1,721,204 research outputs found
Religion and Millennial Generation in Indonesia (Efforts to Develop Religious Character in Anticipation of the Negative Influences of Modernization in Indonesia)
This article elaborated on the importance of religious character in anticipating the negative influences of modernization on religion in the millennial generation. Religious character is a character contained in the values of every religion adhered to by Indonesian people. Findings showed that religious character was significant in dealing with problems in the current millennial era. Social riots that were triggered from racist views and events of blasphemy can be overcome by promoting an inclusive, humanist and dialogical attitude. Every millennial generation in Indonesia must hold the values of the three attitudes and characters, especially in managing social, interreligious, ethnic, national and linguistic relations in order to create a peaceful life so that the goals of the country, namely welfare for every citizen regardless of religion, ethnicity, nation and race, can be achieved.[Artikel ini menguraikan tentang pentingnya karakter relijius dalam mengantisipasi pengaruh negatif modernisasi terhadap agama pada generasi milenial. Karakter relijius adalah karakter yang terkandung dalam nilai-nilai setiap agama yang dianut oleh masyarakat Indonesia. Temuan menunjukkan bahwa karakter relijius sangat penting dalam menangani masalah di era milenium saat ini. Kerusuhan sosial yang dipicu dari pandangan rasis dan peristiwa penistaan dapat diatasi dengan mempromosikan sikap inklusif, humanis dan dialogis. Setiap generasi milenial di Indonesia harus memegang nilai-nilai dari tiga sikap dan karakter tersebut, terutama dalam mengelola hubungan sosial, antar-agama, etnis, bangsa, dan bahasa untuk menciptakan kehidupan yang damai sehingga tujuan negara, yaitu kesejahteraan bagi setiap warga negara tanpa memandang agama, etnis, bangsa dan ras, dapat terlaksana.
The Contrastive Study Between Uslub al-Majhul In Arabic And Uslub Pasiive Voice In English
The aims of this research are: to know the similarities and differences of uslub al-majhûl in Arabic and uslub passive voice in English, by using a contrastive study analysis. The approach used in this research is descriptive qualitative, the theory used in analyzing the data is Miles and Huberman's theory, namely collecting data, selecting relevant data, presenting data, and concluding. The results of this study are: there are similarities and differences between the two uslubs. The equation is uslub al-majhul is a verb whose subject is discarded and replaced by nâib al-fâ'il, its purpose is to summarize the sentence, the subject is known, the subject is unknown, the subject is afraid, the subject is belittled and the subject is glorified. Uslub passive voice is a verb whose subject is not stated because it is unknown, or because it is vague, or because it is not obligatory to appear in a sentence. Both uslub uses transitive verbs. The difference is that Arabic has many analogies (wazan) to form the verb majhûl, whereas English has only two ways of forming past participles, namely by adding the word "ed" to the root verb and with an indefinite pattern called irregular verbs. In the al-majhûl uslub there is a nâib al-fail that does not have a passive uslub voice. In the uslub of passive voice, it is found that there are modal that are not included in the uslub al-majhûl. Arabic has ismiyah and fi'liah sentences while English only has ismiyah sentences
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 75 UJUNGPERO KECAMATAN SABBANGPARU KABUPATEN WAJO
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hasil belajar matematika dengan penerapan pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together siswa Kelas V SD Negeri 75 Ujungpero Kecamatan Sabbangparu Kabupaten Wajo. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi yang selanjutnya tahap-tahap tersebut dirangkai pada siklus yang dilaksnakan pada siklus I dan siklus II. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 75 Ujungpero Kecamatan Sabbangparu Kabupaten Wajo Tahun ajaran 2015/2016 sebanyak 10 orang yang terdiri atas 7 perempuan dan 3 laki-laki, jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif dan data kualitatif yang terdiri dari : hasil belajar dan angket observasi yang dikumpulkan dengan cara pemberian tes kepada siswa dan data tentang situasi pembelajaran saat pelaksanaan tindakan diperoleh melalui format observasi dengan teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif tipe NHT cocok diterapkan pada siswa kelas V SD Negeri 75 Ujungpero Kecamatan Sabbangparu Kabupaten Wajo. Hal tersebut dapat dilihat dari meningkatnya hasil belajar siswa setelah diadakan pengembangan pembelajaran kooperatif tipe NHT, Hasil belajar yang diperoleh dari tes akhir siklus, pada akhir siklus I dengan skor rata-rata 64,50 dari skor ideal 100 dengan standar deviasi 14,03, sedangkan pada akhir siklus II dengan skor rata-rata 80 dari skor ideal 100 dengan standar deviasi 9,13, dan terjadi perubahan sikap siswa selama proses pembelajaran sesuai dengan hasil observasi yaitu dengan adanya penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan rasa percaya diri siswa untuk bertanya baik kepada guru maupun kepada temannya tentang materi yang tidak dimengerti serta dapat meningkatkan kehadiran siswa
Analisis Kemampuan Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Ditinjau dari Kemampuan Verbal
[Bahasa]: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan verbal, kemampuan menyelesaikan soal cerita, dan pengaruh kemampuan verbal terhadap kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika pada siswa kelas VII SMP Muhammadiyah Se-Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah ex-post facto yang bersifat kausalitas dengan populasi siswa kelas VII SMP Muhammadiyah se-kota Makassar sebanyak 1048 siswa yang tersebar di 10 sekolah. Sampel diambil sebanyak 145 siswa dengan teknik stratified cluster random sampling. Tes digunakan sebagai instrumen penelitian. Data dianalisis menggunakan statistika deskriptif dan analisis inferensial (Analisis korelasi dan regresi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tingkat kemampuan verbal siswa berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata 51,83; (2) Tingkat kemampuan menyelesaikan soal cerita siswa berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata 70,62; (3) Kemampuan verbal memiliki korelasi dengan kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika dengan besar hubungan 67,5%; (4) Kemampuan verbal berpengaruh positif terhadap kemampuan menyelesaikan soal cerita dengan pengaruh sebesar 42% sedangkan sisanya sebesar 58% dipengaruhi oleh variabel lain. Dengan demikian dapat diartikan bahwa semakin baik atau semakin tinggi kemampuan verbal yang dimiliki oleh siswa maka kemampuan menyelesaikan soal cerita siswa tersebut akan semakin baik atau semakin tinggi.
[English]: This study aims to determine the level of verbal ability, ability to solve word problems, and the effect of verbal ability toward the ability to solve word problem in grade 7 SMP Muhammadiyah se-Makassar. This study is causality ex-post facto with the population of 1048 grade 7 students which spread in 10 schools. The sample is 145 students selected through stratified cluster random sampling method. A test is used as the research instrument. Descriptive and inferential statistics (correlation and regression analysis) are used to analyze data. The results of this study show that: (1) the level of verbal ability is in middle category with average score 51,83; (2) the level of ability to solve word problem is in middle category with average score 70,62; (3) verbal ability relates to the ability of solving word problem with 67,5%; (4) verbal ability has positive effect toward the ability to solve word problem with influence rate 42% while the remaining rate 58% is affected by other variables. In conclusion, the better or the higher the students have verbal ability then the better or the higher the ability of students to solve word problem
MAKSUD-MAKSUD TUHAN DALAM MENETAPKAN SYARIAT DALAM PERSPEKTIF AL-SYATIBI
Maqashid al-Sharia is sharia purposes or secrets which are established by Allah. Accordingto al-Syatib, there are four purposes of Allah to determine the shariah: (1). For the benefit of peoplein the world and the hereafter. (2). To be understood. (3). As a taklif law that must be implementedand to eliminate hardship. (4). To comply and freed from the influence of the passions mukallaf. Thefirst mentioned purpose is the main aim, while other purposes only explains and details the firstpurpose. For the realization of such benefit, there are six essential components</jats:p
ISLAMIC CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITy (ICSR); KAjIAN TEORITIS
Abstract.
