1,733,710 research outputs found
STATUS GIZI BERHUBUNGAN DENGAN KECEPATAN LARI MAHASISWA DI UKM FUTSAL UNIVERSITAS NGUDI WALUYO
Futsal players are known to be players who need a lot of energy. With good nutrition, futsal players have optimum physical condition. The aim of this research was to determine the correlation between nutritional status and running speed of UKM Futsal players at Ngudi Waluyo University. This research is a correlation study with a cross sectional design on 24 athletes using a total sampling technique. Then univariate and bivariate analysis was carried out using the Spearman's Correlation statistical test. The research results showed that body mass index was significantly related to the running speed of Ngudi Waluyo University Futsal UKM Athletes, this was shown by p-value = 0.01. The conclusion shows that nutritional status is related to the running speed of students at the Futsal UKM, Ngudi Waluyo University.
ABSTRAK
Pemain futsal diketahui merupakan pemain yang membutuhkan banyak energi dengan terpenuhinya gizi yang baik maka pemain futsal memiliki kualitas kondisi fisik yang optimum. Tujuan dalam penelitian ini guna mengetahui korelasi antara status gizi dengan kecepatan lari pemain Futsal UKM Universitas Ngudi Waluyo. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan rancangan cross sectional pada 24 atlet dengan teknik total sampling. Kemudian dilakukan analisis univariate dan bivariate menggunakan uji statistik Spearman’s Correlation. Hasil penelitian diketahui bahwa indeks massa tubuh berhubungan signifikan dengan kecepatan lari Atlet UKM Futsal Universitas Ngudi Waluyo, hal itu ditunjukan dengan p-value = 0,01. Kesimpulan menunjukkan bahwa status gizi berkaitan dengan kecepatan lari mahasiswa di UKM Futsal Universitas Ngudi Waluyo
Sikap dan Perilaku Swamedikasi Dismenore Primer pada Mahasiswi Farmasi Universitas Ngudi Waluyo : Attitudes and Behavior of Self-Medication for Primary Dysmenorrhea among Pharmacy Students at Ngudi Waluyo University
Women experience pain that varies in intensity for each individual. Menstrual pain can be treated using pharmacological and non-pharmacological therapy. The use of therapy for dysmenorrhea can improve the quality of life of sufferers. The Pharmacy Study Program at Ngudi Waluyo University is dominated by female students where menstrual pain will be an obstacle that affects their academic and daily activities. The aim of this study was to determine the attitudes and behavior of students from the Pharmacy Study Program at Ngudi Waluyo University when experiencing primary dysmenorrhea and to assess the strength of the correlation between the intensity of dysmenorrhea pain and therapy. The method used in this research is descriptive analysis with simple random sampling data collection techniques. Data was analyzed using the SPSS 25 statistical application. Based on the data obtained, 27.11% of respondents used therapy, and 72.89% of respondents did not use therapy. Reducing the pain intensity of primary dysmenorrhea has a correlation of 0.520 (moderate) with the use of therapy. Based on statistical tests on academic activities (sig. 0.006) and daily activities (sig. 0.000) which shows that there is an influence of primary dysmenorrhea on the academic and daily activities of respondents, but it has a weak correlation, namely 0.212 and 0.306 respectively. The use of therapy can reduce the intensity of pain in primary dysmenorrhea, however, many do not use therapy when experiencing primary dysmenorrhea and primary dysmenorrhea affects the respondents' academic and daily activities.
