290 research outputs found
Erratum: Allen, G.R., Erdmann, M.V. & Purtiwi, P.D. (2017): Author Purtiwi, P.D. is spelled Pertiwi, P.D.
Allen, G.R., Erdmann, M.V. & Purtiwi, P.D. (2017) Descriptions of four new species of damselfishes (Pomacentridae) in the Pomacentrus philippinus complex from the tropical western Pacific Ocean. Journal of the Ocean Science Foundation, 25, 47–76.
corrected spelling of third author’s name to:
Allen, G.R., Erdmann, M.V. & Pertiwi, P.D. (2017) Descriptions of four new species of damselfishes
(Pomacentridae) in the Pomacentrus philippinus complex from the tropical western Pacific Ocean. Journal of the Ocean Science Foundation, 25, 47–76
Pergerakan Gerwani Melalui Tokoh Pertiwi Dalam Novel Tjap Karya Yuditeha: Kajian Sosiologi Sastra
TJAP merupakan sebuah novel yang menceritakan kehidupan seorang
perempuan yang pergi merantau untuk mengikuti organisasi yang diinginkannya.
Dalam novel TJAP banyak menceritakan pergerakan Gerwani yang digambarkan
oleh tokoh Pertiwi melalui catatan harian yang dibuat kepada ibunya. Catatan
tersebut banyak menceritakan mengenai pergerakan dari organisasi yang diikuti
oleh Pertiwi. Pergerakan tersebut digambarkan dari awal pembentukan hingga
Gerwani dibubarkan. Penelitian ini menggunakan teori sosiologi sastra yang
melihat bahwa karya sastra merupakan dokumen sosial yang menggambarkan
realitas sosial yang terjadi pada zamannya, sehingga penelitian ini dikaji
menggunakan teori Sosiologi Sastra yang berfokus pada Realitas Sosial
pergerakan Gerwani melalui tokoh Pertiwi dalam novel TJAP karya Yuditeha.
Berdasarkan fokus penelitian. Penelitian ini merupakan penelitan deskriptif
kualitatif yang mendeskripsikan fakta-fakta kemudian disusul dengan analisis
berdasarkan permasalahan. Hasil dari penelitian ini berupa Realitas Sosial
mengenai pergerakan Gerwani oleh tokoh Pertiwi. Realita sosial melalui tokoh
Pertiwi meliputi empat aspek, yaitu (1) Realita Pergerakan, pergerakan Gerwani
bergerak di bidang sosial, politik, dan masalah perempuan. (2) Realita Ideologi,
Gerwani memiliki ideologi sosialis dan feminis, Gerwani juga memiliki pemikiran
yang membela rakyat miskin dan realistis. (3) Keadaan Politik, Gerwani
mendapati keadaan politik yang rumit baik dari pihak pemerintah, mahasiswa, dan
masyarakat. (4). Tanggapan Masyarakat. Gerwani mendapati tanggapan positif
dari masyarakat ketika program yang dijalankan menguntungkan rakyat dan
tanggapan negatif dari masyarat ketika Gerwani dianggap melakukan
pemberontakan terhadap pemerintah
HUBUNGAN SOSIAL EKONOMI TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS SUNGAI GUNTUNG KABUPATEN INDRAGIRI HILIR
HUBUNGAN SOSIAL EKONOMI TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS SUNGAI GUNTUNG KABUPATEN INDRAGIRI HILIR
Dian Wahyu Pertiwi (11980322563)
Di bawah bimbingan Novfitri Syuryadi dan Yanti Ernalia
INTISARI
Stunting merupakan salah satu permasalahan kekurangan gizi di Indonesia. Kejadian stunting pada balita disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dalam jangka panjang yang berdampak pada gangguan pertumbuhan anak. Sosial ekonomi merupakan salah satu faktor resiko terjadinya stunting karena berkaitan dengan kemampuan keluarga untuk menyediakan makanan bergizi dan pelayanan kesehatan untuk ibu hamil dan balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sosial ekonomi terhadap kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Sungai Guntung Kabupaten Indragiri Hilir. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan metode purposive sampling. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini berjumlah 131 ibu balita dan balita. Pengumpulan data karakteristik dan data sosial ekonomi dilakukan dengan cara mengisi kuesioner; status gizi ditentukan berdasarkan indeks TB/U yang dilakukan dengan pengukuran langsung. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar tingkat pendidikan orangtua rendah yaitu ayah berpendidikan tamat SMP (40,5%) dan ibu tamat SD (45,8%). Sebagian besar ayah bekerja terutama sebagai nelayan (36,64%) dan sebagian besar ibu tidak bekerja (80,2%). Tingkat pendapatan orangtua berada pada kategori rendah (51,1%) dan tingkat pengeluaran pangan juga berada pada kategori rendah (55%). Status gizi stunting pada balita mencapai 34,4%. Terdapat hubungan signifikan antara pendidikan orangtua (ayah dan ibu), pendapatan, dan pengeluaran pangan terhadap kejadian stunting pada balita (p0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pendidikan orangtua, pendapatan keluarga, dan pengeluaran pangan terhadap kejadian stunting, namun tidak ada hubungan antara pekerjaan orangtua dengan kejadian stunting di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Sungai Guntung Kabupaten Indragiri Hilir.