Company social caring issue has become an important record in Islamic Corporate Social Responsibility (ICSR). In Islam, the issue of social welfare and CSR environment is a very serious attention because it is one of the way to attain the goal of Islamic economy which are economic welfare, justice, equitable income distribution and individual freedom in terms of social welfare. In the implementation of CSR, maslahah and maqasid al- Shari’ah is one of the basic for falah fiddunya wal akhirat. This study will examine CSR in the theory of Islamic economy. ICSR required al-dharuriyat as the priority in this study, then al-hajjiyah and al-tahsiniyah. ICSR can be divided into three concept: spirituality concept, Rahmatan Lil’Alamin, and Ukhuwah Islamiyah.
Key Words: ICSR, Islam, Social, Islamic Econom
تجديد النحو العربي عند شوقى ضيف وتوظيفه في إعداد كتاب النحو التعليمي لطلبة جامعة بالوفو الإسلامية الحكومية بسولاويسي الجنوبية
مستخلص البحث
بدأ هذا البحث بالمدخل الكيفي وتلاه البحث والتطوير، ويهدف هذا البحث إلى (1) اكتشاف الجوانب النحوية التي جددها شوقى ضيف. (2) إنتاج كتاب النحو التعليمي على ضوء تجديد شوقي ضيف للنحو. (3) قياس صلاحيته لتدريس النحو. (4) وقياس فعالية استخدامه لترقية التحصيل الدراسي لدى طلبة قسم تعليم اللغة العربية.
استخدم البحث المدخل الكيفي وتلاه منهج البحث والتطوير بنموذج بورج وغال بتصرف، حيث يتكون من ست خطوات: تحليل الاحتياجات، وتصميم الكتاب التعليمي، والتصديق من قبل الخبراء، والتعديل الأول، وتجربة الكتاب التعليمي، والتعديل الثاني. نظرية ميلس وهوبرمان استخدمت لتحليل البيانات الكيفية، واختبار T-Test استخدم لتحليل البيانات الكمية.
ونتيجة هذا البحث: (أ) جوانب النحو المجددة تتكون من خمسة أشكال: 1) إعادة تنسيق الأبواب: كدمج باب الاشتغال وكان وكاد وظن وأعلم في باب المفعول به ودمج باب التنازع والتحذير والإغراء في باب الذكر والحذف، وإعادة تنسيق باب التمييز.2) تبسيط الإعرب: كإلغاء الإعراب التقديري والمحلي وعلامات الإعراب الفرعية، وتُعرب أفعال الاستثناء أداوات الاستثناء وما بعدها مستثناء منصوب، وإلغاء إعراب (كم) الخبرية والاستفهامية وأدوات الشرط الاسمية. 3) إعادة التعريف: إعادة تعريف المفعول المطلق والمفعول معه والحال. 4) تبسيط القواعد: كحذف شروط اشتقاق اسم التفضيل وفعل التعجب والتصغير، وحذف قواعد اسم الآلة والنسب.5) إضافة الباب: كإضافة قواعد النطق، وجداول التصريف، وتاء التأنيث، ونوني الجمع والمثنى. (ب) يتميز الكتاب المنتج بأنه يستخدم المدخل الإستقرائي، ومحتوى الكتاب المصمم على أساس تجديد النحو عند شوقى ضيف الذي يلغي الإعراب المحلي والتقديري ويلغي العامل في الإعراب ويعيد تعريف الباب. (ج) كتاب النحو التعليمي المطور صالح لاستخدامه في تدريس النحو، بناء على تصديق خبير النحو وخبير اللغة وخبير التصميم، وتقييم الطلبة ومدرسة النحو التي تبلغ إلى 84%، بمعنى أنه جيد جدا. (د) كتاب النحو التعليمي فعال لترقية التحصيل الدراسي، بناء على نتائج اختبار T- Test، حيث درجة تاء الحساب: 20،014 > تاء الجدول: 2،101 ودرجة الأهمية: 0،000 < alpha: 0،050 هذا يدل على أن هناك فرقا واضحا بعد عملية التطبيق.
