1,721,161 research outputs found
Analisis Tindak Tutur Direktif pada Novel Guru Halimah karya Wandra Ilyas
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan fungsi tindak tutur direktif pada novel Guru Halimah karya Wandra Ilyas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Sumber data pada penelitian ini adalah novel Guru Halimah karya Wandra Ilyas. Teknik pengumpulan data yang digunakam adalah dokumentasi. Langkah-langkah analisis data mulai dari mempersiapkan data hingga data dianalisis adalah (1) pengumpulan data, (2) mengidentifikasi data, (3) mengklasifikasi data, (4) menginterpretasi data, dan (5) menyimpulkan data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tindak tutur direktif yang ditemukan pada novel Guru Halimah karya Wandra Ilyas terdapat delapan jenis tindak tutur direktif, yaitu (1) memesan atau meminta (ordering) sebanyak 39 data tuturan, (2) memerintah (commanding) sebanyak 20 data tuturan, (3) memohon (requesting) sebanyak 23 data tuturan, (4) menasihati (advising) sebanyak 24 data tuturan, (5) menyarankan atau menganjurkan (recommending) sebanyak 10 data tuturan, (6) bertanya (questions) sebanyak 74 data tuturan, (7) melarang (prohibitives) sebanyak 6 data tuturan, (8) mengizinkan (permissives) sebanyak 10 data tuturan. Sedangkan, fungsi tindak tutur direktif yang ditemukan pada novel Guru Halimah karya Wandra Ilyas, yaitu (1) memesan atau meminta (ordering) memiliki fungsi meminta, mengajak, memberi pesan, memohon, mendorong, mengharap, dan mendoa dengan contoh penanda lingual minta, pesan, mari, dan titip. (2) memerintah (commanding) memiliki fungsi memerintah, menyilakan, menyuruh, mengkomando, mengharuskan, memaksa, menuntut, mendesak, dan menginstruksikan dengan contoh penanda lingual ayo dan harus. (3) memohon (requesting) memiliki fungsi memohon, meminta, mengharap, dan mendoa dengan contoh penanda lingual mohon dan tolong. (4) menasihati (advising) memiliki fungsi mengarahkan, mengingatkan, memperingatkan, menasihati, dan mendorong dengan contoh penanda lingual hati-hati. (5) menyarankan atau menganjurkan (recommending) memiliki fungsi menganjurkan dan meminta dengan contoh penanda lingual sebaiknya. (6) bertanya (questions) memiliki fungsi bertanya, menginterogasi, meminta, menghina, membujuk, dan mndesak dengan contoh penanda lingual apa, berapa, dan bagaimana. (7) melarang (prohibitives) memiliki fungsi melarang dan mencegah dengan contoh penanda lingual jangan. (8) mengizinkan (permissives) memiliki fungsi mengizinkan, membolehkan, membiarkan, memaafkan, menyetujui, dan mengabulkan dengan contoh penanda lingual boleh dan ya.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan fungsi tindak tutur direktif pada novel Guru Halimah karya Wandra Ilyas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Sumber data pada penelitian ini adalah novel Guru Halimah karya Wandra Ilyas. Teknik pengumpulan data yang digunakam adalah dokumentasi. Langkah-langkah analisis data mulai dari mempersiapkan data hingga data dianalisis adalah (1) pengumpulan data, (2) mengidentifikasi data, (3) mengklasifikasi data, (4) menginterpretasi data, dan (5) menyimpulkan data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tindak tutur direktif yang ditemukan pada novel Guru Halimah karya Wandra Ilyas terdapat delapan jenis tindak tutur direktif, yaitu (1) memesan atau meminta (ordering) sebanyak 39 data tuturan, (2) memerintah (commanding) sebanyak 20 data tuturan, (3) memohon (requesting) sebanyak 23 data tuturan, (4) menasihati (advising) sebanyak 24 data tuturan, (5) menyarankan atau menganjurkan (recommending) sebanyak 10 data tuturan, (6) bertanya (questions) sebanyak 74 data tuturan, (7) melarang (prohibitives) sebanyak 6 data tuturan, (8) mengizinkan (permissives) sebanyak 10 data tuturan. Sedangkan, fungsi tindak tutur direktif yang ditemukan pada novel Guru Halimah karya Wandra Ilyas, yaitu (1) memesan atau meminta (ordering) memiliki fungsi meminta, mengajak, memberi pesan, memohon, mendorong, mengharap, dan mendoa dengan contoh penanda lingual minta, pesan, mari, dan titip. (2) memerintah (commanding) memiliki fungsi memerintah, menyilakan, menyuruh, mengkomando, mengharuskan, memaksa, menuntut, mendesak, dan menginstruksikan dengan contoh penanda lingual ayo dan harus. (3) memohon (requesting) memiliki fungsi memohon, meminta, mengharap, dan mendoa dengan contoh penanda lingual mohon dan tolong. (4) menasihati (advising) memiliki fungsi mengarahkan, mengingatkan, memperingatkan, menasihati, dan mendorong dengan contoh penanda lingual hati-hati. (5) menyarankan atau menganjurkan (recommending) memiliki fungsi menganjurkan dan meminta dengan contoh penanda lingual sebaiknya. (6) bertanya (questions) memiliki fungsi bertanya, menginterogasi, meminta, menghina, membujuk, dan mndesak dengan contoh penanda lingual apa, berapa, dan bagaimana. (7) melarang (prohibitives) memiliki fungsi melarang dan mencegah dengan contoh penanda lingual jangan. (8) mengizinkan (permissives) memiliki fungsi mengizinkan, membolehkan, membiarkan, memaafkan, menyetujui, dan mengabulkan dengan contoh penanda lingual boleh dan ya.