ABSTRAK
Perempuan mengalami nyeri haid dengan intensitas yang berbeda pada setiap individu. Nyeri haid dapat diatasi menggunakan terapi farmakologi maupun non farmakologi. Penggunaan terapi pada dismenore dapat meningkatkan kualitas hidup penderita. Prodi Farmasi Universitas Ngudi Waluyo didominasi oleh mahasiswi dimana nyeri haid akan menjadi kendala yang mempengaruhi aktivitas akademik maupun kesehariannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sikap dan perilaku mahasiswi Prodi Farmasi Universitas Ngudi Waluyo ketika mengalami dismenore primer dan menilai kekuatan korelasi intensitas nyeri dismenore terhadap terapi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan teknik pengambilan data simple random sampling. Data dianalisis menggunakan aplikasi statistik SPSS 25. Berdasarkan data yang diperoleh, sebanyak 27,11% responden menggunakan terapi, dan 72,89% responden tidak menggunakan terapi. Penurunan intensitas nyeri dismenore primer mempunyai korelasi 0,520 (moderate) dengan penggunaan terapi. Berdasarkan uji statistik pada aktivitas akademik (sig. 0,006) dan aktivitas keseharian (sig. 0,000) yang menunjukkan terdapat pengaruh dismenore primer terhadap kegiatan akademik dan keseharian respoden, namun mempunyai korelasi yang lemah, yaitu masing-masing 0,212 dan 0,306. Penggunaan terapi dapat menurunkan intensitas nyeri pada dismenore primer, akan tetapi banyak yang tidak menggunakan terapi ketika mengalami dismenore primer dan dismenore primer mempengaruhi kegiatan akademik dan keseharian responden
Penerapan Sistem Pelayanan Pendaftaran Pasien Rawat Jalan di RSUD Waluyo Jati
ABSTRACT The first service that is directly related to patients is the registration service. The quality of health services can be improved to achieve optimal health. The effectiveness of patient registration services is one of the main indicators of improving the quality of hospital services. Therefore, patient registration services in hospitals and the factors that influence them are of interest to researchers. Customers who receive fast service do not have to wait long, which indicates high quality service. Substandard service at the registration counter can contribute to low customer satisfaction.9 The outpatient registration process at each health facility varies within the service system based on the institution's internal policies. However, there are still several obstacles in the outpatient registration process at the hospital, and some patients still do not fully understand the procedure. This study aims to provide a comprehensive overview of the outpatient registration services at Waluyo Jati Kraksaan Regional Hospital. At RSUD Waluyo Jati Kraksaan, a qualitative research approach was used through a series of direct observations and interviews. This research reveals that the outpatient registration system at RSUD Waluyo Jati Kraksaan operates both directly and indirectly. Several problems arose during the service process, including patients forgetting to bring identification. Keywords: Registration, Service, Outpatient ABSTRAK Layanan pertama yang berhubungan langsung dengan pasien adalah layanan registrasi. Mutu pelayanan kesehatan dapat ditingkatkan untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal. Efektivitas pelayanan registrasi pasien merupakan salah satu indikator utama peningkatan mutu pelayanan rumah sakit. Oleh karena itu pelayanan pendaftaran pasien di rumah sakit serta faktor-faktor yang mempengaruhinya menjadi menarik bagi peneliti. Pelanggan yang mendapat pelayanan cepat tidak perlu menunggu lama, yang menandakan pelayanan berkualitas tinggi. Pelayanan yang kurang lancar di loket pendaftaran dapat berkontribusi terhadap rendahnya kepuasan pelanggan.9 Proses pendaftaran rawat jalan di setiap fasilitas kesehatan berbeda-beda dalam sistem pelayanan berdasarkan kebijakan internal institusi. Namun, masih terdapat beberapa kendala dalam proses pendaftaran rawat jalan di rumah sakit, dan sebagian pasien masih belum memahami sepenuhnya prosedurnya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai pelayanan pendaftaran rawat jalan RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Di RSUD Waluyo Jati Kraksaan, pendekatan penelitian kualitatif digunakan melalui serangkaian observasi langsung dan wawancara. Penelitian ini mengungkapkan bahwa sistem registrasi rawat jalan RSUD Waluyo Jati Kraksaan beroperasi baik secara langsung maupun tidak langsung. Beberapa permasalahan muncul selama proses pelayanan, antara lain pasien lupa membawa identitas. Kata Kunci: Pendaftaran, Pelayanan, Rawat Jala
Implementasi Sport Scince pada Unit Kegiatan Mahasiswa Bola Voli Universitas Ngudi Waluyo
The development of the achievements of the Ngudi Waluyo University (UNW) volleyball Student Activity Unit (UKM) must be done using all efforts and abilities to reach the final limit in this case through the Sport Science approach for UNW volleyball UKM members. Through this programme, it is expected to be able to answer problems related to the extent of coaching capacity through training programs and injury management. This community service program is in the form of assistance for members of the Volleyball Student Activity Unit at Ngudi Waluyo University. This activity is aimed at improving the ability of UNW volleyball UKM achievement development related to the dominant physical condition of volleyball through sports training programs and its supporting factors in the form of injury management forathletes (Volleyball UKM members). The method used in this community service is starting from field observations, education and mentoring for training programs