Kata Kunci: pekerjaan orangtua; pendapatan keluarga; pendidikan orangtua; pengeluaran pangan; stuntin
WIRASANING PERTIWI
Karya ini mempresentasikan tentang keprihatinan penulis terhadap kerusakan alam atau bumi pertiwi ini akibat dari ekplorasi manusia terhadap kandungan perut bumi yang semakin meluas, tanpa dibarengi dengan kesadaran untuk mengreklamasi kembali dengan baik, walaupun sudah banyak petunjuk, banyak isyarat yang disampaikan oleh orang-orang bijak tentang betapa pentingnya untuk menjaga dan memelihara bumi pertiwi ini, salah satu petunjuk atau syarat yang dapat kita baca atau kita cermati adalah pada gambar atau motif batik yang diberi nama dengan motif wahyu temurun didalam motif ini sangat jelas digambarkan bahwa bentuk tumbuhan-tumbuhan itu sebagai doa dan harapan agar bumi ini selalu dalam kondisi yang penuh dengan tumbuhan sehingga dengan demikian kadungan air yang ada dalam tanah akan terjaga dengan baik, dapat dibayangkan bila tanaman-tanaman ini ditebang secara sembarangan tanpa mempertimbangkan ekositem yang baik maka tidak hayal lagi bencana alam akan terjadi di mana-mana di atas bumi ini. Dalam penciptaan karya ini dapat dirumuskan masalanya sebagai berikut: bagaimana menciptakan karya sebagai cerminan harapan akan kelestarian alam di atas bumi inii.
Penciptaan karya ini penulis mengunakan metode pendekatan estetika,dan mengacu pada metode penciptaan yang dikemukakan oleh SP Gustami yaitu terdiri dari tiga tahap enam langkah penciptaan seni kriya. Tahap pertama ekplorasi, kedua yaitu penggalian teori, data, dan refrensi visual, pengolahan dan analisis data untuk mendapatkan konsep pemecahan masalah, yang kemudian hasilnya dipakai sebagai landasan dalam proses perwujudan karya.
Karya yang dihasilakan berupa karya seni ornamen di atas kertas dengan teknik drawing dan atsiran, masing –masing berukuran 40 x 50 C
PENINGKATAN KOSAKATA BENDA MELALUI PERMAINAN ULAR TANGGA PADA ANAK KELOMPOK B DI TK PERTIWI TAMANAGUNG MUNTILAN
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kosakata benda melalui permainan ular tangga pada anak kelompok B di TK Pertiwi Tamanagung Muntilan.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara kolaboratif dengan menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart. Subjek penelitian ini adalah anak kelompok B TK Pertiwi Tamanagung Muntilan. Instrumen penelitian berupa lembar observasi dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran melalui permainan ular tangga dapat meningkatkan kosakata pada anak kelompok B TK Pertiwi Tamanagung Muntilan. Peningkatan tersebut dapat diketahui dari data hasil observasi peningkatan kosakata tentang menyebutkan kata benda yaitu pada kondisi awal sebelum tindakan yang mencapai skor 3 dengan kriteria 10-12 kata sebesar 10,53% atau 2 anak dari seluruh jumlah anak dengan rata-rata sebesar 4,84. Pada siklus I, data hasil observasi dengan skor 3 kriteria 10-12 kata menunjukkan pencapaian sebesar 56,63% atau 10 anak dari seluruh jumlah anak dengan rata-rata sebesar 8,63. Pada siklus II, yang mendapat skor 3 dengan kriteria 10-12 kata terjadi peningkatan yaitu sebesar 84,21% dari seluruh jumlah anak atau sekitar 16 anak dari 19 anak dengan rata-rata sebesar 9,84.
