Beta - Jurnal Tadris Matematika
Not a member yet
    100 research outputs found

    Peningkatan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa calon guru melalui keterampilan fungsional matematis

    Full text link
    [Bahasa]: Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah antara mahasiswa yang mendapat pembelajaran dengan pendekatan keterampilan fungsional matematis dan pembelajaran konvensional. Pendekatan penelitian kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Mahasiswa semester dua yang mengambil mata kuliah Kalkulus II pada jurusan pendidikan Matematika, Universitas Serang Raya dijadikan sebagai populasi penelitian. Sebanyak dua kelas ditentukan secara purposive random sampling untuk sampel penelitian, selanjutnya dinamakan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen yaitu kelas yang mendapat pembelajaran dengan pendekatan functional skills mathematics sementara kelas kontrol adalah kelas yang mendapat pembelajaran konvensional. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan rata-rata capaian namun terdapat perbedaan peningkatan (N-Gain) kemampuan pemecahan masalah di kedua kelas. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah mahasiswa di kelas eksperimen cenderung meningkat. Kata kunci: Keterampilan Funsional Matematis; Pemecahan Masalah; Quasi Eksperimen [English]: This study aims to examine whether there are differences in improvement of problem-solving ability between students who received learning with the approach of functional skills mathematics and conventional learning. Quantitative research with quasi experiment is used to achieve that goal. The second semester student who enrolled on Calculus II in the Mathematics Education Department, Universitas Serang Raya were the population of research. Two classes were determined by purposive random sampling for the sample of research, called experimental class and control class. The experimental class was taught using functional skills mathematics while the control class was taught by the conventional learning. The results of the statistical tests show that there is no difference in average performance but there is difference in N-Gain problem solving skills in both classes. This research concludes that problem-solving ability of students in the experimental class tends to increase. Keywords: Functional Skills Mathematics; Problem Solving; Quasi Experimen

    Pengaruh pembelajaran picture and picture (PaP) terhadap hasil belajar matematika ditinjau dari kecerdasan spasial

    Full text link
    [Bahasa]: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran picture and picture (PaP) terhadap hasil belajar matematika siswa, pengaruh kategori kecerdasan spasial (tinggi, sedang dan rendah) terhadap hasil belajar siswa, dan interaksi antara pembelajaran PaP dengan kecerdasan spasial yang terjadi pada hasil belajar siswa. Penelitian quasi experimental dipilih untuk mencapai tujuan penelitian tersebut. Sampel penelitian adalah siswa MTs sebanyak 29 orang sebagai kelompok eksperimen dan 31 orang sebagai kelompok kontrol. Analisis data menggunakan analisis variansi (anava) dua jalan kemudian dilanjutkan uji Sceffe' jika diperlukan. Hasil penelitian menunjukan terdapat pengaruh pembelajaran PaP terhadap hasil belajar siswa, terdapat pengaruh kecerdasan spasial terhadap hasil belajar siswa, dan tidak terdapat interaksi antara pembelajaran PaP yang diterapkan dan masing-masing kategori kecerdasan spasial terhadap hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan pembelajaran PaP bisa digunakan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa khususnya pada materi segiempat dan tingkat kecerdasan spasial mempengaruhi hasil belajar siswa. Namun, belum ditemukan apakah interaksi keduanya mempengaruhi hasil belajar matematika siswa sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut. Kata kunci: Pembelajaran Picture and Picture; Kecerdasan Spasial; Hasil Belajar; Matematika [English]: The research was aimed at examining the effect of picture and picture (PaP) learning on students’ mathematics achievement, the effect of students' spatial intelligence on the achievement, and the interaction between PaP leaning and spatial intelligence toward the achievement. The quasi-experimental was used to achieve the research purposes. The sample was 29 junior high students as experimental group and 31 students as control group. Data analysis employed two paths of variance analysis (anova) and followed by Sceffe test if necessary. The research found that there was effect of PaP learning on the students’ achievement, spatial intelligence had influence on the achievement, and there was no interaction between PaP learning and the level of spatial intelligence toward the students’ achievement. The research concluded that PaP learning can be used to improve students’ achievement in mathematics especially for rectangular topic and the level of spatial intelligence affect students’ mathematics achievement.  However, this research has not found that the interaction of PaP learning and spatial intelligence affect the achievement. Thus, a further research is required to examine the interaction. Keywords: Picture and Picture; Spatial Intelligence; Students’ Achievement; Mathematic

    van Hiele instructional package for vocational school students’ spatial reasoning