and assistance with injury management for UNW volleyball UKM athletes, to be able to improve their physical condition in supporting their performance during training and during competitions (competitions). This community service was carried out for four months, including initial observations to raise existing problems and then reviewed for problem solving, continued with initial seminars and preparations, training (theory and practice), final seminars and reporting. The training was held with theoretical material: a) identification and handling of injuries to volleyball athletes,b) Volleyball athlete training programs. Practical training in the form of improving injury management skills and, practicing making exercise programs. Based on the results of observations during the activity, the following results were shown: 1) participants were enthusiastic during the activity seen from the amount of feedback between participants and resource persons, 2) participants were active in telling training experiences and injuries they had experienced, 3) participants were very cooperative in carrying out injury management practices. Based on the results of this activity, it can be concluded that training on the implementation of sports sciences can improve knowledge and skills for members of the Volleyball UKM at Ngudi Waluyo University.ABSTRAKPembinaan prestasi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) bola voli Universitas Ngudi Waluyo (UNW) harus dilakukan dengan menggunakan segala usaha serta kemampuannya hingga mencapai batas akhir dalam hal ini melalui pendekatan Sport Science bagi mahasiswa UKM bola voli UNW. Melalui pengabdian ini diharapkan dapat menjawab permasalahan terkait sejauh mana kapasitas pembinaan melalui program latihan dan penanganan cedera. Program pengabdian kepada masyarakat ini berupa pendampingan bagi anggota Unit Kegiatan Kemahasiswaan Bola Voli Universitas Ngudi Waluyo. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan pembinaan prestasi UKM bola voli UNW terkait dengan faktor kondisi fisik dominan olahraga bola voli melalui program latihan olahraga berikut faktor pendukungnya berupa penatalaksanaan penanganan cedera bagi atlet (anggota UKM Bola Voli). Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah dimulai dari observasi lapangan, edukasi dan pendampingan program latihan dan pendampingan penanganan cedera bagi para atlet UKM bola voli UNW, untuk dapat meningkatkan kondisi fisik dalam mendukung penampilan saat berlatih maupun pada saat pertandingan (kompetisi). Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan selama empat bulan, meliputi observasi awal untuk memunculkan masalah yang ada dan kemudian dikaji untuk diberikan pemecahan masalah, dilanjutkan seminar awal dan persiapan, pelatihan (teori dan praktik), seminar akhir dan pelaporan. Pelatihan yang diselenggarakan dengan materi teori: a) identifikasi dan penanganan cedera pada atlet bola voli, b) Program latihan atlet bola voli. Pelatihan praktik berupa peningkatan keterampilan penanganan cedera dan, praktik membuat program latihan. Berdasarkan hasil pengamatan selama kegiatan berlangsung, menunjukkan hasil sebagai berikut: 1) peserta bersemangat dan antusias selama mengikuti kegiatan dilihat dari banyaknya umpan balik antara peserta dan narasumber, 2) peserta aktif dalam menceritakan pengalaman latihan dan cedera yang pernah dialami, 3) peserta sangat kooperatif dalam melaksanakan praktik penanganan cedera. Berdasarkan hasil kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa pelatihan implementasi sport sciences dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi anggota UKM Bola Voli Universitas Ngudi Waluyo
LATIHAN DRILL-SPIKE MEMBERIKAN PENGARUH TERHADAP HASIL KETEPATAN SMASH PADA ATLET UNIT KEGIATAN MAHASISWA BOLA VOLI UNIVERSITAS NGUDI WALUYO
The Volleyball is a team game played by six people, to drop the ball into the opponent's area starting with a serve. The basic technique that must be mastered in playing volleyball is the smash, which requires good mastery and precision, and can be developed through drill-spike training. Identify the existing problem that Ngudi Waluyo University Volleyball Student Activity Unit athletes in Smashing are still in the deficient category, which is supported by facts on the field. The research used a cross-sectional design. The type of study applied was the effect of drill-spike training on smash accuracy results in athletes from the Volleyball Student Activity Unit at Ngudi Waluyo University. The information obtained by researchers is in the form of Pre-test, Treatment, and Post-test. The instruments used in this study include, for drill-spike using a target tool, cone. Measurements were carried out 10 times drill-spike from each athlete in 12 meetings, then the data obtained were recorded by the researcher according to the data obtained. For the accuracy of the smash, data collection was carried out by smashing 5 times for each athlete with a predetermined target. The results of the research showed that the smash accuracy of athletes from the Volleyball Student Activity Unit at Ngudi Waluyo University in the initial test (pre-test) had an average accuracy result of 6.9500. After being given treatment in the form of Drill-spike training (post-test), there was an increase in smash accuracy results with an average of 18.1500, and there was an increase in smash accuracy of 161.1%. This conclusion is based on the results of the T–Test which shows the Sig value. (2-tailed) of .000 < 0.05 which means there is an influence. This indicates that H0 is rejected, and H1 is accepted at the 95% confidence level.