Kata kunci: kosakata benda, permainan ular tangg
Kepribadian Neuroticism dan Perilaku Menyimpang Pada Remaja Di SMK X Bekasi : Veggi Aini Citra, Yuarini Wahyu Pertiwi, Ditta Febrieta
Deviation is related to the rules or laws apply where a person can\u27t adjust to it, and finally results in a violation. Adolescents as individuals tend to have one of the personalities as the dominant factor for performing an action or behavior. Personal factors such as personality have the potential to shape deviant behavior. This is because personality is a characteristic of a person\u27s thoughts, feelings and behavior that makes that person unique. Referring to The Big Five Personality theory, of the five dimensions there is one personality dimension, namely Neuroticism, which is defined as a personality with negative emotions so that it is prone to anxiety, depression, sadness, and aggression. The purpose of this study was to determine the relationship between neuroticism personality and deviant behavior in adolescents at SMK X Bekasi. The sampling technique used in this study was quota sampling with 120 respondents. The measuring instruments used are the neuroticism personality scale and the deviant behavior scale. The results of this study indicate the correlation coefficient value between the neuroticism personality variable and individual deviant behavior of 0.540**, group 0.479**, and mixed 0.461** with a significance level or sig(2-tailed) of 0.000 (p <0.05), so it can be stated that there is a relationship between neuroticism personality variables and deviant behavior in adolescents at SMK X Bekasi
Self Esteem dengan Kecenderungan Self Injury pada Mahasiswa yang Mengalami Putus Cinta: Arigi Ade Purwandra, Yuarini Wahyu Pertiwi, Farida Novitasari
It is commonly happened in dynamic love relationship to breakup each other, in which so that they do actions that can hurt themselves, this is done by someone to deal with emotional pain, self-emptiness, loneliness, loss. , and satisfy the desire to punish oneself by causing injuries to the body, this is called self-injury. Self-injury is a form of behavior carried out by individuals to deal with emotional pain, this behavior is carried out very intentionally but the individual does not intend to commit suicide. One that affects self-injury is self-esteem. Self-esteem is the result of an individual\u27s evaluation of himself which is expressed in his own attitude. This study aims to determine whether there is a relationship between self-esteem and self-injury in Bhayangkara University, Jakarta Raya students who experience a breakup. The subjects used in this study were students of Bhayangkara University, Greater Jakarta with a total of 100 subjects. The results of the non-parametric correlation test of Spearman\u27s Rho showed a relationship of -0.403** with a significance of 0.000 (p < 0.001). The results show that there is a relationship with a significant negative correlation between self-esteem and self-injury in Bhayangkara University, Jakarta Raya students who experience a breakup. That is, the higher self-esteem in students, the lower students do self-injury, and vice vers
Pemanfaatan Sampah Organik Kulit Buah Menjadi Eco-Enzyme untuk Disinfektan di Bank Sampah Kusuma Pertiwi