    Full text link
    [Bahasa]: Artikel ini membahas kepraktisan dan keefektifan perangkat pembelajaran matematika sekolah menengah kejuruan (SMK) berbasis teori van Hiele dan berorientasi pada penalaran spasial. Perangkat pembelajaran berupa rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan lembar kegiatan siswa (LKS). Pengembangan perangkat pembelajaran dalam penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE. Instrumen pengumpulan data terdiri dari lembar observasi keterlaksanaaan pembelajaran, lembar penilaian kepraktisan dari guru dan siswa, dan tes penalaran spasial. Subjek uji coba perangkat pembelajaran adalah 106 siswa dari tiga kelas di SMKN 2 Ngawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran matematika SMK menggunakan teori van Hiele berorientasi pada penalaran spasial praktis. Hal ini dapat dilihat dari respon guru dan siswa yang menyatakan bahwa perangkat dapat digunakan dalam pembelajaran di kelas. Selain itu, perangkat yang dikembangkan juga efektif dilihat dari persentase ketuntasan kemampuan penalaran spasial siswa mencapai 82% setelah menggunakan perangkat pembejalaran yang dikembangkan. Perangkat ini dapat menunjang kemampuan penalaran siswa karena menyediakan ilustrasi gambar dan bidang kartesius untuk memfasilitasi siswa berpikir spasial. Kata kunci: Perangkat Pembelajaran; van Hiele; Penalaran Spasial [English]: This paper discusses the practicality and effectiveness of mathematics instructional package for vocational school based on van Hiele theory and oriented to spatial reasoning. The learning package was developed using ADDIE’s model. The research instruments consisted of observation sheet, practicality assessment sheets from teachers and students, and spatial reasoning test. The tryout involved 106 students from three classes in SMKN 2 Ngawi. The result of research showed that instructional package of vocational school based on van Hiele theory is practical to use as can be seen from the teacher's and students’ responses. The instructional package was also considered to be effective because 82% of students passed the spatial reasoning test. The package provided figures illustration and Cartesian model that could support students’ spatial thinking. Keywords: Instructional Package; van Hiele; Spatial Reasonin

    Single subject research: Pembelajaran phytagoras pada siswa introvert kelas VIII

    Full text link
    [Bahasa]: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembelajaran siswa introvert pada materi Phytagoras dan hasil perlakuan dengan problem-based learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Penelitian kuantitatif deskriptif dengan desain Single Subject Research (SSR) A-B digunakan untuk mencapai tujuan penelitian tersebut. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang siswa kelas VIII SMP. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, dan wawancara.  Selanjutnya, data yang dikumpulkan dianalisis berdasarkan dua kondisi besar selama proses penelitian, yaitu analisis dalam kondisi dan antar kondisi. Analisis dalam kondisi meliputi komponen panjang kondisi (panjang interval), kecenderungan arah, tingkat stabilitas, tingkat perubahan, jejak data, dan rentang. Analisis antar kondisi meliputi jumlah variable yang diubah, perubahan kecenderungan arah dan efeknya, perubahan stabilitas dan efeknya, perubahan level data, serta data yang tumpang tindih (overlap). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBL memiliki peran yang sangat besar selama proses pembelajaran karena mendukung siswa introvert untuk aktif dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan kontekstual yang diberikan, sehingga pada akhir pembelajaran kemampuan berpikir kritis matematis siswa tersebut dapat ditingkatkan. Kata kunci: Berpikir Kritis; Introvert; Single Subject Research; Problem-based Learning [English]: The research aimed to analyze how introvert student learn Phytagoras topic and the result of learning intervention using problem-based learning (PBL) on the student's mathematical critical thinking ability. Descriptive quantitative research with single subject design was used to achieve the aims of the research. The subject was an introvert student of grade VIII. Data was collected through test, observation, and interview. Data analysis was based on two major conditions during the research, i.e. within-conditions and inter-conditions. Within-condition analysis included interval length, direction tendency, stability level, rate of change, data trace, and range. Meanwhile, inter-condition analysis comprised the number of variables changed, changes in direction and effect trends, changes in stability and its effects, changes in data levels, and overlap data. The research showed that PBL has a significant role during the learning process since it supports the subject to be active in solving the contextual problems. In this case, the mathematical critical thinking ability can be developed and improved. Keywords:  Critical Thinking; Introvert; Single Subject Research; Problem-based Learnin

    Profil pemecahan masalah persamaan garis lurus siswa SMP berdasarkan jenis kelamin