Kata Kunci: Analisis, Tindak tutur direktif, novel Guru Halimah, Wandra Ilya
ANALISIS TINDAK TUTUR DIREKTIF PADA NOVEL GURU HALIMAH KARYA WANDRA ILYAS
ABSTRAK
Metta Arifica, 2022. Analisis Tindak Tutur Direktif pada Novel Guru Halimah
karya Wandra Ilyas. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Jurusan
Bahasa dan Seni. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas
Bengkulu. Pembimbing utama Dr. Rokhmat Basuki, M.Hum. Pembimbing
pendamping Drs. Supadi, M.Hum.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan fungsi tindak tutur direktif
pada novel Guru Halimah karya Wandra Ilyas. Penelitian ini menggunakan metode
deskriptif. Sumber data pada penelitian ini adalah novel Guru Halimah karya Wandra
Ilyas. Teknik pengumpulan data yang digunakam adalah dokumentasi. Langkah�langkah analisis data mulai dari mempersiapkan data hingga data dianalisis adalah (1)
pengumpulan data, (2) mengidentifikasi data, (3) mengklasifikasi data, (4)
menginterpretasi data, dan (5) menyimpulkan data. Hasil penelitian ini menunjukan
bahwa tindak tutur direktif yang ditemukan pada novel Guru Halimah karya Wandra
Ilyas terdapat delapan jenis tindak tutur direktif, yaitu (1) memesan atau meminta
(ordering) sebanyak 39 data tuturan, (2) memerintah (commanding) sebanyak 20 data
tuturan, (3) memohon (requesting) sebanyak 23 data tuturan, (4) menasihati
(advising) sebanyak 24 data tuturan, (5) menyarankan atau menganjurkan
(recommending) sebanyak 10 data tuturan, (6) bertanya (questions) sebanyak 74 data
tuturan, (7) melarang (prohibitives) sebanyak 6 data tuturan, (8) mengizinkan
(permissives) sebanyak 10 data tuturan. Sedangkan, fungsi tindak tutur direktif yang
ditemukan pada novel Guru Halimah karya Wandra Ilyas, yaitu (1) memesan atau
meminta (ordering) memiliki fungsi meminta, mengajak, memberi pesan, memohon,
mendorong, mengharap, dan mendoa dengan contoh penanda lingual minta, pesan,
mari, dan titip. (2) memerintah (commanding) memiliki fungsi memerintah,
menyilakan, menyuruh, mengkomando, mengharuskan, memaksa, menuntut,
mendesak, dan menginstruksikan dengan contoh penanda lingual ayo dan harus. (3)
memohon (requesting) memiliki fungsi memohon, meminta, mengharap, dan mendoa
dengan contoh penanda lingual mohon dan tolong. (4) menasihati (advising) memiliki
fungsi mengarahkan, mengingatkan, memperingatkan, menasihati, dan mendorong
dengan contoh penanda lingual hati-hati. (5) menyarankan atau menganjurkan
(recommending) memiliki fungsi menganjurkan dan meminta dengan contoh penanda
lingual sebaiknya. (6) bertanya (questions) memiliki fungsi bertanya, menginterogasi,
meminta, menghina, membujuk, dan mndesak dengan contoh penanda lingual apa,
berapa, dan bagaimana. (7) melarang (prohibitives) memiliki fungsi melarang dan
mencegah dengan contoh penanda lingual jangan. (8) mengizinkan (permissives)
memiliki fungsi mengizinkan, membolehkan, membiarkan, memaafkan, menyetujui,
dan mengabulkan dengan contoh penanda lingual boleh dan ya.
Kata kunci: Analisis, Tindak tutur direktif, novel Guru Halimah, Wandra Ilyas
KARAKTERISTIK GURU HALIMAH DALAM NOVEL GURU HALIMAH KARYA WANDRA ILYAS
ABSTRAK
Emmia Agita Br Sembiring. Karakteristik Guru Halimah Dalam Novel Guru
Halimah Karya Wandra Ilyas. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia
Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni FKIP Universitas Bengkulu.
Pembimbing Utama Drs. Amrizal, M.Hum. Pembimbing Pendamping Drs.
