1,722,581 research outputs found
PROFIL CUCUK LAMPAH GONDO WAHONO DI KABUPATEN PEKALONGAN (Kajian Profesi)
Profil cucuk lampah merupakan gambaran kehidupan dari seorang Gondo
Wahono mulai dari lehidupan pribadi sampai pada pekerjaan yang digelutinya
yang berprofesi sebagai cucuk lampah untuk mendapatkan penghasilan. Rumusan
masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana profil cucuk lampah Gondo
Wahono di Kabupaten Pekalongan. (2) Bagaimana bentuk penyajian cucuk
lampah Gondo Wahono di Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini bertujuan untuk:
(1) Mengetahui dan mendiskripsikan tentang bagaimana profil cucuk lampah
Gondo Wahono di Kabupaten Pekalongan. ( 2) Mengetahui bagaimana bentuk
penyajian cucuk lampah Gondo Wahono di Kabupaten Pekalongan.
Metode yang digunakan untuk membahas permasalahan dalam penelitian
ini adalah metode penelitian kualitatif. Sejumlah data yang terkumpul didapat
melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik untuk
menganalisis data menggunakan teknik triangulasi.
Hasil penelitian yang diperoleh adalah: (1) Sosok Gondo Wahono di
Kabupaten Pekalongan terkenal sebagai orang yang sangat luwes, mudah bergaul
dan suka membantu. (2) Bentuk penyajian cucuk lampah yang dilakukan Gondo
Wahono di Kabupaten Pekalongan yaitu dengan menambahkan lawakan dan sulap
dalam pertunjukanya. Gondo Wahono bertugas mengantarkan rombongan
pengantin kepelaminan dengan selamat dan mengatur jalannya acara kirab hingga
berjalan lancar. Kirab yang dilakukan Gondo Wahono meliputi dari Kirab I dan
kirab II. Kirab I dan Kirab II telah selesai di laksanakan Gondo Wahono
malanjutkan dengan acara lawakan dan sulap pada akhir acara sebelum
berpamitan kepada kedua mempelai untuk menghibur para penontonnya.
Saran yang dapat disampaikan adalah: Bagi Gondo Wahono sebagai
pelaku cucuk lampah tetap low profile sehingga tetap disukai oleh masyarakat
Kabupaten Pekalongan dan harus lebih meningkatkan lagi kemampuannya dalam
menghasilkan suatu bentuk penyajian cucuk lampah yang lebih menarik dan
kreatif, sehingga kesenian cucuk lampah dapat terus berkembang dan masyarakat
lebih tertarik menggunakan jasa cucuk lampah Gondo Wahono
Penataan Karawitan"Teguh Jiwa"
Penataan Karawitan"Teguh Jiwa"
Karya :Wahono, Ujian penyajian tugas akhir Jur. Karawitan, Pendapa ISI Surakart
Penataan Geding"Teguh Jiwo"
Penataan Geding"Teguh Jiwo"
Karya: Wahono, Ujian Penyajian Tugas Akhir Jur. Karawitan, Pendopo ISI Surakart
(BSTRAK) PROFIL CUCUK LAMPAH GONDO WAHONO DI KABUPATEN PEKALONGAN (Kajian Profesi)
Profil cucuk lampah merupakan gambaran kehidupan dari seorang Gondo
Wahono mulai dari lehidupan pribadi sampai pada pekerjaan yang digelutinya
yang berprofesi sebagai cucuk lampah untuk mendapatkan penghasilan. Rumusan
masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana profil cucuk lampah Gondo
Wahono di Kabupaten Pekalongan. (2) Bagaimana bentuk penyajian cucuk
lampah Gondo Wahono di Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini bertujuan untuk:
(1) Mengetahui dan mendiskripsikan tentang bagaimana profil cucuk lampah
Gondo Wahono di Kabupaten Pekalongan. ( 2) Mengetahui bagaimana bentuk
penyajian cucuk lampah Gondo Wahono di Kabupaten Pekalongan.
Metode yang digunakan untuk membahas permasalahan dalam penelitian
ini adalah metode penelitian kualitatif. Sejumlah data yang terkumpul didapat
melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik untuk
menganalisis data menggunakan teknik triangulasi.
Hasil penelitian yang diperoleh adalah: (1) Sosok Gondo Wahono di
Kabupaten Pekalongan terkenal sebagai orang yang sangat luwes, mudah bergaul
dan suka membantu. (2) Bentuk penyajian cucuk lampah yang dilakukan Gondo
Wahono di Kabupaten Pekalongan yaitu dengan menambahkan lawakan dan sulap
dalam pertunjukanya. Gondo Wahono bertugas mengantarkan rombongan
pengantin kepelaminan dengan selamat dan mengatur jalannya acara kirab hingga
berjalan lancar. Kirab yang dilakukan Gondo Wahono meliputi dari Kirab I dan
kirab II. Kirab I dan Kirab II telah selesai di laksanakan Gondo Wahono
malanjutkan dengan acara lawakan dan sulap pada akhir acara sebelum
berpamitan kepada kedua mempelai untuk menghibur para penontonnya.
