1,720,976 research outputs found

    PENOLAKAN BUDAYA PERNIKAHAN DI MINANGKABAU DALAM KUMPULAN CERPEN “JODOH UNTUK JUHANA” KARYA A.R. RIZAL (TINJAUAN ANTROPOLOGI SASTRA)

    Get PDF
    ABSTRAK PENOLAKAN BUDAYA PERNIKAHAN DI MINANGKABAU DALAM KUMPULAN CERPEN “JODOH UNTUK JUHANA” KARYA A.R. RIZAL (TINJAUAN ANTROPOLOGI SASTRA) Oleh: Walfajri (Pembimbing Skripsi : Drs. Wasana, M. Hum., Dr. Silvia Rosa, M. Hum.) Karya sastra dapat mengungkapkan tema-tema mengenai keadaan sosial budaya masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini membahas tentang budaya pernikahan di Minangkabau dalam kumpulan cerpen Jodoh Untuk Juhana karya A.R. Rizal. Kumpulan cerpen Jodoh Untuk Juhana membicarakan kehidupan sosial, budaya, serta kritik sosial yang di dalamnya dibalut dengan kisah percintaan. Teori yang digunakan untuk membahas dan menganalisis budaya pernikahan di Minangkabau dalam kumpulan cerpen Jodoh Untuk Juhana adalah teori antropologi sastra. Data penelitian ini adalah dialog atau narasi yang mengandung wujud kebudayaan Minangkabau dalam cerpen Jodoh Untuk Juhana karya A.R Rizal. Dan analisis data penelitian ini berupa analisis dokumen. Berdasarkan hasil analisis yang menggunakan teori antropologi sastra terhadap kumpulan cerpen Jodoh Untuk Juhana, dapat disimpulkan bahwa budaya pernikahan di Minangkabau, seperti: uang bajapuik, kawin pulang ka bako, dan usia yang ideal dalam perkawinan di Minangkabau tidak hanya ditolak oleh pengarang tapi juga beberapa masyarakat di wilayah Minangkabau. Kata Kunci: Budaya, Pernikahan, Antropologi Sastra, Minangkaba

    TINJAUAN FIQIH MUAMALAH TERHADAP PRAKTIK ARISAN TEMBAK DI DESA PENARAH KECAMATAN BELAT KABUPATEN KARIMUN

    Get PDF
    ABSTRAK Walfajri (2023) Tinjauan Fiqh Muamalah Terhadap Praktik Arisan Tembak Di Desa Penarah Kecamatan Belat Kabupaten Karimun Penulisan skripsi ini dilatarbelakangi oleh adanya praktik arisan dengan sistem tembak di Desa Penarah Kecamatan Belat Kabupaten Karimun. Pada sistemnya arisan ini membolehkan anggota untuk menembak dengan cara menulis jumlah uang yang kemudian uang tersebut dibayarkan ke anggota lain yang belum memenangkan arisan. Akibat dari sistem tembak ini setiap anggota dalam satu kelompok arisan tembak tidak mendapatkan jumlah uang yang sama dengan apa yang dia bayar sedangkan pada dasarnya arisan menggunakan sistem Qard (hutang piutang). hal tersebut mengindikasikan adanya riba nasi’ah dalam sistem hutang piutang. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan arisan tembak dan bagaimana tinjauan fiqh muamalah terhadap praktik arisan tembak di Desa Penarah Kecamatan Belat Kabupaten Karimun. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan dan tinjauan fiqh muamalah terhadap pelaksanaan arisan tembak di Desa Penarah Kecamatan Belat Kabupaten Karimun. Jenis penelitian adalah penelitian lapangan (field research) dan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi serta angket. Adapun sampel yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah 15 orang anggota arisan. Selanjutnya data yang ada dikumpulkan kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif yaitu menguraikan dan menggambarkan pokok permasalahan yang ada, sehingga penguraian tersebut dapat diambil kesimpulannya. Berdasarkan hasil penelitian, pelaksanaan arisan tembak di Desa Penarah Kecamatan Belat Kabupaten Karimun beranggotakan 15 orang dengan pembayaran Rp.1.000.000 perbulan dan pengundian dilakukan setiap bulan pada tanggal 15. Arisan dengan sistem tembak ini berbeda dengan arisan pada umumnya dimana pada sistemnya anggota arisan diperkenankan untuk menembak dengan cara menulis jumlah dana tembak. Anggota dengan dana tembak paling besar adalah anggota yang bisa memenangkan arisan pada bulan tersebut. Setelah anggota yang memenangkan tembak harus membayar dengan dana yang sama kepada semua anggota yang belum mendapatkan arisan. Hal tersebut menyebabkan dana yang dibayar tidak sama dengan dana yang didapat apabila anggota tersebut menembak. Adapun ditinjau dari fiqh muamalah peraktek arisan tembak ini belum sesuai dengan prinsip muamalah karena adanya unsur ketidak adilan, gharar dan spekulasi. Kata Kunci: Arisan Tembak, Fiqh Muamalah, Desa Penara

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM BAHASA ARAB

    Get PDF
    Abstract The curriculum and learning are two things that can not be separated. The curriculum serves as a guide that provides the direction and purpose of education and content to be learned, while learning is a process that occurs in the interaction of teaching and learning between teachers and students. Without a clear curriculum as a reference, then learning process will not take place effectively. Similarly, the curriculum will not be meaningful if it is not implemented in the learning process. The development of an Arabic learning curriculum is a never-ending process that must be done continuously. If not, then the curriculum becomes obsolete or out of date. Nevertheless, the curriculum development can not be done perfunctorily or in any old way. To produce a qualified Arabic leaning curriculum must stand on a firm foundation, among others: religious, philosophical, juridical, linguistic, psychololinguistic, sociolinguistic, and scientific and technological foundations. Abstrak Kurikulum dan pembelajaran merupakan dua hal yang tak dapat dipishakan. Kurikulum berfungsi sebagai pedoman yang memberikan arah dan tujuan pendidikan serta isi yang harus dipelajari, sedangkan pembelajaran adalah proses yang terjadi dalam interaksi belajar dan mengajar antara guru dan siswa. Tanpa kurikulum yang jelas sebagai acuan, maka pembelajaran tidak akan berlangsung secara efektif. Demikian pula, kurikulum tidak akan bermakna jika tidak diimplementasikan dalam proses pembelajaran. Pengembangan kurikulum bahasa Arab adalah proses yang tak pernah berhenti yang harus dilakukan secara kontinu. Jika tidak, maka kurikulum tersebut menjadi usang atau ketinggalan zaman. Namun demikian, pengembangan kurikulum tidak bisa dilakukan dengan asal jadi atau secara sembarangan. Untuk menghasilkan kurikulum bahasa Arab yang berkualitas harus berpijak pada landasan yang kukuh, antara lain: landasan religius, filosofis, yuridis, linguistik, psikololinguistik, sosiolinguitik, dan landasan ilmu pengetahuan dan teknologi

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
    corecore