Abstrak
Bola Voli merupakan jenis permainan tim yang dimainkan oleh enam orang, dengan tujuan menjatuhkan bola ke area lawan yang dimulai melalui pukulan servis. Teknik dasar yang harus dikuasai dalam permainan bola voli adalah smash, yang memerlukan penguasaan serta ketepatan yang baik, yang dapat dikembangkan melalui latihan drill–spike. Identifikasi masalah yang ada bahwa Atlet Unit Kegiatan Mahasiswa Bola Voli Universitas Ngudi Waluyo dalam melakukan smash masih dalam kategori kurang, yang didukung dengan fakta di lapangan. Penelitian menggunakan desain crosssectional, Jenis studi yang diterapkan yaitu pengaruh latihan drill-spike terhadap hasil ketepatan smash pada atlet Unit Kegiatan Mahasiswa Bola Voli Universitas Ngudi Waluyo. Pengumpulan informasi yang diperoleh peneliti berupa pre–test, treatment, dan post–test. instrumen dalam penelitian ini menggunakan dalam penelitian ini antara lain, untuk drill-spike menggunakan alat target sasaran, cone. Pengukuran dilakukan sebanyak 10 kali drill–spike dari setiap atlet dalam 12 kali pertemuan, kemudian data yang diperoleh dicatat oleh peneliti sesuai dengan data yang diperolehnya. Untuk ketepatan smash pengambilan data dilakukan dengan melakukan smash sebanyak 5 kali setiap atlet dengan target sasaran yang sudah di tentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketepatan smash pada atlet Unit Kegiatan Mahasiswa Bola Voli Universitas Ngudi Waluyo tes awal (pre–test) memiliki hasil ketepatan dengan rata–rata 6.9500. Setelah diberikan treatmen berupa latihan drill–spike (post–test) terdapat peningkatan hasil ketepatan smash dengan rata–rata 18.1500, dan terjadi peningkatan ketepatan smash sebesar 161.1%. Kesimpulan ini didasarkan pada hasil Uji T–Test yang menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar .000 < 0.05 yang berarti terdapat pengaruh. Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak, dan H1 diterima pada tingkat kepercayaan 95%
Gambaran Pola Konsumsi Makanan Selingan dan Status Gizi Mahasiswa Fakultas Kesehatan Universitas Ngudi Waluyo
Asupan makan dapat mempengaruhi status kesehatan dan gizi individu. Status gizi yang baik dipengaruhi oleh asupan makan utama dan selingan yang mencukupi. Adanya perubahan konsumsi makan pada masyarakat modern saat ini mempengaruhi asupan makan terutama pada usia remaja dan dewasa yang selalu mengikuti tren. Konsumsi makanan selingan yang berlebihan dan menghilangkan makan utama, dapat berkontribusi terhadap status gizi. Frekuensi dan pemilihan makanan selingan mempengaruhi jumlah asupan energi yang mempengaruhi status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola konsumsi makanan selingan baik frekuensi dan pemilihan makanan selingan serta status gizi mahasiswa Fakultas Kesehatan Univeristas Ngudi Waluyo. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan pendekatan cross-sectional dengan pemilihan subjek penelitian ditentukan secara purposive. Teknik pengambilan subjek dilakukan dengan simple-random-sampling dan diperoleh subjek sebanyak 68 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan pola konsumsi makanan selingan pada subjek dalam penelitian ini yaitu sebanyak 52% frekuensi konsumsi tidak lebih dari dua kali per hari, dengan pemilihan jenis olahan makanan berupa makanan yang diproses secara sederhana yang umumnya memiliki