الاستنتاج النظري لهذا البحث هو أن تبسيط قواعد اللغة العربية في المجال التعليمي يسهل على الطلبة إتقان النحو الوظيفي
ABSTRACT
This research began by qualitative approach then it was followed by esearch and development. this study has several objectives as follow: 1) To discover nahwu aspects which had reformed by Syauqi Dhayf 2) To produce nahwu teaching book based on the thought of Syauqi Dhayf 3) To measure the eligibility of Nahwu teaching book in teaching 4) To measure the affectivity of such book in developing the result of learning achievement.
This research employs qualitative approach then it was followed by research and development model as laid out by Borg and Gall and modified by the author. The development procedure consists of six steps: Need analysis, teaching book design, validation by experts, first revision, field examination, and second revision. The author analyses the qualitative data by using Miles and Huberman’s theory, while analyses quantitative data by using T-Test.
The result of this research includes: (a) The reformed Nahwu aspects comprise five categories: 1) Reformulating chapters: For instance integrating the chapter of isytigāl ,kāna, kāda, zhanna, and a’lama in the chapter of maf’ul bih, integrating the chapter of tanazu’, tahzir and igrarā in the chapter of al-zikr wa al-hazf, reformulating the chapter of tamyiz. 2) Simplifying i’rāb: For example removing i’rāb ta’diriy and mahalliy as well as removing al-ālmāh al-fariyah in i’rāb, fi’il al-istishnā is called adāwāt al-istishnā and the following words are called mustathnā mansûb, removing i’rāb kam khabariyah and istifhāmiyah, as well as adāwāt al-syarth al-ismiyah. 3) Redefining: Redefining mafu’l al-mutlaq, mafu’l ma’ah and hāl. 4) Simplifying grammar: For instance ignoring the requirements of derivation of al-tafdîl, fi’il al-ta’ajub, and tasgîr, ignoring the formulation of isim alāh and nasb. 5) the addition of new topics: for example adding qawāid al-nuthq, tashrif table, tā al-taknisth, nûn al-jam’i, and nûn al-muthanna. (b) Among the characteristics of teaching materials developed are by utilizing inductive approach. Such approach uses materials which are based on reformation theory by Syauqi Dhayf who neglects i’rab taqdiry and mahally, removes ‘āmil in i’rab, and redefines nahwu topic. (c) The developed teaching book is eligible to be used in teaching nahwu based on validation by experts nahwu, arabic, and teaching design. Besides, it was also based on the assessment by students and lecturers of nahwu which achieved 84% very good score. (d) The developed teaching book is effective in improving the grades of students based on T-Test that counted: 20,014 bigger than T table: 2,101 and its significant grade: 0,000 smaller than alpha: 0,050. It means there is a great difference of exam’s results between before and after implementation.
The theoretical result of this research pedagogically simplifying Arabic grammar makes students easy to master applicative nahwu
ABSTRAK
Penelitian ini dimulai dengan penelitian kualitatif kemudian dilanjutkan dengan penelitian dan pengembangan, tujuan penelitian ini adalah (1) Menemukan aspek-aspek nahwu yang diperbarui Syauqi Dhayf. (2) Menghasilkan buku nahwu ajar berbasis pembaruan nahwu Syauqi Dhayf. (3) Mengukur kelayakan buku nahwu ajar yang dikembangkan untuk mengajar nahwu (4) Mengukur epektifitas buku nahwu ajar yang dikembangkan untuk meningkatkan prestasi belajar.
