2,077 research outputs found
Kepatuhan Pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) Persalinan pada Bidan di Semarang
Kepatuhan Pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) Persalinan pada Bidan di Semarang
Ida Wahyuni dan EkawatiOccupational Safety and Health Department, Faculty of Public Health Diponegoro UniversityCorresponding author: [email protected]
ABSTRAKBidan seperti halnya pekerja menghadapi risiko penyakit akibat kerja. Risiko ini meningkat karena bidan berhubungan dengan cairan tubuh ibu hamil/bersalin seperti darah dan ketuban. Penggunaan alat pelindung diri sangat diperlukan untuk meminimalisir risiko tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri pada bidan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Responden adalah semua bidan di puskesmas perawatan sejumlah 73 orang. Data didapatkan berdasarkan pengisian kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 100% bidan mencuci tangan dan mengenakan sarung tangan saat menangani pasien. Sebanyak 87,8% mengenakan masker; 35,1% mengenakan kacamata; dan hanya 6,8% mengenakan topi. Bidan perlu meningkatkan kepatuhan pemakaian alat pelindung diri untuk masker, kacamata dan topi.Kata Kunci: kepatuhan pemakaian alat pelindung diri, bidanCompliance of Personal Protective Equipment (PPE) Use for Midwives in Semarang Ida Wahyuni dan EkawatiOccupational Safety and Health Department, Faculty of Public Health Diponegoro UniversityCorresponding author: [email protected]
ABSTRACTMidwives as well as workers face the risk of occupational diseases. This risk increases because the midwife exposed to body fluids of pregnant / maternal women such as blood and amniotic fluid. Personal protective equipment is necessary to minimize the risk. The purpose of this study was to describe the compliance of personal protective equipment use on midwife. This was descriptive research with cross-sectional approach. Respondents were all midwives in the primary health care, there were 73 peoples. Data were obtained based on questionnaires. The results showed that 100% of midwives washed hands and put on gloves when handling patients. There were 87.8% of midwifves wear masks; 35.1% wear glasses and only 6.8% wear a hat. Midwives need to improve compliance with the use of personal protective equipment for masks, goggles and hats.Keywords: compliance of personal protective equipment, midwif
Letter from Ida Otani to Michi Weglyn, April 26, 1997
A letter from Ida Otani to Michi Weglyn about the firing of Japanese American railroad workers during World War II. Otani describes the hardships her family went through after her father was fired by Western Pacific Railroad and the family was forced to vacate their home because it was on railroad property.These materials are from box 73 and 74 of the Frank Chin Papers. The Frank Chin Papers contain personal and professional correspondence between Frank Chin and Michi Weglyn relating to particular projects on which either author was working as well as files related to the Day of Remembrance Tribute to Michi Weglyn
The author, Ida Allen, recounts some of her life in Maine\u27s woods. She was born
The author, Ida Allen, recounts some of her life in Maine\u27s woods. She was born in a Moxie Gorge log camp in the 1910s, and she remembers how the river drivers and lumbermen got logs from Lake Moxie over Moxie Falls ( the Niagara of the north ) through Moosehead Lake to the company mills. Details
Analisis Manajemen Pembelajaran Kelas Akselerasi pada SMP Negeri 6 Makassar Kota Makassa
ABSTRAK
IDA WAHYUNI. 2013. Analisis Manajemen Pembelajaran Kelas Akselerasi pada SMP Negeri 6 Makassar Kota Makassar ( dibimbing oleh Hamsu A Gani dan Chalid Imran Musa)
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui gambaran manajemen pembelajaran kelas akselerasi pada SMP Negeri 6 Makassar Kota Makassar yang meliputi; perencanaan dengan indikator modifikasi alokasi waktu, modifikasi materi dan modifikasi sarana dan prasarana; pelaksanaan dengan indikator modifikasi proses pembelajaran serta modifikasi pengelolaan kelas dan lingkungan belajar; dan evaluasi dengan indikator: evaluasi didasarkan mastery learning; Ulangan Harian, Ulangan Umum, Ujian Nasional; tugas mandiri.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan sumber data Kepala Sekolah, Wakasek Urusan kurikulum, Wakasek Urusan Sarana dan Prasarana, koordinator kelas akselerasi, Guru dan siswa kelas akselerasi. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara, observasi dan telaah dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran kelas akselerasi terlaksana dengan cukup baik. Hal tersebut dapat ditinjau dari (1) perencanaan modifikasi materi masih belum terkelola dengan baik karena belum semua guru kelas akselerasi menggunakan RPP (Rencana Pengajaran dan Penilaian) khusus untuk siswa akselersai, namun demikian modifikasi alokasi waktu dan modifikasi sarana dan prasarana telah dilakukan dengan baik ditandai adanya kalender khusus untuk percepatan pendidikan yang disesuaikan waktu belajar dan evaluasinya serta sarana dan prasaran yang cukup memadai (2) pelaksanaan telah berjalan dengan baik. Hal ini dikarenakan guru pada umumnya telah memahami prinsip-prinsip yang harus diterapkan dalam kelas akselerasi, sehingga modifikasi proses pembelajaran serta modifikasi pengelolaan kelas dan lingkungan belajar telah berjalan dengan baik (3) evaluasi terlaksana dengan cukup baik. Evaluasi didasarkan pada mastery learning dimana siswa telah memahami materi sebelum guru melanjutkan ke materi berikutnya, evaluasi dalam bentuk ulangan harian, ulangan umum, dan Ujian Nasional dan tugas mandiri. Pelaksanaannya telah dilakukan sesuai kalender percepatan pendidikan, sehingga siswa bisa menyelesaikan pendidikannya dalam dua tahun
PENGARUH FATHERLESS TERHADAP PERILAKU AGRESIF MAHASISWA FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU
ABSTRAK
Ida Wahyuni (2025) : Pengaruh Fatherless Terhadap Perilaku Agresif Mahasiswa Fakultas Dakwah Dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Fenomena fatherless semakin meningkat di Indonesia, baik akibat perceraian, kematian, maupun ketidakhadiran ayah dalam pengasuhan anak. Ketidakhadiran ayah dapat berdampak negatif pada perkembangan emosional dan sosial anak, termasuk meningkatkan kecenderungan perilaku agresif. Anak-anak yang tumbuh tanpa figur ayah cenderung mengalami kesulitan dalam mengendalikan emosi, memiliki rasa marah yang tinggi, serta menunjukkan perilaku agresif dalam interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fatherless terhadap perilaku agresif mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel penelitian terdiri dari 33 mahasiswa yang mengalami kondisi fatherless, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara fatherless dan perilaku agresif mahasiswa, dengan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0.999, yang menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara kedua variabel. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0.998 menunjukkan bahwa 99.8% variabilitas dalam perilaku agresif mahasiswa dapat dijelaskan oleh faktor fatherless, sementara 0.2% dipengaruhi oleh faktor lain. Koefisien regresi sebesar -0.998 menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat fatherless, semakin besar kecenderungan mahasiswa menunjukkan perilaku agresif. Selain itu, nilai Cronbach's Alpha untuk reliabilitas instrumen adalah 0.64
Kata kunci: Fatherless, Perilaku Agresif, Mahasiswa, Dukungan Sosial, Pengasuha
EDUKASI KESEHATAN DI MASA NEW NORMAL PADA ANAK
The main purpose of this activity is that it is hoped that posyandu participants, orphanage residents, and students of the Harapan Bunda PAUD students in Kampar Kiri Hilir Subdistrict, Kampar Regency can understand and apply clean living behavior in entering the new normal. The target of dedication is 41 children. There is an increase in knowledge and understanding of the participants of Posyandu, Aulia Orphanage, and the Harapan Bunda PAUD regarding covid-19 and its symptoms, and parents/teachers/orphanages teachers remain as companions and mentors in applying health to themselves so they are not exposed to the covid-19 virus. Furthermore, the results of this activity are expected to increase the attitude and behavior of children to be more independent and able to understand the spread of the covid-19 virus and how to prevent it and to maintain distance, use masks, and always wash hands
Letter from Ida Boitano to Ernest Besig, Director, American Civil Liberties Union of Northern California, 1942
Letter from Ida Boitano to Ernest Besig. Boitano thanks Besig for the money he sent from Korematsu. She writes of her concern for Korematsu, and ask Besig to try to convince him not to contact her directly, out of fear it could be dangerous for her. She writes, "I happen to be Italian, and this is war, so we must both be careful." Stamped "confidential."The ACLU-Northern California case file records contain legal documents and correspondence pertaining to the case argued before the Supreme Court in Korematsu v. United States (1944), challenging the constitutionality of Executive Order 9066
Portrait of Ida Dehmel, founder of GEDOK.