Amril Canrhas, M.S.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik Guru Halimah dalam
novel Guru Halimah karya Wandra Ilyas melalui analisis unsur-unsur novel yang
meliputi, tema, alur , dan penokohan. Metode penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Pendekatan dalam Penelitian ini
yaitu menggunakan pendekatan psikologi sastra. Teknik pengumpulan data dalam
penelitian ini yaitu dengan menggunakan studi kepustakaan. Teknik analisis data
yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah dengan membuat sinopsis,
mengidentifikasi unsur-unsur novel yang mendukung pembentukan karakteristik
Guru Halimah , mengidentifikasi karakteristik Guru Halimah, mengklasifikasikan
karakteristik Guru Halimah, menganalisis karakteristik Guru Halimah dan
menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu karakteristik Guru Halimah
tersebut diantaranya mempunyai hati nurani, mempunyai harga diri, mempunyai
rasa empati, religius, rendah hati dan jiwa gotong royong yang sangat tinggi
terhadap sesama. Karakteristik Guru Halimah dapat mencerminkannya sebagai
pendidik yang berintegritas sempurna di mata masyarakat.
Kata Kunci: Psikologi Sastra, Tokoh Guru Halimah, Novel Guru Halima
KARAKTERISTIK GURU HALIMAH DALAM NOVEL GURU HALIMAH KARYA WANDRA ILYAS
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik Guru Halimah dalam
novel Guru Halimah karya Wandra Ilyas melalui analisis unsur-unsur novel yang
meliputi, tema, alur , dan penokohan. Metode penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Pendekatan dalam Penelitian ini
yaitu menggunakan pendekatan psikologi sastra. Teknik pengumpulan data dalam
penelitian ini yaitu dengan menggunakan studi kepustakaan. Teknik analisis data
yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah dengan membuat sinopsis,
mengidentifikasi unsur-unsur novel yang mendukung pembentukan karakteristik
Guru Halimah , mengidentifikasi karakteristik Guru Halimah, mengklasifikasikan
karakteristik Guru Halimah, menganalisis karakteristik Guru Halimah dan
menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu karakteristik Guru Halimah
tersebut diantaranya mempunyai hati nurani, mempunyai harga diri, mempunyai
rasa empati, religius, rendah hati dan jiwa gotong royong yang sangat tinggi
terhadap sesama. Karakteristik Guru Halimah dapat mencerminkannya sebagai
pendidik yang berintegritas sempurna di mata masyarakat.
Kata Kunci: Psikologi Sastra, Tokoh Guru Halimah, Novel Guru Halima
Taenia solium Cysticercosis, Irian Jaya, Indonesia
Centers for Disease Control and Prevention, Toni, Wandra ; Akira, Ito ; Hiroshi, Yamasaki ; Thomas, Suroso ; Sri S. Margono, Emerging Infectious Diseases, 9(7), 2003, 884-885.
publishe
Plan de mercadeo Café Castillo de Wandra
Café Castillo de Wandra es el resultado que se obtuvo al buscar una buena forma para mejorar los ingresos en la finca Santana del municipio de Támesis (Antioquia), a partir de agregarle valor al grano producido en ella -- Para poder cumplir los objetivos de ventas e ingresos, es necesario elaborar un plan de mercadeo ejecutable a un año que contenga todas las variables del mix de mercadeo y que permita que el producto tenga un posicionamiento estratégico dentro de su mercado objetivo -- El plan de mercadeo se desarrolla en las siguientes etapas: En la primera etapa se establece el direccionamiento estratégico de la empresa -- Aquí se definen las metas a largo plazo, la misión y la visión, además del objetivo del plan de mercadeo -- Posteriormente, la segunda etapa, desarrolla el estudio de la situación actual del entorno y la competencia dentro de la categoría de cafés especiales -- Aquí se identifican los principales competidores y sus respectivas estrategias de precio y comunicación -- En la tercera etapa está desarrollado el estudio de las características del producto café Castillo de Wandra frente a las variables de la mezcla de mercadeo (producto, precio, comunicación y distribución) y basado en estas, se define el mercado objetivo -- Adicionalmente, con la información obtenida de la segunda etapa, se realiza el análisis DOFA, que da como resultado la identificación de las oportunidades para el cumplimiento de los objetivos del plan de mercadeo y el correspondiente posicionamiento estratégico dentro del mercado objetivo -- Luego, en la cuarta etapa, se desarrollaron las estrategias y tácticas para la ejecución del plan de mercadeo, en ellas se establecen acciones, responsables, tiempos y controles para garantizar el cumplimiento de los objetivos propuestos durante el año que dura el plan de mercadeo -- El producto final es un documento que permite a los socios de la compañía ejecutar paso a paso las etapas para alcanzar las metas de ventas propuestas, y además, se convierte en un manual para el área de ventas, la cual ejecutará las acciones comerciales en el futuroMaestríaMagíster en Administració
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