Penelitian ini menggunakan pendekakan kualitatif dan dilanjutkan dengan penelitian dan pengembangan model Borg dan Gall yang dimodifikasi. Prosedur pengembangan ini terdiri atas 6 langkah: Analisis kebutuhan, desain buku ajar, validasi pakar, revisi pertama, uji lapangan, revisi kedua. Data kualitaif dianalis dengan menggunakan teori Miles dan Huberman, sementara data kuantitaif dianalisis dengangan T-test.
Hasil penelitian adalah:(a) Aspek-aspek nahwu yang diperbarui ada 5 kategori: 1) Reformulasi ulang bab: Misalnya mengingtegrasikan bab isytigāl, kāna, kāda, zhanna, dan a’lama dalam bab maf’ul bih, mengintegrasikan bab tanazu’, tahzir dan igrarā dalam bab al-zikr wa al-hazf, reformulasi ulang bab tamyiz. 2) simflikasi i’rāb: Misalnya meniadakan i’rāb ta’diriy dan mahalliy serta meniadakan alālmāh al-fariyah dalam i’rāb, fi’il al-istishnā disebut adāwāt al-istishnā dan kata sesudahnya disebut mustathnā mansûb, meniadakan i’rāb kam khabariyah dan istifhāmiyah, serta adāwāt al-syarth al-ismiyah. 3) Redefenisi: redefenisi mafu’l al-mutlaq, mafu’l ma’ah dan hāl. 4) Simflikasi gramatikal: Misalnya mengabaikan syarat-syarat derivasi isim al-tafdîl, fi’il al-ta’ajub, dan tasgîr, mengabaikan kaidah isim alāh dan nasb. 5) Penambahan topik baru: misalnya menambahan qawāid al-nuthq, tabel tashrif, tā al-taknisth, nûn al-jam’i, dan nûn al-muthanna. (b) Di antara karakteristik buku ajar yang dikembangkan adalah ia menggunakan pendekan induktif, dan materinya berbasis teori pembaruan nahwu perspektif Syauqi Dhayf yang mengabaikan i’rab taqdiry dan mahally, meniadakan ‘āmil dalam i’rab dan redefenisi topik nahwu. (c) Buku ajar yang dikembangkan layak digunakan mengajar mata kuliah nahwu berdasarkan validasi pakar nahwu, pakar bahasa Arab dan pakar desain, serta penilaian para siswa dan dosen mata kuliah nahwu yang nilainya mencapai 84% berarti amat baik. (d) Buku ajar yang dikembangkan efektif meningkatkan nilai prestasi belajar mahasiswa, beradasrkan hasil uji T- test, dimana t hitung: 20,014 lebih besar dari t table: 2,101 dan nilai signifikansi: 0,000 lebih kecil dari alpha: 0,050 sehingga terdapat perbedaan signifikan antara nilai ujian mahasiswa sebelum dan sesudah perlakuan.