Reproduction of a portrait of Ida Dehmel, painted in 1927, when she founded GEDOK, the organization for women artists in Germany and in Austria.Verso: 'Ida Dehmel als sie 1927 die GEDOK gruendete'.The German poet Ida Dehmel, née Coblenz was born in Bingen am Rhein in 1870. Her first marriage to businessman Leopold Auerbach ended in divorce, and she was then married to the author Richard Dehmel (1863 – 1920). Ida Dehmel was active in various feminist causes, and in 1926 she was instrumental in founding the “League of female artists associations of all genres”, GEDOK (Gemeinschaft Deutscher und Oesterreichischer Künstlerinnenvereine aller Kunstgattungen". Facing deportation in 1942, Ida Dehmel committed suicide
Portrait of Ida Dehmel née Coblenz.
Digital ImageThe German poet Ida Dehmel, née Coblenz was born in Bingen am Rhein in 1870. Her first marriage to businessman Leopold Auerbach ended in divorce, and she was then married to the author Richard Dehmel (1863 – 1920). Ida Dehmel was active in various feminist causes, and in 1926 she was instrumental in founding the “League of female artists associations of all genres”, GEDOK (Gemeinschaft Deutscher und Oesterreichischer Künstlerinnenvereine aller Kunstgattungen". Facing deportation in 1942, Ida Dehmel committed suicide
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI BPM SRI WAHYUNI DESA BEDAHLAWAK KECAMATAN TEMBELANG KABUPATEN JOMBANG: Midwifery care To The Pregnant Trimester III In BPM Sri Wahyuni Of Bedahlawak Village Sub District Tembelang District Jombang
Pendahuluan : Pada kehamilan trimester III banyak resiko tinggi yang bisa terjadi ibu hamil. Oleh karena itu pada trimester ini ibu hamil perlu mendapatkan asuhan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhannya. Agar dapat mengetahui secara dini adanya tanda – tanda bahaya pada kehamilan ibu dan dapat segera di cegah. Ibu hamil yang periksa di BPM Sri Wahyuni sebagian besar sudah perna mendapatkan pengetahuan tentang senam hamil, perawatan payudara dan konseling tentang tanda bahaya pada kehamilan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan asuhan kebidanan yang sesuai pada ibu dan janin agar selama kehamilannya dalam kondisi yang baik dan dapat melangsungkan proses persalinan dengan lancar dan selamat.Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi kasus dengan melakukan pendekatan asuhan kebidanan menejemen Varney. Subyek penelitian yang digunakan adalah 2 responden yaitu ibu hamil trimester III usia kehamilan 38-40 Minggu. Penelitian ini di laksanakan pada tanggal 16 Juni sampai 13 Juli 2017 dengan pemberian asuhan mulai dari hari ke 3 sampai nifas hari ke 3 di BPM Sri Wahyuni,Amd.keb Desa Bedahlawak Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang.Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setelah kedua pasien ibu hamil dilakukan asuhan kebidanan ibu dan bayi sehat dan selamat. Tidak terjadi komplikasi sampai masa nifas, bayi menyusu kuat, tidak ada tanda – tanda perdarahan, involusi uterus normal, dan tidak terjadi perdarahan. Pembahasan : Ibu hamil trimester III dapat dilakukan pendampingan dan pemberian asuhan yang sesuai selama kehamilan agar dapat di temukan jika ada komplikasi yang membahayakan ibu dan janinnya.
Kata kunci : asuhan kebidanan, ibu hamil, komplikasi, trimester II
- …
