebih banyak dari pada laki­ laki. Jika pewaris hanya mempunyai satu anak, baik laki-laki atau perempuan, maka tanah sangkolan diserahkan semuanya untuk anak tersebut, sedangkan janda pewaris (ibu si anak) tidak mendapat bagian. Jika pewaris tidak meninggalkan anak, hanya ada suami atau istri yang hidup lebih lama, maka tanah sangkolan tersebut menjadi milik dari saudara-saudara si pewaris. Sedangkan faktor-faktor yang menyebabkan larangan menjual tanah sangkolan adalah adanya pesan dari leluhur kepada anak turunnya untuk tidak menjual tanah sangkolan clan talrut kualat atau terkena malapetaka. Menurut hukum Islam wasiat larangan menjual tanah sangkolan tersebut tidaklah dibenarkan karena dapat merugikan ahli waris nantinya. Sedangkan bagi ahli waris sencliri tanab sangkolso tersebut termasuk kategori milk tamm atau kepemilikan yang sempurna yang didapatnya dari hasil warisan dengan jalan khalafiyyah Syakhs 'an Syakhs, yaitu ahli waris menempati tempat si pewaris dalam hal kepemilikan segala harta yang ditinggalkan oleh pewaris. Oleh karenanya seluruh hak yang terkait dengan harta itu di bawah penguasaannya ahli waris. Berdasarkan kesimpulan di atas, bagi masyarakat Dusun Kramas tidak perlu risau dan takut lagi untuk melakukan transaksi jual bell tanah sangkolan yang telah dimiliki atau didapatnya dari pembagian harta waris, selain dibenarkan oleh Islam juga tanah sangkolan tersebut sudah menjadi hak milik mereka dan mereka pun punya hak untulc menjual tanah waris tersebut tanpa ada yang berhak untuk menghalangi atau melarangnya

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods
    corecore