    Full text link
    [Bahasa]: Hasil tes internasional seperti PISA dan TIMSS menunjukkan rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematika siswa Indonesia. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil pemecahan masalah persamaan garis (PGL) lurus siswa SMP berdasarkan jenis kelamin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis eksploratif. Data dikumpulkan melalui lembar tugas pemecahan masalah persamaan garis lurus, wawancara, dan rekaman audio visual. Data dianalisis secara deskriptif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menemukan bahwa subjek laki-laki dan perempuan mengidentifikasi masalah dengan membaca berkali-kali soal tanpa suara dan mampu menceritakan kembali soal yang telah dibacakan menggunakan bahasa sendiri sambil melihat teks. Pada tahap merencanakan penyelesaian masalah, subjek laki-laki dan perempuan sudah dapat menuliskan apa yang diketahui ditanya dan mengubah bentuk soal cerita menjadi model matematika. Pada tahap melaksanakan rencana penyelesaian masalah, subjek laki-laki dan perempuan masih keliru dalam menggunakan rumus atau konsep matematika. Dan pada tahap pengecekan kembali, subjek laki-laki dan perempuan melakukan pengecekan kembali terhadap hasil penyelesaian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa subjek laki dan perempuan dengan kemampuan matematika tinggi memiliki profil yang tidak berbeda dalam menyelesaikan masalah PGL. Kata kunci: Pemecahan Masalah; Persamaan Garis Lurus; Jenis Kelamin [English]: International assessment program like PISA and TIMSS showed that Indonesia students have low problem solving ability on mathematics. The purpose of this research was to describe and analyze the profile of grade 7 students’ problem solving based on the gender. The research used qualitative explorative approach. The data was collected through problem-solving task regarding line equation, interview, and audio-visual recording then it was analyzed descriptively by reducing data, presenting data, and drawing the conclusion. The research found that both male and female subject identified problems by reading the questions many times soundlessly and were able to retell the questions which had been read using their languages while looking at the text.  At the stage of problem solving plan, both male and female subject were able to write down what is known and asked and change the mathematics problems into the mathematics model. At the stage of applying problem solving plan, both male and female had inproperly used the concept or rules. At the stage of rechecking the problem solving, both subjects did recheck the problems solved. The research concludes that male and female student with high mathematics ability have similar profile in solving mathematics problems. Keywords: Problem Solving; Line Equation; Gende

    Profil number sense siswa bergaya kognitif visualizer terhadap makna pecahan desimal

    Full text link
    [Bahasa]: Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil number sense siswa terhadap makna pecahan desimal. Subjek penelitian adalah satu siswa kelas VII SMP Bhayangkari Kemala I Surabaya dengan kemampuan matematika tinggi dan bergaya kognitif visualizer. Penelitian dimulai dengan menentukan subjek penelitian mengunakan instrumen tes gaya kognitif dan tes kemampuan matematika, kemudian dilanjutkan dengan pemberian tes number sense (TNS). Tahap terakhir adalah melakukan wawancara dengan subjek untuk mengungkap cara berfikir siswa dalam menyelesaikan soal tes number sense serta melihat kesesuaian jawaban dengan alasan yang diberikan. Pengecekan keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa number sense yang dimiliki oleh subjek dalam memahami makna dasar pecahan desimal ditunjukkan dengan mempresentasikan pecahan desimal sebagai pecahan biasa, partisi dari bilangan bulat, dan partisi suatu benda. Pemahaman mengenai urutan pecahan desimal ditunjukkan dengan meletakkan pecahan-pecahan desimal pada garis bilangan sesuai urutan yang benar. Pemahaman mengenai sifat kerapatan pecahan desimal ditunjukkan dengan penyimpulan bahwa ada tidak hingga pecahan desimal antara dua pecahan desimal. Jadi, dapat disimpulkan bahwa siswa yang bergaya kognitif visualizer dengan kemampuan matematika tinggi dapat memahami makna pecahan desimal. Kata kunci: Number Sense; Gaya Kognitif; Visualizer; Pecahan Desimal [English]: This qualitative research aimed to describe the profile of student’s number sense toward the meaning of decimal. The research subject was one 7th grade of SMP Bhayangkari Kemala I Surabaya with high mathematics achievement and visualizer cognitive-style. The research began by determining the subject using cognitive-style test instrument and mathematics tests, then followed by the number sense test (TNS). The last stage was interviewing the subject to reveal how the subject think in solving the number sense test and examine the match between the answers and the reasons given. Time triangulation was used to check the validity of data. The research found that the number sense possessed by the subject in understanding the basic meaning of decimal is representing decimal fractions as regular fractions, partitions of integers, and partitions of an object. Understanding of the order of decimal is shown by placing the decimal on the number line in the correct order. Understanding of the nature of the decimal density is denoted by the conclusion that there are infinite decimals between two decimals. Thus, it could be concluded that students with visualizer cognitive-style and high mathematics achievement can understand the meaning of decimal properly. Keywords : Number Sense; Cognitive Style; Visualizer; Decima