kandungan lemak lebih tinggi dengan kandungan protein lebih rendah. Mayoritas subjek memiliki status gizi normal. Pola konsumsi makanan selingan subjek dalam penelitian ini adalah frekuensi konsumsi tidak lebih dari dua kali per hari, dengan pemilihan jenis olahan makanan berupa makanan yang diproses secara sederhana. Mayoritas status gizi subjek termasuk normal yang menunjukkan mahasiswa Fakultas Kesehatan Universitas Ngudi Waluyo memiliki pengetahuan gizi yang memadai dan menerapkannya dalam keseharian
Hubungan Kompensasi Non Finansial dengan Motivasi Perawat Melanjutkan Pendidikan di RSK Ngesti Waluyo
Motivasi dibutuhkan perawat guna memberikan pelayanan kesehatan khususnya asuhan  keperawatan  yang  komprehensif.  Motivasi  eksternal  terdiri  dari konpensasi finansial dan non finansial. Salah satu motivasi perawat dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi adalah mendapatkan pengakuan kenaikan jenjang pendidikan. Pengakuan jenjang pendidikan merupakan bentuk kompensasi non finansial yang diharapkan juga akan meningkatkan kompensasi finansial perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kompensasi non finansial dengan motivasi perawat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di RSK Ngesti Waluyo. Desain penelitian ini deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional dengan jumlah sampel 116 perawat diambil dengan metode simple random sampling.  Instrumen  penelitian  dengan  menggunakan  kuesioner.  Analisis Univariat menggunakan uji statistik deskriptif untuk mengetahui distribusi frekuensi  variabel kompensasi non  finansial dan variabel motivasi.  Analisis bivariat menggunakan  uji  korelasi Spearmans. Gambaran kompensasi non finansial sebagian besar dalam kategori cukup baik yaitu 72 orang (62,1%). Gambaran motivasi pendidikan sebagian besar dalam kategori rendah yaitu 59 orang (50,9%), hasil uji statistik korelasi spearman yaitu  p value adalah 0,000 dan Correlation Coefficient  (koefisien korelasi)  sebesar 0,338. Ada hubungan kompensasi non finansial dengan motivasi perawat melanjutkan pendidikan di RSK Ngesti Waluyo. Manajemen RSK Ngesti Waluyo Parakan Temanggung hendaknya memperhatikan faktor kompensasi non finansial, yaitu dengan memperbaiki kondisi kerja dan menerapkan kebijakan yang lebih baik terutama dalam hal pendidikan bagi perawat agar motivasi kerja yang dimiliki oleh perawat semakin tinggi dan tentu akan meningkatkan kinerja perawat di Rumah Sakit
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PENERIMAAN MAHASISWA BARU BERBASIS WEB DI UNIVERSITAS NGUDI WALUYO
Universitas Ngudi Waluyo saat ini telah berkembang dengan pesat hal ini dapat dilihat dari jumlah mahasiswa yang terus meningkat secara signifikan jumlah mahasiswa yang banyak, maka perlu pelayanan yang pesat pula. Pengembangan Sistem Informasi Transaksional Penerimaan Mahasiswa Baru berbasis Web adalah sebuah sistem yang dibangun untuk mempercepat dan mempermudah penerimaan mahasiswa baru. Sistem ini dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL. Dalam aplikasi ini terdapat dua user, admin dan Panitia PMBProgram aplikasi ini akan sangat membantu baik bagi pihak panitia penerimaan mahasiswa baru (PPMB) yang merupakan ajang promosi kampus ke dunia luas, juga membantu calon mahasiswa yang berasal dari luar kota ataupun luar pula
- …