Temuan fomal penelitian ini adalah secara pedagogis simflikasi kaidah bahasa Arab memudahkan mahasiswa menguasai nahwu aplikati
Pengaruh Pajak daerah dan Retribusi Terhadap Peningkatan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Maros
Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah pajak daerah, retribusi daerah,berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan asli daerah dikabupaten maros. Berapa besar kontribusi penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah pendapatan asli daerah dikabupaten Maros.Untuk menjawab permasalahan tersebut maka metode analisis yang digunakan adalah metode regresi linear berganda, uji signifikansi secara parsial dan serempak melalui uji-t dan uji-f dengan alat bantu kuantitatif yaitu SPSS.15.Berdasarkan hasil analisis data selama kurun waktu 2007-2011 menunjukkan bahwa Pajak Daerah dan Retribusi sebagai variabel bebas sangat berpengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Maros
Perceptions and Actions of Educational Policy Makers regarding Parental Engagement in Education
This study aimed to examine perceptions and actions of educational policy makers regarding parental engagement in children’s education within a district in West Sulawesi Province, Indonesia. The study employed a qualitative study using a phenomenological approach. Data were collected from five participants through a semi-structured interview, involving the head of the district, the education department head, a sub-district head, a village head, and a school principal. The collected data were analyzed by applying Moustakas’s (1994) analytical methods consisting of three steps namely bracketing, creating clusters of meaning, and textural description. The results showed that the policy makers within the district had an appropriate perception about the increment of parental involvement in education, not only for students but also for schools, parents, and local governments. However, positive perceptions of educational policy makers within the district were not consistent with their actions, proved by no particular policy intending for parental involvement
نظرية بيع المرابحة في المصرف الإسلامي (دراسة مكتبية)
Murobahah merupakan salah satu produk atau jasa perbankan islam, khususnya di lembaga keuangan syari'ah, dan murabahah dibolehkan oleh syari'at islam, baik itu Al qur'an atau hadis. Murabahah adalah jual beli barang pada harga asal dengan tambahan keuntungan yang disepakati antara pihak bank dan nasabah. Pada perjanjian murabahah, bank membiayai pembelian barang yang dibutuhkan oleh nasabahnya. Dengan membeli barang itu dari pemasok, dan kemudian menjualnya kepada nasabah dengan harga yang ditambah keuntungannya. Di dalam kehidupan sekarang ini banyak sekali orang orang terkadang ingin mendapatkan harta dan barang dengan cepat untuk memenuhi kebutuhannya yeng mendesak, diantaranya televise, motor, mobil dan sebagainya. Berangkat dari pemikiran ini, maka penulis ingin menerangkan bagaimana konsep jual beli murabahah menurut Islam. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan sebuah konsep tentang jual beli murabahah menurut ekonomi islam dengan mengetahui prinsip prinsip dan bagaimana pelaksanaannya. Penelitian ini merupakan kajian literatur dengan pendekatan Normatif untuk mencapai tujuan yang dimaksud, penulis berusaha mengumpulkan data-data baik dari sumber primer maupun sekunder. Dalam mengumpulkan data data tersebut penulis menggunakan Metode Observasi (Observasional Method) yang merupakan langkah awal untuk menjajagi, melihat dan mendapatkan data yang diperlukan dengan cara mengamati secara intensif buku-buku dan sumber data lainnya. Kemudian untuk mengumpulkan data selanjutnya penulis menggunakan Metode Dokumenter (Written Records). Setelah data terkumpul kemudian di analisa dengan menggunakan cara berfikir Induktif (Inductive Method) untuk menemukan konsep jual beli murabahah menurut ekonomi Islam yang bisa diaktualisasikan didalamnya, selanjutnya dibantu dengan Metode Deduktif (Deduktive Method) untuk menarik suatu kesimpulan. Agar analisa yang disampaikan lebih mendalam penulis melanjutkan analisanya dengan menggunakan Tekhnik Analisa Deskriptif (Description Method) dan (Content Analysis Description Method) atau Analisis Isi. Penelitian ini menyimpulakan bahwa ba'i al murabahah adalah jual beli barang pada harga asal dengan tambahan keuntungan yang disepakati. Adapun landasannya adalah disebutkan dalam surat al Baqarah: 275, yaitu Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Sedangkan dalam mekanismenya, bai, al murabahah dimulai dari negosiasi nasabah dengan bank, kemudian tercapainya akad jual beli murabahah, lalu bank membeli barang kepada supplier, selanjutnya supplier mengirim barang kepada nasabah, dan akhirnya nasabah menerima dokumen dokumennya, lalu kemudian membayar barang yang telah dibeli. Demikianlah penelitian ini dapat disimpulkan, namun penulis sadar bahwa penelitian ini masih sangat jauh dari kesempurnaan dan membutuhkan kajian lebih lanjut. Besar harapan peneliti atas saran dan kritiknya dan semoga penelitian ini bermanfaat, bagi penulis khususnya dan para pembaca pada umumnya
- …