    Model guided inquiry, student teams achievement division, dan kemampuan penalaran matematis siswa

    Full text link
    [Bahasa]: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh penerapan model Guided Inquiry dengan model Student Teams Achievement Division (STAD) terhadap kemampuan penalaran matematis siswa. Penelitian ini menggunakan metode quasi experimental dengan desain matching-only posttest-only control group, yang dilaksanakan di salah satu SMA Negeri di Yogyakarta. Instrument yang digunakan adalah instrument tes yang telah valid dalam bentuk soal uraian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada kemampuan penalaran matematis antara siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model Guided Inquiry dengan siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model STAD. Selanjutnya, hasil penilaian rata-rata kemampuan penalaran matematis siswa yang memperoleh model pembelajaran guided inquiry lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang memperoleh model pembelajaran STAD. Kata kunci: Guided Inquiry; STAD; Penalaran Matematis [English]: This study aims to determine differences of mathematical reasoning skills between students who obtain mathematics learning using Guided Inquiry model and Student Teams Achievements Division (STAD) model. This research method used is a quasi-experiment with matching only posttest only control group which implemented in one of the Senior High School in Yogyakarta. The instrument used is a valid test instrument namely posttest with descriptive evaluation. The result of this research showed that there is a difference of mathematical reasoning skills between students who obtain mathematics learning using guided inquiry model and students who obtain mathematics learning using STAD model. Furthermore, the average of mathematical reasoning skills between students who obtain mathematics learning using guided inquiry model is higher than students who obtain mathematics learning using STAD model. Keywords: Guided Inquiry; STAD; Mathematical Reasonin

    Analisis kesulitan belajar mahasiswa dalam memahami konsep bilangan real

    No full text
    [Bahasa]: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis kesulitan dan faktor-faktor penyebab kesulitan yang dihadapi oleh mahasiswa dalam mengerjakan soal bilangan real. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, tes dan wawancara. Hasil tes dikelompokkan berdasarkan tujuh kategori kesalahan Watson kemudian dilakukan wawancara untuk mengklarifikasi kesalahan tersebut.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis kesalahan yang dominan terjadi pada jawaban mahasiswa berupa jenis kesalahan data tidak tepat, prosedur yang tidak tepat, konflik level respon, dan masalah hirarkhi keterampilan. Kesalahan mahasiswa dalam mengerjakan soal memberikan gambaran kesulitan yang dialami dalam memahami konsep bilangan real. Faktor yang mempengaruhi kesulitan mahasiswa yaitu: materi yang sulit dipahami dan diaplikasikan dalam pemecahan masalah; dan faktor pribadi yang mencakup pola belajar yang tidak baik, sarana pendukung, dan faktor dosen. [English]: This research aims to identify undergraduate students’ difficulties and the factors which caused them in solving real analysis problems. This qualitative research applies descriptive analysis. Data is collected through observation, test, and interview. Students’ answers on test are categorized into Watson’s seven categories of errors then the students are interviewed to clarify the errors. This research reveals that dominant errors encounterd by the students are inappropriate data, inappropriate procedure, response level conclict, and skill hierarchy problem. The errors portrait the difficulties the students encountered. The factors which cause the difficulties are the material is hard to understand and apply to problem solving; and personal factor such as bad learning habits, supporting tools, and the lecturers.  &nbsp

    Representasi matematis mahasiswa calon guru dalam menyelesaikan masalah matematika