Sampah merupakan permasalahan penting yang dapat merusak keseÂimbangan ekosistem lingkungan. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos dan eco-enzyme. Eco-enzyme merupakan hasil proses fermentasi sisa buah dan sayur dengan tambahan substrat gula merah atau molase yang berupa cairan yang mudah digunakan dan memiliki banyak manfaat. Eco-enzyme dapat digunakan untuk desinfektan dan hand sanitizer. Masyarakat di Prawirodirjan, Gondomanan memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan dengan adanya tempat yang bernama Bank Sampah Kusuma Pertiwi yang digunakan untuk mengumpulkan sisa-sisa sampah rumah tangga, salah satunya sampah organik sisa buah dan sayur, tetapi sampah organik sisa buah buah dan sayur yang terkumpul dari nasabah-nasabah Bank Sampah Kusuma Pertiwi menumpuk begitu saja. Permasalahan yang terjadi di Bank Sampah Kusuma Pertiwi adalah belum memiliki wawasan dan pengetahuan mengenai pemanfaatan sampah organik sisa buah dan sayur menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis, yaitu eco-enzyme. Tujuan kegiatan pengÂabdian ini adalah meningkatkan pemahaman dalam pembuatan produk eco-enzyme dari sampah organik sisa kulit buah dan sayur dan mengurangi pencemaran lingkungan dari sampah organik. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa 100% peserta merasa puas dengan pelatihan pembuatan eco-enzyme, 79% peserta menyatakan kegiatan pembuatan eco-enzyme sangat bermanfaat, dan 74% peserta menyatakan pelatihan pembuatan eco-enzyme sesuai dengan kebutuhan Bank Sampah Kusuma Pertiwi. Selain itu, seluruh peserta menjadi paham akan proses pembuatan eco-enzyme dari limbah sampah organik dan mengurangi limbah kulit buah dengan mudah
LAPORAN PRAKTEK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) LOKASI TK PERTIWI NANGSRI BRAJAN, NANGSRI, MANISRENGGO, KLATEN
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan langkah strategis untuk
melengkapi kompetensi mahasiswa calon tenaga kependidikan. PPL Mahasiswa
dapat mendarmabaktikan ilmu akademisnya dilapangan. Sebaliknya mahasiswa
juga dapat belajar dari lapangan. Dengan demikian mahasiswa dapat member dan
menerima (give and take) berbagai keilmuan yang dapat menghantarkan
mahasiswa menjadi calon tenaga pendidikan profesional.
Penyusun melaksanakan observasi pada Selasa, 11 Februari 2014 sampai Sabtu,
15 Februari 2014. Program PPL dibagi dalam program pengajaran dan non pengajaran.
Program pengajaran dilaksanakan sebanyak sembilan kali pertemuan, yang meliputi enam
kali pertemuan pengajaran biasanya, dan dua kali pertemuan untuk ujian mengajar. Untuk
melaksanakan program pengajaran tersebut, penyusu melalui enam tahap proses
pengajaran, yaitu (1) Penyusunan RKH
; (2) Konsultasi RKH; (3) Pembuatan media
pembelajaran; (4) Pembuatan instrument; (5) Mengajar di kelas; dan (6) Penilaian
Harian. Selain itu setelah pelaksanaan pembelajaran, penyusun masih bertugas untuk
menganalisis hasil pembelajaran untuk mengetahui efektivitas perencanaan dan
pelaksanaan pembelajaran.
Selama penyusun diberi kesempatan untuk mengajar secara mandiri,
awalnya penyusun membuat kesalahan pada alat penilaian yang digunakan untuk
mengukur indikator. Hal ini terbukti banyak coretan yang diberikan oleh guru
kelas B2 kepada penyusun. Namun, penyusun tidak lagi membuat kesalahan
mulai dari pertemuan kelima. Hasil yang diperoleh selama mengajar mandiri
sebanyak sembilan kali, terlihat dari berkembangannya kemampuan anak dalam
hal pengungkapan bahasa, sopan-santun, kedisiplinan, kemampuan menulis dan
berhitung, kemampuan menjahit, sikap percaya diri anak, kemandirian anak, dan
kemampuan yang melibatkan fisik-motorik anak.