Saran yang dapat disampaikan adalah: Bagi Gondo Wahono sebagai
pelaku cucuk lampah tetap low profile sehingga tetap disukai oleh masyarakat
Kabupaten Pekalongan dan harus lebih meningkatkan lagi kemampuannya dalam
menghasilkan suatu bentuk penyajian cucuk lampah yang lebih menarik dan
kreatif, sehingga kesenian cucuk lampah dapat terus berkembang dan masyarakat
lebih tertarik menggunakan jasa cucuk lampah Gondo Wahono
LAKON DEWARUCI DALAM PAGELARAN WAYANG KI DALANG SRI WAHONO DAN RELEVANSINYA DENGAN TEORI WAHDATUL WUJUD IBN ARABI
Seni wayang kulit lakon Dewaruci merupakan salah satu cerita murni yang berasal dari Nusantara. Dalam kisah ini menceritakan sebuah perjalanan spiritual salah satu Pandawa, yaitu Bima. Cerita ini sangat sarat dengan nilai-nilai filosofi, baik yang tersurat maupun tersirat. Namun mengenai nilai-nilai yang tersirat, terutama yang terkait dengan aspek spiritualitas tinggi seperti dalam pewayangan lakon Dewaruci, terkadang sulit dipahami oleh para penonton wayang kulit. Karena itu, untuk bisa menggali lakon Dewaruci, sebagaimana terlihat dalam skripsi ini, peneliti menemukan corak berbeda pada pagelaran wayang oleh Ki Sri Wahono, yang tidak hanya berhasil menceritakan lakon Dewaruci dengan baik, tetapi juga di dalamnya terkandung nilai-nilai filosofis dekat dengan tasawuf wujudiyah, atau dalam hal ini Wahdatul Wujud Ibn 'Arabi.
Penelitian ini menjawab rumusan masalah berikut: pertama, bagaimana cerita lakon Dewaruci dalam pagelaran wayang Ki Dalang Sri Wahono?, kedua, bagaimana cerita lakon Dewaruci dalam pagelaran wayang Ki Dalang Sri Wahono memiliki relevansi dengan teori Wahdatul Wujud Ibn Arabi?. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman dari esensi cerita lakon Dewaruci dalam pewayangan yang dibawakan oleh Ki Dalang Sri Wahono, dengan merinci konsep Wahdatul Wujud Ibn Arabi dengan lebih mendalam, serta mengeksplorasi bagaimana konsep teori tersebut tercermin dalam cerita lakon Dewaruci yang di bawakan dalam pagelaran wayang kulit Ki Dalang Sri Wahono.
Penelitian ini merupakan studi kualitatif deskriptif yang menerapkan refleksi dan mengumpulkan mengenai apa saja asumsi-asumsi dasar atau prinsip pemikiran tentang makna dan nilai filosofis yang terkandung dalam pementasan lakon Dewaruci yang dibawakan oleh Ki Dalang Sri Wahono sebagai fokus utama penelitian ini, dan bagaimana relevansi antara pagelaran wayang Kulit Ki Dalang Sri Wahono dengan perspektif konsep teori Wahdatul Wujud Ibn Arabi. Langkah -langkah dalam penelitian ini terdiri dari deskripsi data penelitian mengenai Lakon Dewaruci yang dipentaskan oleh Ki Dalang Sri Wahono serta konsep teori Wahdatul Wujud Ibn arabi, kemudian menganalisis nilai filosofis dalam lakon Dewaruci oleh Ki Dalang Sri Wahono melalui konsep teori Wahadtul Wujud Ibn Arabi, dan merefleksikannya terhadap temuan yang diperoleh.
Hasil dari penelitian ini mengidentifikasi bahwa Pertama, dalam lakon Dewaruci oleh Ki Dalang Sri Wahono, Bima menjalani serangkaian pengalaman yang di luar batas kemampuan manusia biasa, namun sebenarnya semua hal yang di lewati tersebut merupakan berkah dan anugrah dari Tuhan berupa pertemuan dengan sifat-sifat Tuhan yang tertanam pada kesucian hati manusia yang digambarkan sebagai tokoh Dewaruci. Kedua, lakon Dewaruci memiliki relevansi dengan teori Wahdatul Wujud Ibn Arabi melalui penggambaran suatu pemahaman mengenai kesatuan antara Tuhan dengan segala ciptaan-Nya, yang dijelaskan melaui nasehat Dewaruci sebagai gambaran dari kesucian hati manusia. Manusia, merupakan makhluk yang memiliki nafsu serta akal, harus melalui perjalanan spiritual yang mengarah pada pemahaman yang lebih mendalam mengenai hubungan antara dirinya terhadap sang pencipta, sebagai pencapaian kesadaran dirinya terhadap Sangkan paraning dumadi
- …