    Full text link
    [Bahasa]: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi representasi matematis mahasiswa calon guru dalam menyelesaikan masalah matematika. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang dikumpulkan yaitu hasil pekerjaan mahasiswa yang berupa hasil vignette. Snowball sampling sebagai teknik pengambilan subjek. Subjek dalam penelitian ini adalah tiga mahasiswa semester 3 Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purworejo. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dokumentasi. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan, dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subjek S1 dan S2 dengan kemampuan akademik tinggi dan sedang mempunyai kemampuan representasi matematis yang baik karena memenuhi semua indikator representasi matematis. Kemampuan representasi matematis subjek S3 dengan kemampuan akademik rendah masih kurang karena tidak memenuhi semua indikator. Kemampuan representasi matematis tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan akademik, tetapi dipengaruhi juga oleh faktor lain seperti penggunaan media, pengalaman, dan latihan dalam menyelesaikan masalah matematika. Kata kunci : Representasi Matematis; Calon Guru; Masalah Matematika; Vignette [English]: This case study aims to determine the description of the mathematical representation of prospective teachers in solving mathematical problems. The data collected is student’s work in the form of vignette results. Snowball sampling is as the technique of taking subjects. Subjects in this study are three students in the third semester mathematics education program of Muhammadiyah University of Purworejo. The technique used to collect data is documentation. The data is analyzed through data reduction, data display, conclusion, and verification. This study finds that the subject S1 and S2 with high and middle academic ability have good mathematical representation ability since they meet all the indicators of mathematical representation. While the mathematical representation of subject S3 with low academic ability is still less because S3 does not meet all of the indicators. The ability of the mathematical representation is not only influenced by academic ability, but also by other factors such as the use of media, experience, and drill in solving mathematics problems. Keywords: Mathematical Representation; Prospective Teacher; Mathematics Problems; Vignett

    Proses berpikir kreatif siswa dalam memecahkan masalah matematika berdasarkan model Wallas

    Full text link
    [Bahasa]: Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui proses berpikir kreatif siswa dalam memecahkan masalah matematika berdasarkan model Wallas (1926). Subjek penelitian terdiri dari 6 siswa kelas VII, masing-masing dua siswa memiliki kemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses berpikir kreatif siswa kategori tinggi yaitu siswa memahami permasalahan dan informasi yang diberikan dengan menuliskan apa yang diketahui maupun yang ditanyakan (persiapan), siswa tidak membutuhkan waktu yang lama untuk memikirkan solusi dari permasalahan yang dihadapi dengan mengingat soal yang sudah diajarkan (inkubasi), siswa mendapatkan ide untuk memecahkan masalah (Iluminasi), dan siswa menguji ide dan memeriksa kembali pemecahan masalah sebelum mengambil kesimpulan yang tepat (verifikasi). Proses berpikir kreatif siswa kategori sedang yaitu siswa mencoba untuk memahami permasalahan akan tetapi kurang memahami informasi atau petunjuk yang diberikan (persiapan), siswa diam megingat kembali rumus yang digunakan untuk memecahkan masalah (Inkubasi), siswa menghasilkan ide berdasarkan pemahamannya terhadap soal untuk memecahkan masalah (Iluminasi), dan siswa menguji ide dihasilkan dan tidak memeriksa kembali proses pemecahan masalah (verifikasi). Proses berpikir kreatif siswa kategori rendah yaitu siswa tidak memahami permasalahan dan informasi yang diberikan (persiapan), siswa membutuhkan waktu yang lama untuk memikirkan solusi dari permasalahan (Inkubasi), siswa gagal dalam menemukan ide untuk memecahkan permasalahan (Iluminasi), dan siswa menguji ide yang dihasilkan dan tidak memeriksa kembali jawaban yang telah diujikan (verifikasi). Kata kunci: Berpikir Kreatif; Model Wallas; Pemecahan Masalah; Kemampuan Siswa  [English]: This qualitative research aims at getting insight on students’ creative thinking in solving mathematics problems based on Wallas’ model (1926). The subjects are six students in 7th grade, each two students respectively have high, medium and low mathematics ability.  Data is collected through test and interview. This research shows that the students in high category can understand the problem and given information by writing what is known and asked (preparation), can easily think the solution of the problem by remembering the previous problem (incubation), get the ideas to solve the problem (illumination), and examine the ideas and re-check the solution before drawing the proper conclusion (verification). The students in medium category try to understand the problem but they are less in understanding the given information or hint (preparation), remember the formula to solve the problem (incubation), generate the ideas from their understanding to solve the problem (illumination), and examine the ideas and do not check the solution again (verification). For students in low category, they do not understand the problem and the given information (preparation), have a while to think the solution (incubation), fail to find any ideas to solve the problem (illumination), and examine the generated ideas and do not re-check the solution (verification).     Keywords: Creative Thinking; Walla’s Model; Problem Solving; Students’Abilit

    91

    full texts

    100

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Beta - Jurnal Tadris Matematika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