Kegiatan PPL Pengajaran diakhiri dengan ujian pembelajaran sebanyak
dua kali pertemuan. Setelah itu dilanjutkan dengan kegiatan penarikan PPL oleh
Bp. Joko Pamungkas, M. Pd selaku DPL PPL TK Pertiwi Nangsri. Penarikan
tersebut dilaksanakan pada hari Selasa, 16 Agustus 2014 di TK Pertiwi Nangsri
دور الرايح يف تلقيح النبات يف القرآن الكرم
ABSTRAK
an’Qur-Al dalam Tumbuhan Penyerbukan dalam Angin Peran
Pertiwi Laras Wahyu Rizkyana
362015230527
terdapat didalamnya yang sains ayat-ayat tentang disebutkan an’Qur-Al Didalam
Allah kuasa mengetahui dapat manusia tujuan dengan tadabbur dan berpikir untuk perintah
sangat yang hubungan mempunyai manusia kehidupan bahwasanya disadari Tanpa. SWT
dan, tambang barang, tumbuhan, hewan, angin, bumi seperti sains ayat-ayat dengan kuat
.manusia kehidupan terhadap besar pengaruh memiliki itu semua Diantara. sebagainya lain
Tetapi. angin dan tumbuhan adalah terpenting yang kehidupan unsur dari unsur satu Salah
bahwasanya menyebutkan Allah Dan. penting sangat yang peran atas melupakan manusia
sesuatu merupakan Tumbuhan. SWT Allah kekusaan tanda merupakan angin dan tumbuhan
.warnanya dan, bentuk, macam, jenis segala dengan menakjubkan dan menarik yang
aromanya perbedaan dan rasanya perbedaan menentukan dapat warna perbedaan Dengan
juga tumbuhan Selain. binatang makanan atau manusia makanan menentukan dapat
Sesungguhnya. terkandung yang manfaat Apakah. manfaat banyak dengan angin terdapat
angin bahwa menyebutkan yang 22 ayat hijr-al surat dalam terdapat primer manfaat
perkawinan dalam Meskipun. perkawinan dalam perantara sebagai yaitu manfaat memiliki
.awan perkawinan atau tumbuhan
rahasia mengetahui untuk berusaha peneliti, diatas belakang latar Berdasarkan
dalam angin peran dan angin manfaat, angin macam-macam tentang yaitu an’Qur-Al
.tumbuhan penyerbukan
buku dan literatur berupa yang primer data adalah digunakan yang data Sumber
untuk dekriptif metode menggunakan juga Peneliti. ilmi tafsir tentang mengupas yang
tafsir yaitu ilmiah pendekatan dan an’Qur-Al ayat menjelaskan dan tafsir menjelaskan
berusaha dan an’Qur-Al redaksi dalam ke ilmiah istilah-istilah menggunakan yang
an’Qur-Al redaksi dari filosofis pandangan-pandangan dan ilmu berbagai menyimpulkan
.benar yang ilmiah fenomena�fenomena atas argumen menjadi untuk penelitian produk kepada berorientasi dan tersebut
angin 22 ayat Hijr-Al surat didalam adalah ini penelitian dari diperoleh yang Hasil
membawa yaitu tumbuhan penyerbukan dalam penting sangat yang peran mempuyai
pola yang kerucut pinus tumbuhan Sebagaimana. lain tumbuhan ke tumbuhan dari serbuk
pertama yang yaitu cara tiga dengan berubah angin gerakan dengan itu penyerbukannya
gerakan dengan bergerak kemudian, daun perantara dengan pusat ke angin arah mengubah
dalam berputar yang angin, kedua Yang. telur membentuk tempat ke ditarik dan memutar
.kerucut pusat ke mengarah yang area ke diarahkan kecil kulit-kulit menyentuh dan spiral
saluran untuk dorongan memberikan yang tonjolannya dengan kerucut perubahan, Ketiga
menghadap kemudian dan bawah paling yang ketempat menuju dan kebawah kecil angin
mencontohkan untuk dipakai yang tumbuhan satu salah adalah pinus Tumbuhan. kulit ke
.lainnya tumbuhan sebagaimana angin perantara dengan tumbuhan penyerbukan proses
pembaca dan peneliti-peneliti kepada menyarankan peneliti diatas penelitian Dari
derajat mencapai untuk an’Qur-Al pemahaman dalam ilmi tafsir memperhatikan untuk
perantara menjadi agar dan an’Qur-Al ayat dalam terkandung yang makna tadabur
segala dengan Dan. an’Qur-Al dalam termaktub yang modern ilmu menetapkan untuk
dalam ini masalah dalam selanjutnya kajian adanya akan berharap peneliti, kekurangannya
.Amin. bermanfaat lebih dan baik lebih yang
- …
